Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Masyarakat Sipil Ingatkan  Ancaman Serius Militerisme  

Masyarakat Sipil Ingatkan  Ancaman Serius Militerisme  

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
  • visibility 328

Di Hari Bumi 2026, masyarakat sipil memperingatkan ancaman serius gejala menguatnya “militerisme” dan pembangunan ekstraktif.

Ketua ICJL Foundation serta Pakar Transisi Energi dan Ekologi Politik TIFA Foundation. Firdaus Cahyadi mengatakan militerisme dan ekonomi ekstraktif tidak memerlukan transparansi serta dialog dalam pengambilan kebijakan. Perpaduan keduanya dinilai akan berdampak fatal bagi keberlanjutan alam dan hak asasi manusia.

“Menguatnya militerisme tercermin dari pembentukan Satuan Tugas (Satgas) di sektor SDA. Satgas itu jelas menarik persoalan SDA ke ranah pertahanan (sekuritisasi SDA),” kata lulusan Manajemen Sains Sumberdaya Lingkungan IPB, Rabu (22/4/2026).

Lebih jauh, Firdaus mengungkapkan sekuritisasi SDA akan mengesampingkan dialog dengan para pihak dan lebih mengutamakan garis komando. Menurut dia, sekuritisasi SDA akan menyingkirkan masyarakat lokal dan masyarakat adat sejak tahap perencanaan pembangunan.

“Dampak dari ditariknya pengelolaan SDA ke ranah pertahanan adalah setiap kritik dan penolakan masyarakat di lapangan rentan dihadapi dengan kekuatan senjata,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Firdaus, kebijakan pembangunan saat ini juga masih mengarusutamakan ekonomi ekstraktif, yakni pengambilan sumber daya alam secara masif untuk swasembada energi dan pangan. Menurut Firdaus, pengarusutamaan model pembangunan ekstraktif telah memicu kerusakan lingkungan yang luar biasa, “Berdasarkan laporan Auriga Nusantara tahun 2026, angka deforestasi di Indonesia melonjak drastis sebesar 66 persen pada 2025, dengan hilangnya 433.751 hektare hutan. Angka deforestasi itu merupakan indikasi bahwa perpaduan militerisme dan ekstraktivisme telah menyebabkan kerusakan alam,” katanya.

Firdaus mengatakan, dalam momentum Hari Bumi, masyarakat sipil mendesak pemerintah melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki pengelolaan SDA.

Desakan itu antara lain Pertama, pemerintah harus menghentikan kecenderungan militerisme dalam pengelolaan sumber daya alam dan mengembalikan mandat pengelolaan kepada institusi sipil yang transparan serta akuntabel.

Kedua, pemerintah perlu mengutamakan dialog dengan masyarakat adat dan lokal sebagai pemilik wilayah kelola, bukan menghadapinya dengan pendekatan keamanan.

Ketiga, pemerintah harus mengevaluasi kebijakan ekonomi ekstraktif yang memicu deforestasi ugal-ugalan dan kerusakan alam lainnya di Indonesia.

“Menghentikan militerisme di ranah politik harus dimulai dengan menghentikan militerisme dalam pengelolaan sumber daya alam. Jika kita menormalisasi ini, kita sedang memberi pijakan bagi lahirnya junta militer yang akan mengorbankan petani dan rakyat kecil. Hari Bumi seharusnya menjadi pengingat bahwa alam adalah sumber kehidupan yang harus dijaga, bukan komoditas pertahanan yang dikelola dengan moncong senjata,” katanya.(*)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Climate Rangers Bersama Orang Muda Sedunia Serukan Hentikan Energi Fosil

    Climate Rangers Bersama Orang Muda Sedunia Serukan Hentikan Energi Fosil

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    Catatan dari COP 30 di Brazil   Di tengah meningkatnya dampak krisis iklim dan melambatnya komitmen negara-negara untuk menekan suhu bumi di bawah 1,5°C, orang muda dunia menyatukan suara mereka. Melalui Global Youth Statement (GYS), ribuan orang muda dari lebih dari 150 negara menyerukan perubahan arah kebijakan iklim global menuju transisi energi yang adil, pendanaan […]

  • Kisah Esau Sidemo yang Tak Hilang Harapan, 26 Hari Terombang-ambing di Samudera Pasifik

    Kisah Esau Sidemo yang Tak Hilang Harapan, 26 Hari Terombang-ambing di Samudera Pasifik

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Minum Air Laut, Makan Ikan Mentah hingga Ada Petunjuk dari Lumba-lumba   Fajar mulai menyingsing di ufuk Timur pada Selasa (7/07 2026).  Waktu menujukan pukul 04.30 WIT, Esau Sidemo (57 tahun) bersiap untuk melaut. Dia hendak mencari ikan untuk kebutuhan makan keluarga.Dia lantas menyiapkan berbagai peralatan mancing, mesin dan perahu berkapasitas 2 GT bersama bahan bakarnya. […]

  • Ini Cara Perkuat Kapasitas Warga Kampung

    • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 768
    • 0Komentar

    Belajar Pemetaan  dan Perencanaan Wilayah Kelola Rakyat   Puluhan anak muda   dari  beberapa lembaga dan pemuda kampung berkumpul di Training Centre Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)  Maluku Utara Selasa hingga Sabtu (9-13/8/2022). Mereka mengikuti Pelatihan, Pemetaan serta Perencanaan Wilayah Kelola Rakyat (WKR) dan Perlindungan  Hutan Kampung. Pelatihan  ini  digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PAKATVA Maluku […]

  • Untuk Ikan Lestari, AS Dukung Hentikan Illegal Fishing

    • calendar_month Jum, 19 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Upaya  menjaga kelestarian sumberdaya alam laut Indonesia terutama bidang perikanan, menjadi sebuah keharusan. Dalam upaya itu membutuhkan dukungan berbagai pihak. Salah satunya dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)yang  bekerjasama dengan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), dan the U.S. National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) bermitra menerapkan Perjanjian tentang Ketentuan Negara Pelabuhan (PSMA). Seperti rilis yang dikirimkan USAID […]

  • Berapa Banyak Ikan yang Dicuri dari Laut Kita?

    • calendar_month Sel, 6 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang didominasi oleh lautan, potensi kelautan dan perikanan di Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi. Dilansir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP), pada tahun 2019, nilai hasil ekspor perikanan Indonesia mencapai Rp73.631.883.000 dan termasuk salah satu sektor yang sangat diandalkan untuk pembangunan nasional.   Namun,  kita sering mendengar […]

  • Alokasi PS- TORA dan Pelepasan HPK-TP Perlu Kajian Mendalam

    • calendar_month Jum, 5 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 970
    • 0Komentar

    Aktivitas menanam KTH Ake Guraci yang memperoleh Izin seluas 100 hektar foto Juliaty penyuluh Ps

expand_less