Pendanaan GEF-7 Crop Bio, Sasar Cengkih dan Pala
- account_circle Redaksi
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 55

Pohon cengkih,fotoMIchi
Di Malut Fokus di Tidore Kepulauan dan Halsel
Halmaherapedia– Proyek Global Environment Facilities (GEF)-7 CropBio yang merupakan hibah dari pendanaan multilateral, masuk ke Indonesia salah satunya ke Maluku Utara. Kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetika ini focus pada 5 komoditas yaitu padi, talas, umbi, pala, dan cengkeh. Untuk Maluku Utara berfokus pada cengkih dan pala.
Dikutip dari https://tanamanpangan.brmp.pertanian.go.id/berita/psi-tanaman-pangan-terlibat-aktif-pada-inception-workshop-gef-7-cdcsuicropbio).
Proyek GEF-7 CropBio ini akan dilaksanakan di tiga provinsi yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Maluku Utara. Dibagi dalam 4 komponen kegiatan yang saling terkait.
“Tujuannya melindungi dan memanfaatkan keanekaragaman genetik tanaman di Indonesia, baik di alam liar maupun di lahan pertanian (ras lokal),”jelas Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, MSi mewakili
Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) di Jakarta.
Melalui pembelajaran ini akan meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan lingkungan atau penguatan terhadap pertanian melalui berbagai kebijakan pendukung dan praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan berdasarkan kearifan lokal.
Proyek ini berupaya mengatasi tiga isu penting. Yaitu dukungan kebijakan yang tidak terkoordinasi, kapasitas yang terbatas untuk konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik tanaman secara berkelanjutan, serta akses terbatas terhadap materi genetik tanaman dan informasi terkait.
“Ini proyek konservasi sumber daya genetik di Indonesia sehingga perlu dirancang mekanisme terkait bagaimana mampu mengoptimalkan pendanaan yang diperoleh dengan melibatkan semua pemangku kepentingan,” ujarnya.
Sementara itu Maluku Utara menyambut baik proyek pendanaan ini. Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) bertemu Pemprov Maluku Utara pada Kamis (21/5/2026).
Tim BRMP Biogen Kementan RI menggelar pertemuan dengan Pemrov Malut di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Malut eks-Crisan. Pertemuan tersebut membahas Rencana Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI), yang berfokus pada konservasi keanekaragaman hayati tanaman pangan dan perkebunan.

Buah pala foto M Ichi
Usai pertemua Sekprov Malut Samsudin Abdul Kadir bilang, proyek CDCSUI ini sebagai upaya mengembalikan kelestarian dan menegaskan sejarah serta keaslian komoditas cengkih dan pala, sebagai tanaman asli bumi Moloku Kie Raha.
” Ini upaya menjaga keaslian cengkih dan pala yang memang berasal dari daerah ini,”katanya. Mungkin cengkih yang terkenal adalah varietas Zanzibar, tetapi hasil penelitian menunjukkan asal-usul sejatinya dari Maluku Utara.
Proyek ini tidak hanya mengangkat nama baik tapi juga meningkatkan produktivitas dan ekonomi petani.
Kepala BRMP Biogen Kementan RI, Dr. Atekan, menjelaskan, CDCSUI ini menitikberatkan pada upaya konservasi berbasis sumber daya genetik agar kekayaan hayati Nusantara tidak punah.
“Khusus di Maluku Utara, fokus cengkih dan pala. Daerah ini sumber daya genetiknya luar biasa untuk kedua komoditas tersebut. Patut kita angkat bersama,” katanya.
Proyek ini rencana hingga 2027 dengan peluang perpanjangan hingga 2028 akan dipusatkan di dua wilayah, yaitu Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan. Proyek ini tidak hanya fokus pada aspek perlindungan di laboratorium, melainkan menyentuh petani di lapangan melalui pola pembinaan dan pendampingan.
“Kami akan dampingi dan bina petani lokal bagaimana menjaga kelestarian cengkih dan pala mereka, sekaligus memberikan nilai tambah (value added) agar pendapatan mereka meningkat,”katanya.
Target akhirnya, di ujung proyek ini bisa mengenalkan identitas dan kualitas unggul rempah Maluku Utara ini ke tingkat global. Memasuki pelaksanaan BRMP Biogen gencar bangun penyamaan persepsi dan sinergi regulasi antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten/kota agar implementasi CDCSUI berjalan optimal dan berkelanjutan.(aji.edit)
- Penulis: Redaksi
