Breaking News
light_mode
Beranda » Laut dan Pesisir » LIPI Temukan Ini di Lifmatola dan Selat Obi

LIPI Temukan Ini di Lifmatola dan Selat Obi

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
  • visibility 1.083

Ekspedisi Indonesia Timur tahun 2021 yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  yang saat ini telah beralih nama menjadi  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap sejumlah hal penting. Ekspedisi dengan menggunakan kapal riset Baruna Jaya VIII ini menemukan sejumlah spot aktif di sekitar laut Sulawesi, laut Maluku hingga Lombok termasuk di   bawah laut Lifmatola dan laut Obi Maluku Utara. Hal yang diungkap tersebut adalah besarnya potensi gelombang bawah laut di perairan timur Indonesia khususnya di dua kawasan laut Maluku Utara tersebut.

Chief Scientists Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Adi Purwandana seperti dikutip kabarpulau.co.id/ melalui situs https://www.validnews.id/kultura/Ekspedisi-LIPI-Ungkap-Potensi-Besarnya-Gelombang-Bawah-Laut-VnA) menjelaskan, temuan itu merupakan salah satu temuan utama dalam ekspedisi kali ini. Sebagai informasi betapa perairan timur Indonesia adalah surganya gelombang bawah laut.

“Di Lifamatola (Maluku Utara) kami menemukan embrio dari internal solitary wave, di sini amplitudo dari embrionya sekitar 50 meter,” ungkap Adi.  

Gelombang laut memiliki dua jenis, yaitu gelombang permukaan dan gelombang bawah laut. Gelombang permukaan umumnya bergerak dalam jarak pendek, sementara gelombang bawah laut bisa lebih panjang. Khusus di Lifamatola, LIPI menemukan gelombang yang terus bergerak dengan amlitudo maksimal mencapai 90 meter.

Selain di Lifamatola, gelombang bawah laut dengan amplitudo sama juga ditemukan di selat Obi, sekitar perairan Halmahera. “Dalam selat Obi, kita juga menemukan gelombang bawah yang sama, dengan amplitudo yang hampir sama 50 meter,” ucap Adi.

kapal riset Baruna Jaya VIII yang digunakan LIPI untuk riset foto ist

Penelitian tentang gelombang bawah laut di Indonesia masih terbilang sangat sedikit. Adi mengatakan, penelitian gelombang bawah laut hanya bisa diteliti dengan ekspedisi langsung atau citra satelit. Namun, tidak semua jenis gelombang bawah laut bisa diteliti lewat satelit.

“Temuan kami di Selat Obi, sekitaran laut Halmahera maupun lifamatora hanya bisa diamati ketika observasi langsung,” katanya.

Gelombang bawah laut atau gelombang internal juga terdapat di beberapa titik lainnya di sekitar Laut Sulawesi, Maluku, Laut Sulu hingga Selat Lombok.

Ekspedisi Indonesia Timur 2021 berlangsung sejak Januari 2021. Ekspedisi ini menyusuri banyak titik perairan seperti Laut Banda, Selat Lombok, Laut Seram, Selat Buru, Laut Talaud, Selat Makassar, Selat Alas. Selat Badung hingga Selat Bali.

Dalam ekspedisi, tim LIPI juga menemukan adanya percampuran massa air yang signifikan di Laut Maluku. Di titik ini, terjadi percampuran massa air, di mana aliran dari Samudra Pasifik bercampur dengan Samudra Hindia lewat celah Selat Lifamatola.

“Ada aliran di kedalaman seribuan meter dari perairan Pasifik di laut Lifmatola,” kata Adi.

Ia menjelaskan, temuan itu juga penting karena percampuran (mixing) itu akan membentuk karakter air laut di titik tersebut. Penelitian tentang percampuran akan bermanfaat untuk memprediksi tren iklim di masa depan.

Laut di Selat Obi

Ekspedisi ini menggunakan kapal riset Baruna Jaya VIII yang berukuran panjang sekitar 53,2 meter. Proyek ini juga dalam rangka meneliti potensi keanekaragaman hayati di laut dalam sekitar perairan timur Indonesia, untuk agar bisa dipetakan dan dikembangkan kemudian hari.

Sekadar diketahui salah satu  manfaat  gelombang laut  adalah sebagai sesumber energi alternatif atau sumber energi terbarukan. Sumber energi alternatif ini dapat digunakan dengan bebas sebab jumlahnya tidak terbatas.  

Pemanfaatanya  tentu sebagai  pembangkit listrik. Pembangkit listrik yang menggunakan gelombang laut disebut  juga dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL). Di mana gelombang laut dapat menggerakkan generator sehingga menghasilkan energi listrik. Energi listrik tersebut berasal dari energi kinetik yang dibawa oleh gelombang laut.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Hasilkan Produk Pangan dari Sagu dan Enau

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 645
    • 0Komentar

    Cerita KTH Mandiri Sejati Manfaatkan Hasil Hutan Warga yang tergabung dalam kelompok tani hutan (KTH) memanfaatkan pohon sagu dan enau menghasilkan berbagai produk makanan sekaligus jadi sumber pendapatan warga.   Seperti dilakukan oleh KTH  Mandiri Sejati  Ake Tobato Kelurahan Loleo Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan  ini. Mereka mengolah dan menghasilkan beragam  produk bahan makanan dari dua […]

  • Petaka Perubahan Iklim Global Ancam Bumi

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 601
    • 1Komentar

    Kenaikan Permukaan air laut menyebabkan abrasi dan pengikisan daratn foto Asrul Lamunu

  • Ini Cara Mendorong Warga Memetakkan Wilayah Adatnya

    • calendar_month Kam, 26 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 534
    • 0Komentar

    AMAN- Burung Indonesia dan CEPF Latih Masyarakat Adat Warga terutama kelompok masyarakat adat perlu didorong melakukan pemetaan wilayah kelolanya, termasuk  agar mereka bisa mengetahu klaim wilayah adatnya. Upaya ini memerlukan pelatihan atau training  pemetaan wilayah kelola mereka,    Dengan pemetaan itu juga masyarakat adat  bisa melakukan  proses penyatuan, mencatat dan mengesahkan pengetahuan tradisional yang  sudah tumbuh dalam […]

  • Malut Masuk Wilayah Penangkapan Ikan Terukur

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle
    • visibility 743
    • 0Komentar

    Kegiatan Pengukuran ikan oleh staf MDPI dalam program fair trade di Malku Utara, foto MDPI

  • Hari Air Sedunia Warga Gelar Ritual Sigofi Ake

    • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Bagian dari Upaya Konservasi Ake Gaale Selasa 22 Maret 2022 hari ini, menjadi momentum penting memperingati Hari Air Sedunia. Di berbagai belahan bumi, masyarakat  atau komunitas memperingati hari air dengan berbagai kegiatan, baik ceremony maupun aksi nyata.   Di Ternate Maluku Utara  terutama masyarakat yang bermukim di sekitar sumber mata air Ake Gaale di Kelurahan […]

  • Nestapa Orang Obi di Atas Kekayaan Alam Berlimpah

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • account_circle
    • visibility 5.252
    • 1Komentar

    Hutan dan Bumi Dikuras, Jalan Keliling Pulau pun Tak Punya  Perjalanan menuju Obi awal Mei 2025 lalu lumayan melelahkan. Setelah semalam atau kurang lebih 7 jam   perjalanan dengan kapal laut dari Ternate, sekira pukul 06.30 WIT, kapal  lego sauh di pelabuhan Kupal Pulau Bacan Halmahera Selatan Maluku Utara.  Etape pertama perjalanan telah dilewati, sekaligus menandai  […]

expand_less