Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Cerita Warga Ibukota Malut Berjuang Dapatkan Air Bersih

Cerita Warga Ibukota Malut Berjuang Dapatkan Air Bersih

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 4 Jan 2022
  • visibility 680

Dulu Jalan Kaki Berkilometer, Sekarang Air Masuk Dapur

Oleh: Abdul Gafur Suneth

Faskel Sosial Program KOTAKU Kota Tidore Kepulauan

Air menjadi sumber kehidupan manusia. Keberadaanya tidak bisa dipisahkan dari  aktivitas keseharian.  Hamper seluruh aspek kehidupan  selalu  berhubungan dengan air.  Air memang  begitu urgen bagi kehidupan. Sayang  tidak semua warga bisa mendapatkan air itu dengan mudah. Ada warga di sebagian wilayah atau tempat memperolehnya dengan susah payah. Mereka harus menempuh jarak berkilometer dengan medan sulit untuk mendapati satu atau dua gallon air.  

Acap kali  air yang layak menjadi topic pembicaraan berbagai kalangan. Pasalnya akibat kesulitan mendapatkan air bersih hidup juga menjadi  terganggu bahkan mempengaruhi aktivitas manusia.   

Saat ini banyak mucul persoalan   air bersih di  masyarakat. Selain sumber air yang sulit, ancaman tercemar juga banyak. Hal ini bisa saja disebabkan ulah manusia atau pun bencana alam. Dampaknya kemudian memunculkan krisis air di masyarakat.  

Hal yang sama juga  terjadi di Desa Gosale  Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara.  Desa   di bawah bukit Gosale tak jauh dari kawasan pusat pemerintahan Ibukota Sofifi Provinsi Maluku Utara di Pulau Halmahera itu, mengalami persoalan dengan  penyediaan air bersih bagi warganya. Desa ini menghadapi persoalan  ketersediaan air bersih selama ini hanya diharapkan dari sumur warga. Bahkan sebagian   menggunakan air sungai  yang dipikul  menggunakan gallon dengan jarak  tempuh lumayan jauh.  Masalah ini nampaknya  ada sejak mereka dipindahkan dari puncak Gosele  awal 2000 an lalu.

Beruntung desa  ini mendapatkan Program Kota Tanpa Kumuh ( KOTAKU). Dari program ini Desa Gosale mendapatkan  bantuan dana   bagi masyarakat  yang dikenal dengan  Bantuan Pendanaan untuk Masyarakat  (BPM).   Dari anggaran yang ada masyarakat lalu bersepakat menyelesaikan permaslahan yang ada. Selanjutnya dilakukan perencanaan partisipatif terutama Rencana Penataan Lingkungan Permukiman. 

Melalui musyawarah, akhirnya ditetapkan skala prioritas kegiatan melalui  Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) yang dibentuk di desa. Melalui lembaga ini bersama masyarakat bersepakat membangun sarana air bersih. Sarana itu  berupa Pengelolaan Air Sederhana (IPAS) melalui bak pembagi beserta pipanisasi sampai ke rumah warga. Memang awalnya untuk menghadirkan Pengeloaan Air Sederhana (PAS) ini menghadapi masalah. Sumber airnya berada jauh kurang lebih 2 kilometer dari desa  dan berada  di atas  gunung  serta di tengah hutan. Meski  kesulitan  akses dan jauhnya  sumber air,  demi menjawab kebutuhan air yang menjadi  salah satu sumber  kumuh   maka  tetap diusahakan hingga sumber air itu bisa dijangkau dan dialirkan.

Melalui usaha dan sumber pendanaan yang ada   dibangunlah  dua  bak penampung yang sangat besar hingga mampu menampung  dan mencukupi kebutuhan air warga. Anggaran yang di manfaatkan  untuk pembangunan tersebut sebesar  Rp 250,460  juta dan swadaya dari warga senilai Rp18,587 juta. Dari  penggunaan anggaran tersebut dibangunlah bangunan pendukung, pengelolaan air berbasis penyehatan sehingga   masyarakat  sudah  bisa menikmati air bersih hingga hari ini. Padahal sebelum adanya progam ini, warga setiap saat berbondong-bondong ke kali mengambil air. Kini kondisinya berubah air sudah bisa masuk sampai ke dapur warga.

Dikki Bedu salah satu warga yang juga rumahnya sudah teraliri air bersih  berujar,    program Kota Tanpa Kumuh di Desa Gosale setidaknya  telah membantu  6775 jiwa atau 165 KK warga Gosale  memenuhi kebutuhan akan air  bersih  sebagai  kebutuhan pokok. Dikki yang rumhanya berada tak jauh dari bak penampung air bersih itu mengatakan,  prasarana pengelolaan air bersih berbasis masyarakat ini, setidaknya sudah bisa dimanfaatkan  warga. Kebutuhan air sudah terpenuhi dan mereka bisa menikmati  air bersih.  Ini bagian dari  upaya  menuntaskan  persoalan kekemuhan desa  dari  aspek air bersih.  “Saat ini masyarakat bisa mengkonsumsi air kurang lebih  60 liter per hari untuk satu kepala keluaraga/kk.”jelasnya. 

Keberhasilan ini juga katanya, bukan  usaha satu pihak. Apa yang ada saat ini adalah upaya dan dukungan bersama serta adanya kolaborasi.  Pembangunan sarana air bersih   dalam   program KOTAKU  ini juga karena ada kerjasama dengan pemerintah  sehingga bisa menambah  sarana  maupun akses pipanisasi dengan sumber air yang  berada  jauh  dengan debit air  yang lebih besar. Hal ini memberikan kepuasan yang cukup.  “Ini semua karena ada kolaborasi antara program KOTAKU  dan Pemerintah Desa, serta Pemerintah Kota Tidore Kepulauan,” katanya di Desa Gosale (18/9/2021) lalu. (*) 

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemandirian Desa Jangan jadi Nyanyian

    • calendar_month Sen, 23 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Catatan dari Sekolah Transformasi Sosial  (STS) di Desa Samo Halmahera Selatan Desa harus benar– benar mandiri. Mampu menghidupi warganya. Baik pangan  maupun energi. Desa juga harus menjadi basis berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah. Bahwa kemandirian desa bukan sebuah nyanyian atau slogan. Bukan  nyanyi kepiluan untuk orang kampong. Dia adalah pengejawantahan kerja kerja riil yang  dilakukan […]

  • Di Pulau Obi Rawan Tangkap dan Jual Paruh Bengkok

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 916
    • 1Komentar

    Penangkapan dan penjualan satwa liar dilindungi di Maluku Utara untuk jenis burung,  masih saja berlangsung. Tahun 2023 burung paruh bengkok yang diamankan BKSDA ditambah penyerahan suka rela sebanyak 35 ekor. Burung-burung tersebut telah dilepasliarkan pada November 2023 di Pulau Obi. Sebelumnya pada 21 Oktober 2023 Kantor Karantina Tumbuhan dan Hewan Wilayah Kerja Sanana mengamankan 26 ekor […]

  • Sungai Sagea Nasibmu Kini, Keruh Belum Usai   

    • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 2.651
    • 2Komentar

    6 September 2023 “Emas Coklat” Mengalir Sampai Jauh Kuning kecoklatan air sungai Sagea dan kawasan sungai Boki Moruru di Desa Sagea Weda Halmahera Tengah Maluku Utara, yang ditengarai terjadi sejak April 2023 lalu belum juga usai. Informasi yang dihimpun kabarpulau.co.id/ dari lapangan  Selasa pagi, air sungai Sagea kembali keruh setelah sempat bersih beberapa hari.   […]

  • Ekspor Cengkih Tidore ke Eropa, Dasar Hari Rempah Nasional

    • calendar_month Sab, 12 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 836
    • 0Komentar

    Negeri Moloku Kie Raha sebagai pusat rempah tidak diragukan lagi.Gugusan pulau-pulau di negeri para sultan ini memiliki tanaman khas cengkih dan pala sejak abad ke 16 sampai saat ini. Karena itu juga penetapan Hari Rempah Nasional  (HRN) yang jatuh pada 11 Desember lalu juga berdasarkan  ekspor  cengkih Tidore ke Eropa  sebanya 27,3 ton yang dilakukan  […]

  • Sukses KPP Fodudara Tubo Ubah Perilaku Warga

    • calendar_month Sel, 16 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 737
    • 1Komentar

    Dari  Bank Sampah, Buat Kompos hingga Tanam Sayur Aktivitas di gedung Tempat Pengolahan Sampah Reuse Reduce dan Recycle (TPS3R) yang dibangun  Kementerian PUPR Sabtu (12/3)  pagi jelang siang itu,  tak seramai biasanya. Belum ada aktivitas menimbang sampah yang telah disortir. Belum juga ada aktivitas bongkar muat sampah.  Dua pengurus lembaga baik LKM Ake Tubo dan KPP […]

  • Kepastian Ake Sagea “Tercemar” Tunggu GAKKUM KLHK

    • calendar_month Rab, 20 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 654
    • 1Komentar

    Direkotrat Jenderal (Ditjen) Penegakan Hukum (GAK-KUM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar rapat dengan beberapa pihak dari Maluku Utara membahas persoalan Sungai Sagea pada Selasa (19/9/2023). Rapat tersebut dipimpin oleh Direktur Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPSA-LHK) Ditjen. Gakkum KLHK Ardyanto Nugroho. Agenda ini sendiri merupakan tindak lanjut aspirasi dari […]

expand_less