Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Saatnya Pariwisata Malut Genjot Wisatawan Domestik

Saatnya Pariwisata Malut Genjot Wisatawan Domestik

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 19 Jan 2021
  • visibility 586

Kondisi pandemi  Covid-19 sangat membatasi ruang gerak. Hal ini berdampak di semua bidang kehidupan. Salah satunya   usaha di bidang pariwisata. Saat ini  perlu ada upaya  menggenjot wisatawan local ketimbang dari luar negeri.Di Maluku Utara ini yang perlu didorong adalah memperbaiki sarana prasarana untuk kepentingan pariwisata lokal.    

Setidaknya hal ini mengemuka dalam Forum Diskusi Group (FGD) yang digelar oleh Duta Kreator Indonesia  (DKI) bersama pemerintah daerah, Bank Indonesia akademisi dan  pegiat  pariwisata  di Maluku Utara Sabtu (15/1) lalu meeting rom Royal Restaurant Ternate.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate Risal Marsoly berbicara awal dalam FGD  itu mengungkapkan, saat ini semua pergerakan dibatasi akibat pandemic. Karena itu  yang perlu dilakukan adalah meningkatkan pelayanan dan mengharapkan wisatawan lokal. Ternate misalnya  punya peluang besar menggenjot wisatawan local tersebut.  

“Ternate dengan banyak tempat wisatanya  sekaligus menjadi pintu masuk Maluku Utara, memiliki keunggulan.  Kondisi pandemic ini kita belum bisa berharap banyak  kunjungan wisatawan manca negara termasuk wisatwan antar provinsi di Indonesia.  Kita berharap warga dari kabupaten kota di Maluku Utara saat menyinggahi Ternate, bisa menghabiskan waktunya berwisata ke berbagai destinasi di  kota ini,” jelas Risal.   

Pengunjung Destinasi Ekowisata Taman Love yang rata rata adalah warga Maluku Utara, foto M Ichi

 Sebagai pintu masuk katanya, dalam menggenjot pariwisata ini tidak bisa dikerjakan sendiri. “Kita butuh kolaborasi dengan membuat program yang terukur. Setiap tahun akan ada event yang bisa kita dorong,”katanya.

Dia juga bilang, untuk menggerakan pariwisata Ternate destinasi yang sudah ada perlu dikelola pemerintah dan swasta. Contoh di Sulamadaha masih banyak kekurangan. Saat ini anggaran terbatas  dan refocus untuk covid-19.  Dalam mengurus pariwisata pemerintah tidak bisa kerja sendiri  butuh banyak orang menggerakannya. “Kami Ternate siap membuka diri,” katanya.

Saat ini yang didorong Ternate di masa pandemi   ini adalah wisata domestik. Pasalnya, meskipun wisatawan domestic, dalam setiap kunjungan dipastikan ada transaksi terjadi.  

Sementara Hario K Pamungkas- Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara menyampaikan bahwa Maluku Utara mencapai angka pertumbuhan ekonomi tertinggi hingga  6,66%. dan Tertinggi di Indonesia. Namun angka pertumbuhan   itu  di sektor tambang. Sementara di sektor Pariwisata menurun.

Senada Kadis Pariwisata Hario  mengusulkan agar di masa pandemic ini  harus diketahui wisatawan mana yang  dituju  bisa datang menikmati berbagai destinasi wisata  di daerah ini.   “Wisatawan lokal saja sudah bisa.  kita harus bangga dan maksimalkan potensi wisatwan lokal ini,” ujar Hario.

Dia bilang  untuk menjaga usaha wisata di masa pandemic  ini tetap berjalan, diperlukan  adaptasi, inovasi dan kolaborasi. Keamanan dan kebersihan   juga  perlu  diterapkan di setiap destinasi.

“Perlu me-revolusi Pariwasata  seperti dikatakan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno yang   dimulai dari  toilet,” katanya.

Untuk wisatawan yang mengunjungi Maluku Utara sangat disayangkan jika  hanya berkunjung ke Ternate dan Tidore.  Mereka  mestinya perlu diajak ke destinasi yang lain. Misalnya ke Morotai. Apalagi Morotai sejak 2015  masuk sebagai pusat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  di mana di dalamnya ada program 10 Bali Baru termasuk Morotai. “ Morotai sebagai 10 Bali Baru ini  belum dimaksimalkan  sehingga tidak terdengar di kancah nasional. Soal  kesiapan  mungkin   sehingga kurang  menjadi perhatian,” ujarnya.

Dosen Pariwisata Universitas Khairun Ternate Betly   Taghulihi  mengatakan, pemulihan pariwisata saat ini lebih pada komitmen dan kesadaran. Perlu ada inovasi dari pemerintah dalam pengembangan dan penguatan tata kelola pariwisata  terutama  desa wisata secara khusus. Misalnya pengembangan fasilitasnya ikut ditingkatkan. Salah satu contoh adalah  homestay.   

Wisata pantai salah satu destinasi yang banyak diminati warga

 Selain itu,  karena kondisi pandemic maka  dibutuhkan adaptasi dengan dibutuhkan kesadaran pelaku usaha dan masyarakat mengenai destinsasi wisata yang clean, dan lingkungan yang sehat. 

“Yang kita butuhkan sekarang harus ada produk dalam mendukung upaya pemulihan. Masyarakat adalah kunci utama keberhasilan mendorong kunjungan sebuah destinasi,” ujar Betly.

Informasi digital soal tourism center juga sangat dibutuhkan sebagai  informasi bagi wisatawan.

Jandri Maninggolang dari Komunitas Jarkot Ternate  bilang, ada 6 zona pariwisata di Ternate  perlu  dikembangkan dengan model community tourism  dan ciri khasnya masing- masing. Batu Angus  dan  Danau  Tolire  misalnya,  masyarakat perlu dibantu untuk membuat paket dalam bentuk wisata minat khusus. Begiti juga Foramadiahi dengan penguatan pariwisata sejarahnya.

“Jadi narasi wisata dari gunung sampai pantainya  keluarnya sama,” katanya.  

Akademisi Fakultas Teknik Arsitektur  Maulana Ibrahim yang juga  salah satu pendiri Komunitas Ternate Heritage Society menyatakan, untuk membedah sakitnya pariwisata Malut bukan karena nanti ada  pandemic saat ini.  Tetapi sudah terjadi sejak lama,  lebih pada masalah infrastruktur yang disediakan.  Sebuah contoh seperti Toilet saja kalau kita ricek ke destinasi wisata di Kota Ternate   kadang bermasalah.

“Toilet  sebagai infrastruktur dasar di banyak destinasi wisata tidak dimiliki. Misalkan di Takome ada toilet tetapi airnya tidak ada,” katanya.  

Tidak itu saja dia menyarankan agar Pariwisata Malut ini dikuatkan  fondasinya  di bdiang budaya. Sebab untuk destinasi wisata di mana pun  akan sama. Semua punya tempat wisata alam.  Tetapi soal wisata budaya pasti berbeda. Maulana juga melihat selama ini Pemerintah belum memberikan contoh kolaborasi yang baik. Yang ada ditunjukan kolaborasi itu ada di komunitas dan warga. “Memang belum ada sinkronisasi dan kolaborasi. Harusnya  ada contoh yang kuat dari pemerintah. Kita miskin contoh terbaik dari pemerintah,” katanya. Tidak itu saja, yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi baseline– destinasi wisata Maluku Utara. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produksi Sagu Melimpah, Butuh Bantuan Pemasaran

    • calendar_month Sab, 13 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 897
    • 2Komentar

    Tepung sagu yang telah diisi kedalam tumang atau wadah tepung sagu foto Rusdiyanti/KPH Tidore

  • Halmahera Kaya Jenis Anggrek,  Belum Ada Riset Khusus

    Halmahera Kaya Jenis Anggrek, Belum Ada Riset Khusus

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    Kekayaan keanekaragaman hayati di Halmahera dan pulau-pulau  sekitarnya tidak tepermanai.  Tak hanya satwa, jenis tumbuhan terutama yang endemic juga masih butuh riset untuk menemukan lebih banyak jenisnya.  Salah satu jenis flora yang  belum juga mendapatkan perhatian dalam bentuk riset adalah jenis anggrek atau  Orchidaceae.  Dosen Jurusan Biologi Universiteras Khairun Ternate Dr Naser Tamalene yang banyak […]

  • Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir,  MDPI Gelar Festival Kesehatan dan Pelatihan Keselamatan di Pulau Buru

    Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir, MDPI Gelar Festival Kesehatan dan Pelatihan Keselamatan di Pulau Buru

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Kesehatan dan keselamatan nelayan menjadi semakin penting. Di tengah tingginya risiko kerja yang dihadapi saat melaut. Bagi keluarga nelayan, akses terhadap layanan kesehatan preventif yang rutin dan dekat dengan aktivitas sehari-hari menjadi kebutuhan mendasar dalam menjaga produktivitas dan keselamatan. Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) memandang bahwa kesehatan dan keselamatan nelayan merupakan fondasi penting dalam membangun […]

  • Belantara Fondation Bahas Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan

    • calendar_month Kam, 17 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 659
    • 0Komentar

    Hutan di kawasan Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata Halamhaera

  • WALHI Gelar Camping Kaum Muda Kepulauan

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Bangun Kesadaran Sejak Dini untuk Lingkungan Pada Jumat hingga Minggu (03-05/11/ 2023) lalu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara,  menggelar Camping Kaum Muda Kepulauan. Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan wisata Pantai Kastela Kecamatan Pulau Ternate Maluku Utara.  Kegatan  itu mengusung tema “Selamatkan Ruang Hidup Rakyat Maluku Utara Dari Solusi Palsu Transisi Energi”  Kegiatan outdor […]

  • Suarakan Regulasi PRL di Forum Internasional Lewat Zonasi

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 889
    • 0Komentar

    Penataan ruang laut  (PRL) adalah dasar dari seluruh pemanfaatan ruang yang ada di wilayah pesisir dan laut, agar tercipta keselarasan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian ekosistem pesisir dan laut. Ini adalah salah satu  komitmen  Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal ini  disampaikan pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan mewakili Indonesia  dalam  forum internasional […]

expand_less