Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Abrasi, Jalan Raya di Laiwui Obi Nyaris Putus  

Abrasi, Jalan Raya di Laiwui Obi Nyaris Putus  

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
  • visibility 592

Desa pesisir di sejumlah pulau di Maluku Utara menghadapi masalah serius. Masalah diakibatkan oleh  adanya kenaikan permulaan air laut. Penulusuran kabarpulau.co.id/ di sejumlah pulau di Maluku Utara, menemukan  berbagai fasilitas rusak akibat adanya abrasi pantai. 

Di Pulau Obi misalnya,  fasilitas seperti  tanggul penahan ombak  patah. Bahkan jalan raya yang berada di tepi pantai juga  hancur dan nyaris putus. Jalan utama yang menghubungkan Desa Laiwui ke Desa Ake Gula  hingga  Desa  Baru tidak jauh dari kawasan pasar Laiwui   kondisinya sangat memprihatinkan.

Akibat tanggul penahan ombak yang panjangnya mencapai 50 meter hancur berkeping- keping  dihantam ombak  saat air pasang, jalan raya yang menjadi tempat lalu lalang kendaraan juga ikut hancur.   Bahkan di atas badan jalan,  nyaris tidak terlihat lagi aspal tetapi pasir dan kerikil yang  naik  akibat disapu  gelombang. Akibatnya   kendaraan yang lewat di jalan ini terpaksa memperlambat  kecepatannya.  Hancurnya jalan talud akibat abrasi parah yang terjadi di kampung ini, menurut warga setempat sudah terjadi sejak setahun lalu. Meski begitu belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat.  “Talud hancur ini sudah terjadi sejak setahun lalu tapi belum mendapat perhatian,” jelas Suwarno  warga Laiwui. Dia menuturkan berbagai fasilitas  yang rusak akibat bencana alam seperti talud dan jalan yang rusak itu belum mendapat perhatian pemerintah.

Talud di kawasan ini sebenarnya sudah dibangun beberapa kali tetapi, hancur dihantam gelombang saat terjadi air pasang. Karena itu perlu ada cara lain   dilakukan sehingga bisa melindungi kawasan pantai Laiwui ini dari hantaman gelombang. “Pemerintah perlu segera mengatasi abrasi ini dengan cara lain. Karena ancamannya sudah sangat serius. Bahkan jalan raya juga nyaris putus,”kata Suwarno.  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ocean Eye akan Diuji Coba di Morotai

    • calendar_month Ming, 11 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Morotai foto/Mahmud Ichi/kabarpulau

  • Kaya Tambang, Malut Primadona Investasi Asing

    • calendar_month Kam, 4 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 620
    • 1Komentar

    Bumi Maluku Utara benar- benar menjadi buruan investor asing menanamkan modalnya. Provinsi ini memiliki kekayaan  di darat  terutama bahan mineral serta  hasil hutannya. Sementara  di laut daerah ini punya potensi perikanan dan kelautanya yang benar benar membuat mata para investor tetuju ke  daerah ini. Tak hanya kaya bahan mineral dan hasil hutan,  negeri dengan 805 […]

  • “Oji” Si Yakis Bacan akan Dikembalikan ke Alam Liar

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 811
    • 0Komentar

    Seekor monyet atau “yakis Bacan” berjenis kelamin laki-laki yang dipelihara oleh salah satu warga Guraping Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan, akhirnya diamankan pihak petugas Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata. Yakis Bacan ini   selanjutnya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) untuk dirawat sebelum dilepas ke alam liar. Pengambilan  satwa dilindungi ini dilakukan petugas dari […]

  • Fenomena Meluapnya Air Laut hingga Daratan

    • calendar_month Ming, 5 Des 2021
    • account_circle
    • visibility 770
    • 1Komentar

    Aksi nekat seorang anak muda yang menantang ombak ketika terjadi terjangan ombak di kawasan pantai Falajawa

  • Warga Protes Pembangunan Jetty di Lalubi Gane

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 613
    • 1Komentar

    Jetty atau dermaga yang dibangun perusahaan jasa konstruksi di kawasan pantai Gorua Lalubi Gane Timur foto Asrul Lamunu

  • Mangrove Makin Terancam, Butuh Pelibatan Masyarakat

    • calendar_month Jum, 12 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Kondisi hutan mangrove yang masih llebat di Kao Halmahera Utara, foto M Ichi

expand_less