Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Di Musyawarah IKAPERIK, Bahas Perikanan Malut dan Tantangan Era 4.0

Di Musyawarah IKAPERIK, Bahas Perikanan Malut dan Tantangan Era 4.0

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 24 Jan 2021
  • visibility 541

Farid Terpilih Secara Aklamasi

Ikatan Alumni Perikanan dan Kelautan (IKAPERIK) Universitas Khairun Ternate menggelar musyawarah memilih pengurus baru untuk masa jabatan 4 tahun ke depan Sabtu (22/1) kemarin.  Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gamalama Hotel Sahid  itu, turut diisi dengan seminar bertema   “Perikanan Maluku Utara dan Tantangan Industri era 4.0” Beberapa pemateri penting turut hadir yakni Dirjen Perikanan Tangkap Dr. Ir. Muhammad Zaini, MM yang mengisi seminar secara online  bersama  Sekretaris Daerah Maluku  Utara Samsudin Abdul Kadir, Plt Kepala Dinas  Perikanan  Abdullah Assagaf dan Prof. Dr Irfan Koda dari Fakultas Perikanan Unkhair Ternate. Keempatnya membahas  Tema besar Perikanan Maluku Utara dan tantangannya terutama di bidang teknologi  di era 4.0.

Tema ini menjadi catatan penting  karena, bagi IKAPERIK  ini isu kekinian  berhubungan dengan  upaya akselarasi Maluku Utara  yang masih kalah bersaing dengan provinsi tetangga yang bersentuhan langsung di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP)   715,716,717.

“Dalam soal ini kita masih dalam menghitung potensi. Sementara di wilayah lain sudah bicara produksi dan industri,” jelas Ketua Panitia Musyawarah IKAPERIK Sahmar Ishak .

Karena itu katanya, saatnya tidak lagi bicara pada angka infografis tetapi model industri yang harus disiapkan agar berdaya saing  di masa mendatang.

Dia bilang lagi, cerita masa lalu membuat  bangga. Terutama soal kekayaan sumberdaya laut   yang berlimpah. Belum lagi dipuji karena berada di jantung  segitiga terumbu karang dunia. Hal ini  membuat para peniliti Jepang bingung soal ruaya ikan yang ditandai dengan GPS  selalu membuat jalur ke  laut Halmahera.

“Benar kita kaya SDA lebih khusus perikanan dan kelautan tetapi kenyaatannya miskin dalam mengelola.  Dari SDM yang belum siap pakai dan miskin teknologi membuat kita masih berputar pikiran dan diam di tempat,” ujarnya.

 Apalagi  dengan ditetapkannya kawasan industri di Maluku Utara seperti di Pulau Obi, Halmahera Selatan dan Halmahera Tengah.  Pertanyaanya apakah beroirentasi pada pengembangan industri perikanan ataukah hanya fokus Industri pengolahan biji nikel.

Begitu  juga dengan KEK Morotai, yang kemudian oleh Mentri Susi telah membangun SKPT di Daeo dan mencanangkan Kawasan Konservasi Perairan Daerah di Maluku Utara yang oleh USAID – WCS telah selesai di kerjakan  dalam 4 tahun (2017-2020).

Semua ini apakah sudah berdampak pada nelayan dan masyarakat pesisir kita ?

“Pertanyaan mendasar ini bagi kami adalah  titik masuk membincangkan potensi dan kekayaan  perikanan di Maluku Utara  benar benar dikelola untuk kesejahteraan rakyaat,” katanya.

Foto bersama usai musyawarah IKAPERIK

Farid Yahya  Terpilih Secara Aklamasi  

Sementara itu dalam proses musyawarah dan tahapan pencalonan  sejak sore  berlangsung cukup alot.  Ada 11 nama yang muncul sebagai bakal calon ketua IKAPERIK. Melalui proses lobi kemudian mengkerucut menjadi  5 nama. Ketika memasuki proses pemilihan,  2 orang menyatakan  undur diri.  Sehingga tersisa 3 orang. Tiga calon itu masing-masing  Farid Yahya,  M. Yatim Sohi dan  Mardia Ambodalle. Dari tiga nama yang ikut mencalonkan diri melalui proses tidak terlalu lama,  kemudian terpilih secara aklamasi Farid Yahya, sekaligus dikukuhkan  menjadi Ketua Umum IKAPERIK Maluku Utara. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Warga Ibukota Malut Berjuang Dapatkan Air Bersih

    • calendar_month Sel, 4 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Ilustrasi kran yang airnya berjalan lancar

  • Pakativa – Dinkes Lakukan Penyuluhan Kesehatan

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 594
    • 0Komentar

    Jalannya kegiatan penyuluhan kesehatan yang digelar Paka Tiva dan Dinkes Ternate/foto Ima Paka tiva

  • Daun Jambulang Berpotensi Jadi Obat Anticovid

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • account_circle
    • visibility 733
    • 0Komentar

    Pandemi Covid-19 saat ini telah menjadi endemi.  Tetapi, infeksi Covid tetap berisiko bagi sebagian mereka yang rentan.  Saat ini  Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Rekayasa Genetika (PRRG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Is Helianti  fokus  melakukan riset rekayasa protein enzim yang dapat dimanfaatkan dalam proses industri hijau, termasuk dalam proses discovery obat anticovid. Untuk menemukan anti […]

  • Legu Tara No Ate 2025: Kolaborasi Budaya, Edukasi  dan Kampanye Lingkungan

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Ketua Panitia: Semua Kesiapan  Sudah Maksimal, Siap  Digelar Oktober   Pihak  Kesultanan Ternate  akan   menyelenggarakan Festival Legu Tara No Ate 2025. Kegiatan ini rencana dilaksanakan  pada  16  hingga 18 Oktober 2025. Acara ini akan dipusatkan di Lapangan Pelabuhan Perikanan Nusantara, Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate. Legu Tara No Ate 2025 ini sendiri merupakan Iven festival […]

  • Mangrove di Maluku Utara Makin Terdesak

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 729
    • 0Komentar

    Butuh Kolaborasi Multi Pihak Selamatkan Mangrove Berdasakan data terbaru one map mangrove yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Maluku Utara memiliki hutan mangrove  mencapai 41.228,7 hektar. Dari luasan itu, kondisinya semakin hari semakin terdesak. Baik oleh pemukiman, industri ekstraktif, perkebunan, tambak bahkan perluasan kota. Mangrove juga menjadi sumber bahan bakar  sebagian masyarakat  di […]

  • Perusahaan Tambang Wajib Punya PKKPRL

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 651
    • 0Komentar

    Kawasan-laut-di-depan-pulau-gebe-dan-fofao-kini-menjadi-tempat-parkir-kapal-dan-tongkang-yang-mengangkut-ore-tambang foto M ICI

expand_less