Breaking News
light_mode
Beranda » Serba-serbi » Wisata Danau di Halmahera Ini Layak Dikunjungi

Wisata Danau di Halmahera Ini Layak Dikunjungi

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 15 Des 2020
  • visibility 1.148

Cerita dari  Ekspedisi Cinta Talaga  Rano  

Wilayah Maluku Utara yang berada di kawasan  ring of fire atau cincin api, ternyata memiliki beberapa keistimewaan. Salah satunya, dari aktivitas vulkanis gunung api , ikut memunculkan  danau  di sekitarnya.  Danau yang ada menjadi potensi wisata yang sangat menjanjikan. 

Data yang dirilis Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Ake Malamo Ternate  sesuai hasil inventarisasi danau di Maluku Utara 2018,   ada 44 danau dengan berbagai tipe luasan. Hasil inventarisasi itu menyebutkan, danau kategori A  dengan luas di bawah 10 hektar ada 12, kategori  B dengan luas 10- 99 hektar 7 danau dan kategori C dengan luas 100-999 hektar  5 danau.  “Danau Rano atau Talaga Rano di Halmahera Barat  masuk kategori B,”jelas Muhammad Arbain  dari BPDAS-HL Ake Malamo.  

Dari data itu menyebutkan, secara  geografis Talaga Rano berada pada koordinat 1◦15’14,9”LU dan 127◦28’57.4”BT dan 545 meter DPL.    Secara administrative  berada di desa Susupu Sahu Timur Halmahera Barat. Luas kawasan Talaga Rano sekira 97,81 hektar. Termasuk salah satu obyek wisata di Halmahera Barat.Hingga kini danau ini belum dikelola maksimal  karena  berkaitan juga dengan akses mencapai lokasi yang terbilang  sulit.

Peserta Ekspedisi mengabadikan foto dengan latar belakang sebuah pulau kecil di tengah Talaga Rano/foto DEKAPALA

Pemandangan alam  Talaga Rano terbilang indah. Air danau ini diduga mengandung belerang. Hal ini disebabkan oleh pembentukan  Talaga Rano  sebagai akibat dari  aktivitas vulkanik Gunung Talaga Rano.  Kawasan Talaga  Rano terdiri dari hutan produksi konversi dan hutan lindung. Di hutan ini menyimpan beragam potensi wisata alam maupun  kekayaan  keanekragaman hayati yang perlu diidentifikasi lebih lanjut.  

Karena  potensi wisata maupun kenakeragaman hayati itu maka, Duta Kreator Pecinta Alam (Dekapala) Indonesia,   pada 12 hingga 14 Desember lalu menggelar ekspedisi  bertitel  Cinta  Talaga Rano.

Ketua Panitia Ekepedisi Fadila Asagaf melalui rilis yang dikirim ke kabarpulau.co.id/ Rabu (16/12/2020) menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menggali potensi Talaga Rano dan  diperkenalkan ke dunia luar. Kegiatan  selama 2 hari 2 malam itu pelepasannya  dilakukan oleh Kapolres Halmahera Barat Tri Okta Hendriyanto dihadiri  Kepala Desa Gamsungi serta wakil dari BPDASHL Ake Malamo Ternate.

 “Langkah ini diambil sebagai upaya menumbuhkan kembangkan semangat dan gelora cinta alam, Cinta Daerah Aliran Sungai (DAS) serta memperkenalkan destinasi wisata alam di Provinsi Maluku Utara,” jelas Fadila.

Ekspedisi  itu ikut menggandeng  peserta dari berbagai lembaga. Diikuti  200 peserta dari 32 lembaga dengan  berbagai latar profesi dengan melewati tahapan seleksi ketat oleh panitia. 

Para peserta juga telah menjelajahi eksotisnya  Talaga Rano dan melihat secara dekat ekosistem dan fenomena alam di  puncak Talaga Rano.

Foto bersama peserta Ekspedisi di Talaga Rano/foto DEKAPALA

Direktur DEKAPALA Indonesia Thamrin Ibrahim bilang, saat ini DEKAPALA gencar menggerakan penyadaran cinta alam dan DAS berkolaborasi dengan berbagai pihak. Baik organisasi lingkungan maupun lembaga  kreatif lainnya di daerah ini.

Thamrin turut menjelaskan,  keunggulan Talaga Rano  yang kaya tidak hanya flora dari vegetasi hutannya, tetapi juga  satwa   di alamnya  sehingga menjadi pilihan pelaksanaan ekspedisi ini.  

“Keunggulan vegetasi hutan terbaik dengan berbagai satwa, terutama  jenis burung endemik paruh bengkok. Ada nuri ternate, kakatua putih dan burung bidadari  halmahera (semioptera wallacea) tiap pagi dan sore menampakkan diri dan suaranya yang indah di pepohonon hutan Talaga Rano. Ini menjadi hiburan bagi  peserta ekspedisi,” jelas  Thamrin.  

Dari 200 pendaki dan penikmat destinasi alam  ikut menggelar berbagai agenda  selama  di Talaga Rano. Dari penanaman  atau  penghijauan,  diskusi alam raya, kompetisi photographer, inisiasi pembentukan Jaringan Pecinta Alam (JAPELA) INDONESIA, explore ekosistem  dan Pesona Talaga Rano. Juga  deklarasi Gerakan Cinta DAS Maluku Utara, pengukuhan Badan Pengurus KPA SASADU Jailolo, Silaturahmi Daerah Pecinta  Alam Maluku Utara dan  Riset Talaga Rano.

Soal potensi yang dimiliki Talaga Rano, selain alam hutan yang masih alami,  juga pemandangan  yang sangat eksotis. Di dalam telaga, ada satu pulau kecil yang indah sebagai pemanis  mereka  yang ingin berswafoto. Talaga Rano selain memiliki panorama indah, juga  ada luapan air panas  dari bibir talaga. Sesekali terdengar  ledakan  seperti letusan gunung api.  Saat malam hari ikut mengeluarkan api pada titik lubang seperti magma. Hutan Talaga Rano juga punya 2 sungai aktif yang airnya sangat jernih dan dapat d gunakan untuk mandi dan air minum pengunjung  atau pendaki    ke danau ini.

Peserta Ekspedisi melakukan penghijauan di kawasan Talaga Rano/foto DEKAPAL

“Saya kira pesona dan keunggulan Talaga Rano tak dapat digambarkan dengan deretan kalimat, kecuali menikmatinya secara langsung,” ujar Thamrin. Dia bilang lagi, Talaga Rano adalah  salah satu destinasi wisata alam yang layak dikunjungi dan wajib diperhatikan pemerintah Maluku Utara dan Halmahera Barat.

Dekapala Indonesia sebagai wahana pegiat pecinta alam dan pecinta destinasi alam terbuka, akan kembali menghelat Ekspedisi Pesona Malut 2021 dengan 10 agenda besar di 8 Kabupaten dan 2 Kota di Maluku Utara. Rencananya dihadiri Fiersa Besari dan Puteri Pariwisata serta Puteri Lingkungan Maret-hingga Juli 2021 nanti. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKP Walidata Informasi Geospasial Lamun dan Terumbu Karang

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 664
    • 0Komentar

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima mandat sebagai penyelenggara atau walidata informasi geospasial tematik (IGT) lamun dan terumbu karang di Indonesia. Sebelumnya mandat tersebut diselenggarakan oleh Pusat Riset Oseanografi, BRIN (LIPI). Terumbu karang dan padang lamun adalah ekosistem yang sangat  berharga bagi kelangsungan hidup laut dan manusia. Kekayaan alam ini memberikan manfaat ekologi, ekonomi dan […]

  • Sukses KPP Fodudara Tubo Ubah Perilaku Warga

    • calendar_month Sel, 16 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 617
    • 1Komentar

    Dari  Bank Sampah, Buat Kompos hingga Tanam Sayur Aktivitas di gedung Tempat Pengolahan Sampah Reuse Reduce dan Recycle (TPS3R) yang dibangun  Kementerian PUPR Sabtu (12/3)  pagi jelang siang itu,  tak seramai biasanya. Belum ada aktivitas menimbang sampah yang telah disortir. Belum juga ada aktivitas bongkar muat sampah.  Dua pengurus lembaga baik LKM Ake Tubo dan KPP […]

  • Menikmati Ekowisata Bukit Lona Pulau Tidore

    • calendar_month Rab, 25 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Pemandangan yang menawan dari kawasan ekowisata Bukit Lona/foto Andy Taufik

  • WALHI Malut Kirim Pesan untuk Sidang COP

    • calendar_month Jum, 29 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 580
    • 1Komentar

    Spanduk besar yang dibentangkan di laut Pantai Falajawa Ternate, foto WALHI

  • Banjir dan Longsor, Perparah Jalan Sayoang-Yaba

    • calendar_month Rab, 3 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 749
    • 1Komentar

    Berikut Ini Foto dan Videonya Kondisi jalan Sayoang-Yaba di Bacan Halmahera Selatan  tidak hanya rusak parah. Jika sebelumnya sempat tertutup longsor dan belum  diperbaiki, jalan tersebut kini kembali longsor hingga  badan jalan tertutup dan tak bisa dilewati kendaraan. Akibatnya, warga makin kesulitan menggunakan ruas jalan milik pemerintah Provinsi Maluku Utara ini. Longsor yang terjadi di […]

  • Pemerintah Tetapkan Kawasan Konservasi Perairan PABISAY Halteng-Haltim

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle
    • visibility 931
    • 2Komentar

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia resmi merilis penetapan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Patani – Bicoli – Pulau Sayafi yang disingkat Pabisay  18 Juni 2025 lalu.  Dikutip dari laman KKP. go.id tanggal 11 Juli 2025  keputusan  itu  telah ditandatangani secara elektronik oleh Menteri KKP Sakty Wahyu Trenggono. Di dalam SK itu diputuskan terkait beberapa […]

expand_less