Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Peneliti BRIN Temukan 1.583 Spesies  Baru Indonesia   

Peneliti BRIN Temukan 1.583 Spesies  Baru Indonesia   

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
  • visibility 483

Indonesia sebagai salah satu negara megabiodiversitas dunia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan mengelola kekayaan hayatinya secara berkelanjutan. Penemuan spesies baru bukan sekadar capaian akademik, tetapi bagian penting dari upaya perlindungan lingkungan dan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Setidaknya ini menjadi komitmen Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam upaya mengungkap kekayaan hayati Indonesia.

Saat penyelenggaraan kegiatan “BRIN Goes to Stakeholders and Society: Exposing New Species – Flora”. Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa agenda ini menjadi momentum penting memperkenalkan berbagai penemuan spesies flora baru Indonesia sekaligus memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya konservasi biodiversitas nasional.

“Setiap spesies baru yang ditemukan adalah pengetahuan baru bagi dunia sekaligus pengingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati luar biasa yang harus dijaga bersama. Riset biodiversitas menjadi fondasi penting untuk konservasi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan masa depan pembangunan berkelanjutan Indonesia,”ujar Arif Satria.

BRIN mencatat, sepanjang periode 1967 hingga 2025, para peneliti BRIN bersama mitra nasional dan internasional telah berhasil menemukan sebanyak 1.583 spesies baru, dengan 712 di antaranya merupakan flora. Dalam kurun 2025 hingga awal 2026 saja, sedikitnya 29 jenis baru flora Indonesia berhasil dideskripsikan secara ilmiah oleh para peneliti BRIN dan kolaboratornya.

Berbagai spesies baru tersebut berasal dari beragam kelompok tumbuhan, mulai dari Rafflesia, Begonia, Homalomena, Rhododendron, Nepenthes, hingga anggrek (Orchidaceae) yang ditemukan di berbagai wilayah Indonesia. Penemuan ini memperlihatkan bahwa Indonesia masih menyimpan potensi biodiversitas yang sangat besar dan belum sepenuhnya terungkap.

Arif menegaskan bahwa proses penemuan spesies baru membutuhkan kerja ilmiah yang panjang dan kompleks. Mulai dari ekspedisi ke kawasan hutan dan wilayah terpencil, pengumpulan spesimen, analisis morfologi dan molekuler, hingga publikasi di jurnal internasional sebagai pengakuan ilmiah global.

“Penemuan spesies baru tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan dedikasi para peneliti, kerja lapangan yang berat, serta dukungan riset yang berkelanjutan. Karena itu, penguatan kapasitas sains taksonomi dan eksplorasi biodiversitas harus menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, BRIN ingin menghadirkan hasil riset biodiversitas kepada masyarakat secara lebih komunikatif dan edukatif. Berbagai kegiatan  digelar, mulai dari keynote speech, talkshow ilmiah, pameran spesies baru flora, dokumentasi ekspedisi, herbarium, ilustrasi botani, hingga media engagement yang melibatkan akademisi, mahasiswa, komunitas lingkungan, dan masyarakat umum.

Selain menjadi ajang diseminasi ilmiah, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat kolaborasi antara BRIN, kementerian/lembaga, perguruan tinggi, NGO konservasi, kebun raya, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung konservasi biodiversitas Indonesia berbasis ilmu pengetahuan.

Menurut Arif, tantangan konservasi biodiversitas saat ini semakin kompleks akibat perubahan penggunaan lahan, perubahan iklim, polusi, spesies invasif, hingga eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan. Kondisi tersebut menyebabkan banyak spesies terancam punah bahkan sebelum sempat dikenali secara ilmiah.

“Karena itu, riset biodiversitas harus menjadi bagian dari agenda strategis nasional. Kita tidak hanya berbicara tentang konservasi tumbuhan, tetapi juga tentang menjaga sumber pengetahuan, ketahanan ekosistem, dan masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Melalui “Exposing New Species – Flora”, BRIN berharap masyarakat semakin mengenal kekayaan flora Indonesia sekaligus tumbuh kesadaran kolektif untuk melindungi keanekaragaman hayati sebagai aset bangsa yang tak ternilai. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa riset biodiversitas Indonesia terus berkembang dan memberi kontribusi penting bagi ilmu pengetahuan global.(*)

Sumber:https://brin.go.id/press-release/128374/brin-ungkap-spesies-flora-baru-indonesia-perkuat-konservasi-dan-masa-depan-biodiversitas-nasional

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan Lingkar Tambang KI IWIP Was-was

    • calendar_month Jum, 3 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 1.261
    • 0Komentar

    Wilayah Tangkapan Makin Jauh, Ikan juga Sulit Didapat Penulis Sofyan A Togubu/Wartawan Dari Sofifi menuju Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara,  butuh waktu kurang lebih 3 jam 15 menit.  Lama waktu perjalanan itu jika menggunakan kendaraan roda empat. Sementara saya hari itu dengan sepeda motor, menghabiskan waktu tempuh kurang lebih 2 jam […]

  • Warga Hasilkan Produk Pangan dari Sagu dan Enau

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 743
    • 0Komentar

    Cerita KTH Mandiri Sejati Manfaatkan Hasil Hutan Warga yang tergabung dalam kelompok tani hutan (KTH) memanfaatkan pohon sagu dan enau menghasilkan berbagai produk makanan sekaligus jadi sumber pendapatan warga.   Seperti dilakukan oleh KTH  Mandiri Sejati  Ake Tobato Kelurahan Loleo Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan  ini. Mereka mengolah dan menghasilkan beragam  produk bahan makanan dari dua […]

  • Saatnya Pariwisata Malut Genjot Wisatawan Domestik

    • calendar_month Sel, 19 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 687
    • 0Komentar

    Talaga Rano Halbar salah satu destinasi wisata alam di Maluku Utara

  • Ini Hasil Riset Scooping Nikel untuk Electric Vehicle (EV)

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 781
    • 1Komentar

    Indonesia Belum  Punya Roadmap Hulu-Hilir Maluku Utara adalah salah satu wilayah di Indonesia  yang dikaruniai kekayaan sumber daya alam melimpah, salah satunya nikel. Hampir seluruh perut bumi  Halmahera dan pulau-pulau kecil lainya menyimpan kekayaan tambang nikel. Karena itu tidak salah terdapat tiga kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijadikan pusat pengolahan nikel, termasuk salah satunya […]

  • Bekali Aktivis Mahasiswa dan NGO dengan Pengorganisasian Masyarakat

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 614
    • 0Komentar

    Forum Studi Halmahera (Foshal) Maluku Utara menggelar Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di kantor Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)  Maluku utara  yang digelar  Sabtu (18/10/2025)  dan Jumat (19/10/2025). Pelatihan ini melibatkan  mahasiswa dan anggota lembaga   Walhi. Pelatihan   ini bertujuan memberikan penguatan kepada para aktivis mahasiswa dan anggota lembaga WALHI  memahami […]

  • Kelola Sampah untuk Kesejahteraan

    • calendar_month Sab, 18 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 841
    • 1Komentar

    Sampah di Pulau pulau yang belum dikelola jadi masalah cukup pelik foto M Ichi

expand_less