Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Peneliti Unkhair Coba Domestikasi Kepiting Kenari di Gemia Patani

Peneliti Unkhair Coba Domestikasi Kepiting Kenari di Gemia Patani

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
  • visibility 325

Halmaherapedia— Kepiting kenari atau birgus latro adalah salah satu sumber daya perikanan di Maluku Utara. Potensi ini berada di hamper semua pulau di Maluku Utara.salah satunya di  Desa Gemia Patani Utara Kabupaten Halmahera Tengah.

Untuk mengelola secara berkelanjutan sumberdaya alam ini  agar tidak habis di alam, maka perlu dilakukan pembudidayaan. Selama ini masyarakat masih mengandalkan tangkapan di alam, hal ini berpotensi menurunkan populasi dan mengancam keberlanjutan di alam.

Untuk menjaga tetap lestari dilakukan  upaya domestikasi atau pembudidayaan. Caranya  dilkukan pemijahan buatan dan pembesaran benih, rekayasa pakan, sampai berkembang menjadi dewasa.

Setidaknya hal ini dinisiasi oleh  tim peneliti dari Fakultas Perikanan Univesitas Khairun Ternate  yang terdri terdiri dari Dr. Mufti Abdul Murhum sebagai  ketua, Dr. Waode Munaeni dan Dr. Aqshan S. Nurdin  sebagai anggota

Mufti dan timnnya mengembangkan model penangkaran  menggunakan  wadah terkontrol (Birgus Tera Box) dengan   rekayasa pakan buatan.

foto bersama tim peneliti Fakultas Perikanan Unkhair bersama warga penangkap kepiting kenari yang akan melakukan domestikasi, foto dok pribadi

Hasil penelitian  tersebut saat ini  diuji cobakan  di  masyarakat penangkap kepiting kelapa di Desa Gemia. “Kita berdayakan  mereka dengan  Kelompok Penangkar Kepiting Kelapa (B.latro),” katanya Mingggu (17/5/20206)

Melalui model  budidaya berbasis Teknologi Tepat Guna di Desa Gemia, Halmahera Tengah”, skema pemberdayaan berbasis masyarakat dari pendanaan Bima Kementrian Ristekdikti tahun 2026 dapat dilaksanakan.

Menurut Mufti tujuan dan target  kegiatan ini  adalah    berdayanya  kelompok penangkaran dengan  Teknologi Tepat Guna untuk meningkatkan produksi, pendapatan dan keberlanjutan usaha.

Kita awali dengan  sosialisasi, koordinasi dan pelatihan pengguatan kapasitas mitra,”ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri Pemerintah Desa  tokoh masyarakat dan ketua/anggota kelompok.

Untuk selanjutnya akan ada kegiatan pendampingan teknis budidaya dan manajemen usaha mulai  Mei hingga  Desember  nanti.(aji)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuso Endemik Ternate, Terus Diburu untuk Dikonsumsi

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle
    • visibility 1.176
    • 2Komentar

    Perburuan kuso mata biru yang juga salah satu hewan endemic pulau Ternate,  benar- benar massive. Akibatnya  hewan bermata unik ini semakin sulit ditemukan. Pengakuan sejumlah warga di Pulau Ternate yang bertempat tinggal di kawasan barat  pulau, menjelaskan bahwa kuso  ini sudah jarang terlihat sekarang. Jaib Sadek warga Sulamadaha Kota Ternate mengaku, dulu  hamper setiap saat […]

  • SMART Patrol Tools Perlindungan dan Pemantauan Biodiversitas

    • calendar_month Kam, 23 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 770
    • 0Komentar

    Sesuai Dokumen Rencana Aksi dan Strategi Biodiversitas Indonesia 2015-2020,  Indonesia  memiliki keunikan geologi dan ekosistem. Hal ini yang menyebabkan endemisitas satwa liar menjadi tinggi. Endemisitas jenis satwa liar ini tertinggi di dunia untuk kelas burung, mamalia, reptil dan amfibi. Satwa liar endemis Indonesia diperkirakan berjumlah masing-masing 270 jenis mamalia, 386 jenis burung, 328 jenis reptil […]

  • Sebuah Catatan Tentang  Laut Maluku Utara

    • calendar_month Kam, 13 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 1.230
    • 1Komentar

    Dari Tambang, Sampah  hingga Matinya Mamalia Laut Studi dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), menyebutkan bahwa sekitar 72 persen bagian dari bumi tertutup air. 97 persen air yang ada  adalah  lautan.    Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, terbentang dari Sabang sampai Merauke,   dengan 17.499 pulau besar dan kecil  memiliki  luas wilayah  sekitar […]

  • Senjakala Hutan dan Lahan di Maluku Utara

    • calendar_month Sen, 19 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 1.028
    • 0Komentar

    WALHI: 2019 Malut Kehilangan 7.041 Ha Hutan Primer Maluku Utara terdiri dari pulau-pulau. Ada yang menyebut jumlahnya 805, dimana  berpenghuni  85 pulau  dan tak berpenghuni  723 pulau. Ada  juga data yang menyebutkan  jumlah pulau di Maluku Utara  ada1474. Dari jumlah itu 89 berpenghuni dan 1385 tidak berpenghuni.  Terlepas dari data jumlah pulau yang masih diperdebatkan, […]

  • Mengunjungi  Pantai Oma Moy Bacan yang Unik

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 896
    • 0Komentar

    Nikmati Laut dan Pantai Bening Bersih, hingga Batu Pipih Tersusun Rapi Angin laut bertiup perlahan. Keteduhan pepohonan pantai yang rimbun begitu menyejukkan. Meski siang terasa terik, kala tiba di pantai ini bagaikan berada di belantara hutan Gunung Sibela. Ya itulah suasana yang kami rasakan ketika mengunjungi pantai Oma Moy Dusun Oma Moy Panamboang Bacan Selatan […]

  • Joko Nugroho Kembangkan Batatas  Aksesi Lokal, Jadi Sumber Ekonomi Penting

    Joko Nugroho Kembangkan Batatas Aksesi Lokal, Jadi Sumber Ekonomi Penting

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 739
    • 1Komentar

    Minggu (21/8/2025) lalu, sejak pagi hingga jelang siang,Joko Nugroho  (55) mengawasi  dua pekerja bersama istri dan satu anak perempuan nya  panen batatas atau  umbi jalar,  di kebun miliknya. Di lahan seluas  50X50 meter persegi di desa  Sidodi Goal Sahu Timur Halmahera Barat itu, Joko mengembangkan batatas yang tidak sekadar  dimakan tetapi  juga  jadi  pangan lokal […]

expand_less