Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ekspedisi Talaga Rano Halmahera Dimulai

Ekspedisi Talaga Rano Halmahera Dimulai

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 22 Nov 2020
  • visibility 834

Pesan Jaga Alam, Tanam Pohon dan Peduli  Sampah    

Sebuah upaya menjaga dan memperkenalkan alam untuk kaum muda dilakukan  Duta  Kreator Pecinta Alam Maluku Utara (Dekapala). Bertitel Ekspedisi Cinta Talaga Rano dan Gerakan Cinta DAS Maluku Utara, ekspedisi ini dihelat dengan beberapa agenda dan  dikerjasamakan dengan  Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL)  Malut serta  beberapa pihak terkait.

Peluncurannya telah digelar di Café Jarod Kelurahan Kampung Pisang Ternate Tengah Sabtu (21/11) malam, bertepatan dengan hari Pohon Sedunia 21 November 2020. Kesempatan itu dilakukan penyerahan beberapa jenis bibit pohon, kaus ekspedisi secara simbolis   serta  disukusi bertema  Air, Hutan dan Manusia.

Direktur Dekapala Maluku Utara, Thamrin Ibrahim menjelaskan, ekspedisi ini melibatkan semua lembaga pecinta alam di Maluku Utara. Sekaligus   mengajak generasi muda  mencintai alam  dengan  aksi nyata. Diawali eksplore ekosistem Talaga Rano  di Jailolo Halmahera Barat, Lokakarya Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Konservasi Hutan, dilanjutkan Silaturahmi Daerah (Silatda) Pecinta Alam se Maluku Utara dan   menanam 10 ribu pohon  di lima gunung  destinasi wisata alam  Maluku Utara.  “Ditargetkan diikuti  300 peserta  mahasiswa pecinta alam di Maluku Utara.Acara ini yang akan digelar Desember hingga awal 2021 mendatang,” jelas Thamrin.

Wakapolda Malut Brigjen (Pol) Lucas A Abriari saat memberi motivasi dan pandangan kepada pecinta alam.

Sementara  dalam diskusi bertema Air  Hutan dan Manusia,  dua pemateri masing masing  Kepala BPDAS-HL  Asih Yunani MP  dan M Rahmi Husen Wakil Ketua DPRD Maluku Utara, membahas beberapa hal menyangkut air dan hutan di Maluku Utara.  

Dalam pengantar diskusinya, Asih Yunani menjelaskan,  DAS, jumlah  dan kondisinya saat ini. Dia bilang,  DAS adalah permukaan daratan di mana air hujan jatuh  kemudian dialirkan ke laut. Punggung-punggung bukit   menjadi tempat jatuhnya air itulah yang dikenal dengan DAS.

“Seluruh daratan di mana air hujan jatuh dan kemudian mengalirkan airnya ke laut di situlah DAS,” jelasnya. Di Maluku Utara  ada 3568  DAS yang didominasi  DAS pulau kecil dengan berbagai kondisi.  Dari jumlah itu  kondisinya bervariasi. 89  diantaranya  dalam kondisi rusak dan dipulihkan. Pemulihannya dengan menanam kembali. “Dengan menanam kembali pohon akan mengembalikan kondisi DAS dan  otomatis memulihkan kondisi air serta lingkungan yang sangat dibutuhkan manusia,” katanya.  Dia tidak menampik jika banyaknya perizinan  dan eksploitasi hutan  lahan ikut menurunkan  kualitas DAS di daerah ini.

Sementara M Rahmi Husen, menyinggung soal kerusakan alam, terutama hutan  yang terjadi akibat eksploitasi tambang HPH dan  perkebunan besar terutama sawit. Soal ini Rahmi meminta semua pihak memiliki kesadaran yang sama. Terutama pemerintah agar  menggelontorkan izin-izin tambang dan perkebunan memerhatikan keselamatan lingkungan, terutama hutan dan ruang hidup manusia.  Baginya,   krisis saat ini  tidak hanya lingkungan  terutama hutan dan lahan tetapi krisis  dialami manusianya. “Pemerintah lebih  menggelontorkan berbagai izin yang ikut mengancam lingkungan. Sementara manusianya  punya kesadaran buang sampah yang masih rendah,” cecarnya.

Ibu Asih Yunani Kepala BPDAS-HL menyerahkan secara simbolis kaus ekspedisi kepada Program Manager Dekapala Fadila Assagaf sebagai tanda dimulainya ekspedisi Cinta Talaga Rano

Untuk perizinan dia  contohkan, aktivitas perkebunan sawit di Gane  tidak hanya mengancam habisnya hutan di wilayah itu, tetapi juga kelangsungan hidup warga  ikut sengsara.

Kesempatan itu dia ikut bercerita pengalamannya menjadi pecinta alam Maluku Utara  kepada  peserta peluncuran ekspedisi dan diskusi yang didominasi  anak muda itu.  “Maluku Utara ini negeri yang  indah jadi  perlu dinikmati dan sama- sama dijaga. Laut dan isinya,  darat,   gunung pantai dan tanjung semuanya indah. Jadi perlu  dijaga dan dilestarikan,” pesannya.

Hadir juga Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Maluku Utara  Brigjen Lucas A Abriari  serta Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi  M Zaky.

Wakapolda  turut memberikan  motivasi bagi para pecinta alam Malut. Kesempatan itu dia  mengingatkan  generasi muda menjaga alam. Salah satunya dengan  tidak membuang sampah secara sembarangan. Dia bilang Ppersoalan kota ini salah satunya juga adalah sampah.  Baik di darat dan di laut.   Dia  juga cerita pengalamannya mendaki gunung Gamalama  dan datang ke berbagai daerah  di Maluku Utara.  “Negeri ini sangat indah. Hutan, gunung laut dan pantainya.  Sayang kalau tidak dijaga tapi malah dirusak. Salah satu bentuk menjaga alam kita dengan menanam dan tidak membuang sampah sembarangan,”harapnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Opan Jacky Abadikan Jejak Kehidupan Penjaga Hutan Halmahera

    Opan Jacky Abadikan Jejak Kehidupan Penjaga Hutan Halmahera

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Buat Film Dokumenter Suku O’Hongana Manyawa, Tayang Agustus   Muhammad Sofyan Ansar, atau  biasa disapa Opan Jacky,  adalah seorang videographer sudah malang melintang  di bidang ini dengan membuat berbagai  film pendek maupun. Kali ini sebagai  orang yang berlatar belakang, kehutanan  dia mengabadikan aktivitas videografinya  dengan video tentang alam dan kehidupan manusianya. Salah satunya saat ini Opan  […]

  • Jurnalisme Lingkungan, Jalan Pulang Melihat Isu  Publik

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 613
    • 0Komentar

    AMSI-BBC Media Action Program Kerjasama   Isu lingkungan  mestinya menjadi jalan pulang para jurnalis untuk melihat apa yang lebih dibutuhkan publik saat ini. Bukan sekadar traffic dan pageview atau  pengunjung. Pasalnya, dalam tren jurnalisme viral, banyak informasi penting yang terlewatkan untuk dikonsumsi publik. Pesan ini disampaikan oleh  Wenseslaus Manggut Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia […]

  • Hemiscyllium halmahera Terancam, Perlukah Perlindungan?  

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 877
    • 0Komentar

    Hemyscillium-halmahera yang-ditemukan-di-laut-Ternate-foto-Nasijaha-Dive Center

  • Perdagangan TSL Dilindungi di Malut Menurun    

    • calendar_month Kam, 23 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 600
    • 0Komentar

    Eksploitasi, terutama penangkapan dan perdagangan ilegal tumbuhan dan satwa liar (TSL)  dilindungi di Maluku Utara, mengalami penurunan drastis. Ini berbeda di bawah tahun 2020, kasus penjualan dan penangkapan hewan endemic seperti burung jenis paruh bengkok  sangat massive dan terjadi berulang kali. Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) sejak 2022 dan 2023 ini belum mendapatkan laporan atau […]

  • Muslimat NU Morotai Diharapkan Bantu Pemda

    • calendar_month Sen, 21 Feb 2022
    • account_circle
    • visibility 565
    • 1Komentar

    Organisasi Perempuan Nahdlatul Ulama, Muslimat NU  resmi hadir di Kabupaten Pulau Morotai. Pengurus organisasi ini dilantik pada  Kamis (10/2/2022) malam lalu. Pelantikanya dipusatkan di Islamic Center  Morota,  dirangkai  dengan  dzikir dan doa bersama keluarga besar NU Pulau Morotai, pemerintah daerah, tokoh agama   serta tokoh masyarakat setempat.  Sementara Pengurus Muslimat NU Morotai yang dilantik adalah […]

  • Gaungkan Perikanan Berkelanjutan Melalui Jurnalisme   

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 876
    • 0Komentar

    Perikanan berkelanjutan menjadi salah satu isu penting sekarang dan di masa depan. Hal ini juga  berhubungan dengan masalah pangan dari kelautan. Terutama ketersediaan ikan  yang saat ini menghadapi berbagai  masalah. Dari penangkapan yang bersifat destruktif,  budidaya dan perlindungan  untuk  generasi di masa depan. Hal ini juga menjadi salah satu tema penting dari Green Press Community […]

expand_less