Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Warga Suarakan Rusaknya Jalan Obi

Warga Suarakan Rusaknya Jalan Obi

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
  • visibility 796

Kondisi ruas jalan lingkar  Pulau Obi alami  rusak parah. Tidak itu saja,  sebagian   wilayah   bahkan belum tembus dan  masih terisolasi. Hal ini  menjadi sorotan serius warga Obi  saat  ini. Dalam reses anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Dapil IIV Halmahera Selatan M Rahmi Husen ke wilayah itu Selasa (6/2/2023) dan Rabu (7/1/2023) ke  tiga desa di Obi , warga menyuarakan persoalan ini dan minta pemerintah provinsi, baik Gubernur maupun DPRD agar memberi perhatian serius  dengan  pembangunan dan perbaikan infrastruktur terutama jalan di Obi.

Saat reses di Desa  Baru Obi, warga dan kepala desa menyuarakan keprihatinan mereka terkait akses jalan yang hingga kini belum juga beres. Karena itu mereka meminta adanya keseriusan dari pemerintah provinsi dalam membereskan   jalan  yang rusak parah, serta membuka  jalan untuk wilayah yang masih terisolasi.

“Kami suarakan kepada pak Wakil  Ketua DPRD bahwa masalah jalan ini sangat serius. Lihat saja di dalam kota Laiwui  ke desa desa sekitarnya termasuk Desa Baru ini  jalannya rusak parah. Jalan ini sudah  puluhan tahun  rusak tapi tak ,kunjung diperbaiki,” kata Munir Halek Kepala Desa Baru saat reses di kantor desa tersebut.

Kegiatan Reses M Rahmi Husen di Desa Baru Obi.

Dia bilang,  masalah jalan rusak ini sudah sangat serius. Hal ini juga sebenarnya sudah disampaikan berpuluh kali, baik kepada DPRD Provinsi, Gubernur hingga Bupati Halmahera Selatan.nyatanya sama saja. Karena itu butuh perhatian  pemerintah. “Tidak kali ini saja masalah jalan ini disuarakan. Sudah berulangkali, tapi  belum juga ada perhatian.  Obi ini sangat kaya tapi lihat sendiri  jalannya saja rusak minta ampun,” keluhnya.

Karena itu, melalui  reses ini  mewakili masyarakat meminta   perlu dipercepat pembangunannya.

“Masalah jalan,  semua warga Obi mengeluh karena itu sudah sepatutnya diperhatikan ,” harapnya.

Dalam reses itu tidak semata soal jalan. Mereka juga meminta perhatian DPRD dan pemerintah provinsi melalui Gubernur, membantu  sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat petani dan nelayan.

“Kami di Desa Baru juga sangat butuh alat tangkap nelayan,  bibit tanaman dan alat olah tanah. Karena itu   perlu juga ikut diperhatikan.,”tutupnya.

M Rahmi Husen usai mendengar penyampaian Kepala Desa dan masyarakat, menyatakan  bahwa soal jalan itu menjadi konsen DPRD dan Pemerintah provinsi. Karena menjadi kewenangan provinsi.  Perbaikan dan pembangunan jalan lingkar pulau Obi itu masuk dalam  proyek  multiyear  yang  dikerjakan tahun 2023  ini.  Pembahasannya   juga  sudah tuntas dan mulai  dikerjakan 2023. Saat ini sudah ada pekerjaan yang dimulai dari Desa Aer Mangga. Sementara untuk usulan bantuan  pemberdayaan petani dan nelayan, politisi Partai Demokrat ini meminta masyarakat membuat proposal usulan bantuan ke pemerintah provinsi, untuk bisa dibantu demi peningkatan ekonomi masyarakat. “Banyak bantuan pemberdayaan di instansi terkait. Tapi perlu dibuat proposal pengajuannya,   nanti bisa  bantu dikawal  sehingga bisa diakomodir,”usulnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keppres Moratorium Sawit Segera Terbit?

    • calendar_month Jum, 26 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Ini Poin- poinnya   Ini kabar baik bagi warga Maluku Utara yang saat ini sedang  berjuang membebaskan daerahnya dari  industry perkebunan sawit. Pasalnya, saat ini  sedang digodok inpres yang mengatur tentang  moratorium perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Seperti dilansir )Mongabay.co.id http://www.mongabay.co.id/2018/01/25/moratorium-sawit-segera-terbit-berikut-poin-poin-draf-inpresnya/) Setelah hampir dua tahun—sejak April 2016– rencana pemerintah keluarkan aturan tunda sementara (moratorium) izin […]

  • Pemerintah Rencana Produksi Bioetanol dari Seho

    • calendar_month Sab, 14 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 1.386
    • 0Komentar

    Kekayaan sumber daya hutan tidak hanya dari kayu. Ada hasil hutan non kayu yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam  program energy terbarukan. Pohon arena atau orang Maluku Utara mengenalnya dengan Seho, adalah salah satu potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi bio etanol. Hutan Halamhera dan beberapa pulau lainnya di Maluku Utara menyimpan potensi besar […]

  • Ini Lima Pemenang LiveWIRE Energy Solutions 2024

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2024
    • account_circle
    • visibility 979
    • 0Komentar

    Shell Indonesia memberikan penghargaan kepada lima pengusaha muda di bidang energi sebagai pemenang Shell LiveWIRE Energy Solutions 2024. Pemilihan untuk pemenang program pengembangan kewirausahaan ini telah melalui serangkaian proses seleksi dan pelatihan sejak awal tahun hingga penilaian akhir yang melibatkan panelis dari pimpinan perusahaan investasi, ahli, dan akademisi pada Juli 2024 di Mandalika, Lombok, Nusa […]

  • Krisis Iklim Berdampak Serius bagi Anak Indonesia

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle
    • visibility 817
    • 0Komentar

    Save The Children-KLHK-AJI Usung Aksi  Generasi  Iklim Laporan global Save the Children “Born into the Climate Crisis” dan dirilis  September 2021 menjelaskan, krisis iklim di Indonesia membawa dampak nyata dan dirasakan oleh anak-anak saat ini. Anak-anak di Indonesia yang lahir tahun 2020 berisiko menghadapi 3 kali lebih banyak ancaman banjir dari luapan sungai, 2 kali […]

  • Tanam Mangrove agar “Merdeka” dari Abrasi

    • calendar_month Jum, 4 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Cerita Aksi Komunitas Pencinta Mangrove Khatulistiwa Kawasan taman pemakaman umum (TPU) Desa Guruapin Kecamatan Kayoa Halmahera Selatan saat ini berada dalam  kondisi terancam. TPU yang berada di pantai  bagian barat desa itu, terancam abrasi cukup serius yang membuat pemakaman itu habis tersapu air. Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan itu, Komunitas Pecinta Mangrove Khatulistiwa  (KPMK) yang […]

  • Perdagangan TSL Dilindungi di Malut Menurun    

    • calendar_month Kam, 23 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Eksploitasi, terutama penangkapan dan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar (TSL)  dilindungi di Maluku Utara, mengalami penurunan drastis. Ini berbeda di bawah tahun 2020, kasus penjualan dan penangkapan hewan endemic seperti burung jenis paruh bengkok  sangat massive dan terjadi berulang kali. Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) sejak 2022 dan 2023 ini belum mendapatkan laporan atau […]

expand_less