Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Riset Kehati dan Lingkungan BRIN–UNIERA Kolaborasi

Riset Kehati dan Lingkungan BRIN–UNIERA Kolaborasi

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
  • visibility 502

Maluku Utara merupakan bagian dari Kawasan Wallacea yang mempunyai keanekaragaman hayati (kehati) dan endemisitas yang tinggi. Karena kekayaan yang dimiliki tersebut   Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE), Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL) dan Lembaga Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP) Universitas Halmahera (UNIRA) sepakat untuk menjalin kolaborasi.

Kerjasama itu dalam bentuk  Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Konservasi dan Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati, dan Penanganan Permasalahan Lingkungan Hidup serta Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Maluku Utara. Penandatangan kerja sama itu telah dilaksanakan pada Rabu (17/1/2024)  lalu di Cibinong, Bogor. 

Sebagaimana rilis resmi yang dikeluarkan oleh BRIN belum lama ini,  Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) BRIN, Anang Setiawan Achmadi mengatakan, penandatangan kerja sama dengan Universitas Halmahera menjadi  titik awal  memulai kolaborasi mengungkap potensi alam Halmahera. Sebagaimana diketahui, pemerintah telah memberi perhatian secara khusus dengan terbitnya Inpres No. 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati Dalam Pembangunan Berkelanjutan. 

Kerja sama ini menyangkut penelitian dan pengembangan untuk mendukung implementasi kebijakan, khususnya terkait konservasi, pengelolaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang lestari, serta penyelesaian masalah lingkungan hidup di Maluku Utara khususnya Halmahera Utara, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Halmahera memiliki Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang dari sisi keanekaragaman hayati luar biasa, tapi tetap menjaga konservasi. Kami harap seluruh tim dapat mengungkap topik-topik riset yang terkait ruang lingkup dan masih ada beberapa suku asli, jadi banyak aspek riset yang betul-betul digali. Semoga MOU dan PKS berjalan lancar dan menghasilkan kualitas riset yang baik dan berkelanjutan,” jelas Anang.

Di sisi lain, Anang juga melihat dari segi capacity building, mahasiswa UNIRA dapat dibantu pendampingan dari BRIN. Misalnya untuk pembimbingan penelitian skripsi atau tesis. “Kita ada beberapa skema di Direktorat Manajemen Talenta, seperti Research Asistant, Visiting Research, Post Doctoral. Dan juga kalau ada yang ingin melanjutkan S2 dan S3 ada program Degree by Research,” jelas Anang.

Sementara  Bayu Achil Sadjab dari LPPMP UNIRA, mengatakan  kerja sama telah dirintis sekitar 6 bulan. Prosesnya dimulai dari penyusunan KAK bersama, pengajuan PKS sampai penandatanganan MOU 16 November 2023. 

Sebagian hutan Halmahera tepatnya di-kawasan-TNAL-yang-masih-terlindungi menyimpan banyak Kehati, Foto-Opan-Jacky.

“Ini merupakan PKS pertama kali antara BRIN dengan UNIRA. Kerja sama ini merupakan kebanggaan kami. Ke depan, kami berharap BRIN dapat membantu secara SDM, penggunaan laboratorium, pengujian dan lain-lain,” ujar Bayu.

Dia bilang kolaborasi riset ini penting karena di Halmahera Utara, kajian Kehati besar sekali dan belum di-eksplore secara menyeluruh. Hal itu juga berkaitan dengan visi dari UNIRA yaitu menjadi unggulan mandiri dijiwai kearifan lokal, sehingga kolaborasi ini dapat mengkaji kearifan lokal di Halmahera Utara. 

“Tentu ini bisa diaplikasi dengan baik, sehingga masyarakat akan tahu kehati dan sosial budayanya. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini bermanfaat bagi kedua belah pihak,” ucapnya.

Kesempatan yang sama, Koordinator Peneliti PREE BRIN, Mohamad Siarudin, menjelaskan inisiasi ini prosesnya sekitar bulan April 2023. “Kedua belah pihak antusias melakukan kerja sama karena di wilayah Maluku Utara, merupakan bagian dari kawasan Wallacea dan masih sangat terbuka dilakukan riset terkait ekologi dan etnobiologi,” terangnya.

 Siarudin menjelaskan bahwa kerja sama yang disepakati mencakup tiga kelompok kegiatan yang akan dilakukan, yakni:  Peningkatan kapasitas SDM,  Litbang Diseminasi dan publikasi, dan ada delapan program kerja yang dituangkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang menjadi dasar   penyusunan dokumen PKS yang direncanakan sampai tahun 2027. 

“Melalui kerjasama ini BRIN, khususnya PREE, diharapkan bisa berkontribusi dalam mengungkap kearifan lokal dalam pemanfaatan kehati, berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan lokal. Misalnya tata kelola kawasan yang mungkin masih perlu dicari bentuk modelnya, dan berharap publikasi teman-teman di Universitas Halmahera meningkat juga,” tuturnya.

Secara lebih spesifik, rencana kegiatan kerja sama ini mencakup penelitian dan pengembangan tentang pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya keanekaragaman hayati; Penelitian dan pengembangan tentang; konservasi, restorasi, rehabilitasi dan reklamasi ekosistem darat dan air, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, etnobiologi dan etnoekologi, sosial ekonomi masyarakat hutan, pesisir, dan pulau-pulau kecil.(ichi/BRIN)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulau Kecil, Kaya Biodiversitas Tapi Rentan

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Pembangunan di pulau-pulau kecil tidak cukup sekadar membangun berbagai fasilitas, salah satunya seperti pariwisata. Keberadaan  fasilitas yang menunjang wisatawan  di satu sisi bisa menjadi ancaman kelestarian sumber daya alam. Karena itu  pemerintah perlu menyusun peta jalan pembangunan berkelanjutan untuk pulau-pulau kecil. “Perlu memerhatikan daya dukung lingkungan pulau-pulau kecil,’’kata Guru Besar Kelautan Universitas Mataram Prof Sitti […]

  • Cerita Miris Warga Pulau Terluar Kota Ternate (2) Habis

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 691
    • 1Komentar

    Dari Ibu Hamil Melahirkan di Perjalanan hingga Menelpon Harus Jalan 9 Kilometer    Terlalu banyak yang mesti direkam dari perjalanan jurnalistik 4 hari di Pulau Mayau Kecamatan Batang Dua akhir Agustus 2023 lalu. “Sebagai kecamatan yang berada di pulau terluar memiliki banyak masalah. Soal air, jalan sarana komunikasi sarana kesehatan dan banyak lagi,” kata Plt […]

  • Liberika Bacan, yang Tersisa dari Warisan Belanda

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 1.043
    • 0Komentar

    Salah satu daerah di Maluku Utara yang memiliki sejarah masa lalu  di bidang perkebunan kopi  ada   pulau Bacan Halmahera Selatan. Sisa sisa  perkebunan tersebut masih ada  hingga sekarang. Produksi perkebunan  zaman  Belanda itu sudah mulai dibudidayakan kembali, yakni   jenis  Liberika.  Kehadiran kopi  ini di Bacan Halmahera Selatan   memiliki sejarah panjang. Diambil dari Afrika […]

  • Stadion Gelora Kie Raha

    Stadion Gelora Kie Raha

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Stadion Gelora Kie Raha yang telah direnovasi di Ternate, Maluku Utara, Minggu (24/11/2024).Stadion yang berkapasitas 15 ribu penonton itu sudah mulai digunakan Klub Malut United FC untuk latihan dan pertandingan liga satu, menyusul telah rampungnya renovasi stadion pada akhir Oktober 2024 oleh PT. Mineral Trobos.FOtO/ADEX  

  • Orang  Sawai Dalam, Penjaga  Bentang Halmahera yang Terusik Tambang

    Orang  Sawai Dalam, Penjaga  Bentang Halmahera yang Terusik Tambang

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 711
    • 0Komentar

    Penulis: Djul Fikram Isra Malayu & Mahmud Ici   Suasana mendung pagi hingga siang. Memasuki pukul 14.13 WIT matahari mulai menampakkan cahaya. Sinarnya  terasa agak terik.  Di akhir  bulan, tepatnya  Senin 29 Oktober 2025, di  Halmahera Tengah  dan sekitarnya sedang musim  hujan. Meski begitu, kadang ada sela cerah  dengan cahaya terik. Hari itu ketika cuaca agak […]

  • Belantara Fondation Bahas Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan

    • calendar_month Kam, 17 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Hutan di kawasan Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata Halamhaera

expand_less