Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ekspedisi Talaga Rano Halmahera Dimulai

Ekspedisi Talaga Rano Halmahera Dimulai

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 22 Nov 2020
  • visibility 920

Pesan Jaga Alam, Tanam Pohon dan Peduli  Sampah    

Sebuah upaya menjaga dan memperkenalkan alam untuk kaum muda dilakukan  Duta  Kreator Pecinta Alam Maluku Utara (Dekapala). Bertitel Ekspedisi Cinta Talaga Rano dan Gerakan Cinta DAS Maluku Utara, ekspedisi ini dihelat dengan beberapa agenda dan  dikerjasamakan dengan  Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL)  Malut serta  beberapa pihak terkait.

Peluncurannya telah digelar di Café Jarod Kelurahan Kampung Pisang Ternate Tengah Sabtu (21/11) malam, bertepatan dengan hari Pohon Sedunia 21 November 2020. Kesempatan itu dilakukan penyerahan beberapa jenis bibit pohon, kaus ekspedisi secara simbolis   serta  disukusi bertema  Air, Hutan dan Manusia.

Direktur Dekapala Maluku Utara, Thamrin Ibrahim menjelaskan, ekspedisi ini melibatkan semua lembaga pecinta alam di Maluku Utara. Sekaligus   mengajak generasi muda  mencintai alam  dengan  aksi nyata. Diawali eksplore ekosistem Talaga Rano  di Jailolo Halmahera Barat, Lokakarya Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Konservasi Hutan, dilanjutkan Silaturahmi Daerah (Silatda) Pecinta Alam se Maluku Utara dan   menanam 10 ribu pohon  di lima gunung  destinasi wisata alam  Maluku Utara.  “Ditargetkan diikuti  300 peserta  mahasiswa pecinta alam di Maluku Utara.Acara ini yang akan digelar Desember hingga awal 2021 mendatang,” jelas Thamrin.

Wakapolda Malut Brigjen (Pol) Lucas A Abriari saat memberi motivasi dan pandangan kepada pecinta alam.

Sementara  dalam diskusi bertema Air  Hutan dan Manusia,  dua pemateri masing masing  Kepala BPDAS-HL  Asih Yunani MP  dan M Rahmi Husen Wakil Ketua DPRD Maluku Utara, membahas beberapa hal menyangkut air dan hutan di Maluku Utara.  

Dalam pengantar diskusinya, Asih Yunani menjelaskan,  DAS, jumlah  dan kondisinya saat ini. Dia bilang,  DAS adalah permukaan daratan di mana air hujan jatuh  kemudian dialirkan ke laut. Punggung-punggung bukit   menjadi tempat jatuhnya air itulah yang dikenal dengan DAS.

“Seluruh daratan di mana air hujan jatuh dan kemudian mengalirkan airnya ke laut di situlah DAS,” jelasnya. Di Maluku Utara  ada 3568  DAS yang didominasi  DAS pulau kecil dengan berbagai kondisi.  Dari jumlah itu  kondisinya bervariasi. 89  diantaranya  dalam kondisi rusak dan dipulihkan. Pemulihannya dengan menanam kembali. “Dengan menanam kembali pohon akan mengembalikan kondisi DAS dan  otomatis memulihkan kondisi air serta lingkungan yang sangat dibutuhkan manusia,” katanya.  Dia tidak menampik jika banyaknya perizinan  dan eksploitasi hutan  lahan ikut menurunkan  kualitas DAS di daerah ini.

Sementara M Rahmi Husen, menyinggung soal kerusakan alam, terutama hutan  yang terjadi akibat eksploitasi tambang HPH dan  perkebunan besar terutama sawit. Soal ini Rahmi meminta semua pihak memiliki kesadaran yang sama. Terutama pemerintah agar  menggelontorkan izin-izin tambang dan perkebunan memerhatikan keselamatan lingkungan, terutama hutan dan ruang hidup manusia.  Baginya,   krisis saat ini  tidak hanya lingkungan  terutama hutan dan lahan tetapi krisis  dialami manusianya. “Pemerintah lebih  menggelontorkan berbagai izin yang ikut mengancam lingkungan. Sementara manusianya  punya kesadaran buang sampah yang masih rendah,” cecarnya.

Ibu Asih Yunani Kepala BPDAS-HL menyerahkan secara simbolis kaus ekspedisi kepada Program Manager Dekapala Fadila Assagaf sebagai tanda dimulainya ekspedisi Cinta Talaga Rano

Untuk perizinan dia  contohkan, aktivitas perkebunan sawit di Gane  tidak hanya mengancam habisnya hutan di wilayah itu, tetapi juga kelangsungan hidup warga  ikut sengsara.

Kesempatan itu dia ikut bercerita pengalamannya menjadi pecinta alam Maluku Utara  kepada  peserta peluncuran ekspedisi dan diskusi yang didominasi  anak muda itu.  “Maluku Utara ini negeri yang  indah jadi  perlu dinikmati dan sama- sama dijaga. Laut dan isinya,  darat,   gunung pantai dan tanjung semuanya indah. Jadi perlu  dijaga dan dilestarikan,” pesannya.

Hadir juga Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Maluku Utara  Brigjen Lucas A Abriari  serta Sekretaris Dinas Kehutanan Provinsi  M Zaky.

Wakapolda  turut memberikan  motivasi bagi para pecinta alam Malut. Kesempatan itu dia  mengingatkan  generasi muda menjaga alam. Salah satunya dengan  tidak membuang sampah secara sembarangan. Dia bilang Ppersoalan kota ini salah satunya juga adalah sampah.  Baik di darat dan di laut.   Dia  juga cerita pengalamannya mendaki gunung Gamalama  dan datang ke berbagai daerah  di Maluku Utara.  “Negeri ini sangat indah. Hutan, gunung laut dan pantainya.  Sayang kalau tidak dijaga tapi malah dirusak. Salah satu bentuk menjaga alam kita dengan menanam dan tidak membuang sampah sembarangan,”harapnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Libatkan Warga Pantau dan Kelola Data Kehati Lewat Citizen Science   

    Cara Libatkan Warga Pantau dan Kelola Data Kehati Lewat Citizen Science   

    • calendar_month Sel, 18 Agu 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Dalam mendukung pemantauan dan pengelolaan kelestarian biodiversitas dibutuhkan data lapangan yang lebih luas. Menghadapi tantangan  luasnya wilayah dan keterbatasan sumber daya manusia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Sains Data dan Informasi menyelenggarakan DESAIN #8 (Dialog Eksplorasi Sains Data dan Informasi yang memberi Peran Citizen Science dalam Transformasi Data Biodiversitas belum lama […]

  • Pilpres for Safe The People and Nature

    Pilpres for Safe The People and Nature

    • calendar_month Rab, 4 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Catatan dari  Pojok Jarod Kita dihentakkan dengan berita  kecelakan mengerikan menimpa anak bangsa ini dalam dua minggu terkahir ini.  Pertama tenggelamnya KM. Sinar Bangun di Danau Toba dalam kedalam lebih dari 400 meter  yang hingga kini 160 jenazah penumpang tidak ditemukan. Lalu kecelakan speedboat di Nunukan- Sebatik yang juga memakan korban. Lalu kemarin kecelakaan kapal […]

  • Fakawel/Vauf: Perempuan Gamrange, Laut, dan Tradisi yang Terancam (1)

    Fakawel/Vauf: Perempuan Gamrange, Laut, dan Tradisi yang Terancam (1)

    • calendar_month Rab, 14 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Angin selatan bertiup kencang. Gelombang menghantam pesisir Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah. Di tengah teriknya siang pada akhir September 2026 itu, tiga perempuan sebaya, Nurida Masin, Muhlisa Muksin, dan Mariani Hairil, bersiap menuju tempat untuk melakukan Fakawel/Vauf– memancing. Ketiganya tinggal bertetangga dan masih memiliki hubungan keluarga. Siang itu, mereka berencana memancing untuk memenuhi […]

  • Pekan  Ini Tiga Warga di Malut Diterkam Buaya

    • calendar_month Rab, 3 Agu 2022
    • account_circle
    • visibility 761
    • 1Komentar

    Keindahan-Danau-Tolire-menyimpan-bahaya-jika-turun-dan-masuk-ke-dalam-area-ini-Pasalnya-buaya-yang-hidup-di-danau-ini-menginai-setiap-saat foto M Ichi

  • Ada Apa, Ikan di Pesisir Ternate Mati Mendadak?

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 940
    • 2Komentar

    Peristiwa tidak biasa terjadi di pantai Kelurahan Sasa Kota Ternate Selatan Kota Ternate Maluku Utara  Minggu (10/9/2023) pagi.  Warga di  kawasan pantai  RT05/RW02  itu digegerkan adanya ribuan ikan mati terdampar. Kawasan pantai  yang juga dipenuhi berbagai jenis sampah baik plastic dan  sisa aktivitas rumah tangga itu berserakan bangkai beberapa jenis ikan. Beberapa    yang diidentifikasi […]

  • Ini 7 Mitigasi Awal Perubahan Iklim di Malut

    • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 687
    • 1Komentar

    Sebagai Upaya Mendukung Program FOLU Net Sink 2030 Setelah melalui proses panjang selama  dua hari Rabu (22/2/2023) dan Kamis (23/2/2023)  menggelar seminar dan diskus, i para pihak yang terlibat dalam workshop Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di Provinsi Maluku Utara menetapkan sejumlah  poin simpulan  yang akan ditindaklanjuti. Salah satunya […]

expand_less