Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Petani Dapat Penguatan Usaha Kelapa dan Hortikultura

Petani Dapat Penguatan Usaha Kelapa dan Hortikultura

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 18 Sep 2020
  • visibility 796

Hasil Kolaborasi Pakativa – Disperindag dan Distan Provinsi

Turunan hasil kelapa yang  mencapai 50 jenis produk hingga kini belum dimanfaatkan  oleh petani  di Maluku Utara.  Mereka hanya mengandalkan kopra sebagai sumber pendapatan utama. Karena itu ketika harga kopra anjlok petani menjadi  terpuruk.

Sementara, hasil lain dari kelapa  seperti tempurung, air dan sabuk kelapa  hanya dibuang percuma. Begitu juga dalam usaha pertanian. Untuk usaha yang berfokus pada jenis hortikultura, belum banyak diusahakan. Akhirnya banyak lahan tidak termanfaatkan.

Melihat persoalan ini, Perkumpulan Paka Tiva kemudian menggandeng dua instansi di Pemerintah Provinsi Maluku Utara yakni di Dinas Perindustrian Perdagangan  dan Dinas Pertanian untuk memberi penguatan usaha  kepada para petani  di tiga desa dampingan Paka Tiva di Kecamatan Gane Barat Utara 11 hingga 15 September lalu. Tiga Desa itu adalah Samo, Posi-posi dan Gumira. Para petani di tiga desa ini mendapatkan pelatihan khsusus pembuatan arang tempurung, briket dan minyak kelapa serta  usaha pertanian hortikultura atau sayur mayur.

Direktur Paka Tiva Faisal Ratuela menjelaskan,  kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari  mulai 11  dan berakhir 15 September lalu itu, oleh  lembaga ini memilih memberikan penguatan  penguatan ekonomi ini karena melihat besarnya potensi hasil kelapa, tetapi hanya dimanfaatkan untuk kopra. Sementara hasil turunan lainnya terbuang percuma. Ini yang melecut pengurus Paka Tiva memberikan pelatihan kepada para petani dan kelompok masyarakat setempat.

“Pelatihan ini karena kami punya komitmen awal  bagaimana memikirkan cara lain bagi petani kelapa di Maluku Utara terutama  di daerah dampingan untuk memanfaatkan produk turunan dari kelapa tidak hanya sekadar membuat kopra,” jelas Faisal. Sementara untuk pelatihan pertanian hortikultura untuk petani setempat karena selain memiliki lahan yang luas  sebagian petani sudah tidak lagi menanam sayur mayor. Mereka lebih  senang membeli sayur mayur yang dijual di pasar   padahal lahan mereka dibiarkan tak ditanami. Upaya ini dilakukan  agar mereka bisa berdaya memenuhi kebutuhan pangan mereka. Para petani selama ini hanya mengandalkan alam. Mereka belum memanfaatkan  sumberdaya organik  yang dimiliki walaupun banyak di sekitar  mereka,” ujar Faisal saat  pelatihan bertema Pengembangan Ekonomi dalam Bingkai Pengelolaan Sumberdaya Alam itu.  

Dibantu para suami ibu ibu kelompok pembuatan minyak kelapa mempraktekkan produki minyak cepat dengan menggunakan ragi. foto Vira DB

Ikram Sangaji  salah satu fasilitator dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Utara mengungkapkan pelatihan ini sangat penting  karena akan membantu warga untuk mengembangkan usaha rumah tangga mereka. Misalnya untuk produksi  minyak kelapa dan  virgin cocanut oil (VCO). Dalam pembuatan minyak kelapa warga diberi pengetahuan cara pembuatan yang sederhana dan cepat disbanding cara tradisonal yang dibuat warga yang membutuhkan waktu sampai 24 jam. Sementara dengan teknik peragian mereka  bisa mendapatkan minyak kelapa dalam waktu hanya satu sampai dua jam saja. “Warga sangat antusias  dan ini sangat baik untuk pengembangan usaha ekonomi warga,” kata Ikaram. Begitu juga  dalam pemanfaatan  pembuatan arang tempurung. Warga juga sangat tertarik. Ke depan akan membuat warga bisa memanfaatkan hasil kelapa yang tidak terbuang percuma ini menjadi sumber pendapatan.

Adanya pelatihan ini warga sangat antusias. Bagi mereka hal ini sangat membantu mereka menambah pendapatan mereka. “Pelatihan seperti ini sangat membantu warga untuk menambah pendapatan mereka terutama dalam memanfaatkan hasil kelapa yang selama ini masih dibuang terutama tempurung. Begitu juga dalam pembuatan minyak kelapa yang selama ini masih sangat manual bisa dibuat lebih cepat dengan hasil yang lebih baik,” kata Usman  Umar Sekretaris desa Posi  posi Gane Barat Utara. Usman yang juga anggota kelompok pemberdayaan desa Posi posi  mengaprseasi apa yang dilakukan oleh Paka Tiva menggandeng instansi teknis. “{Kerja kerja seperti ini yang dibutuhkan masyarakat,”imbuhnya.

Warga serius mendengarkan materi pelatihan produk pemnafaatan kelapa di desa Gumira

Sementara Kepala Desa Gumira Amirudin Ishak mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat karena ikut membantu masyarakat  meningkatkan perekenomian mereka, terutama di bidang pertanian tanaman hortikultura dan pemanfaatan hasil kelapa. “Kita tahu kondisi saat ini dengan wabah Covid-19 serta anjloknya harga kopra, membuat ekonomi masyarakat terpuruk. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kelangsungan ekonomi masyarakat,” katanya.

Pihaknya turut menyampaikan terima kasih kepada Perkumpulan Paka Tiva  bersama Disperindag serta Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara. “Kami berharap ada kelanjutan kegiatan seperti ini ke depannya,” harapnya.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyaksikan Burung Tohoko dari Lembah Buku Bendera (2)

    • calendar_month Kam, 7 Mar 2024
    • account_circle
    • visibility 935
    • 1Komentar

    Seri Tulisan Menguak Kekayaan Tersembunyi Pulau  Ternate   Penulis Mahmud Ichi dan Junaidi Hanafiah Pulau Ternate berdasarkan data BPS Maluku Utara  luasnya  hanya  111,80  kilometer. Meski hanya sebuah pulau kecil dengan luasan terbatas, pulau  ini menyimpan beragam kekayaan sumberdaya hayati. Terutama jenis satwa burung. Bahkan  jenis burung endemic  juga ada di sini yakni burung Tohoko […]

  • Berburu Kesempatan Kerja di UI Career

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 760
    • 1Komentar

    Ini  jadi kesempatan emas bagi mahasiswa semester akhir maupun mereka yang kategori fresh graduate yang ada di Maluku Utara danIndonesia umumnya . Peluang kerja tersedia di berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia. Bisa  berburu berbagai peluang itu  dalam UI CAREER, INTERNSHIP, SCHOLARSHIP  dan ENTREPENEURSHIP (CISE) EXPO MARET 2023 ini Melalui Career Development Center Universitas Indonesia (CDC […]

  • Melihat Kehati Halmahera Lewat Bird Race Competition   

    Melihat Kehati Halmahera Lewat Bird Race Competition   

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Halmaherapedia– International Bird Race Competition 2026 pertama digelar di  Maluku Utara. Acara  ini secara resmi dibuka pada Senin (27/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (BTNAL) ini diikuti  puluhan peserta dari berbagai latar belakang.  Mahasiswa, sektor swasta, fotografer profesional, hingga  dari mancanegara. Acara ini digelar sebagai bentuk memperkenalkan potensi pusat keanekaragaman hayati di […]

  • Ini Cara Antisipasi Stok Pangan Saat Pandemi

    Ini Cara Antisipasi Stok Pangan Saat Pandemi

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle
    • visibility 2.371
    • 0Komentar

    Hasil kajian yang dilakukan  pemerintah provinsi Maluku Utara melalui  dokumen Food Security  and  Vurnerability  Atlas (FVSA), atau peta keamanan dan kerentanan pangan di Maluku Utara, menunjukan ada sejumlah sangat rawan pangan. Dasarnya  daerah daerah itu tidak mampu memproduksi  pangan  sendiri tetapi mengharapkan pasokan dari luar. Kabupaten  Kepulauan Sula dan Taliabu serta Tidore Kepulauan atau 23 kecamatan di […]

  • Pogram Perhutanan Sosial (PPS) Mati Suri

    • calendar_month Jum, 17 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 762
    • 2Komentar

    Hutan Halmahera

  • Hemiscyllium halmahera Terancam, Perlukah Perlindungan?  

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 955
    • 0Komentar

    Hemyscillium-halmahera yang-ditemukan-di-laut-Ternate-foto-Nasijaha-Dive Center

expand_less