Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Warga Obi Sulit Air Bersih, Tagih Janji Bupati  

Warga Obi Sulit Air Bersih, Tagih Janji Bupati  

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
  • visibility 544

Air bersih menjadi kebutuhan paling urgen. Mulai dari makan minum hingga  mandi, cuci dan kakus (MCK). Setidaknya, hal ini juga sedang dialami warga  Desa Aer Mangga Kecamatan Obi Pulau Obi Halmahera Selatan.

Saat kabarpulau co.id mengunjungi Desa itu Senin (6/2/2023) pekan lalu, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat menyuarakan  keluhannya terkait masalah yang mereka hadapi saat ini. Yakni  kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

Saat ini, warga   hanya berharap dengan air sungai. Karena itu ketika terjadi banjir mereka sangat kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Tidak itu saja untuk mengambil air, warga terpaksa berjalan kaki hingga 1.5 kilometer.  Warga desa yang berjumlah mencapai 280 KK itu saat ini sangat bergantung dengan kondisi sungai. Apabila tidak ada banjir mereka  senang. Tetapi ketika datang banjir mereka kesulitan. Jalan satu satunya membeli air isi ulang ke desa lain seperti di Anggai atau Sambiki di desa tetangga mereka.  

“Kita di sini tidak bisa buat sumur karena daerah rawa dan di bawah tanah tidak mendapatkan air yang bersih,”   kata Wanleks Tenga STh tokoh agama desa Aer Mangga.

Menurut dia, karena kondisi tersebut masyarakat sangat membutuhkan sentuhan pembangunan sarana ini sehingga masyarakat terbebas dari persoalan yang mereka hadapi. “Hal yang paling urgen dihadapi masyarakat    adalah masalah air bersih. Karena itu kami minta ada perhatian dari pemerintah daerah terutama Bupati Kabupaten Halmahera Selatan,” kata Wanleks. Sementara tokoh masyarakat desa Aer Mangga Gotlia Silape pada kabarpulau.co.id/ mengaku, Bupati Halmahera Selatan H Usaman Sidik berkampanye saat pencalonan Bupati menjelaskan  bahwa  kala itu ada janji bupati ke masyarakat untuk mengadakan penyediaan air bersih bagi masyarakat jika dia terpilih. Hanya saja sampai saat ini janji tersebut belum direalisasikan.

“Kami mau bilang, Bupati Usman saat kampanye dia janjikan   untuk adakan pembangunan air bersih  itu. Saat pemilihan juga dia dengan pasangannya Pak Bassam menang di kampung ini. Jadi kalau  boleh kami minta kepada Pemkab Halsel untuk bisa membangun sarana air bersih ini karena sangat dibutuhkan masyarakat,” harapnya. (*)   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sektor Perikanan di Malut Dianaktirikan?

    • calendar_month Rab, 19 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 581
    • 2Komentar

    Nelayan kecil Pulau Obi yang menangkap tuna. Foto MDPI

  • Titik Nol Jalur Rempah Dunia (2) 

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 1.386
    • 1Komentar

    Rempah adalah Identitas dan Peradaban Sejarawan Universitas Khairun Ternate, Rustam Hasyim (2013), dalam Dari Cengkih ke Kerang Mutiara, Perdagangan di Keresidenan Ternate 1854-1930, menyebutkan Maluku Utara sendiri bukan saja menghasilkan rempah, namun telah memperdagangkan demikian banyak komoditi selain rempah, untuk dijual  ke manca negara. Rustam mencatat sirip hiu, mutiara, sirip penyu, kopra, kakao, tembakau, damar, […]

  • Mengangkat Kearifan Nelayan Ternate  Lewat Festival Nyao Fufu

    Mengangkat Kearifan Nelayan Ternate  Lewat Festival Nyao Fufu

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 594
    • 0Komentar

    Nyao fufu adalah salah satu tradisi memasak atau mengawetkan ikan yang dilakukan  warga Ternate dan Maluku Utara secara turun temurun. Kelurahan Dufa-dufa sebagai salah satu kampong/kelurahan nelayan di Kota Ternate  melestarikan tradisi nyao   fufu atau ikan asap  tidak  hanya untuk  konsumsi tetapi juga  usaha ekonomi produktif. Masyarakat di Pantai Dufa dufa juga turut menjaga dan […]

  • Tak Ada Zonasi Wilayah jadi Problem Ekowisata

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Kawasan ekowisata Taman Love di puncak Moya dikuatirkan memunculkan masalah baru soal keterbukaan akses yang bisa memicu ikutya pemukiman ke kawasan ini yang masuk kawasan rawan bencana III.

  • Ini Cara Antisipasi Stok Pangan Saat Pandemi

    Ini Cara Antisipasi Stok Pangan Saat Pandemi

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Hasil kajian yang dilakukan  pemerintah provinsi Maluku Utara melalui  dokumen Food Security  and  Vurnerability  Atlas (FVSA), atau peta keamanan dan kerentanan pangan di Maluku Utara, menunjukan ada sejumlah sangat rawan pangan. Dasarnya  daerah daerah itu tidak mampu memproduksi  pangan  sendiri tetapi mengharapkan pasokan dari luar. Kabupaten  Kepulauan Sula dan Taliabu serta Tidore Kepulauan atau 23 kecamatan di […]

  • Sampah Plastik dari Laut Malut Diserahkan ke PT Unilever

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 841
    • 2Komentar

    PT Unilever Masuk Top 5 Penghasil Sampah Plastik LSM Internasional BreakFree From Plastic melaporkan  bahwa PT Unilever masuk dalam Top 5 plastic polluters  di Indonesia.  Dari laporan Break Free tersebut menyebutkan bahwa    produsen   sampah plastic terbesar pertama adalah The Coca-Cola Company,  Pepsi Co,  Nestle,  Unilever dan  Mondelez International. Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) setelah mengunjungi […]

expand_less