Home / Ragam

Kamis, 11 Juli 2024 - 16:08 WIT

PFI Luncurkan Philanthropy Outlook 2024

Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) dan Kementerian PPN/Bappenas Republik Indonesia meresmikan Indonesia Philanthropy Outlook 2024 yang dikemas melalui Philanthropy Learning Forum (PLF) ke- 63 bertajuk “Indonesia Philanthropy Outlook 2024:

Kegiatan ini mengangkat tema  Menggali Temuan Kunci dan Rekomendasi untuk Memperkuat Ekosistem Filantropi terhadap Pembangunan Berkelanjutan”  Selasa, 2 Juli 2024 di lalu Jakarta.

Melalaui rilis yang dikirimkan PFI kepada kabarpulau. co.id  menyebutkan bahwa untuk menyusun Indonesia Philanthropy Outlook 2024 ini  menyajikan berbagai temuan mengenai perkembangan sektor filantropi di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.Tujuannya  untuk menunjukkan hasil dan kontribusi filantropi terhadap pembangunan berkelanjutan, area kemajuan, persepsi masyarakat terhadap kegiatan filantropi, serta rekomendasi agenda prioritas.

Dalam PLF ke-63 itu, Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian PPN / Bappenas, Pungkas Bahruji Ali  dalam pidatonya  mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik inisiatif dan terbitnya laporan Indonesia Philanthropy Outlook 2024 yang disusun oleh PFI sebagai bentuk komitmen sektor filantropi untuk mengangkat gambaran komprehensif tentang landskap, tren, tantangan, dan rekomendasi penguatan ekosistem filantropi berdasarkan aksi-aksi nyata yang dilakukannya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“Laporan ini mengungkapkan bahwa 89% program filantropi telah berhasil sesuai agenda SDGs. Banyak lembaga filantropi secara dinamis membangun hubungan antara tujuan dan target SDGs. Meski menghadapi berbagai kendala, upaya ini layak mendapat apresiasi karena hubungan yang terjalin akan membuka peluang kolaborasi dengan banyak pihak, serta mempercepat pencapaian tujuan dan target SDGs tepat waktu. Ini membuktikan bahwa filantropi memainkan peran penting sebagai katalisator perubahan sosial dan ekonomi yang positif,” kata  Pungkas.

Pungkas menegaskan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan filantropi serta pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk mencapai target-target SDGs dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung agenda perubahan iklim.

Baca Juga  Liberika Bacan, yang Tersisa dari Warisan Belanda

Di kesempatan itu Ketua Badan Pengurus PFI, Rizal Algamar mengemukakan bahwa Indonesia Philanthropy Outlook merupakan bentuk salah satu komitmen PFI untuk memperkuat ekosistem filantropi dalam aspek data dan informasi. Salah satu aspek penting ini perlu didorong sebagai referensi untuk perkembangan sektor filantropi yang berbasiskan data agar menciptakan dampak yang lebih efektif dan luas. Publikasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi semua pemangku kepentingan.

“Ini Outlook kedua yang telah kami publikasi, pertama kali di tahun 2022 lalu. Terlihat adanya perubahan dari outlook 2022 dan 2024 terkait 5 fokus program prioritas.

Di 2022 terkait  pendidikan,  pemberdayaan ekonomi,   iklim dan lingkungan hidup,  advokasi, dan  kesehatan. Sementara di 2024  adalah  pemberdayaan ekonomi,  pendidikan,  kesehatan,  Iklim dan lingkungan hidup, dan  kemiskinan. Sementara penyelarasan program terhadap SDGs meningkat dari 84,9% di 2022 menjadi 89% di 2024. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dan penguatan komitmen filantropi dalam mendukung akselerasi pencapaian SDGs di Indonesia.

Outlook 2024 juga dilengkapi dengan perspektif masyarakat terhadap lembaga filantropi, dimana data menunjukkan bahwa lebih dari 70% responden publik melihat lembaga filantropi sudah bekerja dengan baik membantu pelaksanaan program pemerintah”,  kata Rizal.

Dia bilang rekomendasi dalam outlook 2024 mencakup lima elemen penting dalam penguatan ekosistem filantropi di Indonesia yang meliputi  memperkuat jaringan dan kolaborasi multi-pihak untuk pencapaian SDGs dan agenda perubahan iklim,  pengembangan kapasitas lembaga, termasuk kapasitas pengumpulan dana,  perbaikan terhadap peraturan yang terkait filantropi,  memastikan semakin lengkapnya data terkait lembaga filantropi,  memperkuat pencatatan hasil dan dampak program. “PFI melihat pentingnya kita bersama-sama membangun transparansi, akuntabilitas, dan kredibilitas lembaga filantropi dalam menjalankan aktivitasnya.

“Harapannya Indonesia Philanthropy Outlook 2024 ini dapat bermanfaat serta menjadi panduan berharga bagi semua pemangku kepentingan filantropi”,  harap Rizal.

Sementara  Direktur Yayasan Tahija dan Anggota Badan Pengawas PFI, Trihadi Saptohadi menyatakan bahwa budaya memberi (culture giving)  membawa Indonesia menjadi negara paling dermawan berdasarkan World Giving Index 2022. Sebuah pencapaian yang baik namun di satu sisi budaya ini harus didukung tata kelola, akuntabilitas, dan transparansi yang kuat agar dapat memberikan sebuah dampak yang terukur.

Baca Juga  Survei Kecil Kondisi Listrik Pulau-pulau di Maluku Utara

“Gotong royong multi-sektor, seperti elemen masyarakat, sektor swasta dan filantropi sangat penting guna membangun kemitraan dan tata kelola bagi pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut dapat diwujudkan antara lain melalui komunikasi dan informasi, koordinasi kebijakan dan program, kolaborasi dan integrasi program serta blended financing dan program management untuk memastikan program keberlanjutan serta scale up impact”, ujarnya.

“Selain itu, menciptakan ekosistem bagi pertumbuhan filantropi yang sehat sangat penting, antara lain dengan adanya peraturan perpajakan yang ramah dan insentif yang jelas serta meninjau kembali peraturan penggalangan dana dan barang dengan menyesuaikan kondisi saat ini”,jelasnya.  

PLF ke-63  ini dihadiri narasumber yang    berpengalaman pada bidang filantropi yaitu Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari; (Interim) Chief of Advocacy, Campaign, Communication and Media Save the Children Indonesia, Tata Sudrajat; dan Kepala Sekretariat Nasional SDGs.

Sekadar diketahui Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) adalah organisasi nirlaba dan independen yang didirikan untuk memajukan sektor filantropi di Indonesia. Bersama dengan 190+ anggota yang terdiri dari individu, yayasan, dan perusahaan, misi strategis PFI adalah meningkatkan jumlah dan kualitas filantropi di Indonesia sebagai sarana memperkuat peran masyarakat sipil di negara ini dalam pembangunan sosial, kemanusiaan, dan lingkungan melalui penguatan infrastruktur kelembagaan dan pengembangan ruang bagi filantropi dan sektor nirlaba.  Untuk informasi  lengkap mengenai Filantropi Indonesia dapat dilihat di alamat ini di https://filantropi.or.id/(*)

Share :

Baca Juga

Baronda

Liberika Bacan, yang Tersisa dari Warisan Belanda

Opini

Selustrum Lara Pesisir dan Pulau Kecil di Malut  

Ragam

Gorengan Tak Baik untuk Buka Puasa
Kondisi hutan di kawasan Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata yang masih terjaga foto Opan Jacky

Ragam

Belantara Fondation Bahas Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan

Ragam

Berburu Kesempatan Kerja di UI Career

Ragam

Ini Manfaat Zakat dan Sadaqoh Global

Ragam

Seriusnya Siswa SD Belajar Buat  Eco Enzyme

Opini

Titik Nol Jalur Rempah Dunia:(1)