Breaking News
light_mode
Beranda » Laut dan Pesisir » Literasi Keuangan Nelayan, Seperti Apa?

Literasi Keuangan Nelayan, Seperti Apa?

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
  • visibility 642

Ini Upaya MDPI Perkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Rumah tangga nelayan adalah salah satu aktor dalam mempertahankan keberlanjutan ekonomi pesisir. Para istri nelayan dan suami mereka memainkan peran penting mengelola keuangan rumah tangga. Kadangkalai mereka mengabaikan pencatatan sederhana merekam aktivitas pemasukan dan pengeluaran sehari-hari. Terutama , menentukan prioritas kebutuhan, hingga menjalankan pos-pos keuangan rumah tangga.

Kesenjangan literasi keuangan yang dialami masyarakat pesisir ini menarik perhatian Lembaga Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) mengambil langkah meningkatkan kesadaran literasi keuangan rumah tangga nelayan. Kegiatan ini telah dilakukan di berbagai tempat termasuk di Obi dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia.

Direktur MDPI  Yasmine Simbolon pada kabarpulau.co.id/ saat kegiatan pelepasan rumpon berizin  di Pulau Bisa Madapolo  Halmahera Selatan  akhir Januari 2023 lalu, bercerita bahwa program yang diusung lembaganya adalah melalui pelatihan literasi keuangan. Fokusnya adalah usaha  meningkatkan pemahaman rumah tangga nelayan. Terutama di dalam   mengelola keuangan sehingga mampu bertahan dan melewati kejadian tak terduga. Dia contohkan   ketika terjadi bencana alam, wabah, tidak ada musim ikan, sakit, dan kecelakaan di laut. Jika kejadian seperti ini dialami nelayan tidak bisa melaut dan otomatis tidak punya pendapatan.  Dalam kondisi seperti ini keuangan nelayan akan bermasalah karena itu butuh literasi keuangan yang mumpuni sehingga mereka bisa mengatur pendapatannya sendiri.

“Lebih dari itu, fokus lain kami adalah menciptakan hubungan literasi keuangan dengan perikanan berkelanjutan,”  jelas Yasimine.

Dia  bilang  ada sebuah permainan Simulasi   Kelola Oeang Nelayan yang disingkat dengan (Si Keong Nelayan). Model permainan ini telah dikembangkan  sejak  Desember 2021 dengan  melibatkan pendamping secara langsung untuk merancang sebuah permainan mulai dari jenis, bahan, teknik, hingga ritme permainan yang  dapat diaplikasikan ke komunitas sebagai media pembelajaran yang menyenangkan.

Suasana pelatihan literasi keuangan yang digelar MDPI beberapa waktu lalu, foto MDPI

“Dalam Sikeong ini kami menanamkan aspek lokal kehidupan pesisir dan kebiasaan yang sering dilakukan oleh komunitas ke dalam alat permainan menjadi elemen penting memperkuat dalam penyampaian informasi kepada komunitas,” jelasnya.  

Sebelum finalisasi permainan ini diuji cobakan kepada komunitas dampingan MDPI di Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, NTB untuk mendapatkan masukan terkait teknis, ritme, dan tambahan lainnya guna menyempurnakan permainan.

Setelah melewati proses uji coba dan finalisasi, tim trainer MDPI, kemudian dilanjutkan dengan aksi memberi pelatihan secara langsung di komunitas dampingan.

Untuk ibu-ibu rumah tangga nelayan di Pulau Bisa Madapolo sendiri telah dilakukan pelatihan  dan untuk selanjutnya  dilakukan lagi evaluasi oleh pendamping untuk mengetahui seperti apa  yang telah diperoleh apakah mereka aplikasikan. Termasuk apakah  manfaatnya bagi ibu ibu nelayan setempat.

Dikutip dari  situs MDPI (https://mdpi.or.id/id/tentang-kami/#1620358427118-6fdab962-7525) disebutkan bahwa Si Keong Nelayan hingga saat ini telah dimainkan di 37 kelompok  nelayan yang tersebar di Maluku Utara, Maluku   Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan NTB. Sudah   lebih dari 450 rumah tangga nelayan dan 774 peserta telah terlibat dan mendapatkan edukasi literasi keuangan dengan model yang lebih interaktif. Sebanyak 329 peserta adalah perempuan/ibu rumah tangga.

Selain literasi keuangan, terdapat satu sesi mengenai inklusi gender dasar yang disampaikan sebelum memulai permainan. MDPI melihat bahwa di sepanjang permainan, istri nelayan dan para suami saling bertukar peran dan tanggung jawab. Mereka saling bertukar peran dalam mencatat hingga membagi pos keuangan. Kesempatan ini sekaligus digunakan MDPI untuk memperkenalkan bahwa  perempuan juga mampu membawa perubahan melalui partisipasi di sektor perikanan dan pengembangan ekonomi pesisir yang lebih luas.

Beragam informasi dan pengalaman yang didapatkan saat pelatihan memberikan manfaat yang tak terlupakan bagi peserta. Tidak sedikit dari mereka mengakui bahwa setelah pelatihan, pengelolaan keuangan keluarga mereka menjadi lebih teratur.  

Para nelayan juga merasakan bahwa konsep perikanan berkelanjutan yang disisipkan saat pelatihan mendorong mereka terus melaksanakan praktik perikanan berkelanjutan.  

“Keberhasilan konsep yang dikembangkan oleh MDPI melalui permainan Si Keong Nelayan menjadi langkah awal untuk mengembangkan konsep dan kurikulum pelatihan literasi keuangan fase dua. Saat ini MDPI sedang membangun kerangka konsep literasi keuangan fase dua yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman rumah tangga nelayan dalam perencanaan keuangan, menentukan skala prioritas, instrumen dalam mencapai target dan mimpi keluarga nelayan baik melalui pengembangan usaha ataupun dengan berinvestasi,” tulis MDPI dalam situsnya.

Permainan kedua ini diberi nama Si Kompas Nelayan yang merupakan akronim dari Simulasi Kelola Mimpi dan Asa Nelayan. “Saat ini penyusunannya telah sampai pada tahap uji coba untuk mengumpulkan umpan balik penting dari penerima manfaat,” jelasnya.

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Pulau SIBU,Kecil nan Indah dan Dikeramatkan

    • calendar_month Ming, 2 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 875
    • 1Komentar

    Pulau Sibu dilihat dari udara, foto opan Jacky

  • Petani Dapat Penguatan Usaha Kelapa dan Hortikultura

    • calendar_month Jum, 18 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 674
    • 0Komentar

    Hasil Kolaborasi Pakativa – Disperindag dan Distan Provinsi Turunan hasil kelapa yang  mencapai 50 jenis produk hingga kini belum dimanfaatkan  oleh petani  di Maluku Utara.  Mereka hanya mengandalkan kopra sebagai sumber pendapatan utama. Karena itu ketika harga kopra anjlok petani menjadi  terpuruk. Sementara, hasil lain dari kelapa  seperti tempurung, air dan sabuk kelapa  hanya dibuang […]

  • Indonesia Luncurkan Peta Jalan dan Panduan Aksi Ekosistem Karbon Biru di COP 30 Brazil

    Indonesia Luncurkan Peta Jalan dan Panduan Aksi Ekosistem Karbon Biru di COP 30 Brazil

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 355
    • 0Komentar

    BELEM, (19/11) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Lingkungan Hidup secara resmi meluncurkan Peta Jalan dan Panduan Aksi Ekosistem Karbon Biru Indonesia pada COP 30 UNFCCC di Belém, Brasil, Senin (17/11). Dokumen ini memberikan arah kebijakan dan langkah terkoordinasi untuk melindungi, memulihkan, dan mengelola ekosistem karbon biru, yakni mangrove, padang lamun, […]

  • Jumlah Pulau di Malut Masih Diperdebatkan

    • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 813
    • 0Komentar

    Pantai Pulau Mtu Mya di Halmahera Tengah

  • Negara Tetapkan Bidadari Halmahera sebagai SDG Penting

    Negara Tetapkan Bidadari Halmahera sebagai SDG Penting

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Semioptera wallacii atau Burung Bidadari Halmahera adalah salah satu spesies burung endemik Pulau Halmahera, Maluku Utara. Burung yang  sudah menjadi ikon itu, kini telah tercatat secara resmi sebagai Sumber Daya Genetik (SDG).Dengan begitu  burung ini memperoleh pelindungan dari negara melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum. Burung yang dikenal karena keindahan dengan mahkota berwarna […]

  • Morotai Dijadikan Rute Pelayaran Nasional

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 1.345
    • 0Komentar

    DARUBA— Direktur SDM dan Umum PT. Pelayaran Nasional Indonesia Detep Purwa Saputera  baru-baru ini berkunjung ke Daruba Kabupaten Pulau Morotai. Kedatangan mereka disambut Pemkab Pulau Morotai  pihak Lanal Morotai dan Dishub Pulau Morotai  di ruang Kadis Pariwisata dan Kebudayaan. Kedatangan mereka dalam rangka survei ekspedisi Pelayaran Nasional Indonesia ke Morotai, karena Morotai akan dijadikan sebagai rute […]

expand_less