Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » KLHK dan Warga Tanam Mangrove di Desa Toseho Tidore Kepulauan

KLHK dan Warga Tanam Mangrove di Desa Toseho Tidore Kepulauan

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
  • visibility 753

Penanaman pohon secara serentak seluruh Indonesia    dilakukan juga di Maluku Utara pada Rabu 7/2/2024). Kegiatan  Kementerian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) itu, dihadiri Staf Khusus Menteri LHK, Kelik Wirawan Wahyu Widodo mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya. Hadir juga  pejabat dan pegawai  instansi di bawah KLHK, Dinas Kehutanan provinsi polisi dan TNI serta beberapa instansi pemerintah kota Tidore Kepulauan, dipusatkan di kawasan hutan mangrove pantai Desa Toseho Kecamatan Oba Tidore Kepulauan.

Ada  kurang lebih  4.122 batang bibit mangrove  ditanam secara simbolis oleh  KLHK dan dilanjutkan penanamanya oleh  warga  dan pemuda di atas lahan  kurang lebih 1 hektar.  Kawasan yang ditanami mangrove ini dulunya adalah wilayah pemukiman warga desa Toseho yang dihantam abrasi parah hingga mereka pindah sejauh kurang lebih 2 kilometer dari desa tersebut sejak akhir tahun 90 an lalu  dan terahir pada 2019 lalu.

 Karena  itu  juga penanamaan ini memiliki arti penting bagi warga. Selain secara ekologi dan pariwisata  juga akan menjadi pelindung bagi kampung ini ke depan. Karena itu warga menyambut baik dan antusias melakukan penananman tersebut. Orang tua,  anak muda  hingga siswa SD turun  lakukan penanaman.

Tanam mangrove  ini sangat berarti bagi warga dan kampung ini. Selain berfungsi melindungi kampung juga  fungsi lainnya jika pohonya sudah besar bisa dimanfaatkan  untuk wisata mangrove di kampung ini,”kata M Nur  Ketua BPD Desa Toseho di sela sela acara penanaman.  

Para siswa antusias ikut menanam mangrove di Toseho Rabu (7/2/2024) foto M ichi

Sekadar diketahui di Desa Toseho ini   jadi focus kementerian KLHK melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BDAS)  Ake Malamo   melakukan penanaman  dan perbaikan   karena selain memiliki lahan mangrove cukup luas juga dijadikan kawasan wisata mangrove. Dalam pemanfaatan mangrove di desa ini sedang didorong sebagai salah satu desa wisata mangrove yang terintegrasi. Baik untuk fungsi wisata, ekologi, pendidikan dan sejarah. Hal ini karena mangrove di Toseho ini memiliki sejarah penting.  Di bagian belakang  hutan mangrove desa ini terdapat benteng spanyol yang puing puingnya masih ada. “Kita berencana mengembangkan kawasan ini ke depan sebagai salah satu destinasi wisata mangrove yang lengkap baik dari darat hingga lautnya,” kata Kepala Desa Toseho Taufiq Halik

Sementara Staf Khusus Menteri LHK Bidang Konstitusi, Kelik Wirawan Wahyu Widodo mewakili Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan sejumlah hal terkait menanam pohon ini.

Menurutnya,  penanaman pohon merupakan upaya konkrit dan strategis dalam mengatasi triple planetary crisis yaitu, perubahan iklim, polusi dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati. Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi. 

Pohon memiliki manfaat multiguna untuk manusia dan makhluk hidup. Bukan hanya menyediakan oksigen, tetapi juga  jadi tempat penyimpanan karbon yang tidak dimiliki makhluk hidup lainnya di bumi. 

“Keberadaan pohon itu untuk   hidup manusia dan alam semesta. Berperan penting mengurangi emisi gas rumah kaca, sumber kehidupan mahluk hidup, menyimpan air, menjaga suhu udara, meredam kebisingan, dan mengurangi kekuatan angin,”ujarnya membacakan sambutan Menteri LHK. 

Dia  bilang gerakan penanaman pohon menunjukkan pentingnya pohon sebagai sentral bagi kehidupan di bumi.

Menanam pohon tidaklah berat, merawat dan menjaga pohon untuk tetap tumbuh akan menuai kebaikan. Minimal  menanam sebanyak 25 pohon seumur hidup untuk setiap individu.

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • 326 Peserta Ramaikan Mancing Mania Dies Natalis Unkhair

    • calendar_month Jum, 4 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 437
    • 1Komentar

    MaPanitia Mancing Maniia bersiap menuju Modayama Kayoa Halmahera Se;latan

  • Belajar dari  Masyarakat Aru Maluku Jaga Pulau dan Alam

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle
    • visibility 861
    • 0Komentar

    Serukan Pengakuan Masyarakat Adat dari Pulau- pulau Kecil   Kuat dan massive-nya  eksploitasi sumberdaya alam di pulau kecil turut mengancam manusia dan keaneragaman hayati di dalamnya.  Namun demikian di balik gelombang eksploitasi sumber daya alam  oleh korporasi dan tarik-menarik kepentingan negara atas nama pembangunan, masyarakat adat di Kepulauan Aru Provinsi Maluku membuktikan bahwa penjaga terbaik […]

  • 75 Tahun Warga Gane Belum “Merdeka”

    • calendar_month Kam, 2 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 476
    • 1Komentar

    Jalan perusahaan di perkebunan sawit PT Korindo ini dimanfaatklan warga Gane Dalam dan Gane Luar untuk akses antar dua desa tersebut. foto M Ichi

  • Fitako Sumber Energi Terbarukan yang Belum Dilirik

    • calendar_month Kam, 6 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 548
    • 1Komentar

    Buah fitako ataunyamplung yang telah matang dan jatuh foto Mongabay Indonrsia

  • Nelayan Tidore Bakar Sate Tuna Terbanyak di Dunia  

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 496
    • 3Komentar

    Peringatan Hari Nusantara (Harnus) yang jatuh pada  13 Desember 2023 ini dipusatkan di Kota Tidore Provinsi Maluku Utara. Acara ini diisi berbagai kegiatan.  Salah satunya  Bakar Sate Ikan Tuna terbanyak.Kegiatan ini termasuk salah satu agenda yang masuk  catatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Bakar sate ikan tuna yang dilaksanakan Senin (11/12/2023) itu dipusatkan di  Kelurahan […]

  • Potensi Laut Malut Besar Tapi Minim Perhatian

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle
    • visibility 1.173
    • 0Komentar

    Perairan Maluku Utara terbilang paling potensial.  Wilayah lautnya   bersinggungan langsung dengan empat Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Keempatnya adalah  WPPNRI 714 (meliputi perairan Teluk Tolo dan Laut Banda), 715 (perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, dan Teluk Berau), 716 (Perairan Laut Sulawesi dan sebelah utara Pulau Halmahera), dan 717 (Perairan […]

expand_less