Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir, MDPI Gelar Festival Kesehatan dan Pelatihan Keselamatan di Pulau Buru

Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir, MDPI Gelar Festival Kesehatan dan Pelatihan Keselamatan di Pulau Buru

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
  • visibility 273

Kesehatan dan keselamatan nelayan menjadi semakin penting. Di tengah tingginya risiko kerja yang dihadapi saat melaut. Bagi keluarga nelayan, akses terhadap layanan kesehatan preventif yang rutin dan dekat dengan aktivitas sehari-hari menjadi kebutuhan mendasar dalam menjaga produktivitas dan keselamatan.

Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) memandang bahwa kesehatan dan keselamatan nelayan merupakan fondasi penting dalam membangun perikanan yang berkelanjutan. Nelayan yang sehat tidak hanya lebih produktif, tetapi juga lebih mampu beradaptasi dan terlibat aktif dalam pengelolaan sumber daya laut.

Sebagai  jawaban dari  tantangan  itu pada  Kamis 9/4/2026 dan  Jumat (10/4/ 2026, Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) menyelenggarakan Festival Kesehatan dan Keselamatan Berbasis Komunitas.Kegiatan ini dipusatkan  di Desa Wailihang  Kecamatan Waplau Kabupaten Buru Maluku. Kegiatan ini diikuti sekira 200 peserta yang merupakan keluarga nelayan dari Desa Wailihang, Waprea, dan Waepure.

Festival ini menghadirkan layanan kesehatan preventif langsung ke tengah masyarakat. Dari pemeriksaan kesehatan dasar, deteksi dini gangguan kesehatan seperti penglihatan dan penyakit kronis, hingga edukasi   perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.  Tidak  itu saja, kegiatan ini juga memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, baik di laut maupun di darat.

Sambutan Direktur MDPI, Yasmine Simbolon (Kamis, 9 April 2026)

Melalui pelatihan pertolongan pertama, masyarakat desa khususnya perempuan, didorong untuk memiliki kemampuan dasar dalam merespons kecelakaan dan kondisi darurat di tingkat komunitas.Direktur MDPI, Yasmine Simbolon, menegaskan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam mendukung masyarakat pesisir.

“Kegiatan ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi kehidupan masyarakat pesisir, mulai dari kesehatan, keselamatan, hingga keberlanjutan sumber daya laut,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, MDPI berupaya melengkapi dan memperkuat layanan kesehatan yang telah tersedia, dengan menghadirkan pendekatan yang lebih dekat ke masyarakat serta mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Wakil Bupati Kabupaten Buru, Sudarmo,  turut hadir dan membuka  kegiatan ini, memberi  apresiasi   inisiatif yang dilakukan Yayasan MDPI.

Wakil Bupati Kabupaten Buru, Sudarmo, membuka Festival Kesehatan & Keselamatan Berbasis Komunitas di Desa Wailihang, Kecamatan Waplau (Kamis, 9 April 2026)

“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan MDPI. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah  meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Harapannya, masyarakat tidak hanya semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga  berperan dalam melestarikan lingkungan pesisir,” harapnya.

Mendekatkan Akses, Meningkatkan Kesadaran

Sesi pemeriksaan kesehatan bagi nelayan oleh dokter (Kamis, 9 April 2026)

Bagi banyak keluarga nelayan, layanan kesehatan preventif masih belum mudah dijangkau. Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga, sehingga nelayan dapat terus beraktivitas dengan aman dan produktif.

Kepala Puskesmas Kecamatan Waplau, Hamid, menyampaikan, kegiatan ini turut membantu tenaga kesehatan dalam memetakan kondisi kesehatan masyarakat. “Melalui pemeriksaan seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat, kami dapat melihat gambaran umum kondisi kesehatan masyarakat di tiga desa ini.Kegiatan  ini sangat membantu dalam upaya deteksi dini,” jelasnya.

Pendekatan berbasis komunitas, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat pesisir melalui kesehatan dan keselamatan nelayan secara berkelanjutan. Tidak hanya melalui layanan sesaat tetapi juga sistem kesiapsiagaan jangka panjang.

Kegiatan ini  turut didukung oleh International Fund for Fishing Safety (IFFS) sebagai bagian dari upaya global dalam meningkatkan keselamatan nelayan skala kecil.

Sesi pemeriksaan kesehatan dasar bagi nelayan oleh tenaga kesehatan (Kamis, 9 April 2026) Kepala Puskesmas

Warga Merasa Terbantu 

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Bagi mereka, kehadiran layanan kesehatan di desa menjadi pengalaman yang jarang sekaligus bermakna.

Umar Papalea nelayan tuna asal Desa Waprea mengaku terbantu dengan  pemeriksaan kesehatan ini.

“Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Dari sini saya jadi lebih sadar bahwa menjaga kesehatan itu penting dan tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Umar Papalia dalam sesi dialog dengan Wakil Bupati Kabupaten Buru (Kamis, 9 April 2026)

Hal serupa dirasakan Fatma Warhangan yang juga istri dari Umar Papalia.Kegiatan cek kesehatan itu  sangat membantu dirinya.

“Hasil cek kesehatan saya tadi alhamdulillah baik. Kegiatan  ini sangat membantu,”katanya.(nawala)

Catatan:

Tentang Yayasan MDPI
Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI) didirikan pada tahun 2013 untuk mendorong kegiatan perikanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan demi kesejahteraan komunitas nelayan dan sumber daya perikanan di seluruh Indonesia. Moto kami adalah “Happy People, Many Fish”. Organisasi kami dimulai dengan kepercayaan yang sederhana, bahwa masyarakat perikanan yang diberdayakan dan terjamin secara fi nansial adalah kunci dalam mencapai perikanan berkelanjutan. Kami bekerja dalam perikanan skala kecil untuk mendorong rantai pasok produk makanan laut yang berkelanjutan, adil dan dapat ditelusuri. Rangkaian program MDPI dirancang untuk hasil jangka panjang yang nyata dan kuat di kelompok masyarakat yang kami libatkan.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulai Dirintis Pembentukan Jejaring Kawasan Konservasi Perairan

    • calendar_month Sab, 17 Jun 2017
    • account_circle
    • visibility 1.532
    • 0Komentar

    Hingga Desember 2018  sudah diresmikan 177 Kawasan Konservasi Perairan. Dari jumlah itu , 35 KKP yang menjadi prioritas sudah dimasukkan ke Bappenas. Hal ini terungkap  dalam Lokakarya Petunjuk Teknis Jejaring Kawasan Konservasi Perairan Rabu (13/6) lalu di Jakarta. Lokakarya ini oleh  pemerintah Indonesia (Kementerian Kelautan dan Perikanan), Kementerian Lembaga Terkait, USAID Indonesia dan USAID SEA […]

  • Ini Penjelasan Masyarakat Speleologi Indonesia Soal Bokimoruru

    • calendar_month Kam, 7 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 810
    • 1Komentar

    Masyarakat Speleologi Indonesia (MSI) yang memiliki spesifikasi keilmuan mempelajari gua termasuk  proses pembuatan dan lingkungannya   melihat kasus di Sungai Sagea dan Goa Bokimoruru  penting diberitanggapan. Melalui rilis MSI yang diterima kabarpulau.co.id/ Kamis (7/9/2023) menyampaikan  bahwa Gua Bokimoruru adalah Salah Satu Sistem Gua Sungai Bawah Tanah Terpanjang  di Indonesia. Gua  di Pulau Halmahera itu  saat ini tercemar  diduga […]

  • Desentralisasi  atau  Sentralisasi  Kelautan?

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 843
    • 2Komentar

    Penulis: Abdul Motalib Angkotasan  Mahasiswa S3 IPB dan Dosen Ilmu Kelautan  Universitas  Khairun   Otonomi daerah yang dicetuskan sejak 2001 bertujuan mendistribusikan kewenangan pusat ke daerah. Termasuk pengelolaan sumberdaya alam kelautan. Sejak berlakunya UU No 32/2004 tentang pemerintahan daerah, hak pengelolaan laut berada di tangan pemerintah daerah kabupat/kota. Kabupaten/Kota mengelola wilayah lautnya sejauh 0-4 mil […]

  • Buku Adalah Subversif ?

    Buku Adalah Subversif ?

    • calendar_month Sen, 30 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Penulis: Syaiful Bahri Ruray Putra Wayabula A room without books is like body without soul (Cicero). Ditengah hiruk pikuk pandemik yang belum juga selesai, tiba-tiba saja jagad maya kita dikagetkan dengan tarik menarik soal buku. Dan itu berawal ketika ada postingan Anis Baswedan yang berkain sarung, sedang membaca How Democracies Die, buku karya Steven Levitsky […]

  • Kawasan Segitiga Terumbu Karang  Didorong  Dapat  Pendanaan Berkelanjutan  

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 778
    • 0Komentar

    Sejumlah Negara termasuk Indonesia yang masuk kawasan segitiga terumbu karang dunia mendapat perhatian khusus. Perhatian itu salah satunya adalah dalam bentuk pendanaan berkelanjutan. Saat ini Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penguatan skema pendanaan berkelanjutan sebagai langkah strategis mencapai tujuan Regional Plan of Action (RPOA) 2.0 Coral  Triangle Initiative on Coral Reefs, […]

  • Ada Apa, Kemarau tapi Hujan hingga Banjir?

    • calendar_month Sab, 15 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 747
    • 1Komentar

    Sepekan Tiga Wilayah di Malut Dihantam Banjir Meski saat ini masih dalam periode musim kemarau, kenyataanya hamper semua wilayah di Maluku Utara dilanda hujan lebat. Bahkan dampak hujan tersebut, dalam sepekan ini sejumlah daerah dilanda banjir besar hingga menimbulkan korban harta dan rusaknya fasilitas umum. Hingga Sabtu (15/7/2023), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun […]

expand_less