Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Riset Kehati dan Lingkungan BRIN–UNIERA Kolaborasi

Riset Kehati dan Lingkungan BRIN–UNIERA Kolaborasi

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
  • visibility 287

Maluku Utara merupakan bagian dari Kawasan Wallacea yang mempunyai keanekaragaman hayati (kehati) dan endemisitas yang tinggi. Karena kekayaan yang dimiliki tersebut   Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE), Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan (ORHL) dan Lembaga Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP) Universitas Halmahera (UNIRA) sepakat untuk menjalin kolaborasi.

Kerjasama itu dalam bentuk  Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Konservasi dan Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati, dan Penanganan Permasalahan Lingkungan Hidup serta Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Maluku Utara. Penandatangan kerja sama itu telah dilaksanakan pada Rabu (17/1/2024)  lalu di Cibinong, Bogor. 

Sebagaimana rilis resmi yang dikeluarkan oleh BRIN belum lama ini,  Kepala Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) BRIN, Anang Setiawan Achmadi mengatakan, penandatangan kerja sama dengan Universitas Halmahera menjadi  titik awal  memulai kolaborasi mengungkap potensi alam Halmahera. Sebagaimana diketahui, pemerintah telah memberi perhatian secara khusus dengan terbitnya Inpres No. 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati Dalam Pembangunan Berkelanjutan. 

Kerja sama ini menyangkut penelitian dan pengembangan untuk mendukung implementasi kebijakan, khususnya terkait konservasi, pengelolaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang lestari, serta penyelesaian masalah lingkungan hidup di Maluku Utara khususnya Halmahera Utara, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Halmahera memiliki Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang dari sisi keanekaragaman hayati luar biasa, tapi tetap menjaga konservasi. Kami harap seluruh tim dapat mengungkap topik-topik riset yang terkait ruang lingkup dan masih ada beberapa suku asli, jadi banyak aspek riset yang betul-betul digali. Semoga MOU dan PKS berjalan lancar dan menghasilkan kualitas riset yang baik dan berkelanjutan,” jelas Anang.

Di sisi lain, Anang juga melihat dari segi capacity building, mahasiswa UNIRA dapat dibantu pendampingan dari BRIN. Misalnya untuk pembimbingan penelitian skripsi atau tesis. “Kita ada beberapa skema di Direktorat Manajemen Talenta, seperti Research Asistant, Visiting Research, Post Doctoral. Dan juga kalau ada yang ingin melanjutkan S2 dan S3 ada program Degree by Research,” jelas Anang.

Sementara  Bayu Achil Sadjab dari LPPMP UNIRA, mengatakan  kerja sama telah dirintis sekitar 6 bulan. Prosesnya dimulai dari penyusunan KAK bersama, pengajuan PKS sampai penandatanganan MOU 16 November 2023. 

Sebagian hutan Halmahera tepatnya di-kawasan-TNAL-yang-masih-terlindungi menyimpan banyak Kehati, Foto-Opan-Jacky.

“Ini merupakan PKS pertama kali antara BRIN dengan UNIRA. Kerja sama ini merupakan kebanggaan kami. Ke depan, kami berharap BRIN dapat membantu secara SDM, penggunaan laboratorium, pengujian dan lain-lain,” ujar Bayu.

Dia bilang kolaborasi riset ini penting karena di Halmahera Utara, kajian Kehati besar sekali dan belum di-eksplore secara menyeluruh. Hal itu juga berkaitan dengan visi dari UNIRA yaitu menjadi unggulan mandiri dijiwai kearifan lokal, sehingga kolaborasi ini dapat mengkaji kearifan lokal di Halmahera Utara. 

“Tentu ini bisa diaplikasi dengan baik, sehingga masyarakat akan tahu kehati dan sosial budayanya. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini bermanfaat bagi kedua belah pihak,” ucapnya.

Kesempatan yang sama, Koordinator Peneliti PREE BRIN, Mohamad Siarudin, menjelaskan inisiasi ini prosesnya sekitar bulan April 2023. “Kedua belah pihak antusias melakukan kerja sama karena di wilayah Maluku Utara, merupakan bagian dari kawasan Wallacea dan masih sangat terbuka dilakukan riset terkait ekologi dan etnobiologi,” terangnya.

 Siarudin menjelaskan bahwa kerja sama yang disepakati mencakup tiga kelompok kegiatan yang akan dilakukan, yakni:  Peningkatan kapasitas SDM,  Litbang Diseminasi dan publikasi, dan ada delapan program kerja yang dituangkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang menjadi dasar   penyusunan dokumen PKS yang direncanakan sampai tahun 2027. 

“Melalui kerjasama ini BRIN, khususnya PREE, diharapkan bisa berkontribusi dalam mengungkap kearifan lokal dalam pemanfaatan kehati, berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan lokal. Misalnya tata kelola kawasan yang mungkin masih perlu dicari bentuk modelnya, dan berharap publikasi teman-teman di Universitas Halmahera meningkat juga,” tuturnya.

Secara lebih spesifik, rencana kegiatan kerja sama ini mencakup penelitian dan pengembangan tentang pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya keanekaragaman hayati; Penelitian dan pengembangan tentang; konservasi, restorasi, rehabilitasi dan reklamasi ekosistem darat dan air, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, etnobiologi dan etnoekologi, sosial ekonomi masyarakat hutan, pesisir, dan pulau-pulau kecil.(ichi/BRIN)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Hasil Kajian Climate Right Internasional

    • calendar_month Kam, 18 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 414
    • 1Komentar

    Proyek Nikel Raksasa di Halmahera Rusak  Lingkungan, Iklim dan  Pelanggaran HAM Hasil kajian yang dikeluarkan Climate Right Internasional di Jakarta pada Kamis 17 Januari 2024  menyebutkan  industri nikel raksasa bernilai milyaran dollar di Maluku Utara dan pertambangan nikel di sekitarnya telah melanggar hak asasi penduduk lokal, termasuk Masyarakat Adat, menyebabkan deforestasi yang signifikan, pencemaran udara […]

  • Produksi Sagu Melimpah, Butuh Bantuan Pemasaran

    • calendar_month Sab, 13 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 452
    • 2Komentar

    Tepung sagu yang telah diisi kedalam tumang atau wadah tepung sagu foto Rusdiyanti/KPH Tidore

  • Gorengan Tak Baik untuk Buka Puasa

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2023
    • account_circle
    • visibility 240
    • 3Komentar

    Gorengan menjadi menu favorit bagi sebagian besar orang sebagai santapan berbuka puasa. Dikutip dari (https://www.ugm.ac.id/id/berita/23594-  Dietisien FKKMK UGM, Tony Arjuna, S.Gz., M.Nut.Diet., AN., APD  tidak menyarankan gorengan dikonsumsi sebagai menu buka puasa. Pakar-UGM itu  mengungkapkan,  alasannya bahwa  gorengan-tak-baik-untuk-buka-puasa sehingga sangat tidak direkomendasikan untuk berbuka. Hal ini  karena komposisinya dominan karbohidrat dan lemak tidak sehat.   […]

  • BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi

    • calendar_month Rab, 16 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate mengeluarkan peringatan kepada masyarakat Kota Ternate dan Maluku Utara umumnya, agar selalu  waspada dengan kondisi cuaca  beberapa hari ini. Kepala BMKG Ternate Joko Sumardiono melalui rilis  yang dikirim ke kabarpulau.co.id/ menyampaikan bahwa   umumnya hujan ringan di sebagian besar wilayah Maluku Utara dengan potensi hujan sedang-lebat di wilayah Taliabu. […]

  • Anak Muda Ternate akan Dapat Ilmu Gratis Soal Medsos

    • calendar_month Jum, 30 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Kolaborasi  Greeneration- Kedubes Amerika dan  Kabarpulau    Sebuah kesempatan langka diperoleh anak muda Ternate dan sekitarnya. Di tengah perkembangan  internet yang luar biasa,  diikuti hadirnya media social  dalam keseharian hidup masyarakat,    sangat rugi jika  tidak menambah pengetahuan soal pemanfaatannya. Untuk menambah pengetahuan itu tiga lembaga berkolaborasi mendatangkan pemateri untuk kegiatan tersebut.  Kerjasama Greeneration Foundation  Kedutaan […]

  • Lebah Raksasa Kembali Ditemukan di TNAL Resort Tayawi

    • calendar_month Rab, 21 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Sarang dan lebah yang ditemukan Anton di TNAL Resort Tayawi Kota Tidore Kepulauan/foto Anton

expand_less