Breaking News
light_mode
Beranda » Laut dan Pesisir » Literasi Keuangan Nelayan, Seperti Apa?

Literasi Keuangan Nelayan, Seperti Apa?

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
  • visibility 746

Ini Upaya MDPI Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Rumah tangga nelayan adalah salah satu aktor dalam mempertahankan keberlanjutan ekonomi pesisir. Para istri nelayan dan suami mereka memainkan peran penting mengelola keuangan rumah tangga. Kadangkalai mereka mengabaikan pencatatan sederhana merekam aktivitas pemasukan dan pengeluaran sehari-hari. Terutama , menentukan prioritas kebutuhan, hingga menjalankan pos-pos keuangan rumah tangga.

Kesenjangan literasi keuangan yang dialami masyarakat pesisir ini menarik perhatian Lembaga Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) mengambil langkah meningkatkan kesadaran literasi keuangan rumah tangga nelayan. Kegiatan ini telah dilakukan di berbagai tempat termasuk di Obi dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia.

Direktur MDPI  Yasmine Simbolon pada kabarpulau.co.id/ saat kegiatan pelepasan rumpon berizin  di Pulau Bisa Madapolo  Halmahera Selatan  akhir Januari 2023 lalu, bercerita bahwa program yang diusung lembaganya adalah melalui pelatihan literasi keuangan. Fokusnya adalah usaha  meningkatkan pemahaman rumah tangga nelayan. Terutama di dalam   mengelola keuangan sehingga mampu bertahan dan melewati kejadian tak terduga. Dia contohkan   ketika terjadi bencana alam, wabah, tidak ada musim ikan, sakit, dan kecelakaan di laut. Jika kejadian seperti ini dialami nelayan tidak bisa melaut dan otomatis tidak punya pendapatan.  Dalam kondisi seperti ini keuangan nelayan akan bermasalah karena itu butuh literasi keuangan yang mumpuni sehingga mereka bisa mengatur pendapatannya sendiri.

“Lebih dari itu, fokus lain kami adalah menciptakan hubungan literasi keuangan dengan perikanan berkelanjutan,”  jelas Yasimine.

Dia  bilang  ada sebuah permainan Simulasi   Kelola Oeang Nelayan yang disingkat dengan (Si Keong Nelayan). Model permainan ini telah dikembangkan  sejak  Desember 2021 dengan  melibatkan pendamping secara langsung untuk merancang sebuah permainan mulai dari jenis, bahan, teknik, hingga ritme permainan yang  dapat diaplikasikan ke komunitas sebagai media pembelajaran yang menyenangkan.

Suasana pelatihan literasi keuangan yang digelar MDPI beberapa waktu lalu, foto MDPI

“Dalam Sikeong ini kami menanamkan aspek lokal kehidupan pesisir dan kebiasaan yang sering dilakukan oleh komunitas ke dalam alat permainan menjadi elemen penting memperkuat dalam penyampaian informasi kepada komunitas,” jelasnya.  

Sebelum finalisasi permainan ini diuji cobakan kepada komunitas dampingan MDPI di Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, NTB untuk mendapatkan masukan terkait teknis, ritme, dan tambahan lainnya guna menyempurnakan permainan.

Setelah melewati proses uji coba dan finalisasi, tim trainer MDPI, kemudian dilanjutkan dengan aksi memberi pelatihan secara langsung di komunitas dampingan.

Untuk ibu-ibu rumah tangga nelayan di Pulau Bisa Madapolo sendiri telah dilakukan pelatihan  dan untuk selanjutnya  dilakukan lagi evaluasi oleh pendamping untuk mengetahui seperti apa  yang telah diperoleh apakah mereka aplikasikan. Termasuk apakah  manfaatnya bagi ibu ibu nelayan setempat.

Dikutip dari  situs MDPI (https://mdpi.or.id/id/tentang-kami/#1620358427118-6fdab962-7525) disebutkan bahwa Si Keong Nelayan hingga saat ini telah dimainkan di 37 kelompok  nelayan yang tersebar di Maluku Utara, Maluku   Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan NTB. Sudah   lebih dari 450 rumah tangga nelayan dan 774 peserta telah terlibat dan mendapatkan edukasi literasi keuangan dengan model yang lebih interaktif. Sebanyak 329 peserta adalah perempuan/ibu rumah tangga.

Selain literasi keuangan, terdapat satu sesi mengenai inklusi gender dasar yang disampaikan sebelum memulai permainan. MDPI melihat bahwa di sepanjang permainan, istri nelayan dan para suami saling bertukar peran dan tanggung jawab. Mereka saling bertukar peran dalam mencatat hingga membagi pos keuangan. Kesempatan ini sekaligus digunakan MDPI untuk memperkenalkan bahwa  perempuan juga mampu membawa perubahan melalui partisipasi di sektor perikanan dan pengembangan ekonomi pesisir yang lebih luas.

Beragam informasi dan pengalaman yang didapatkan saat pelatihan memberikan manfaat yang tak terlupakan bagi peserta. Tidak sedikit dari mereka mengakui bahwa setelah pelatihan, pengelolaan keuangan keluarga mereka menjadi lebih teratur.  

Para nelayan juga merasakan bahwa konsep perikanan berkelanjutan yang disisipkan saat pelatihan mendorong mereka terus melaksanakan praktik perikanan berkelanjutan.  

“Keberhasilan konsep yang dikembangkan oleh MDPI melalui permainan Si Keong Nelayan menjadi langkah awal untuk mengembangkan konsep dan kurikulum pelatihan literasi keuangan fase dua. Saat ini MDPI sedang membangun kerangka konsep literasi keuangan fase dua yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman rumah tangga nelayan dalam perencanaan keuangan, menentukan skala prioritas, instrumen dalam mencapai target dan mimpi keluarga nelayan baik melalui pengembangan usaha ataupun dengan berinvestasi,” tulis MDPI dalam situsnya.

Permainan kedua ini diberi nama Si Kompas Nelayan yang merupakan akronim dari Simulasi Kelola Mimpi dan Asa Nelayan. “Saat ini penyusunannya telah sampai pada tahap uji coba untuk mengumpulkan umpan balik penting dari penerima manfaat,” jelasnya.

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Cara Siapkan Warga Tubo Tanggap Bencana

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 721
    • 0Komentar

    Kolaborasi Pertamina, IAGI, PRB dan PMI Kuatkan Warga Puluhan warga Tubo antusias mengikuti Simulasi Manajemen Posko dan Bantuan Pertama (First Aid) di sebuah tenda pengungsi di halaman Kantor Lurah Tubo Selasa (21/2/2-23). Mereka serius mendengar penjelasan dari para fasilitator. Sekdar diketahui warga Kelurahan Tubo di Kota Ternate Utara Ternate Maluku Utara ini,  rentan terhadap  bencana […]

  • Kuso Endemik Ternate, Terus Diburu untuk Dikonsumsi

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 1.362
    • 2Komentar

    Perburuan kuso mata biru yang juga salah satu hewan endemic pulau Ternate,  benar- benar massive. Akibatnya  hewan bermata unik ini semakin sulit ditemukan. Pengakuan sejumlah warga di Pulau Ternate yang bertempat tinggal di kawasan barat  pulau, menjelaskan bahwa kuso  ini sudah jarang terlihat sekarang. Jaib Sadek warga Sulamadaha Kota Ternate mengaku, dulu  hamper setiap saat […]

  • Ini Rekomendasi untuk Selamatkan Pulau Hiri

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle
    • visibility 925
    • 0Komentar

    Embung Hiri Perlu Dievaluasi Sebelum Muncul Masalah Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Moloku Kie Raha (FKDAS-MKR) Provinsi Maluku Utara merekomendasikan kepada pemerintah daerah Kota Ternate  dan pihak terkait perlu mengevaluasi embung air hujan yang  sudah dibangun di Pulau Hiri. Embung Hiri adalah salah satu poin penting dari 10 rekomendasi yang dikeluarkan FORDAS MKR untuk […]

  • Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (Habis)

    Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (Habis)

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.265
    • 0Komentar

    Dampak  Langsung Perubahan Iklim  di Kota  Ternate   Dampak perubahan iklim yang mengancam kehidupan manusia saat ini nyata adanya.  Kondisi itu dirasakan  tidak hanya  oleh mereka  di pulau besar. Di pulau kecil  seperti Ternate juga sama. Pulau kecil memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi  dan dampaknya pun berlapis. Ancaman perubahan iklim dalam 10 tahun terakhir tidak hanya […]

  • Survei Kecil Kondisi Listrik Pulau-pulau di Maluku Utara

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 2.792
    • 0Komentar

    Kondisi Listrik Yang Miris,  hingga  Interkoneksi Kabel Bawah Laut Maluku Utara termasuk salah satu provinsi kepulauan dan kelautan di Indonesia. Provinsi ini, berdasarkan data Badan Pusat  Statistik  (BPS) 75 persen wilayahnya adalah  laut dengan dihiasi ribuan pulau. Data terbaru Dinas Kelautan dan Perikanan,  Provinsi Maluku Utara memiliki 875  pulau baik yang sudah memiliki nama maupun […]

  • Malut Punya Potensi Kepiting Kenari Berlebih

    • calendar_month Sab, 5 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 1.102
    • 2Komentar

    Dua ekor Kepiting kenari yang berukuran kecil saat diambil oleh para penangkap di Pu;au Obi, foto Mohdar H.jpg

expand_less