Home / Kabar Malut

Jumat, 19 Agustus 2016 - 01:11 WIT

Pasca Kenaikan Harga BBM

Ilustrasi

Ilustrasi

Di Kepulauan Sula Harga Premium Naik Tiga Kali Lipat 

Apapun  kebijakan yang diputuskan pemerintah, dampak terbesar dirasakan masyarakat yang berada di daerah kepulauan.  Seperti halnya dengan keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. Hal ini menjadi persoalan serius,  karena dalam hal akses transportasi saja masyarakat kepulauan merasakan dampak  yang luar biasa.  Pasca keputusan  itu berdampak  pada semua hal. Mulai dari ongkos transportasi yang dinaikkan gila-gilaan hingga harga premium yang naik tiga kali lipat dari harga sebenarnya.  

Di Kabupaten Kepulauan Sula, misalnya di Kota Sanana saja harga premium eceran per liter  sudah mencapai Rp20 ribu. Ini belum untuk daerah kepulauan lainnya yang jauh dari SPBU dan APMS.  Akibat kenaikan harga BBM ini membuat sejumlah warga mengeluh, bahkan mereka meminta dinas terkait melakukan penertiban.  

Kepala Disperindagkop Kepsul, Muchlis Soamole berjanji  segera melakukan pengawasan, bahkan tak hanya pada BBM namun juga untuk harga kebutuhan pokok  

Pasca  kenaikan harga premium dan solar   ini meski  pihak Depo Pertamina Sanana menjamin selama 15 hari kedepan stok BBM aman tetapi soal harga tetap menggila. “Stok BBM yang  di Depo Pertamini untuk jenis permium tersedia 305, 033 KL, minyak tanah 236, 286 KL dan solar 340,196 KL. Stok yang ada maka Pertamina menjamin tak  ada  kelangkaan baik di permium maupun pada AMPS,” ujar   Kepala Depo Pertamina Kepsul Edwin H Leweherilla, saat pertemuan dengan perwakilan pemerintah di kantor depot Pertamina, Selasa (18/11) lalu

Baca Juga  Kayanya KKP Kepulauan Sula di Maluku Utara

Meski stok aman  kenaikan harga  ini membuat nelayan yang terkena imbas tetap menderita. Seperti  diuatarakan nelayan desa  Bajo. Mereka mengeluh karena operasional mereka dalam mencari ikan bertambah. Sementara  penjualan hasil tangkap mereka di pasar juga tak maksimal.  ‘Pasti berpengaruh, kalau yang masih menggunakan mesin dengan minyak tanah tak masalah, tapi kalau yang menggunakan permium otomatis biaya operasionalnya meningkat,’ tandas Mustafa Nelayan Bajo Kepsul. Bahkan  Hardi Bahrudin salah satu  pengusaha Sanan  menuturkan, sebelum kenaikan BBM saja mereka cukup sulit memperoleh BBM. Karena  mereka harus membeli di tingkat pengecer, dengan harga tujuh sampai 10 ribu per liter. Setelah kenaikan BBM, dia memastikan pengusaha akan semakin sulit. ‘Dulu saya memiliki 10 armada laut  untuk mencari ikan, sekarang tinggal 5 armada yang melaut karena sulit memperoleh BBM. Pasca kenaikan BBM itu saya akan semakin sulit mengembangkan usaha’keluhnya.  

Di Halteng Harga Premium Tembus Rp15 R Ribu/Liter   

Baca Juga  Pulihkan Ekonomi Warga dari Covid-19 dengan Tanam Mangrove

Semenatara  di  di Weda harga premium mencapai  Rp 13 ribu. Pengecer di  Kota Weda misalnya  dijual rata-rata jual Rp12 hingga  13 ribu per liter, begitu juga solar biasanya hanya Rp7 ribu kini  naik menjadi Rp8 ribu per liter.  Sementara  di Kecamatan Patani Utara harga premium seperti  di Desa Tepeleo bensin dijual per liter Rp15 ribu setelah pemerintah menaikkan harga BBM. Karena biasanya harga yang berlaku beberapa waktu lalu masih bertahan pada posisi  Rp10 ribu – Rp 12 ribu per liter. Begitu dengan harga minyak tanah yang biasanya per liter Rp 7 ribu naik juga menjadi Rp 8 ribu per liter. Sebaliknya untuk solar juga sama naik dan dijual rata-rata Rp 10 ribu per liter. Lantas bagaimana sikap Pemda Halteng terkait kenaikan Harga bensin sepihak ini,  juru bicara Pemkab Halteng Mukchsin Kalbi menyampaikan bahwa kenaikan Harga BBM secara nasional pemda tak bisa berbuat banyak. Dia hanya mengaku memaklumi kenaikan BBM yang gila-gilaan di wilayah Tengah saat ini. Menurutnya harga bensin yang dijual dengan harga tinggi di Weda saat ini karena faktor biaya ikut memicu kenaikan harga bensin dan solar di pasaran.

Share :

Baca Juga

Kabar Malut

Ocean Eye akan Diuji Coba di Morotai

Kabar Malut

Mata Air Ake Gaale Berubah Menjadi Air Mata Warga
Pelabuhan Morotai

Kabar Malut

Morotai Dijadikan Rute Pelayaran Nasional
Logo WALHI

Kabar Malut

Gelar Program Save The Small Island, Warga dan Walhi Malut Tanam Mangrove
Mangrove-di-kawasan-Logas-Guruapin-yang-masih-terjaga- foto/Mahmud Ici

Kabar Malut

Mangrove di Malut Menyusut 5.030,71 Hektar

Kabar Malut

Mulai Dirintis Pembentukan Jejaring Kawasan Konservasi Perairan
Ilustrasi

Kabar Malut

Pasca Longboat Terbalik, Bupati Instruksikan PNS Sumbang Pelampung

Kabar Malut

Kayanya KKP Kepulauan Sula di Maluku Utara