Home / Baronda

Minggu, 2 Januari 2022 - 12:19 WIT

Mengenal Pulau SIBU,Kecil nan Indah dan Dikeramatkan

Tulisan Sofyan Ansar Polhut Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata Maluku Utara

Pulau Sibu merupakan sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni. Pulau ini, hanya memiliki luasan sekitar 370 hektar dan dikelilingi oleh ekosistem hutan mangrove yang masih sangat alami. Berjarak hanya 1,5 kilometer disebelah barat dari kelurahan Guraping, Oba Utara, Sofifi, Maluku Utara.

Pulau  yang dikelilingi oleh hutan mangrove ini mempunyai potensi ekosistem hutan mangrove dengan keanekaragaman hayati dan jenis terumbu karang. Di lautnya selain karang juga  sebaran padang lamun serta biota lautnya. Ada beragam keanekargaman hayati  yang hidup alami  bisa   dijumpai di pulau ini.

Sibu juga memiliki pantai yang dikelililingi terumbu karang.Air lautnya   begitu jernih, berwarna biru, bahkan saking jernih air lautnya, terumbu karang di sekitar pulau Sibu bisa terlihat begitu jelas.  Tanpa harus menyelam ke dasar laut dengan perahu saja sudah bisa melihat indahnya karang dan ikan ikannya.

Kekayaaan  hutan mangrove  serta ekosistem bawah lautnya menjadikan Pulau Sibu begitu istimewa.

Bila dilihat dari atas ketinggian atau menggunakan drone, Pulau Sibu terlihat begitu indah. berbentuk seperti hati dan dominan berwarna hijau dengan tutupan vegetasi hutan mangrove  cukup rapat.

Disebelah Utara Pulau Sibu, terdapat kawasan wisata hutan mangrove, telaga dan pantai teluk Guraping yang sangat menawan. Menjadi bagian dari kesatuan keindahan panorama alam yang dimiliki oleh kelurahan Guraping.

Dilihat dari peta kawasan hutan dan perairan Provinsi Maluku Utara, Pulau Sibu merupakan kawasan hutan lindung dengan tipe ekosistem hutan mangrove.

Bagi masyarakat Guraping, Pulau Sibu adalah pulau yang dikeramatkan, karena terdapat makam (Jere) tokoh adat yang dikenal bernama Gimalaha Sibu. Menurut legenda, Pulau Sibu merupakan pemukiman  (kampung) pertama,  jauh sebelum masyarakat Gamrange (Weda, Maba dan Patani) datang dan hidup bersama-sama dengan warga setempat dan membangun pemukiman atau kampung baru disekitar pesisir Pulau Sibu, yang saat ini dikenal menjadi Kelurahan Guraping.

Pada perayaan hari besar keagamaan, Pulau Sibu selalu ramai dikunjungi oleh warga untuk berziarah ke makam Sibu untuk berdoa bersama sebagai bentuk rasa hormat dan cinta kepada para leluhur. Ritual ini sudah menjadi tradisi turun temurun oleh masyarakat Guraping.

default

Kecantikan pulau kecil yang dikeramatkan ini, bisa kita nikmati dari kejauhan. Dari kantor Gubernur Maluku Utara, Pulau Sibu terlihat sangat mempesona dan menjadi pemandangan abadi dari atas puncak Gosale. Bila berkunjung ke Pulau Sibu, sobat wisata bisa menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh hanya sekitar 5 menit dari pantai Guraping.

Dikaji dari 3 faktor utama sebagai syarat mutlak untuk pengembangan sebuah destinasi wisata seperti atraksi, akses dan amenitas. Bisa dibilang, di kawasan wisata guraping ini sudah sangat terpenuhi dan sangat layak untuk dijadikan kawasan destinasi wisata prioritas di Provinsi Maluku Utara.

Baca Juga  Desak ADB Wujudkan Transisi Energi Berkeadilan

Keindahan dan keunikan panorama alam, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh kelurahan Guraping, merupakan aset berharga yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi denstinasi wisata unggulan di Provinsi Maluku Utara.

Sadar akan potensi yang dimiliki, para pemuda dan tokoh masyarakat kelurahan Guraping dengan penuh semangat, berinisiatif menggelar sebuah event festival kampung dengan tujuan agar bisa mencuri perhatian pemerintah dan masyarakat luas sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan pontensi pariwisata dan budaya yang terdapat di Kelurahan Guraping.

 Festival bertajuk “Festival Doe-Doe Guraping 2021” berhasil dilaksanakan pada 22 – 31 Desember 2021. “Guraping Kampong Wisata Budaya” menjadi tema besar dalam FDD 2021. Festival Doe Doe 2021 mengangkat tentang kearifan lokal dan potensi wisata alam yang terdapat di guraping. Berbagai konten budaya warisan asli para leluhur pun turut dihadirkan sebagai atraksi dalam festival ini.

Semoga dengan  adanya Festival Doe Doe Guraping 2021, bisa mendapat perhatian dari pemerintah guna pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata di kelurahan Guraping yang lebih baik dan berkelanjutan. (*)

Pulau Sibu merupakan sebuah pulau kecil yang tak berpenghuni. Pulau ini, hanya memiliki luasan sekitar 370 hektar dan dikelilingi oleh ekosistem hutan mangrove yang masih sangat alami. Berjarak hanya 1,5 kilometer disebelah barat dari kelurahan Guraping, Oba Utara, Sofifi, Maluku Utara.

Pulau  yang dikelilingi oleh hutan mangrove ini mempunyai potensi ekosistem hutan mangrove dengan keanekaragaman hayati dan jenis terumbu karang. Di lautnya selain karang juga  sebaran padang lamun serta biota lautnya. Ada beragam keanekargaman hayati  yang hidup alami  bisa   dijumpai di pulau ini.

Sibu juga memiliki pantai yang dikelililingi terumbu karang.Air lautnya   begitu jernih, berwarna biru, bahkan saking jernih air lautnya, terumbu karang di sekitar pulau Sibu bisa terlihat begitu jelas.  Tanpa harus menyelam ke dasar laut dengan perahu saja sudah bisa melihat indahnya karang dan ikan ikannya.

Kekayaaan  hutan mangrove  serta ekosistem bawah lautnya menjadikan Pulau Sibu begitu istimewa.

Bila dilihat dari atas ketinggian atau menggunakan drone, Pulau Sibu terlihat begitu indah. berbentuk seperti hati dan dominan berwarna hijau dengan tutupan vegetasi hutan mangrove  cukup rapat.

Disebelah Utara Pulau Sibu, terdapat kawasan wisata hutan mangrove, telaga dan pantai teluk Guraping yang sangat menawan. Menjadi bagian dari kesatuan keindahan panorama alam yang dimiliki oleh kelurahan Guraping.

Baca Juga  Menikmati Ekowisata Bukit Lona Pulau Tidore

Dilihat dari peta kawasan hutan dan perairan Provinsi Maluku Utara, Pulau Sibu merupakan kawasan hutan lindung dengan tipe ekosistem hutan mangrove.

Bagi masyarakat Guraping, Pulau Sibu adalah pulau yang dikeramatkan, karena terdapat makam (Jere) tokoh adat yang dikenal bernama Gimalaha Sibu. Menurut legenda, Pulau Sibu merupakan pemukiman  (kampung) pertama,  jauh sebelum masyarakat Gamrange (Weda, Maba dan Patani) datang dan hidup bersama-sama dengan warga setempat dan membangun pemukiman atau kampung baru disekitar pesisir Pulau Sibu, yang saat ini dikenal menjadi Kelurahan Guraping.

Pada perayaan hari besar keagamaan, Pulau Sibu selalu ramai dikunjungi oleh warga untuk berziarah ke makam Sibu untuk berdoa bersama sebagai bentuk rasa hormat dan cinta kepada para leluhur. Ritual ini sudah menjadi tradisi turun temurun oleh masyarakat Guraping.

Kecantikan pulau kecil yang dikeramatkan ini, bisa kita nikmati dari kejauhan. Dari kantor Gubernur Maluku Utara, Pulau Sibu terlihat sangat mempesona dan menjadi pemandangan abadi dari atas puncak Gosale. Bila berkunjung ke Pulau Sibu, sobat wisata bisa menggunakan perahu motor dengan waktu tempuh hanya sekitar 5 menit dari pantai Guraping.

Dikaji dari 3 faktor utama sebagai syarat mutlak untuk pengembangan sebuah destinasi wisata seperti atraksi, akses dan amenitas. Bisa dibilang, di kawasan wisata guraping ini sudah sangat terpenuhi dan sangat layak untuk dijadikan kawasan destinasi wisata prioritas di Provinsi Maluku Utara.

Keindahan dan keunikan panorama alam, budaya dan tradisi yang dimiliki oleh kelurahan Guraping, merupakan aset berharga yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi denstinasi wisata unggulan di Provinsi Maluku Utara.

Sadar akan potensi yang dimiliki, para pemuda dan tokoh masyarakat kelurahan Guraping dengan penuh semangat, berinisiatif menggelar sebuah event festival kampung dengan tujuan agar bisa mencuri perhatian pemerintah dan masyarakat luas sekaligus memperkenalkan dan mempromosikan pontensi pariwisata dan budaya yang terdapat di Kelurahan Guraping.

 Festival bertajuk “Festival Doe-Doe Guraping 2021” berhasil dilaksanakan pada 22 – 31 Desember 2021. “Guraping Kampong Wisata Budaya” menjadi tema besar dalam FDD 2021. Festival Doe Doe 2021 mengangkat tentang kearifan lokal dan potensi wisata alam yang terdapat di guraping. Berbagai konten budaya warisan asli para leluhur pun turut dihadirkan sebagai atraksi dalam festival ini.

Semoga dengan  adanya Festival Doe Doe Guraping 2021, bisa mendapat perhatian dari pemerintah guna pengembangan dan pengelolaan destinasi wisata di kelurahan Guraping yang lebih baik dan berkelanjutan. (*)

Share :

Baca Juga

Baronda

Menguak Kekayaan Tersembunyi dari Ternate (1)

Baronda

Liberika Bacan, yang Tersisa dari Warisan Belanda
Pulau Widi di Maluku Utara

Baronda

Widi, Sepotong Surga di Negeri Giman

Baronda

KPK: Kampus Harusnya Kawal Perusahaan Tambang

Baronda

Nikmati Tiga Mata Air di Hutan Mangrove Gamtala
Kondisi hutan di kawasan Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata yang masih terjaga foto Opan Jacky

Baronda

TNAL Miliki Aset Wisata Gua Menakjubkan

Baronda

Ekowisata Cengkeh Afo, Padukan Sejarah dan Alam

Baronda

Wisata Danau di Halmahera Ini Layak Dikunjungi