Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Warning!  Global Boiling Mengancam  Dunia

Warning!  Global Boiling Mengancam  Dunia

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
  • visibility 867

Bumi  Mendidih, Waspadai Dampaknya Bagi Kesehatan  

Perubahan iklim yang kian parah menyebabkan global warming sudah berubah menjadi global boiling. Akibatnya, ancaman kesehatan mulai dari heat stroke akibat suhu panas eksterm hingga peningkatan kasus infeksi akibat meningkatnya jumlah bakteri dapat terjadi.

 Apa itu global boiling?

Dampak global boiling untuk kesehatan yang perlu diwaspadai. Kekhawatiran akan global warming atau pemanasan global telah lama didengungkan. Namun kondisi bumi yang saat ini semakin panas dan perubahan iklim yang semakin parah membuat kondisi bumi saat ini sudah bukan lagi dalam era global warming, tetapi mulai memasuki global boiling.

Apa itu global boiling?

Dari The Washington Post, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, membuat pernyataan di markas besar PBB di New York pada Kamis (27/7), bahwa saat ini global warming di bumi telah usai, dan era global boiling baru dimulai.

Konsep pendidihan global atau “global boiling” merujuk pada transisi dari pemanasan global, menuju periode gelombang panas, bencana terkait iklim, serta pola cuaca ekstrem yang lebih intens dan berbahaya. Istilah ini digunakan untuk menekankan betapa parahnya perubahan iklim yang sedang terjadi di bumi.

Guterres menambahkan bahwa global boiling telah menyebabkan masyarakat menjadi korban berbagai bencana alam yang dipicu oleh perubahan iklim, mulai dari banjir, kebakaran hutan, hingga cuaca panas ekstrem yang dapat menyebabkan heat stroke. 

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Para ilmuwan telah mengonfirmasi bahwa sejauh ini, bulan Juli 2023 telah menjadi bulan terpanas di Bumi dalam sejarah. 

Data juga menunjukkan bahwa di bulan Juli 2023, telah dialami tiga minggu terpanas yang pernah tercatat, rekor tiga hari terpanas, dan suhu lautan tertinggi sepanjang tahun ini.

Sementara itu, tanggal 6 Juli 2023 dilaporkan sebagai hari terpanas di Bumi sejak tahun 1979, ketika suhu rata-rata global pertama kali dihitung.

Piers Foster, profesor fisika iklim di Universitas Leeds Inggris sekaligus ketua Komite Perubahan Iklim Inggris, menanggapi bahwa perubahan iklim yang terjadi terbilang ekstrim, tetapi hal ini sesuai dengan prediksi 20 tahun lalu.

Dampak dari perubahan iklim meliputi pemanasan suhu, perubahan curah hujan, peningkatan frekuensi atau intensitas beberapa peristiwa cuaca ekstrem, serta naiknya permukaan air laut.

Kondisi-kondisi tersebut dapat mengancam kesehatan dan kesejahteraan manusia dengan mempengaruhi kondisi air dan pangan, udara yang dihirup, serta cuaca yang dialami.

Dampak global boiling bagi manusia dapat bervariasi berdasarkan tempat tinggal, tingkat sensitivitas terhadap ancaman kesehatan, banyaknya paparan dampak perubahan iklim, dan kemampuan dalam beradaptasi terhadap perubahan.

Dampak global boiling untuk kesehatan yang perlu diwaspadai

Perubahan iklim dapat memicu perubahan lingkungan yang buruk dan berbagai bencana alam. Ini dapat memberikan dampak kesehatan yang tidak sedikit.

Berikut ini berbagai dampak global boiling untuk kesehatan yang perlu diwaspadai:

* Kenaikan suhu meningkatkan risiko penyakit dan kematian yang terkait dengan paparan panas ekstrem, seperti heat stroke dan dehidrasi, serta penyakit kardiovaskular, pernapasan, hingga serebrovaskular (pembuluh darah di otak).

* Global boiling dapat menyebabkan lebih banyak badai intens di berbagai wilayah yang dapat menghancurkan tempat tinggal dan komunitas, hingga menyebabkan kematian.

* Perubahan iklim dan peningkatan peristiwa cuaca ekstrem dapat membuat perikanan, pertanian, dan peternakan hancur atau menjadi kurang produktif, yang berakibat pada meningkatnya kelaparan dan gizi buruk secara global. 

* Perburukan kualitas udara baik di dalam maupun di luar ruangan dapat menyebabkan serangan asma, gangguan kesehatan pernapasan, penyakit kardiovaskular hingga kematian.

* Berkurangnya ketersediaan makanan dan air minum yang aman. 

* Peningkatan penyakit pencernaan dan usus, terutama setelah terjadi bencana seperti kekeringan atau banjir.

* Peningkatan kasus infeksi bakteri salmonella dan keracunan makanan terkait bakteri lainnya, karena bakteri tumbuh lebih cepat di lingkungan hangat. Ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan hingga kematian.

* Bencana akibat global boiling dapat menyebabkan atau memperburuk dampak pada kondisi kesehatan mental seperti depresi dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

* Peningkatan penyakit infeksi yang ditularkan oleh vektor penyakit seperti nyamuk dan kutu pembawa patogen berupa virus, bakteri, dan protozoa.

Jika dibiarkan, global boiling memiliki banyak sekali dampak buruk untuk kesehatan fisik dan mental serta kesejahteraan secara keseluruhan. 

Dampak lain yang paling mengkhawatirkan dari pendidihan global  adalah kenaikan permukaan air laut. Pemanasan global  bisa menyebabkan pelelehan es di kutub yang menyumbang pada kenaikan permukaan air laut secara signifikan. Kenaikan ini mengancam daerah pesisir dan pulau-pulau kecil, mengakibatkan hilangnya lahan, serta habitat laut yang rusak.

Ancaman ini juga dapat berdampak negatif pada ekonomi lokal yang sangat bergantung pada sektor pariwisata dan perikanan

   

Pemerintah  harus hadir bersama masyarakat untuk bekerja sama mengurangi emisi gas rumah kaca, serta aktif dalam mensosialisasikan dampak dari pembakaran sampah dan lahan yang berpotensi memperburuk kesehatan lingkungan.

Selain itu, kerjasama secara global dan tindakan kolektif dari banyak negara juga bisa menjadi langkah yang bisa diambil untuk merespon fenomena pendidihan global ini.

Fenomena alam yang dihadapi masyarakat, dampaknya bukan hanya kepada manusia yang merasakannya, tetapi seluruh makhluk hidup di dalamnya.

Global boiling harus menjadi perhatian semua orang di dunia. Kita semua  bisa ikut serta berperan menjaga agar kondisi bumi tidak semakin parah. Cara mencegah global boiling sebenarnya tidak jauh berbeda dengan cara mencegah global warming. Kita semua bisa mulai dengan menghemat energi, menanam pohon, dan menggunakan produk yang ramah lingkungan. 

 Sumber https://www.sehatq.com/artikel/global-boiling

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suara Kaum Disabilitas dari Ternate untuk Keadilan Iklim Dunia

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle
    • visibility 1.065
    • 0Komentar

    Dampak perubahan iklim  bisa menghantam berbagai kelompok. Tidak hanya petani, nelayan, kaum buruh, perempuan dan anak-anak. Salah satu yang turut merasakan  hasil dari proses industrialisasi itu adalah kaum difabel/disabilitas. Sebagai kelompok yang memiliki kebutuhan khusus mereka sangat terdampak dengan  perubahan iklim yang terjadi saat ini. Apalagi untuk mereka yang berada di pesisir dan pulau-pulau seperti […]

  • Lewat Hari Tani,  FPUD Soroti Konflik Agraria di Malut      

    Lewat Hari Tani, FPUD Soroti Konflik Agraria di Malut    

    • calendar_month Sab, 26 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

     Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) menggelar aksi unjuk rasa pusat kota Ternate. Aksi itu di gelar  di  Depan Pasar Barito dan  kantor walikota Ternate.  Kamis (24/09/2026) dua hari sebelumnya. Aksi ini untuk merespon Hari Tani Nasional (HTN) dengan mengangkat isu  “Hancurkan Kapitalisme-Neoliberalisme, Tanah untuk Rakyat dan wujudkan Reforma Agraria Sejati. Fahyudin M Yunus  Kordinator Lapangan […]

  • Senjakala Hutan dan Lahan di Maluku Utara

    • calendar_month Sen, 19 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 1.171
    • 0Komentar

    WALHI: 2019 Malut Kehilangan 7.041 Ha Hutan Primer Maluku Utara terdiri dari pulau-pulau. Ada yang menyebut jumlahnya 805, dimana  berpenghuni  85 pulau  dan tak berpenghuni  723 pulau. Ada  juga data yang menyebutkan  jumlah pulau di Maluku Utara  ada1474. Dari jumlah itu 89 berpenghuni dan 1385 tidak berpenghuni.  Terlepas dari data jumlah pulau yang masih diperdebatkan, […]

  • Ancaman Di Masa Depan Sangat Serius Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2020
    • account_circle
    • visibility 2.336
    • 0Komentar

    Jurnalis dan Aktivis Samakan Persepsi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim   Dampak perubahan iklim, sudah nyata di depan mata. Berbagai bencana telah terjadi. Tidak  hanya menyababkan korban harta tetapi juga nyawa. Karena itu perlu ada gerakan bersama,  diawali  dengan penyamaan persepsi elemen tingkat atas–pengambil kebijakan, kelompok menengah hingga masyarakat  umum.   Perlu dipahami, perubahan iklim terjadi setidaknya diakibatkan berbagai hal. Laju kerusakan lingkungan yang […]

  • KLHK Diminta Seriusi Dugaan Cemaran Nikel di Halmahera 

    • calendar_month Sel, 7 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 862
    • 1Komentar

    Kondisi sungai Wale yang tercemar kerukan tambang pada 2019 lalu foto M Ichi

  • Seriusnya Siswa SD Belajar Buat  Eco Enzyme

    • calendar_month Jum, 17 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 747
    • 0Komentar

    Sebanyak 30 siswa Kelas 6 SD Negeri 10 Kota Ternate didampingi Kepala sekolahnya mengunjungi Sanggar Eco Enzyme.  Kunjungan mereka ini untuk belajar   membuat larutan eco enzyme untuk mengisi praktikum. “Karena mereka akan menghadapi Ujian, praktek pembuatan Eco Enzyme  ini bagian dari ujian praktikum, ” jelas, Rohani Hutumoy Kepala Sekolah SD Negeri 10 Ternate Kamis (16/3/2023). […]

expand_less