Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Ini Masalah Warga Pulau Kecil di Halmahera Selatan  

Ini Masalah Warga Pulau Kecil di Halmahera Selatan  

  • account_circle
  • calendar_month Jum, 4 Feb 2022
  • visibility 726

Dari Dampak Bencana Iklim, Air Bersih, Listrik dan Infrastruktur

Hidup di pulau kecil seperti meniti di atas masalah. Rentan dari berbagai bencana akibat perubahan iklim,  serta akses yang terbatas. Tak itu saja, perhatian pembangunan juga kadang  luput dari perhatian. Gambaran tersebut nyata  dirasakan oleh warga yang mendiami pulau-pulau kecil di Kabupaten Halmahera Selatan saat ini.

Saat mengunjungi sejumlah pulau di daerah ini, menemukan persoalan tersebut sangat dirasakan warga setempat. Karena itu mereka butuh   perhatian  serius dari pemerintah dan elemen terkait lainnya.

Di Januari awal pekan ini,  kabarpulau.co.id/ berkeliling ke beberapa pulau dan kampung di Bacan Timur, Pulau Kasiruta dan Pulau Moari di Kayoa Barat. Ada 8 kampung   sempat dikunjungi. Dari  kunjungan itu mayoritas warga  mengeluhkan  masalah  dan  menanti   perhatian pembangunan. Masalah yang warga hadapi di pulau pulau itu misalnya dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut,  penerangan dan jaringan listrik, air bersih, keterbatasan akses telekomunikasi serta infrastruktur jalan dan jembatan.

Proyek air bersih yang mangkrak dan terbengkalai di desa Boki Mi Ake Pulau Moari Kayoa Barat

Hal ini turut disuarakan warga saat didatangi anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Daerah Pemilihan IV Kabupaten Halmahera Selatan yang melakukan reses atau mendengar langsung masukan  masalah pembangunan dari  daerah pemilihan ini. Masukan ini  nanti  dibawa ke provinsi untuk dibahas selanjutnya dibiayai pembangunan penyelesaiannya.

“Reses ini bagian dari tugas DPRD, di mana  perlu datang ke  masyarakat dan mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan masalah pembangunan. Masalah   ini kemudian digodok dan dilihat prioritas dan urgensinya untuk dibiayai,” jelas M Rahmi  Husen saaat   reses di 8 Desa di Halmahera Selatan

Rahmi yang juga politisi partai democrat itu mendapatkan keluhan dari warga terkait berbagai persoalan pembangunan dan    mereka meminta segera ada solusi.

“Persoalan kami salah satunya penerangan atau listrik. Di desa ini jaringan listrik dari PLN  sudah hamper dua tahun terpasang tetepi sampai sekarang belum juga menyala. Beruntung  masih   ada mesin genset  pribadi dan sebagian warga menggunakan  lampu solar cell,”kata Kepala Desa Hate Jawa   Moari Kayoa  Ansar Hi Gani saat  reses anggota DPRD Malut itu. Di desa Hatejawa tidak hanya masalah listrik tetapi juga menyangkut air bersih dan jembatan laut yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya akibat gempa beberapa tahun lalu menyebabkan jembatan laut sebagian bangunannya ambrol. Karena itu ketika pasang naik jembatan laut tersebut tenggelam.

Tambatan perahu Desa Sidanga yang rusak parah tapi mash dimanfaatkan warga setempat

Masih di pulau Moari  Kayoa Barat  di desa Boki Miaake   berkutat dengan persoalan air bersih. Pasalnya   proyek air bersih di desa ini bermasalah  atau mangkrak dan sampai saat ini tidak diselesaikan.  Proyek   Pemkab Halmahera Selatan itu dibangun sejak 2017  dan terbengkalai hingga saat ini. Jangankan airnya pipa saluran air saja tidak diselesaikan akhirnya bak penampung  yang dibangun hanya terbiar percuma. Selain masalah air bersih ada lagi  pembangunan sejumlah infrastruktur desa yang sangat dibutuhkan. Sebut saja jalan dan jembatan yang menghubungkan ke beberapa sarana umum desa tersebut. “Kita sangat butuh jembatan penghubung ke sekolah SMP di desa ini yang berada di seberang sungai Boki Miake. Jika tidak ada jembatan warga dan anak sekolah sangat kesulitan,” kata Kades Boki Miake Lutfi AK Basrah  di hadapan anggota DPRD  Minggu (31/1/2022) lalu. Hal serupa disuarakan   warga Desa  Sidanga dan Tawa. Di dua desa ini fasilitas yang paling mendesak dan perlu segera ada perhatian adalah sarana tambatan perahu atau   jembatan laut. Sarana ini sangat dibutuhkan karena menunjang aktivitas warga  sehari hari.  Di Desa Sidanga jembatan lautnya sudah rusak parah sehingga rentan   roboh atau warga bisa terperosok  masuk dari sela sela lantai jembatan laut   yang sudah rusak.

Sementara di Desa Marituso  Kasiruta Barat masalah paling mendesak yang perlu diperhatikan adalah talud penahan ombak atau air laut. Pasalnya, karena dampak gelombang pasang beberapa waktu lalu   tembok penahan ombak patah. Akibatnya saat ini  laut pasang  kampung ini  nyaris tenggelam. Air laut masuk sampai ke dalam  perkampungan.

Rumah rumah di tepi pantai Pulau Tauwale Kecil Dusun II Desa Marituso yang terancam tenggelam kala air pasang, foto M Ichi

“Masalah ini sangat serius. Jika tidak segera ditangani maka kampung  Marituso bisa tenggelam,” keluh Ketua BPD Desa Marituso Iksan Mohdar   Minggu (31/1/2022) lalu.  

Kebutuhan jembatan laut yang sangat mendesak juga disuarakan warga Desa Timlonga Bacan Timur. Pasalnya untuk memudahkan akses dan aktivitas warga  sangat dibutuhkan adanya pembangunan dermaga  atau tambatan perahu yang representative jauh  dari  terjangan  badai dan   gelombang. “Kebutuhan kami yang paling mendesak adalah membangun jembatan laut atau dermaga yang aman dari gelombang,” ujar Kepala  Desa Timlonga Bacan Timur   Nurdin M Nur.

Warga Sidanga Kasiruta Barat hadiri reses dan sampaikan aspirasi mereka

Sementara di  desa Posi posi Kayoa Selatan warga  mengeluhkan kondisi air minum mereka yang sudah mulai payau. Karena itu mereka  sangat butuh segera ada upaya perbaikan dan pembenahan. Tidak itu saja di  desa ini juga warga adanya  penyiapan tempat penampungan air berupa profil tank. Profil tenk ini sangat dibutuhkan karena desa di pulau Waidoba Kayoa ini sangat bermasalah dengan kualitas air bersihnya.

Rahmi saat menerima berbagai keluhan dan penyampaian menyangkut  masalah yang mereka hadapi menyatakan akan membawa hal ini ke DPRD untuk dibahas dan dilihat skala prioritasnya  sehingga bisa segera dibangun atau diadakan. “ Kita lihat skala prioritas  masalah yang disuarakan  karena anggaran daerah juga terbatas sementara kebutuhan yang sama juga  di 10 kabupaten/kota di Maluku Utara,” ujar Rahmi  saat  reses di beberapa desa tersebut. (*)   

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Forum Adat Kesangadjian, Selamatkan Alam Halmahera Timur

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
    • account_circle
    • visibility 1.128
    • 0Komentar

    Forum adat di bawah Kesangadjian  yang berada  di Halmahera Timur  diinisiasi pembentukannya oleh masyarakat. Gerakan  yang dilakukan Kesangadjian   Bicoli dan turut menghadirkan Sangaji  di Maba itu dilaksanakan  pada 27 dan 28 Desember 2024 lalu. Forum Adat Kesangadjian ini merupakan yang  pertama di Halmahera Timur. Kegiatan itu itu dipusatkan di Balai Desa Wayamli, Halmahera Timur Maluku […]

  • Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (Habis)

    Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (Habis)

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 994
    • 0Komentar

    Dampak  Langsung Perubahan Iklim  di Kota  Ternate   Dampak perubahan iklim yang mengancam kehidupan manusia saat ini nyata adanya.  Kondisi itu dirasakan  tidak hanya  oleh mereka  di pulau besar. Di pulau kecil  seperti Ternate juga sama. Pulau kecil memiliki tingkat kerentanan cukup tinggi  dan dampaknya pun berlapis. Ancaman perubahan iklim dalam 10 tahun terakhir tidak hanya […]

  • Hari Peduli Sampah Nasional Sepi Agenda  

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 546
    • 1Komentar

    KLHK: 2030 Tak Ada Lagi TPA Baru Pada 21 Februari setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Hari penting ini   bertujuan  mengingatkan semua pihak bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama. Upaya penanganan dan pengelolaan sampah harus melibatkan seluruh komponen masyarakat yang meliputi Pemerintah baik Pusat dan Daerah, akademisi, aktivis, komunitas, dunia usaha, […]

  • KKP Walidata Informasi Geospasial Lamun dan Terumbu Karang

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima mandat sebagai penyelenggara atau walidata informasi geospasial tematik (IGT) lamun dan terumbu karang di Indonesia. Sebelumnya mandat tersebut diselenggarakan oleh Pusat Riset Oseanografi, BRIN (LIPI). Terumbu karang dan padang lamun adalah ekosistem yang sangat  berharga bagi kelangsungan hidup laut dan manusia. Kekayaan alam ini memberikan manfaat ekologi, ekonomi dan […]

  • Sukses KPP Fodudara Tubo Ubah Perilaku Warga

    • calendar_month Sel, 16 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 536
    • 1Komentar

    Dari  Bank Sampah, Buat Kompos hingga Tanam Sayur Aktivitas di gedung Tempat Pengolahan Sampah Reuse Reduce dan Recycle (TPS3R) yang dibangun  Kementerian PUPR Sabtu (12/3)  pagi jelang siang itu,  tak seramai biasanya. Belum ada aktivitas menimbang sampah yang telah disortir. Belum juga ada aktivitas bongkar muat sampah.  Dua pengurus lembaga baik LKM Ake Tubo dan KPP […]

  • Ini Cara Antisipasi Stok Pangan Saat Pandemi

    Ini Cara Antisipasi Stok Pangan Saat Pandemi

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Hasil kajian yang dilakukan  pemerintah provinsi Maluku Utara melalui  dokumen Food Security  and  Vurnerability  Atlas (FVSA), atau peta keamanan dan kerentanan pangan di Maluku Utara, menunjukan ada sejumlah sangat rawan pangan. Dasarnya  daerah daerah itu tidak mampu memproduksi  pangan  sendiri tetapi mengharapkan pasokan dari luar. Kabupaten  Kepulauan Sula dan Taliabu serta Tidore Kepulauan atau 23 kecamatan di […]

expand_less