Home / Kabar Malut / Uncategorized

Rabu, 3 Agustus 2022 - 13:26 WIT

Pekan  Ini Tiga Warga di Malut Diterkam Buaya

Ini Data Jumlah Konflik Manusia vs Buaya di  Maluku Utara  

Korban akibat konflik manusia dengan kehidupan liar di Maluku Utara terbilang tinggi. Hampir setiap saat dari berbagai tempat  dan pulau di daerah ini,  muncul  informasi terkait  korban   yang dimangsa hewan liar terutama buaya.  Jika membaca data dan informasi media yang berkembang  sepekan  ini ada  tiga korban  jiwa akibat  diterkam  buaya.

Jika  di pulau  Suamtera,  Jawa Kalimantan serta  Papua,  terbanyak adalah manusia  dengan  buaya harimau,  gajah  serta   ular.  Di Malut nyaris  hanya satu  yakni buaya yang terbilang  menakutkan karena menimbulkan korban setiap saat.

Terbaru  kasus  di Kota Ternate,  tepatnya di Danau Tolire Kecamatan  Ternate Barat Kota Ternate Maluku Utara yang selama ini dikenal  memiliki buaya.  Satu remaja  dilaporkan diterkam buaya saat sedang memancing di Danau Tolire Besar, Kelurahan Takome Selasa (2/8) sore.

TIM-SAR-bersiap-menyisir-area-yang-dicurigai-tempat-hilangnya-korban diterkam buaya di Halmahera Uara beberapa waktu lalu

Data  dari Basarnas Ternate, korban berinisial FI (16 Tahun), warga Takome pergi memancing bersama 5 orang rekan sebayanya masing-masing adalah DT, AK, AS, RA, dan AF. “Pada pukul 15.00 WIT korban bersama 5 orang temannya pergi memancing di kawasan Danau Tolire Besar.  Tidak berapa lama tiba-tiba korban sudah diterkam buaya dan dibawa masuk ke dalam danau. Kelima teman korban langsung naik ke atas untuk melaporkan ke pihak berwajib dan keluarga  Tim Rescue Basarnas Ternate yang sekitar pukul 17.40 WIT langsung diterjunkan menuju ke lokasi dengan menggunakan 1 unit Rescue Car serta membawa peralatan SAR untuk melakukan Operasi SAR.

Kasus yang terbilang langka dan baru pertama kali dalam sejarah di pulau Ternate itu,  membuat ratusan warga dari Takome maupun kelurahan tetangga berduyun-duyun datang ke Danau Tolire. Pencarian masih terus dilakukan  karena  korban belum juga ditemukan.   

Informasi yang dihimpun  kabarpulau.co.id  dalam tiga  tahun terakhir  warga yang   diterkam buaya sudah puluhan orang. Peristiwa ini terjadi di Halmahera Barat, Halmhaera Utara dan Pulau Obi, Halmahera Selatan dan Tidore Kepulauan dan Taliabu. Korbanya rata rata adalah warga  kampung  yang beraktivitas di  hutan/kebun sungai maupun di laut.

Soal konflik antara buaya dan manusia ini, Abas Hurasan, dari Seksi Konservasi Wilayah I Ternate,  Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Malut mengimbau, warga berhati-hati kalau memasuki area tempat atau habitat hidup predator ini. Banyak konflik antara buaya dengan warga ini mengindikasikan ada persoalan dengan eksosistem terutama wilayah hidup hewan liar ini. Hanya saja, katanya, perlu pengecekan lagi guna memastikan, seperti apa dan bagaimana tempat hidup hewan liar ini terganggu.

Baca Juga  Mangrove di Malut Menyusut 5.030,71 Hektar

“Kami masih mengumpulkan informasi dan data soal banyak konflik  buaya dengan manusia ini,” katanya.

Di Ternate saja, katanya, sebelumnya ada laporan masuk ke BKSDA agar serius tangani konflik buaya dan manusia. BKSDA, katanya, sudah menerima   surat dari Pemerintah Kelurahan Takome di Ternate terkait marak buaya mulai memasuki wilayah atau tempat aktivitas manusia. BKSDA sedang berkoordinasi memantau dan perlu ada upaya pencegahan agar tak mengakses habitat hidup hewan ini.

BKSDA juga meminta kantor pusat di Ambon untuk membuat imbauan misal, papan larangan di daerah-daerah habitat hidup buaya. “Kami imbau, jangan memasuki habitatnya karena sangat berisiko.”katanya  dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Tim SAR BAsarnas Ternate bersiap menyisir daua Tolire mencari korban yang diterkam buaya foto Basarnas Ternate

Data Korban Diterkam Buaya 2020- 2022

Selasa (2/8/2022) Korban berinisial FI (16 Tahun), warga Takome pergi memancing bersama 5 orang rekan sebayanya masing-masing DT, AK, AS, RA, dan AF.Pukul 15.00 WIT korban bersama 5 orang temannya pergi memancing di kawasan Danau Tolire Besar. Tiba-tiba korban  diterkam buaya dan dibawa masuk ke dalam danau.  

Selasa (26/72022) pecan lalu. Seorang warga Desa Gayob, Kecamatan Malifut,  Halmahera Utara,  Maluku Utara  ditemukan tak bernyawa di  Kali Kosa Kelurahan Payahe Kote Tidore Kepulauan.

Pria bernama Ferdinan Serang (39 tahun) itu ditemukan tewas  tak bernyawa diterkam buaya. Korban dari Malifut  mengunjungi keluarga di Payahe pada Minggu (24/7/2022). Keesokan hari Senin (25/7/2022)   berpamitan kepada keluarganya Lukas Cage (49 tahun)  pergi mencari kepiting bakau di Kali Kosa. Namun hingga larut malam korban belum kembali ke rumah. Esok harinya sejak pagi pukul 07.00 WIT keluarga melakukan pencarian tapi tak menemukan korban.

Keluarga  melaporkan ke Polsek Oba. Setelah menerima laporan anggota Polsek Oba dan anggota Koramil 1505-04/Oba beserta masyarakat Kelurahan Payahe melakukan pencarian. hingga pukul 17:50 dan diperluas di sekitaran Kali Kosa. Pada jarak 1 km dari tempat kejadian ditemukan mayat.

Korban ditemukan di Kali Kosa, jaraknya 1 km dari tempat kejadian.   Kondisi tubuh korban tersandar di pohon bakau. Sebagian anggota tubuhnya tak lagi utuh dan ada bekas cakaran hewan buas.

25 Juli 2022 seorang pria di Jailolo yang memanah ikan di  desa Tuada  Jailolo     sempat diterkam buaya, Beruntung dia sempat melawan sehingga dilepas oleh buaya. Meski begitu korban yang videonya viral di media social itu  bisa diselamatkan dengan kondisi sebagian tubuhnya putus dimangsa buaya.  

Jumat malam (17/6/2022), Seorang anak buah kapal (ABK) ditemukan tewas di perairan Mangoli Barat, Maluku Utara. Sebelumnya korban dilaporkan hilang ketika hendak melepaskan jangkar kapal yang tersangkut di dasar laut.  ABK KM Cahaya Subuh ini ditemukan tewas mengapung di perairan Desa Pasipa, Mangoli Barat, Maluku Utara. Menurut warga, korban dilaporkan hilang pada Jumat malam  ketika  hendak melepaskan jangkar kapal. Namun ketika korban belum sempat membuka jangkar, korban langsung diterkam buaya. 

Baca Juga  Perburuan dan Perdagangan Satwa Liar Masif

4 Desember 2021 Tim SAR  gabungan Basarnas Ternate dan masyarakat menemukan warga asal Desa Gorup, Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara yang sempat dilaporkan hilang karena diterkam buaya di sungai Desa Bale, Oba, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) dengan kondisi meninggal dunia.
 Pukul 10.00 WIT masyarakat setempat berhasil menemukan korban bernama Koda Ismail (46) dalam keadaan meninggal dan langsung dibawa ke rumah kerabat di Desa Bale.  informasi dari saksi mata, pada Jumat (3/12), korban Koda Ismail beserta istrinya pergi ke kebun sekitar pukul 17.00 WIT.
Korban pergi ke sungai untuk mengambil air dan di saat itu juga istrinya melihat seekor buaya menerkam korban dan akhirnya ditemukan meninggal dunia.   

29/3 2021, Yulianus Buda, warga Desa Dum-dum, Kao Teluk, Halmahera Utara, tewas diterkam buaya  dan tidak ditemukan hingga kini. Korban dimangsa buaya saat mencari bia (kerang)   di Kali Taolas, Desa Tiwor, Kecamatan Kao Teluk. Berbagai upaya pencarian  tidak membuahkan hasil.

Abisai Kotong, Kepala Desa Dum Dum  menceritakan, korban pukul 13.00 Wit, bersama rombongan sekitar 20 orang lebih dengan dua perahu berangkat mencari bia di Kali Taolas.  Yulianus bersama empat temannya turun dari perahu untuk cari kerang. Saat turun itulah, buaya menyeret tubuh Yulianus. Kala itu, mereka berempat berjarak sekitar lima meter dengan Yulianus. Setidaknya sudah empat kali warga kena terkam buaya.  Korbannya semua meninggal.”  Agar tak jatuh korban lagi, pemerintah desa akan membuat larangan dan membatasi warga memasuki area itu.

Rabu (24/2/21), buaya memangsa manusia di Pulau Obi, Halmahera Selatan. Buaya panjang sekitar lima meter memangsa nelayan bernama Sahdan Juanga. Warga Desa Anggai, Kecamatan Obi itu tewas mengenaskan. Sisa tubuh korban ditemukan dalam perut buaya saat ditangkap dan perut dibelah.

Kamis (29/10/20), Rawil Gusao, bocah usia 11 tahun asal Desa Tauro, Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat, hilang diterkam buaya di Sungai Tauro. Jenazah ditemukan esok hari, Jumat 30/10/20. Korban diduga kena terkam buaya saat buang air besar (BAB) di tepi sungai.

Sumber: Diolah dari  laporan media massa

Share :

Baca Juga

Kabar Malut

Hati hati, Kawasan Wisata Dialihkan ke Asing

Kabar Malut

Malut Punya Potensi Kepiting Kenari Berlebih

Kabar Malut

BMKG: Waspada, Hujan Hebat hingga 21 Januari

Kabar Malut

Pembangunan Ekonomi Belum Menghitung Kerusakan Lingkungan  

LAUT dan Pesisir

LIPI Temukan Ini di Lifmatola dan Selat Obi

Uncategorized

Perdagangan TSL Dilindungi di Malut Menurun    

Kabar Malut

KKR-MU Desak Presiden Cabut Perppu Cipta Kerja

Kabar Malut

Mulai Dirintis Pembentukan Jejaring Kawasan Konservasi Perairan