Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Sampah Plastik di Laut Malut Menghawatirkan

Sampah Plastik di Laut Malut Menghawatirkan

  • account_circle
  • calendar_month Sen, 16 Nov 2020
  • visibility 262

Sampah plastik yang masuk ke laut sudah sangat memprihatinkan. Ketika datang musim hujan berton- ton sampah termasuk plastik  masuk ke laut. Sampah  yang berasal dari barangka (kali mati,red) dan saluran drainase menuju laut terbilang sangat banyak.

Jumat (30/10/2020) pagi lalu misalnya, ketika   hujan di daerah hulu  sekira 30 menit, sampah sudah memenuhi kawasan laut Pelabuhan Bastiong. Sampah sampah itu turun ke laut  dibawa banjir, dicurigai berasal dari rumah- rumah warga yang berada tidak jauh dari kali mati dan barangka di daerah hulu. 

Hamparan sampah yang menghiasi laut Halmahera foto/m ichi

Wartawan media ini melihat langsung sampah yang masuk ke laut pagi itu. Saat hendak ke Pulau Makian  Halmahera Selatan  untuk tugas liputan,  dan  saat itu menunggu kapal  berangkat, tiba-tiba  banjir sampah datang  memenuhi   kawasan laut tersebut.  Banyak penumpang  kapal melihat kejadian ini turut prihatin dan angkat bicara. Mereka, menganggap  kesadaran warga kota masih rendah  dalam  penanganan sampah.  “Tidak sadar dorang ini (mereka,rd)  yang tinggal di pinggir barangka (kali mati, red). Mereka buang sampah ke barangka ahirnya ketika datang hujan, sampah dibawa banjir dan mengotori laut,” komentar Mahmud Tawari  penumpang kapal Lola Jaya asal Tahane Makean Pulau. Dia bilang kesadaran yang rendah  membuat laut dan darat dipenuhi sampah.

Selasa (9/11/2020) pekan  lalu ketika dalam perjalanan dari Gane Barat  ke Ternate dengan kapal menyaksikan   laut di depan pulau Tidore dan  Halmahera  sepanjang mata memandang terlihat sampah plastic terhampar menghiasi laut. Sampah-sampah itu terhampar seluas dua kali lapangan sepak bola.  Diduga kuat sampah-sampah ini   kiriman dari Ternate dan Tidore  usai banjir.

Mirisnya, kondisi sampah plastic di laut Ternate dan Tidore ini belum menjadi perhatian semua pihak untuk diperangi. Hingga kini sampah masih bebas dibuang di barangka dan masuk ke saluran drainase.

Pemerintah Kota Ternate melalui Kabid Persampahan Dinas Lingkuhan Hidup Kota Ternate, Yus Karim  mengaku dari 80 ton sampah yang diproduksi  warga kota, setiap hari, sekira 20 ton tidak terangkut. Akhirnya masuk ke  barangka dan saluran air atau drainase.  Produksi sampah tiap saat terus meningkat karena penduduk Kota Ternate  terus bertambah. Volume sampah  2017- 2019 mencapai 60-65 Ton per hari dan pada 2020 meningkat 80  ton per hari.

Sampah di laut kawasan Pelabuhan Bastiong usai banjir

Kategori sampah bervariasi, antara lain sampah rumah tangga, sampah tak terduga, sampah daur ulang dan lainya. Pengangkutan sampah memang dalam satu hari dilakukan rutin dua kali pengangkutan. Dalam satu minggu bisa 12 kali.  Meski demikian tidak bisa teratasi secara keseluruhan.  

Produksi   sampah semakin banyak, sementara dari sisi  armada  terbatas. Mobil angkut yang melayani  hanya ada 6 unit mobil armroll, 18 unit dump truk , dan 6 unit pick up jenis L300.  Artinya  fasilitas yang dibutuhkan masih sangat minim.

Soal sampah yang masuk ke laut ini menjadi masalah tersendiri. Yang paling dirasakan dampaknya adalah alat transportasi laut terutama speedboat dan kapal.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara  Armin Zakaria belum lama ini di Sofifi mengaku, ikut gerah dengan sampah plastic di laut ini. Sebenarnya ini persoalan serius dihadapi Maluku Utara. Dia bilang sampah plastik   tersebar di tepi pantai  dan bantaran kali mati. Sampahnya  sangat banyak. Karena itu ketika turun hujan  dan terjadi banjir, langsung dibawa ke laut sehingga ikut mengancam transportasi laut. “Kita perlu mencontoh daerah lain seperti Labuan Bajo Pulau Komodo, sampah plastik itu didaur ulang. Ada perusahaan air mineral danone  membeli botol botol bekas yang digunakan  para wisatawan untuk minum  langsung diolah kembali,”katanya.

Beragam sampah yang menghiasi laut Halmahera foto/michi

Dia bilang, banyak dampak sampah plastik. Baik terhadap transportasi maupun biota laut.  Sudah banyak sekali kejadian akibat sampah. Misalnya karung plastic yang melingkari mesin speedboat. Ini sangat membahayakan keselamatan.  Masalah ini jika terus dibiarkan  akan mengancam  masa depan laut ini. Masalah ini kata dia bagi orang kebanyakan mungkin dianggap biasa saja. Padahal dampaknya  sangat mengkhawatirkan, terutama untuk transportasi laut dan  biota yang memakan sampah plastik.  Karena masalah ini dia meminta mereka yang bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah agar tidak lupa memasukan isu ini,  sebagai salah satu program yang mesti ikut didorong.  Dia bilang, sampah- sampah ini memang sumber utamanya dari warga Kota di Pulau Ternate  kemudian itu dikirim ke laut  dan terdampar ke mana-mana. Akhirnya  pulau lain di Maluku Utara juga ikut terkena imbas. Dia berharap ada perhatian serius dari pemerintah kota menyangkut persoalan ini. Jika tidak dan dibiarkan terus menerus, maka  sampah plastik dan ancamannya terhadap laut semakin mengkhawatirkan. “Kita perlu gerakan yang massif  mengatasi masalah ini, didukung dengan regulasi berupa Perda mengatur  sampah plastik ini,” katanya.

Maluku Utara yang juga daerah kepulauan didorong pariwisatanya. Sementara banyak wisatwan datang mengeluhkan banyaknya sampah plastic di laut. Karena kondisi ini  dia lantas mengimbau pemilik transportasi kapal  menyiapkan tempat sampah di atas kapal. Terutama  transportasi antar pulau.

 “Kami segera membuat imbauan untuk pemilik speedboat dan kapal antarpulau menyiapkan tempat sampah  di kapal mereka,”jelas Armin. (*)   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Iklim Berdampak Serius bagi Anak Indonesia

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Save The Children-KLHK-AJI Usung Aksi  Generasi  Iklim Laporan global Save the Children “Born into the Climate Crisis” dan dirilis  September 2021 menjelaskan, krisis iklim di Indonesia membawa dampak nyata dan dirasakan oleh anak-anak saat ini. Anak-anak di Indonesia yang lahir tahun 2020 berisiko menghadapi 3 kali lebih banyak ancaman banjir dari luapan sungai, 2 kali […]

  • Kiprah Jamal Adam Jaga dan Rawat Paruh Bengkok    

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 357
    • 2Komentar

    Sabtu (17/12/2023) siang sekira pukul 12.30 WIT itu terasa menyengat.  Suasana Suaka Paruh Bengkok (SPB) di kawasan Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata (TNAL) Desa Koli Oba Kota Tidore Kepulauan Maluku Utara itu juga, terlihat hanya ada 3 pengunjung. Mereka adalah karyawan sebuah perusahaan tambang yang datang selain berwisata juga menyerahkan seekor kakatua jambul kuning (cacatua […]

  • Tradisi Orang Tobaru Tanam Padi Lokal

    • calendar_month Sab, 6 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Dua karung gabah teronggok di dapur Yosep Ugu (60). Gabah kering itu rencana diolah menggunakan mesin penggilingan padi di desa setempat.  Gabah padi   telah lama dikeringkan, tersimpan dalam karung dan baru dibawa ke kampung  sehari sebelumnya. “Di dalam gabah padi ini,  ada banyak jenis ikut tercampur. Ini sisa panen tahun lalu dan sampai sekarang belum  […]

  • Kebijakan Donald Trump Berdampak ke Maluku Utara

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2025
    • account_circle
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Program USAID BerIKAN Terancam Ditutup Terpilihnya Presiden Amerika Serikat yang baru  Donald Trump  memberi dampak bagi  pemberian donor bagi sejumlah Negara di dunia termasuk Indonesia. Bahkan dampaknya sampai ke Maluku Utara.  Salah satu yang  ikut berdampak dari kebijakan Donald Trump itu adalah  closing program  Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau  yang dikenal dengan USAID.  Lembaga […]

  • Kala Pantai Kota Ternate Nyaris Habis karena Reklamasi

    • calendar_month Rab, 20 Feb 2019
    • account_circle
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Beberapa  kawasan di Kota Ternate yang dulunya masih memiliki pantai  dengan pasir pantainya yang menawan kini nyaris habis  karena adanya reklamasi.  Tengoklah ke kawasan selatan kota Ternate  di wilayah  Kayu Merah dan Kalumata.  Proyek reklamasi yang dikerjakan sepanjang  2017 lalu itu mulai merambah  pantai kawasan itu.  Bahkan proyek rekmalasi   untuk tahap berikutnya  dalam program multi year segera […]

  •  Ini Urgensinya Energi Bersih dan Terbarukan  

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Salah satu penyumbang emisi terbesar yang berdampak pada Krisis iklim adalah sektor energi, sementara komitmen untuk transisi energi menuju energi bersih dan terbarukan seolah berjalan lambat. Di sisi lain masih banyak wilayah di Indonesia yang belum menikmati listrik seperti yang dinikmati di daerah perkotaan. Untuk membedah masalah ini, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama BBC […]

expand_less