Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Pendanaan GEF-7 Crop Bio, Sasar Cengkih dan Pala

Pendanaan GEF-7 Crop Bio, Sasar Cengkih dan Pala

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
  • visibility 527

Di Malut Fokus di Tidore Kepulauan dan Halsel 

Halmaherapedia– Proyek Global Environment Facilities (GEF)-7 CropBio yang merupakan  hibah  dari pendanaan multilateral, masuk ke Indonesia salah satunya ke Maluku Utara. Kegiatan  yang  berhubungan dengan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetika  ini  focus pada 5  komoditas yaitu padi, talas, umbi, pala, dan cengkeh.  Untuk Maluku Utara  berfokus pada cengkih dan pala.

Dikutip dari https://tanamanpangan.brmp.pertanian.go.id/berita/psi-tanaman-pangan-terlibat-aktif-pada-inception-workshop-gef-7-cdcsuicropbio).

Proyek GEF-7 CropBio ini akan dilaksanakan di tiga provinsi yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Maluku Utara. Dibagi dalam 4 komponen kegiatan yang saling terkait.

“Tujuannya melindungi dan memanfaatkan keanekaragaman genetik tanaman di Indonesia, baik di alam liar maupun di lahan pertanian (ras lokal),”jelas Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, MSi mewakili

Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) di Jakarta.

Melalui pembelajaran ini akan meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan lingkungan atau penguatan terhadap pertanian melalui berbagai kebijakan pendukung dan praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan berdasarkan kearifan lokal.

Proyek ini  berupaya mengatasi tiga isu penting. Yaitu dukungan kebijakan yang tidak terkoordinasi, kapasitas yang terbatas untuk konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik tanaman secara berkelanjutan, serta akses  terbatas terhadap materi genetik tanaman dan informasi terkait.

“Ini  proyek konservasi  sumber daya genetik  di Indonesia sehingga perlu dirancang mekanisme terkait bagaimana  mampu mengoptimalkan pendanaan yang diperoleh dengan melibatkan semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sementara itu  Maluku Utara  menyambut baik proyek pendanaan ini.  Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen)  bertemu Pemprov Maluku Utara pada Kamis (21/5/2026).

Tim BRMP Biogen Kementan RI menggelar pertemuan dengan Pemrov Malut di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Malut eks-Crisan.  Pertemuan tersebut  membahas  Rencana  Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI),  yang berfokus  pada konservasi keanekaragaman hayati tanaman pangan dan perkebunan.

Buah pala foto M Ichi

Usai pertemua  Sekprov Malut Samsudin Abdul Kadir  bilang, proyek CDCSUI ini sebagai upaya mengembalikan kelestarian dan menegaskan  sejarah serta keaslian komoditas  cengkih dan pala, sebagai tanaman asli bumi Moloku Kie Raha.

” Ini upaya menjaga keaslian cengkih dan pala  yang memang berasal dari daerah ini,”katanya. Mungkin  cengkih yang terkenal adalah varietas Zanzibar, tetapi hasil penelitian menunjukkan asal-usul sejatinya dari Maluku Utara.

Proyek ini tidak hanya mengangkat nama baik  tapi  juga meningkatkan produktivitas dan ekonomi petani.

Kepala BRMP Biogen Kementan RI, Dr. Atekan, menjelaskan, CDCSUI ini menitikberatkan pada upaya konservasi berbasis sumber daya genetik agar kekayaan hayati Nusantara tidak punah.

“Khusus di Maluku Utara, fokus  cengkih dan pala. Daerah ini  sumber daya genetiknya luar biasa untuk kedua komoditas tersebut. Patut  kita angkat bersama,” katanya.

Proyek ini  rencana hingga  2027 dengan peluang perpanjangan hingga 2028 akan dipusatkan di dua wilayah, yaitu Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan. Proyek ini tidak hanya  fokus pada aspek perlindungan di laboratorium, melainkan  menyentuh  petani di lapangan melalui pola pembinaan dan pendampingan.

“Kami akan  dampingi dan  bina  petani lokal   bagaimana menjaga kelestarian cengkih dan pala mereka, sekaligus  memberikan nilai tambah (value added) agar pendapatan mereka meningkat,”katanya.

Target akhirnya, di ujung proyek ini bisa mengenalkan identitas dan kualitas unggul rempah Maluku Utara ini ke tingkat global. Memasuki  pelaksanaan  BRMP Biogen   gencar  bangun penyamaan persepsi dan sinergi regulasi antara pemerintah pusat, provinsi, serta   kabupaten/kota agar implementasi CDCSUI berjalan optimal dan berkelanjutan.(aji.edit)

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekspansi Tambang, Jadi Ancaman Serius Kawasan Biodiversitas

    Ekspansi Tambang, Jadi Ancaman Serius Kawasan Biodiversitas

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    AEER: 10 Izin Tambang di Halmahera Tumpang Tindih dengan 45.742 Ha Hutan Lindung   Ekspansi pertambangan nikel mulai mendesak kawasan penting keanekaragaman hayati di Indonesia termasuk di Maluku Utara. Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEER) dalam rilis resminya yang diterima media ini,  mencatat 28 dari 206 Key Biodiversity Areas (KBA) di Sulawesi dan Maluku bertumpang tindih […]

  • Percepat Pengakuan Hutan Adat, Pemerintah Daerah Harus Proaktif

    • calendar_month Sel, 13 Feb 2018
    • account_circle
    • visibility 657
    • 0Komentar

    Pengakuan  dan perlindungan hak-hak masyarakat adat masih minim di negeri ini. Dalam dua tahun terakhir, kurang dari 50.000 hektar hutan adat mendapatkan penetapan dari 9,3 juta hektar pemetaan partisiatif yang diserahkan Badan Registrasi Wilayah Adat. Untuk itu, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diminta lebih aktif demi percepatan ini.  Di Provinsi Maluku Utara sendiri saat ini diusulkan […]

  • Fragmentasi Habitat, Burung di Pulau Ternate Terancam

    • calendar_month Ming, 13 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 938
    • 2Komentar

    Burung Srigunting lencana

  • Berapa Banyak Ikan yang Dicuri dari Laut Kita?

    • calendar_month Sel, 6 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 1.150
    • 0Komentar

    Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang didominasi oleh lautan, potensi kelautan dan perikanan di Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi. Dilansir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (KKP), pada tahun 2019, nilai hasil ekspor perikanan Indonesia mencapai Rp73.631.883.000 dan termasuk salah satu sektor yang sangat diandalkan untuk pembangunan nasional.   Namun,  kita sering mendengar […]

  • Wisata Danau di Halmahera Ini Layak Dikunjungi

    • calendar_month Sel, 15 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 1.290
    • 0Komentar

    Cerita dari  Ekspedisi Cinta Talaga  Rano   Wilayah Maluku Utara yang berada di kawasan  ring of fire atau cincin api, ternyata memiliki beberapa keistimewaan. Salah satunya, dari aktivitas vulkanis gunung api , ikut memunculkan  danau  di sekitarnya.  Danau yang ada menjadi potensi wisata yang sangat menjanjikan.  Data yang dirilis Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan […]

  • Tiga Persen APBD Harus Dialokasikan Atasi Sampah

    • calendar_month Sen, 16 Des 2024
    • account_circle
    • visibility 963
    • 0Komentar

    Gubernur/Bupati Wali Kota Didesak Buat Aksi Nyata Kepala Daerah di Indonesia termasuk Provinsi Maluku Utara  dan Kabupaten/kota  didesak segera melakukan aksi nyata  atasi sampah yang  makin tidak bisa tertangani  saat ini. Aksi nyata  yang harus dilakukan kepala daerah  Gubernur maupun Bupati dan Wali Kota itu, disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), […]

expand_less