Home / Uncategorized

Senin, 3 Juli 2023 - 08:45 WIT

Apa Kabar Deforestasi di Indonesia?

Hutan Halmahera yang Menghijau kini mulai dkuras Foto  ini adalah kawasan taman nasional TNAL  foto Opan Jacky

Hutan Halmahera yang Menghijau kini mulai dkuras Foto ini adalah kawasan taman nasional TNAL foto Opan Jacky

Pemerintah Klaim Turun  8,4 Persen

Deforestasi Indonesia tahun 2021-2022 turun 8,4% dibandingkan hasil pemantauan tahun 2020-2021. Deforestasi netto Indonesia tahun 2021 -2022 adalah sebesar 104 ribu ha. Sementara, deforestasi Indonesia tahun 2020-2021 adalah sebesar 113,5 ribu ha. Demikian rilis resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia sebagaimana dimuat dalam situs resmi KLHK  pada Selasa 27 Juni lalu.

Seperti dijelaskan Plt. Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) KLHK Ruandha A. Sugardiman menyampaikan, jika dilihat tren deforestasi berdasarkan data sebelumnya maka tahun ini penurunan hutan Indonesia relatif rendah dan cenderung stabil.

“Hal ini menunjukan bahwa berbagai upaya yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akhir-akhir ini menunjukkan hasil yang signifikan,” kata Ruandha saat media briefing di Jakarta, Senin (26/6). 

Ruandha mengungkapkan, kondisi penutupan lahan dan hutan Indonesia bersifat dinamis, seiring dengan kebutuhan lahan untuk pembangunan dan kegiatan lainnya. Perubahan tutupan hutan terjadi dari waktu ke waktu, diantaranya karena konversi hutan untuk pembangunan sektor non kehutanan, perambahan dan kebakaran hutan maupun kegiatan rehabilitasi hutan.

Baca Juga  Ini Dampaknya Bagi Malut, Jika Judicial Review UU Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Diakomodir¬† ¬†

“Untuk mengetahui keberadaan dan luas tutupan lahan baik berhutan maupun tidak berhutan, kami melakukan pemantauan hutan dan deforestasi setiap tahun,” katanya.

Pemantauan hutan dan deforestasi ini dilakukan pada seluruh daratan Indonesia seluas 187 juta hektar, baik di dalam kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan, dan berdasarkan pada peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) dalam program Kebijakan Satu Peta (KSP). 

Pemantauan ini dilakukan menggunakan data utama citra satelit landsat yang disediakan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR-PA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan diidentifikasi secara visual oleh tenaga teknis penafsir KLHK yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hutan di Pulau Obi yang dikelola HPH foto FWI
Kondisi hutan di Pulau Obi foto Forest Watch

Hasil pemantauan hutan Indonesia Tahun 2022 menunjukkan bahwa luas lahan berhutan seluruh daratan Indonesia adalah 96,0 juta ha atau 51,2 % dari total daratan, dimana 92,0 % dari total luas berhutan atau 88,3 juta ha berada di dalam kawasan hutan. 

Baca Juga  Sopik, Cara Orang Makean Tahane Jadikan Laut Sumber Keadilan

Sementara itu, Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Ditjen PKTL Belinda A. Margono menjelaskan angka deforestasi Indonesia tahun 2021-2022 sebesar 104 ribu ha berasal dari angka deforestasi bruto sebesar 119,4 ribu ha dikurangi reforestasi sebesar 15,4 ribu ha.

Sebagai pembanding, deforestasi Indonesia tahun 2020-2021 adalah sebesar 113,5 ribu ha, yang berasal dari angka deforestasi bruto sebesar 139,1 ribu ha dikurangi reforestasi sebesar 25,6 ribu ha.

Luas deforestasi bruto tahun 2021-2022 tertinggi terjadi di kelas hutan sekunder, yaitu 106,4 ribu ha (89,1%), di mana 70,9% atau 75,4 ribu ha berada di dalam kawasan hutan dan sisanya seluas 31,0 ribu ha atau 29,1% berada di luar kawasan hutan.

Secara lengkap pemantauan hutan dan deforestasi Indonesia dapat dilihat dan diunduh di website Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan http://sigap.menlhk.go.id dan https://nfms.menlhk.go.id/.
___________

Share :

Baca Juga

Kabar Kota Pulau

Ekowisata di Punggung Gamalama

Uncategorized

Bersih Pantai, Monitoring Karang dan Tanam Mangrove

Kabar Kampung

Sagu, Pangan Lokal dan Identitas Warga Sagea (2)

Kabar Malut

Halmahera Timur, Ayam Mati di Lumbung Padi?

Kabar Kota Pulau

Ini Cara Komikus Muda Kalesang Ternate

Uncategorized

Ini Kajian AEER Soal Rencana HPAL Obi dan Morowali
Ilustrasi foto BMKG

Uncategorized

Maluku Utara Alami Kemarau yang Tetap Basah

Kabar Malut

9 Ekor Paruh Bengkok Pulang ke Halmahera