Breaking News
light_mode
Beranda » Laut dan Pesisir » LIPI Temukan Ini di Lifmatola dan Selat Obi

LIPI Temukan Ini di Lifmatola dan Selat Obi

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
  • visibility 1.199

Ekspedisi Indonesia Timur tahun 2021 yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  yang saat ini telah beralih nama menjadi  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap sejumlah hal penting. Ekspedisi dengan menggunakan kapal riset Baruna Jaya VIII ini menemukan sejumlah spot aktif di sekitar laut Sulawesi, laut Maluku hingga Lombok termasuk di   bawah laut Lifmatola dan laut Obi Maluku Utara. Hal yang diungkap tersebut adalah besarnya potensi gelombang bawah laut di perairan timur Indonesia khususnya di dua kawasan laut Maluku Utara tersebut.

Chief Scientists Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Adi Purwandana seperti dikutip kabarpulau.co.id/ melalui situs https://www.validnews.id/kultura/Ekspedisi-LIPI-Ungkap-Potensi-Besarnya-Gelombang-Bawah-Laut-VnA) menjelaskan, temuan itu merupakan salah satu temuan utama dalam ekspedisi kali ini. Sebagai informasi betapa perairan timur Indonesia adalah surganya gelombang bawah laut.

“Di Lifamatola (Maluku Utara) kami menemukan embrio dari internal solitary wave, di sini amplitudo dari embrionya sekitar 50 meter,” ungkap Adi.  

Gelombang laut memiliki dua jenis, yaitu gelombang permukaan dan gelombang bawah laut. Gelombang permukaan umumnya bergerak dalam jarak pendek, sementara gelombang bawah laut bisa lebih panjang. Khusus di Lifamatola, LIPI menemukan gelombang yang terus bergerak dengan amlitudo maksimal mencapai 90 meter.

Selain di Lifamatola, gelombang bawah laut dengan amplitudo sama juga ditemukan di selat Obi, sekitar perairan Halmahera. “Dalam selat Obi, kita juga menemukan gelombang bawah yang sama, dengan amplitudo yang hampir sama 50 meter,” ucap Adi.

kapal riset Baruna Jaya VIII yang digunakan LIPI untuk riset foto ist

Penelitian tentang gelombang bawah laut di Indonesia masih terbilang sangat sedikit. Adi mengatakan, penelitian gelombang bawah laut hanya bisa diteliti dengan ekspedisi langsung atau citra satelit. Namun, tidak semua jenis gelombang bawah laut bisa diteliti lewat satelit.

“Temuan kami di Selat Obi, sekitaran laut Halmahera maupun lifamatora hanya bisa diamati ketika observasi langsung,” katanya.

Gelombang bawah laut atau gelombang internal juga terdapat di beberapa titik lainnya di sekitar Laut Sulawesi, Maluku, Laut Sulu hingga Selat Lombok.

Ekspedisi Indonesia Timur 2021 berlangsung sejak Januari 2021. Ekspedisi ini menyusuri banyak titik perairan seperti Laut Banda, Selat Lombok, Laut Seram, Selat Buru, Laut Talaud, Selat Makassar, Selat Alas. Selat Badung hingga Selat Bali.

Dalam ekspedisi, tim LIPI juga menemukan adanya percampuran massa air yang signifikan di Laut Maluku. Di titik ini, terjadi percampuran massa air, di mana aliran dari Samudra Pasifik bercampur dengan Samudra Hindia lewat celah Selat Lifamatola.

“Ada aliran di kedalaman seribuan meter dari perairan Pasifik di laut Lifmatola,” kata Adi.

Ia menjelaskan, temuan itu juga penting karena percampuran (mixing) itu akan membentuk karakter air laut di titik tersebut. Penelitian tentang percampuran akan bermanfaat untuk memprediksi tren iklim di masa depan.

Laut di Selat Obi

Ekspedisi ini menggunakan kapal riset Baruna Jaya VIII yang berukuran panjang sekitar 53,2 meter. Proyek ini juga dalam rangka meneliti potensi keanekaragaman hayati di laut dalam sekitar perairan timur Indonesia, untuk agar bisa dipetakan dan dikembangkan kemudian hari.

Sekadar diketahui salah satu  manfaat  gelombang laut  adalah sebagai sesumber energi alternatif atau sumber energi terbarukan. Sumber energi alternatif ini dapat digunakan dengan bebas sebab jumlahnya tidak terbatas.  

Pemanfaatanya  tentu sebagai  pembangkit listrik. Pembangkit listrik yang menggunakan gelombang laut disebut  juga dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL). Di mana gelombang laut dapat menggerakkan generator sehingga menghasilkan energi listrik. Energi listrik tersebut berasal dari energi kinetik yang dibawa oleh gelombang laut.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebuah Catatan Tentang  Laut Maluku Utara

    • calendar_month Kam, 13 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 1.385
    • 1Komentar

    Dari Tambang, Sampah  hingga Matinya Mamalia Laut Studi dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), menyebutkan bahwa sekitar 72 persen bagian dari bumi tertutup air. 97 persen air yang ada  adalah  lautan.    Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, terbentang dari Sabang sampai Merauke,   dengan 17.499 pulau besar dan kecil  memiliki  luas wilayah  sekitar […]

  • Ini Model Mitigasi Gempabumi Siswa SD

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 871
    • 2Komentar

    Siswa SD 4 Ternate saat diberi pengetahuan mitigasi bencana

  • BMKG: Awas Banjir dan Angin Kencang Mengintai

    • calendar_month Ming, 29 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi (Stamet) Ternate mengingatkan warga di Provinsi Maluku Utara untuk mewaspadai perkembangan La Nina dengan   terjadinya hujan deras dan angin kencang beberapa hari ini. Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasdatin) Stamet Ternate Setyawan  menjelaskan,  sejak Kamis (26/11) lalu Stamet Ternate telah mengingatkan adanya perkembangan cuaca yang terjadi akibat dampak […]

  • Pogram Perhutanan Sosial (PPS) Mati Suri

    • calendar_month Jum, 17 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 762
    • 2Komentar

    Hutan Halmahera

  • Maluku Utara Masuk Habitat Dugong di Indonesia Timur

    • calendar_month Ming, 12 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 1.736
    • 0Komentar

    Dugong yang ditemukan mati di Desa Cendana Morotai beberapa waktu lalu foto M Ichi

  • WALHI Malut: Pemerintah Harus Terbuka ke Publik  Rencana  PLTN Terapung di Malut

    WALHI Malut: Pemerintah Harus Terbuka ke Publik  Rencana  PLTN Terapung di Malut

    • calendar_month Sen, 19 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara, meminta agar Pemeirntah Indonesia bisa menjelaskan lebih detail kepada masyarakat  rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terapung yang berkapasitas 200 MW di Maluku Utara. Bagi  WALHI rencana  ini belum mendapatkan penjelasan kepada  publik  terkait recana tata kelola lingkungan, keselamatan, dan dampaknya terhadap pesisir dan pulau-pulau kecil di […]

expand_less