Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Dua Hari yang Sunyi di Bumi Maluku Utara 

Dua Hari yang Sunyi di Bumi Maluku Utara 

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
  • visibility 795

Ada dua hari penting di bulan Maret ditetapkan dan diperingati oleh badan PBB  dan masyarakat dunia. Mengutip laman resmi PBB ada hari Hutan dan Hari Air Sedunia. Tema peringatan Hari Hutan Internasional 21 Maret 2023 yaitu “Hutan dan Kesehatan”. Tema ini mendorong agar individu, organisasi, dan pemerintahmengambil tindakan melindungi hutan, menanam pohon, mempromosikan pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan mendukung inisiatif konservasi hutan. Peringatan ini didedikasikan untuk mengedukasi pentingnya mencintai hutan dan pepohonan serta menjaganya.

.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 21 Maret sebagai Hari Hutan Internasional pada tahun 2012 untuk memperingati dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya semua jenis hutan. Seluruh negara didorong untuk melakukan upaya menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan hutan dan pohon seperti kampanye penanaman pohon.

Hutan berperan penting untuk kelangsungan hidup yang ada di bumi, karena hutan menjaga keseimbangan ekosistem, mengatur iklim, menyediakan air bersih dan udara, serta mendukung keanekaragaman makhluk hidup. Hutan memberikan banyak hal untuk kesehatan kita seperti, membersihkan udara, menghasilkan oksigen,memurnikan air, menyediakan makanan dan obat-obatan.

Pengelolaan yang berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya hutan merupakan kunci untuk memerangi perubahan iklim, serta kontribusi terhadap kemakmuran dan kesejahteraan generasi saat ini dan yang akan datang. Merayakan Hari Hutan Internasional  jadi  pengingat bagi seluruh orang akan tanggung jawab untuk melindungi dan melestarikan hutan, juga mengambil tindakan untuk memastikan bahwa hutan terus menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk keberlangsungan kehidupan.

Hutan juga berperan penting dalam pengentasan kemiskinan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Terlepas dari semua manfaat ekologi, ekonomi, sosial dan kesehatan, hutan terancam punah akibat kebakaran, hama, kekeringan, dan deforestasi yang belum terjadi sebelumnya.(https://www.detik.com/jabar/berita/d-6628782/sejarah-dan-tema-hari-hutan-internasional-2023).  

Bumi Halmahera yang digusur industri ekstraktif, foto M Ichi

Di Maluku Utara justru ironi. Nasib hutan di tubir kehancuran. Setiap hari alat berat menggusur  tanah  pulau-pulau yang tak seberapa luasanya. Di Halmahera, Obi,  Taliabu, dan beberapa pulau kecil lainnya,  alat berat tak tidur  siang malam menggali dan menebangi hutan. Asap energi fosil dari pabrik dan alat berat membumbung menembus lapisan atmosfer.

Catatan beberapa lembaga masyarakat sipil di Maluku Utara yang concern dengan isyu lingkungan,  hutan  Maluku Utara makin kritis    Karena itu perlu menyelamatkan hutan pulau-pulau yang masih tersisa dari ancaman deforestasi. Kondisi hutan dan lingkungan tidak dalam kondisi baik baik saja.  
WALHI Malut misalnya,  menyebut kondisi tutupan hutan terus tergerus setiap waktu.  Merujuk analisis spasial tutupan lahan Global Forest Watch, pada tahun 2001, Malut memiliki 2.27 juta hektar hutan primer, yang membentangi 72 persen area lahannya 10 tahun kemudian pada 2021,  kehilangan 3.57 ribu hektar hutan primer, yang setara dengan emisi sebesar 2.97 metrik ton karbon dioksida. Analisis spasial juga menunjukkan di tahun 2001 hingga 2021, Malut sudah kehilangan 268 ribu hektar tutupan pohon, yang setara dengan penurunan 8.7 persen tutupan pohon sejak tahun 2000, dan setara dengan 206 metrik ton emisi karbon dioksida.  Kehilangan tutupan pohon di hutan pulau-pulau  di Malut ini secara signifikan disebabkan atas aktivitas pertambangan, perkebunan dan loging.  Malut yang hanya memiliki 24 persen wilayah daratan sedangkan 76 persen perairan, disayangkan bentang alam dan hutannya harus dijaga ternyata sebaliknya dieksploitasi tanpa ampun. Bila dikelola juga harus jauh dari dampak kerusakan ekologi yang ditimbulkan.

Air sungai yang terkontimasi bahan kerukan tambang

Tangkapan citra satelit memperlihatkan sepanjang 55 kilo meter atau dari hulu hingga hilir badan air sungai Ake Kobe tampak berwarna cokelat, dan lebih parahnya lagi daya rusak itu merembet hingga ke wilayah pesisir dan laut dengan beban kerusakan dua kali lipat dari daratan. Hingga Maret 2023 ini. Ada 146 usaha berbasis lahan yang menduduki daratan. Untuk tambang ada 110 izin usaha serta 2 kawasan industri pengelolaan nikel, sedangkan perkebunan dan kehutanan mengoleksi 34 izin usaha.

Bagi WALHI, semua usaha yang keluar dari tangan pemerintah   mustahil tidak menciptakan deforestasi. Penambangan nikel misalnya, tercacat ada 52 Izin Usaha dengan total luas konsesi 213.60 hektar yang saat ini tengah bergeliat menumbangkan pohon-pohon tanpa terkecuali membiarkannya untuk tetap tegak. PBB juga menetapkan 22 Maret sebagai hari Air Sedunia.   Perayaan  ini sebagai usaha menarik atensi publik mengenai pentingnya air bersih bagi kehidupan.
Pada sidang umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brazil. Majelis PBB menetapkan 22 Maret 1993 sebagai perayaan Hari Air Sedunia. Hari Air Sedunia diperingati dengan berbagai tema yang berbeda di setiap tahunnya.   


Setiap tahunya, berbagai anggota negara PBB, LSM dan organisasi non pemerintah turut serta terlibat dalam gerakan kampanye air bersih yang difokuskan pada isu-isu kritis air. Secara garis besar, permasalahan yang sering terjadi di seluruh dunia adalah masyarakat yang tidak dapat mengakses air bersih. Isu-isu kritis air memfokuskan pada perhatian publik terutama negara anggota PBB, LSM dan organisasi non pemerintah pada kampanye air bersih. Menurut data dari World Health Organization (WHO) diperkirakan 829.000 orang setiap tahunya meninggal karena Diare. Salah satu penyebab Diare adalah air yang kotor, sanitasi kotor dan kebersihan tangan yang kotor. Tema Hari Air Sedunia Tahun 2023

Tahun ini, PBB berfokus mengangkat isu untuk mempercepat perubahan dalam mengatasi krisis air dan sanitasi. Kampanye global di tahun 2023 ini dinamakan ‘Be The Change’ untuk mendorong masyarakat di seluruh dunia untuk mengambil peran dalam cara menggunakan, mengkonsumsi dan mengelola air.   Agenda Aksi Air 2023 melibatkan pemerintahan, perusahaan, organisasi dan anggota masyarakat yang dilakukan secara sukarela. Aksi ini bertujuan untuk memberikan kemajuan pada target air dan sanitasi yang disepakati secara global. Hal ini juga tercantum dalam 6 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 6) air dan sanitasi untuk semua pada 2030 (https://www.detik.com/jabar/berita/d-6629062/tema-hari-air-sedunia-2023-dan-cara-memperingatinya.)

Lantas bagaimana dengan masalah  air di Maluku Utara? Bicara soal air yang layak, mayoritas wilayah  yang terdiri dari pesisir dan pulau pulau kecil, menghadapi masalah serius. Ancaman krisis air  mulai menghantui warga.  Kota Ternate yang terbilang padat penduduknya sedang menghadapi ancaman krisis air tanah, Eksploitasi dan penggunaan lahan   massive menggerus penyediaan air di kota ini.  Sementara di pulau besar  yang massive industry ekstraktif, sungai- sungai  yang dimanfaatkan warga mulai dicemari kerukan tambang. Kasus di Halmahera Tengah dan Pula Obi adalah contoh nyata ancaman industri tambang bagi ketersediaan air layak bagi masyarakat.

Kayu-tebangan- yang-dibawa-banjir di Pulau Obi pada Oktober 2017 lalu foto FWI

Meski kondisi bumi Maluku Utara tidak baik baik saja, dua hari peringatan penting ini, senyap ditelan bumi,  Hari Hutan dan Hari Air Sedunia di bumi para raja ini, setidaknya menjadi cemeti yang mencambuk semua  pihak perlu me-redisign model pembangunan yang sedang  dijalankan dengan mengedepankan keselamatan ekologi di atas segala galanya.

Sebelum pohon terakhir tumbang serta  sungai  di Halmahera   dan pulau kecil  lainya  mengering, sadarlah bahwa kita dan anak cucu nanti, masih butuh udara dan air bersih  untuk melanjutkan  kekhalifaanya di bumi.

Tepi Ake  Gaale Benteng Toloko 22 Maret 2023   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seni dan Tradisi Togal Tergerus Zaman?

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 1.488
    • 0Komentar

    Ditinggal Muda-mudi, Digandrungi Kaum Tua      Ibu-ibu berkebaya memakai sarung dan selendang  itu usianya sudah di atas 50 tahun. Mereka duduk berbaris di bawah tenda, sambil menunggu bapak-bapak yang datang dan ikut  pesta ronggeng togal. Ini adalah cara warga Desa Samo di Halmahera Selatan meramaikan  Festival Kampung Pulau dan Pesisir yang diinisiasi perkumpulan PakaTiva bersama […]

  • Anak Muda Ternate akan Dapat Ilmu Gratis Soal Medsos

    • calendar_month Jum, 30 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 720
    • 0Komentar

    Kolaborasi  Greeneration- Kedubes Amerika dan  Kabarpulau    Sebuah kesempatan langka diperoleh anak muda Ternate dan sekitarnya. Di tengah perkembangan  internet yang luar biasa,  diikuti hadirnya media social  dalam keseharian hidup masyarakat,    sangat rugi jika  tidak menambah pengetahuan soal pemanfaatannya. Untuk menambah pengetahuan itu tiga lembaga berkolaborasi mendatangkan pemateri untuk kegiatan tersebut.  Kerjasama Greeneration Foundation  Kedutaan […]

  • Warga Kasubibi Kembangkan Padi Ladang

    • calendar_month Ming, 18 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 640
    • 2Komentar

    Program TEKAD Dampingi dan Buat Sekolah Lapang Program pemerintah bernama Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) menunjukan hasil menggembirakan.  Program yang didanai APBN dan International Fund for Agriculture Development (IFAD)  ini,  di Maluku Utara  difokuskan di Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera  Barat  dan Halmahera Tengah di  4 kecamatan dan 20 desa.   Salah satu daerah dampingan TEKAD […]

  • Dari Mana Kenari Makean Berasal ?

    • calendar_month Kam, 3 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 1.452
    • 0Komentar

    Isi kenari yang ditelah dipisahka dari cankangnya/ foto mahmud Ichi

  • Di Musyawarah IKAPERIK, Bahas Perikanan Malut dan Tantangan Era 4.0

    • calendar_month Ming, 24 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Farid Terpilih Secara Aklamasi Ikatan Alumni Perikanan dan Kelautan (IKAPERIK) Universitas Khairun Ternate menggelar musyawarah memilih pengurus baru untuk masa jabatan 4 tahun ke depan Sabtu (22/1) kemarin.  Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gamalama Hotel Sahid  itu, turut diisi dengan seminar bertema   “Perikanan Maluku Utara dan Tantangan Industri era 4.0” Beberapa pemateri penting turut hadir yakni […]

  • Di Ekspedisi Maluku Warga Suma Makean Dapat Layanan Kesehatan dan Saprodi

    • calendar_month Sen, 2 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 577
    • 0Komentar

    pelayanan kesehatan gratis oleh yayasan EcoNusa di Samusa Makean

expand_less