Home / Kabar Malut

Jumat, 17 November 2023 - 08:34 WIT

Harus Ada Kolaborasi Media Dorong Isu Lingkungan

Pelaksanaan training pengarustaaan isyu lingkungsn melalui “Green Growth Journalism” di Makassar 13  hingga 16 November 2023 lalu. foto AMSIl

Pelaksanaan training pengarustaaan isyu lingkungsn melalui “Green Growth Journalism” di Makassar 13 hingga 16 November 2023 lalu. foto AMSIl

Masalah lingkungan sudah tak mungkin “tidak” menjadi isu utama. Krisis iklim misalnya yang terjadi sudah sangat berdampak pada kehidupan banyak orang. Karena kondisi ini bukan zamannya lagi media bekerja sendiri-sendiri tetapi harus berkolaborasi mendorong isu penting ini. Wakil Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI)  Upi Asmaradana saat membuka pelatihan “Green Growth Journalism” di Makassar 13  hingga 16 November lalu mengingatkan bahwa, isyu lingkungan perlu didorong bersama.  

Untuk gerakan tersebut,  AMSI   bekerjasama  BBC Media Action menggelar pelatihan “Green Growth Journalism” dengan melibatkan 20 jurnalis jurnalis dan konten kreator dari wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua. Tujuannya  agar isu-isu terkait turut menjadi perhatian publik di samping isu lainnya.

Pelatihan ini sendiri bertujuan untuk memotivasi, mendorong, dan juga meningkatkan kapasitas jurnalis lokal, konten kreator, dan juga komunitas muda di Indonesia dalam  mengemas dan memberikan informasi terkait isu-isu lingkungan, perubahan iklim, dan juga masyarakat terdampak deforestasi. Ini semata mata  agar produk jurnalistik atau konten internet yang mereka buat lebih sesuai menurut target audiensnya dan bisa dinikmati masyarakat luas.

Pravita Tias, senior project BBC Media Action, juga trainer  dalam pelatihan tersebut, menyampaikan bahwa pengarustamaan isu lingkungan urgen dilakukan karena saat ini, hampir semua aspek kehidupan manusia terdampak krisis iklim.

“Jadi, bicara apa saja, ujung-ujungnya juga soal lingkungan,” ujarnya. Melalui pelatihan ini juga   para jurnalis dan konten kreator  bisa mengajukan proposal untuk mendapat felloweship untuk membuat produk atau konten terkait isu lingkungan sambil mendapat mentoring dari jurnalis senior sebagai mentor yang ditunjuk.

Baca Juga  Kepastian Ake Sagea “Tercemar” Tunggu GAKKUM KLHK
Dampak hilirisasi Emas coklat mengalir sampai jauh ke laut: Kondisi-muara-sungai-dan-laut-di-kawasan-Sagea Halmahera Tengah-berwarna-emas-foto-Save-Sagea

Sekadar diketahui Pelatihan “Green Growth Journalism” di Makassar ini adalah pelatihan seri ke-3  dan merupakan seri terakhir. Pelatihan serupa sudah dilaksanakan di Yogyakarta dengan mengundang jurnalis dari wilayah Jawa, bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Selain itu juga dilaksanakan  di Medan, Sumatera Utara yang mengundang peserta dari wilayah Sumatera mulai dari Aceh hingga Lampung. Secara keseluruhan ada 60 peserta dengan latar belakang jurnalis, konten kreator, dan juga pers mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia  ikut terlibat.

Selain melibatkan para trainer yang merupakan jurnalis senior dari berbagai media, pelatihan “Green Growth Journalism” ini juga mengundang sejumlah ahli atau akademisi dari berbagai perguruan tinggi seperti DR. Oka Karyanto dari UGM yang mengisi di pelatihan Yogyakarta, kemudian DR Mahawan Karuniasa dari Universitas Indonesia (UI) yang juga merupakan ketua jaringan ahli perubahan iklim dan kehutanan (APIK) yang mengisi di pelatihan Medan, dan Widhyawan Prawiraatmadja Ph.D dari SBM ITB yang mengisi sesi di pelatihan Makassar.

Hadirnya para ahli ini diharapkan para peserta punya pemahaman yang utuh dan cukup untuk menyadari pentingnya isu-isu lingkungan disebarluaskan dan menjadi isu penting yang perlu perhatian publik.

Baca Juga  Jumlah Pulau di Malut Masih Diperdebatkan

Selain menggelar pelatihan bagi para jurnalis dan konten kreator, salah satu upaya yang dilakukan dalam upaya pengarusutamaan isu-isu lingkungan adalah dengan menggelar webinar yang membahas isu-isu terkait.  Harapannya, akan muncul kesadaran publik tentang situasi dan kondisi lingkungan terkini dan munculnya figur-figur pemimpin yang punya komitmen untuk melestarikan lingkungan.

Direktur Eksekutif AMSI, Adi Prasetya saat menutup  pelatihan Green Growth Journalism menyatakan, AMSI mengapresiasi dukungan BBC Media Action kepada 60 media anggota AMSI yang telah mendapat  suntikan  energi perhatian terkait isu lingkungan. Harapannya, di masa mendatang, media tidak hanya sekadar mengejar trafik, mengejar banyak-banyakan pembaca dengan konten “viral” namun juga punya perhatian serius soal lingkungan, krisis iklim, energi, dan soal ancaman krisis lingkungan global.

“AMSI senang bisa mendapat dukungan BBC Media Action untuk peningkatan kapasitas media dan jurnalisnya membaca dan memberi perspektif lingkungan secara lebih proporsional kepada publik. Selanjutnya, kami menunggu proposal-proposal terbaik peserta untuk diseleksi mendapat beasiswa peliputan,” tutup Adi.

Usai pelatihan, AMSI dengan dukungan BBC Media Action menyiapkan beasiswa untuk 15 media terpilih melalui seleksi terbuka dengan berbekal materi dan pendalaman isu selama mengikuti pelatihan.(*)

Share :

Baca Juga

Kabar Malut

DOB Pulau Obi Harus Digaungkan Lagi
Pembibitan Mangrove yang dilakukan oleh warga Kao Halmahera Utara

Kabar Malut

Pulihkan Ekonomi Warga dari Covid-19 dengan Tanam Mangrove

Kabar Malut

KKR-MU Desak Presiden Cabut Perppu Cipta Kerja

Kabar Malut

Ocean Eye akan Diuji Coba di Morotai

Kabar Malut

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi

Kabar Kampung

Perlindungan Sagu Tak Dilakukan, Perda Hanya Pajangan (3) Habis

Kabar Malut

Temuan Ngengat Baru, Matikan Cengkih Petani

Kabar Malut

Jumlah Pulau di Malut Masih Diperdebatkan