Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Di Ekspedisi Maluku Warga Suma Makean Dapat Layanan Kesehatan dan Saprodi

Di Ekspedisi Maluku Warga Suma Makean Dapat Layanan Kesehatan dan Saprodi

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 2 Nov 2020
  • visibility 561

Berbagai keterbatasan saat ini tengah dihadapi oleh masyarakat yang berada di daerah kepulauan. Terutama masalah pelayanan dasar dan ekonomi mereka. Salah satunya   di bidang kesehatan. Hal ini juga dialami oleh masyarakat desa Samsuma Kecamatan Makean Pulau. Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, masyarakat Suma juga mengalami kesulitan serupa. Baik  ancaman virus sampai kesulitan ekonomi. Warga juga sangat terpukul ekonomi mereka di saat virus  merebak dan memaksa semua orang tidak keluar dari rumah.

Dalam membantu masyarakat dengan kondisi yang ada, Yayasan EcoNusa sebuah lembaga nirlaba  berkantor di Jakarta yang concern dengan inisiatif local dan perlindungan alam menyalurkan bantuan maupun memberikan pelayanan kesehatan kepada warga Samsuma  yang dilaksanakan pada Sabtu (31/10) lalu. Selain pelayanan kesehatan, juga ada upaya penyadartahuan tentang   virus Covid-19 yang saat ini menghantui masyarakat dunia. Sementara untuk membantu  warga petani di pulau ini, yayasan ini ikut membantu sejumlah sarana produksi (Saprodi) yang dibutuhkan oleh warga.   Bantuan saprodi untuk petani itu berupa pupuk organic benih sayuran, pacul maupun  jungle boot.

Aksi  ini   sendiri adalah bagian dari  rangkaian kegiatan Ekspedisi Maluku yang dilaksanakan yayasan  ini, dimulai  sejak 22 Oktober lalu. Tim ekspedisi yayasan ini juga telah menyisir beberapa desa dan pulau di Halmahera Selatan. Yakni  Desa Gane Dalam, Pulau  Sali, Samo Posi-posi, Gumira dan Pasir Putih Kayoa.

Penyerahan bantuan saprodi dan alat kesehatan untuk desa Samsuma

Kepala Desa Samsusa  Mahrus Adir menyampaikan terimakasih yang tak terhingga atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh yayasan ini kepada warga dan masyarakat Desa Sansuma. Baginya, bantuan dan pelayanan kesehatan yang diberikan adalah sebuah hal yang sangat berharga bagi warga.  Harapanya juga dengan bantuan benih yang diberikan bisa membantu warganya untuk menanam sayur dan mengembangkannya untuk kebutuhan ekonomi  mereka. “Kami sangat berterimakasih dan memberikan penghargaan yang luar biasa kepada yayasan EcoNusa yang telah membantu warga kami. Terutama pemberian benih maupun pelayanan kesehatan,” ujar Mahrus Kades Samsuma.

Sementara wakil EcoNusa yang hadir dalam acara ini menyampaikan bahwa apa yang mereka lakukan ini adalah bagian dari upaya berbagi yang sedikit dari apa yang dimiliki oleh yayasasn EcoNusa. Harapannya meski tidak seberapa apa yang mereka bawa namun bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang berada di pesisir dan pulau yang terpencil.   

Selain bantuan sarana produksi pertanian yayasan EcoNusa juga menyerahkan bantuan berbgai sarana kesehatan  mulaiu dari Alat Pelindung Diri (APD) maupun rapid test. “Tidak banyak yang kami berikan tapi harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat yang ada di sini,” kata Adi perwakilan dari Yayasan EcoNusa.

Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan  dan penyadartahuan tentang bahaya Covid -19. Dokter Nanda yang masuk dalam tim relawan Ekspedisi Maluku menyampaikan banyak hal tentang bahaya Covid -19. Termasuk memberikan pemahaman tentang cuci tangan yang benar hingga memakai masker dan menjauhi penderita yang terinfeksi virus Corona.  Begitu juga dengan pelayanan kesehatan gratis . Kegiatan ini turut dibanjiri warga Samsusa terutama mereka yang memiliki  keluhan dengan kesehatan mereka.

“Kami sangat berterimakasih dengan apa yang dilakukan oleh EcoNusa ini karena setidanknya membantu warga terutama pelayanan kesehatan maupun bantuan sarana pertanian,” ujar Usman Hi Hamadi tokoh masyarakat Samsuma.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Desa Idamdehe Jailolo Kekeringan Air

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 1.569
    • 0Komentar

    JAILOLO-Suda sebulan warga masyarakat desa Idamdehe kecamatan jailolo tidak mengkonsumsi air bersih. “Ini akibat dari musim  kemarau beberapa bulan belakangan ini.  Akibatnya sumber mata air bersih di desa kami kering, sejak awal Maret lalu hingga kini warga masyarakat desa Idamdehe kesulitan air bersih” Kata Ketua BPD Desa Idamdehe Dudi Yabu  belum lama ini. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga […]

  • Mangrove Makin Terancam, Butuh Pelibatan Masyarakat

    • calendar_month Jum, 12 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Kondisi hutan mangrove yang masih llebat di Kao Halmahera Utara, foto M Ichi

  • Ini Manfaat Zakat dan Sadaqoh Global

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 670
    • 2Komentar

    UNHCR: 1,6 juta Pengungsi Terbantu dari Filantropi Islam United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)  adalah organisasi internasional yang mandat utamanya  memberikan perlindungan serta memberikan bantuan berupa pemenuhan kebutuhan dasar bagi pencari suaka dan pengungsi bekerja sama dengan beberapa mitra. Melalui mitra Zakat dan Sadaqah secara global pada tahun 2022, saat peluncuran Laporan Tahunan Filantropi Islamnya […]

  • Wacana Konsesi Tambang untuk Kampus Harus Ditolak

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2025
    • account_circle
    • visibility 932
    • 0Komentar

    Wacana konsesi tambang untuk kampus melalui revisi UU 3/2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) mesti ditolak. Lewat wacana itu, pemegang otoritas berupaya menggerus independensi kampus sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada tridarma. Kampus seyogianya menjadi kompas moral dan intelektualitas, bukan jadi alat negara untuk mencuci  Praktik-praktik buruk industri ekstraktif. Ilham Majid, dosen Universitas […]

  • Air Laut Coklat Kemerahan, Ikan Mati dan Warga Was-was

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2020
    • account_circle
    • visibility 1.942
    • 0Komentar

    Warga Desa Sangapati  dinstruksikan  menghindari mengomsumsi ikan  mati massal karena dicurigai beracun. Sementara anak- anak  dan  orang dewasa, diminta  menghindari sementara waktu mandi di laut.   Warna air laut yang biasanya  bening menjadi coklat pekat kemerah- merahan  itu  ikut menyebabkan matinya berbagai jenis biota   di kawasan laut pulau Makeang  Halmahera Selatan  Maluku Utara. Peristiwa ini membuat […]

  • Warga Haltim Protes Masalah Tambang di Depan Istana

    • calendar_month Jum, 8 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 840
    • 3Komentar

    Desak Bebaskan Halmahera  dari Kehancuran Ekologi Dampak lingkungan dan social yang ditimbulkan akibat industri tambang di Pulau Halmahera Provinsi Maluku Utara, mendapat protes warga. Mereka  protes karena merasakan  dampak industry tersebut secara langsung. Jumat (7/12/20223)  masyarakat Halmahera Timur (Haltim) Maluku Utara terdiri dari Aliansi Masyarakat Buli Peduli Watowato, Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara dan […]

expand_less