Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ketika Orang Hiri Menuntut Merdeka

Ketika Orang Hiri Menuntut Merdeka

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 17 Agu 2023
  • visibility 644

Ingatkan  Pemerintah, Kibarkan Bendera Setengah Tiang  

Hari masih pagi, sekira pukul 07.50 WIT sebuah speedboat mengangkut pegawai yang bekerja di Kecamatan Pulau Hiri Kota Ternate Maluku Utara. Mereka adalah pegawai yang akan gelar upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, Kamis (17/08/2023).

Pegawai lelaki dan perempuan berbaju Korpri  itu  rata rata bertempat tinggal di Kota Ternate. Karena itu  sudah biasa tiap   pagi  bertugas, mereka harus naik perahu dari pelabuhan penyeberangan antarpulau Ternata-Hiri di Kelurahan Sulamadaha.  

Pagi itu para pegawai tersebut terbilang beruntung karena saat naik ke atas speedboat, air laut sedang pasang. Sehingga,  tidak perlu melepas sepatu atau sandal. Biasanya,  jika  air laut surut   perahu tidak bisa sandar di pelabuhan yang belum tuntas dibangun tersebut.

Penumpang yang naik atau turun,  sering berjalan di atas karang dan bebatuan. Jika  tidak hati hati,  bisa terantuk atau terpeleset dan jatuh ke air.  

Kondisi pelabuhan penyeberangan Pulau Hiri terbengkalai tidak seperti pelabuhan atau tambatan perahu umumnya. Meski sudah hamper 5 tahun dibangun pemerintah kota Ternate,  belum juga dirampungkan. Padahal keberdaan pelabuhan ini sangat urgen karena membantu warga di Pulau Hiri. Mereka jadikan pelabuhan ini sebagai pusat aktivitas  angkut   barang dan penumpang.

Kondisi pelabuhan yang miris, membuat warga Pulau Hiri protes berulang kali.  Terbaru  bahkan belum juga ada respon penyelesaiannya  hingga kini.

Warga bersama para aktivis yang tergabung dalam AMPUH gelar upacara bendera dan pembacaan maklumat foto M Ichi MP

Karena itu juga tepat di HUT Kemerdekaan 17 Agustus 2023 ini  protes kembali disuarakan warga dan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat  Pulau Hiri (AMPUH). Bersama warga dan sejumlah  aktivis, mereka berkolaborasi menggelar aksi  pengibaran bendera  setengah tiang  yang dilaksanakan di ujung pelabuhan yang  belum selesai dibangun dan   terbengkalai  tersebut.

Di atas bebatuan dan material tetrapod yang berserakan itu, mereka gelar upacara pengibaran bendera setengah tiang. Mereka turut bacakan Pancasila dalam versi Bahasa Daerah Ternate, serta menyampaikan Maklumat Masyarakat Hiri kepada pemerintah. Maklumat  tersebut berisi 9 poin yang intinya mendesak pemerintah baik kota Ternate, Provinsi hingga pusat tidak “menjajah” dan menganaktirikan  masyarakat  pulau Hiri.

Apalagi Pulau Hiri juga memiliki peran penting dalam sejarah membantu Indonesia saat perang pasifik. Apa yang dilakukan saat upacara memperingati 17 Agustus ini yakni mengibarkan bendera setengah tiang itu adalah bentuk protes terhadap pemerintah atas ketidakberpihakannya dalam pembangunan di Pulau Hiri. 

Wawan Ilyas koordinator aksi  usai upacara   mengungkapkan, apa yang mereka lakukan ini adalah  protes dan kritik kepada semua terutama pemerintah pusat yang  harusnya ikut memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Sebagai warga yang berada di pulau-pulau  aksi masyarakat ini lebih melihat infratruktur pelabuhan yang jadi kebutuhan utama mereka . 

“Suara dan aksi memperjuangkan pelabuhan Hiri ini sudah lama dan  melelahkan.  Berpuluh kali aksi dan audiens dengan pemerintah. Tulisan dan sorotan  pengamat kebijakan sudah ratusan menyuarakan kebutuhan pelabuhan masyarakat Hiri. Sayang  pembangunannya seperti terlihat sekarang,”  kata Wawan.  Padahal keberadaan pelabuhan ini  sangatlah urgen.  “Dua hari lalu ada orang sakit yang dibawa dari Pulau Hiri ke Ternate. Saat  masuk di Pelabuhan Hiri orang sakit tersebut harus digendong turun dan berjalan di atas bebatuan. Hal ini sangat menyiksa  dan bisa  saja jatuh. “Ini contoh betapa pembangunan di Pulau Hiri itu begitu dipandang sebelah mata,” cecar Wawan.

Dia menambahkan, upacara menaikan bendera setengah tiang ini adalah bentuk protes sekaligus mengingatkan pemerintah agar merancang pembangunan tetap memperhatikan apa yang dibutuhkan  maysarakat.  

Sekadar diketahui, Kecamatan Pulau Hiri tidak hanya memikul persolan infrastruktur seperti jembatan laut, lebih dari itu ada banyak persoalan kesehatan, air bersih dan pelayanan pemerintahan lainya. Soal soal ini masih jadi keluhan yang mestinya segera mendapatkan perhatian.

Apalagi bicara akses ke pulau  dengan  luas 6,6 kilometer berpenduduk 6 kelurahan mencapai 3241 jiwa itu, sangat dekat. Hanya sepelemparan batu dari Ternate. Tak cukup lima menit dengan body perahu bermesin sudah tiba. Sayangnya hingga kini, warga Pulau Hiri  belum juga mendapat perhatian penuh.   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Suarakan Rusaknya Jalan Obi

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 691
    • 1Komentar

    Jalan-Anggai-Aer-Aer-Mangga-seperti-sungai-saat-musim-hujan-foto-M-Ichi.jpeg

  • BMKG: Elnino Menguat Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

    BMKG: Elnino Menguat Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Angin Kencang di Maluku Utara  Masih Terjadi  Direktorat  Meteorologi   Publik  Badan Meteorlogi  Klimatologi  dan Geofisika  (BMKG)  menyampaikan   hasil pemantauan  pada  dasarian II Juli  2026,  menunjukkan   musim kemarau  terus meluas dan kondisi  kering  semakin mendominasi wilayah Indonesia. Curah hujan kategori  rendah tercatat  mencakup  92,93% wilayah, sedangkan kategori menengah sebesar 6,63%  dan  kategori  tinggi hanya 0,45%.  Kondisi […]

  • Abnaulkhairaat Buka Posko Bantuan Bencana

    • calendar_month Sen, 18 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 659
    • 0Komentar

    Harap Para Donatur Salurkan Bantuan Lewat Posko Ini Menyikapi kondisi bencana alam yang terjadi di beberapa tempat di Kabupaten Halmahera Utara, para alumni lembaga pendidikan Alkahiraat atau lebih dikenal dengan Abnaulkhairaat Maluku Utara langsung mengambil langkah cepat. Para abnaulkhairaat  langsung  gerak cepat membuat posko penggalangan dana bantuan untuk korban bencana  banjir itu. Pembentukan Posko  itu […]

  • Dua Hari yang Sunyi di Bumi Maluku Utara 

    • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 770
    • 3Komentar

    Peringatan Hari Air Sedunia oleh Komunitas Save Ake Gaale

  • Legu Tara No Ate 2025: Kolaborasi Budaya, Edukasi  dan Kampanye Lingkungan

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 839
    • 0Komentar

    Ketua Panitia: Semua Kesiapan  Sudah Maksimal, Siap  Digelar Oktober   Pihak  Kesultanan Ternate  akan   menyelenggarakan Festival Legu Tara No Ate 2025. Kegiatan ini rencana dilaksanakan  pada  16  hingga 18 Oktober 2025. Acara ini akan dipusatkan di Lapangan Pelabuhan Perikanan Nusantara, Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate. Legu Tara No Ate 2025 ini sendiri merupakan Iven festival […]

  • Kala Rusa Pulau Mare Tinggal Cerita

    • calendar_month Jum, 14 Sep 2018
    • account_circle
    • visibility 648
    • 0Komentar

    Hamparan ilalang  mencapai 10 hektar di bagian Timur Gunung Mare itu merupakan hutan lindung. Ada juga pohon jambulang tumbuh liar bersama tanaman perdu lain. Tempat ini oleh warga dikenal dengan Bilarung Makota, bahasa Tidore, berarti tempat bermain rusa. Warga menyebut, tempat bermain rusa, karena di sinilah sekitar 15 tahun lalu bisa menyaksikan rusa-rusa di Puncak […]

expand_less