Home / Kabar Kota Pulau

Rabu, 15 Februari 2023 - 10:57 WIT

Waspada, Cuaca Buruk Landa Maluku Utara

KSOP Hentikan Sementara Aktivitas Pelayaran Antarpulau  

Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Ternate mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Maluku Utara, terkait kondisi cuaca yang  berubah setiap saat belakangan ini. Rilis yang dikeluarkan BMKG pada Rabu (15/2/203) menyampaikan prakiraan cuaca  sekaligus imbauan kepada masyarakat  untuk tetap memerhatikan kondisi cuaca yang terjadi tiap saat. Terutama aktivitas perjalanan transportasi laut. 

Petugas Prakirawan BMKG Stamet Muhammad Fauzi Bintiang melalui rilisnya menjelaskan,  Rabu (15/2/2023)  umumnya berawan dengan potensi hujan ringan – lebat di wilayah Jailolo, Sidangoli, Sofifi, Ternate, Oba Utara, Morotai, Kayoa, Tobelo, Kao, Subaim, Gane, Obi, Taliabu, Bacan dan sekitarnya.

Sementara  siang hingga sore,  juga  umumnya berawan dengan potensi hujan ringan – lebat di wilayah Jailolo, Ibu, Siadngoli, Subaim, Patani, Taliabu, Bacan, Loloda, Obi, Kao, Tobelo, Ternate, Tidore dan sekitarnya

BMKG juga mengingatkan kepada masyarakat, terutama yang melakukan perjalanan laut dan udara perlu mewaspadai adanya, potensi hujan sedang hingga lebat   disertai angin kencang.

Angin kencang sendiri sebenarnya terjadi sejak Selasa (14/2/2023) sore hingga malam yang menyebabkan kerusakan berbagai fasilitas pribadi dan umum di berbagai tempat. Sebut saja kerusakan Gedung pasar Jailolo hingga  adanya kerusakan rumah di Sidangoli.  

Untuk perkiraan kondisi angin  kencang   sendiri terjadi di wilayah  Ibu,  Loloda,  Morotai , Ternate, Tidore, Bacan  , Obi, Kao , Oba Utara  dan sekitarnya.

BMKG juga  ingatkan kepada masyarakat pengguna transportasi serta yang bermukim di daerah pesisir  bahwa  saat ini sedang terjadi gelombang tinggi mencapai 2 meter diikuti kecepatan angin yang tinggi

Baca Juga  Jalan Pendek

“Tinggi gelombang mencapai 2.0 meter akibat adanya  kecepatan angin tinggi itu  terjadi di perairan   Ternate  -Batang Dua, Ternate-Jailolo-Loloda, Ternate-Kayoa-Makian, Bacan-Obi -Sanana-Bobong, dan sekitarnya,” jelas BMKG dalam rilis resminya.    

Soal  kondisi cuaca  ekstrem saat ini, Kepolisian Resor  Ternate melalui Kasi Humas, Iptu Wahyuddin   mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Kota Ternate terutama yang bermukim di bantaran kali mati maupun di tebing yang rawan longsor untuk lebih tingkatkan waspada. “Tetap waspada terutama yang tinggal di bantaran kali mati dan rawan longsor, karena selain hujan juga disertai dengan angin kencang,” ungkapnya.

Dikutip dari https://www.rri.co.id/ternate/daerah/164068/masyarakat-ternate-diimbau-waspada-cuaca-ekstrem, selain kepada masyarakat yang bermukim di bantaran kali mati dan rawan longsor, Wahyuddin juga meminta masyarakat khususnya pengendara roda dua maupun empat termasuk pejalan kaki, untuk juga tingkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas jalan yang ada pohon.

“Waspada juga dengan pohon tumbang,” kata dia mengingatkan.

 Wahyuddin juga meminta kepada para nelayan, motoris dan masyarakat yang ingin bepergian menggunakan transportasi laut untuk menunda aktivitas sementra sambil menunggu kondisi cuaca sudah kembali normal.

“Tunda dulu, karena kondisi laut juga masih ekstrem kalau sudah kondusif baru bisa melaksanakan aktivitas di laut,”  imbaunya.

Sementara  jika ada kejadian dan kondisi kedaruratan yang memerlukan penanganan dari Kepolisian, masyarakat bisa menghubungi layanan contact center 110. “Mari bersama kenali potensi bencana di sekitar kita, siapkan strategi penyelamatan diri dan keluarga,” pungkasnya.  

Baca Juga  Tanam Mangrove agar “Merdeka” dari Abrasi

Sementara itu kantor kesyahbandaran Ternate  dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Ternate  telah menunda seluruh aktivitas pelayaran di Maluku Utara

Seperti dikutip  dari Kantor Berita Antara dijelaskan bahwa KSOP berdasarkan laporan BMKG menyebutkan bahwa tinggi gelombang di perairan Maluku Utara mencapai 2,5  hingga 4 meter hal ini membuat KSOP telah mengeluarkan pemberitahuan untuk penghentian sementara proses pelayaran di Provinsi Maluku Utara karena adanya gelombang yang tinggi sampai mencapai 4 meter.

“Hal ini sangat membahayakan terutama untuk aktivitas pelayaran antar pulau. Baik dari Ternate ke beberapa pulau di Maluku Utara begitu juga sebaliknya,” kata Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas II Ternate Miraza A Polpoke. Kantor KSOP  menunda  keberangkatan kapal penumpang lokal seperti kapal ferry, perintis, landing craft tank, SPOB, dan kapal-kapal rakyat terutama rute Ternete tujuan Jailolo, Loloda, Morotai, Pulau Bacan, Pulau Obi, Sanana, Batang Dua, Bitung dan Manado.
KSOP mengimbau seluruh masyarakat pengguna kapal laut belum bisa bepepergian karena  cuaca buruk dan membahayakan keselamatan, terutama yang menggunakan kapal berukuran kecil.

 KSOP sendiri belum memastikan kapan waktunya membuka kembali aktivitas pelayaran.    
“Kami terus memantau kondisi cuaca dan kalau kondisi cuaca membaik, tentunya KSOP akan mengizinkan aktivitas pelayaran kembali,” ujarnya.(*)

Share :

Baca Juga

Kabar Kota Pulau

Pakativa – Dinkes Lakukan Penyuluhan Kesehatan

Kabar Kota Pulau

BMKG: Waspadai Angin Kencang dan Gelombang

Kabar Kota Pulau

Kala Pantai Kota Ternate Nyaris Habis karena Reklamasi

Kabar Kota Pulau

Cerita Para Perempuan Dibo-dibo Ikan

Kabar Kota Pulau

Ekonomi dan SDA Morotai Berbasis Lingkungan akan Dibedah Bersama

Kabar Kota Pulau

Transportasi Sumbang 5 Persen Emisi Karbon

Kabar Kota Pulau

Fitako Sumber Energi Terbarukan yang Belum Dilirik

Kabar Kota Pulau

Aksi Hari Tani, Desak Wujudkan Reforma Agraria