Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Di Ekspedisi Maluku Warga Suma Makean Dapat Layanan Kesehatan dan Saprodi

Di Ekspedisi Maluku Warga Suma Makean Dapat Layanan Kesehatan dan Saprodi

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 2 Nov 2020
  • visibility 639

Berbagai keterbatasan saat ini tengah dihadapi oleh masyarakat yang berada di daerah kepulauan. Terutama masalah pelayanan dasar dan ekonomi mereka. Salah satunya   di bidang kesehatan. Hal ini juga dialami oleh masyarakat desa Samsuma Kecamatan Makean Pulau. Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat Suma juga mengalami kesulitan serupa. Baik  ancaman virus sampai kesulitan ekonomi. Warga juga sangat terpukul ekonomi mereka di saat virus  merebak dan memaksa semua orang tidak keluar dari rumah.

Dalam membantu masyarakat dengan kondisi yang ada, Yayasan EcoNusa sebuah lembaga nirlaba  berkantor di Jakarta yang concern dengan inisiatif local dan perlindungan alam menyalurkan bantuan maupun memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Samsuma  yang dilaksanakan pada Sabtu (31/10) lalu. Selain pelayanan kesehatan, juga ada upaya penyadartahuan tentang   virus Covid-19 yang saat ini menghantui masyarakat dunia. Sementara untuk membantu  warga petani di pulau ini, yayasan ini ikut membantu sejumlah sarana produksi (Saprodi) yang dibutuhkan oleh warga.   Bantuan saprodi untuk petani itu berupa pupuk organic benih sayuran, pacul maupun  jungle boot.

Aksi  ini   sendiri adalah bagian dari  rangkaian kegiatan Ekspedisi Maluku yang dilaksanakan yayasan  ini, dimulai  sejak 22 Oktober lalu. Tim ekspedisi yayasan ini juga telah menyisir beberapa desa dan pulau di Halmahera Selatan. Yakni  Desa Gane Dalam, Pulau  Sali, Samo Posi-posi, Gumira dan Pasir Putih Kayoa.

Penyerahan bantuan saprodi dan alat kesehatan untuk desa Samsuma

Kepala Desa Samsusa  Mahrus Adir menyampaikan terimakasih yang tak terhingga atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh yayasan ini kepada warga dan masyarakat Desa Sansuma. Baginya, bantuan dan pelayanan kesehatan yang diberikan adalah sebuah hal yang sangat berharga bagi warga.  Harapanya juga dengan bantuan benih yang diberikan bisa membantu warganya untuk menanam sayur dan mengembangkannya untuk kebutuhan ekonomi  mereka. “Kami sangat berterimakasih dan memberikan penghargaan yang luar biasa kepada yayasan EcoNusa yang telah membantu warga kami. Terutama pemberian benih maupun pelayanan kesehatan,” ujar Mahrus Kades Samsuma.

Sementara wakil EcoNusa yang hadir dalam acara ini menyampaikan bahwa apa yang mereka lakukan ini adalah bagian dari upaya berbagi yang sedikit dari apa yang dimiliki oleh yayasasn EcoNusa. Harapannya meski tidak seberapa apa yang mereka bawa namun bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang berada di pesisir dan pulau yang terpencil.   

Selain bantuan sarana produksi pertanian yayasan EcoNusa juga menyerahkan bantuan berbgai sarana kesehatan  mulaiu dari Alat Pelindung Diri (APD) maupun rapid test. “Tidak banyak yang kami berikan tapi harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat yang ada di sini,” kata Adi perwakilan dari Yayasan EcoNusa.

Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan  dan penyadartahuan tentang bahaya Covid -19. Dokter Nanda yang masuk dalam tim relawan Ekspedisi Maluku menyampaikan banyak hal tentang bahaya Covid -19. Termasuk memberikan pemahaman tentang cuci tangan yang benar hingga memakai masker dan menjauhi penderita yang terinfeksi virus Corona.  Begitu juga dengan pelayanan kesehatan gratis . Kegiatan ini turut dibanjiri warga Samsusa terutama mereka yang memiliki  keluhan dengan kesehatan mereka.

“Kami sangat berterimakasih dengan apa yang dilakukan oleh EcoNusa ini karena setidanknya membantu warga terutama pelayanan kesehatan maupun bantuan sarana pertanian,” ujar Usman Hi Hamadi tokoh masyarakat Samsuma.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Air Laut Coklat Kemerahan, Ikan Mati dan Warga Was-was

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2020
    • account_circle
    • visibility 2.551
    • 0Komentar

    Warga Desa Sangapati  dinstruksikan  menghindari mengomsumsi ikan  mati massal karena dicurigai beracun. Sementara anak- anak  dan  orang dewasa, diminta  menghindari sementara waktu mandi di laut.   Warna air laut yang biasanya  bening menjadi coklat pekat kemerah- merahan  itu  ikut menyebabkan matinya berbagai jenis biota   di kawasan laut pulau Makeang  Halmahera Selatan  Maluku Utara. Peristiwa ini membuat […]

  • Menguak Kekayaan Tersembunyi dari Ternate (1)

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 895
    • 1Komentar

    Seri Tulisan Mengungkap Kehidupan Liar Gamalama    Cerita tentang Ternate dengan segala keunikannya, sudah banyak diulas. Tidak hanya dalam tulisan dan gambar bergerak (video dan film,red). Perjalanan waktu pulau dan isinya juga banyak dikisahkan melalui buku sejarah, novel hingga cerita lisan  turun- temurun. Jika diselami lebih dalam, di pulau ini akan ditemukan  begitu banyak kekayaan […]

  • Jaga Hutan Terakhir Halmahera Timur Lewat Olah Sagu, Berkebun dan Bentuk Forum Adat    

    Jaga Hutan Terakhir Halmahera Timur Lewat Olah Sagu, Berkebun dan Bentuk Forum Adat    

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    Sarade Kasim 50 (tahun) dan istrinya Nurima (45 tahun) sibuk membangun sebuah rumah papan di lahan kebun mereka. Bahan rumah  dari papan serta kayu olahan lainnya, diangkut dari hutan tak jauh dari situ. Rumah itu berdiri kurang lebih 1,5 kilometer dari desa Bicoli Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara. Tepatnya di bagian […]

  • Sukses KPP Fodudara Tubo Ubah Perilaku Warga

    • calendar_month Sel, 16 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 738
    • 1Komentar

    Dari  Bank Sampah, Buat Kompos hingga Tanam Sayur Aktivitas di gedung Tempat Pengolahan Sampah Reuse Reduce dan Recycle (TPS3R) yang dibangun  Kementerian PUPR Sabtu (12/3)  pagi jelang siang itu,  tak seramai biasanya. Belum ada aktivitas menimbang sampah yang telah disortir. Belum juga ada aktivitas bongkar muat sampah.  Dua pengurus lembaga baik LKM Ake Tubo dan KPP […]

  • Masyarakat Sipil Ingatkan  Ancaman Serius Militerisme  

    Masyarakat Sipil Ingatkan  Ancaman Serius Militerisme  

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Di Hari Bumi 2026, masyarakat sipil memperingatkan ancaman serius gejala menguatnya “militerisme” dan pembangunan ekstraktif. Ketua ICJL Foundation serta Pakar Transisi Energi dan Ekologi Politik TIFA Foundation. Firdaus Cahyadi mengatakan militerisme dan ekonomi ekstraktif tidak memerlukan transparansi serta dialog dalam pengambilan kebijakan. Perpaduan keduanya dinilai akan berdampak fatal bagi keberlanjutan alam dan hak asasi manusia. […]

  • Maluku Utara Masuk Habitat Dugong di Indonesia Timur

    • calendar_month Ming, 12 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 1.728
    • 0Komentar

    Dugong yang ditemukan mati di Desa Cendana Morotai beberapa waktu lalu foto M Ichi

expand_less