Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » Melihat Kehati Halmahera Lewat Bird Race Competition   

Melihat Kehati Halmahera Lewat Bird Race Competition   

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
  • visibility 285

Halmaherapedia– International Bird Race Competition 2026 pertama digelar di  Maluku Utara. Acara  ini secara resmi dibuka pada Senin (27/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (BTNAL) ini diikuti  puluhan peserta dari berbagai latar belakang.  Mahasiswa, sektor swasta, fotografer profesional, hingga  dari mancanegara.

Acara ini digelar sebagai bentuk memperkenalkan potensi pusat keanekaragaman hayati di Pulau Halmahera. Lokasi  kegiatannya di   kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (Ajalo).

Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Budhi Chandra menjelaskan, Ajalo International Bird Race 2026 menjadi ajang pengamatan  dan fotografi burung yang mempertemukan pegiat konservasi, pengamat burung, hingga fotografer alam dari berbagai daerah.

“Kegiatan akan berlangsung mulai  27 hingga 29 Juli 2026,”jelasnya.

Foto bersama usai acara pembukaan foto humas Pemprov Malut

Ajalo International Bird Race ini dibagi dalam dua   kategori  lomba, yaitu Lomba Birding dan Bird Photography. Kategori birding dapat diikuti   individu maupun tim   terdiri atas satu hingga tiga orang.Sementara kategori fotografi burung diperuntukkan bagi peserta perorangan.

“Bird race atau lomba pengamatan burung merupakan sebuah kegiatan yang menggabungkan olahraga alam, penelitian ilmiah sederhana, dan semangat konservasi,” jelas Chandra.

Kegiatan ini sebenarnya merupakan  rangkaian   menyongsong peringatan Hari Konservasi Alam Nasional sekaligus bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.

Kegiatan ini berkembang di Indonesia bukan hanya sebagai ajang kompetisi, melainkan juga  bentuk  gerakan  memperkuat komunitas pengamat burung di Nusantara dalam upaya meningkatkan kepedulian masyarakat luas terhadap keanekaragaman hayati.

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, H. Samsuddin A. Kadir, mengapreseasi  ajang bergengsi ini. Dia mengaku bangga karena TNAL  menjadi lokasi pelaksanaannya.

“Ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah gerakan nyata memperkenalkan dan mempromosikan potensi keanekaragaman hayati  Maluku Utara,”ujarnya.

Dalam kegiatan  Sekprov bersama Tenaga Ahli Kementerian Kehutanan melanjutkan agenda konservasi lingkungan dengan melepasliarkan burung  kakatua putih (Cacatua alba) dan burung nuri ternate (Lorius garrulus).

Sekprov  juga  menyampaikan kepada semua pihak bahwa ekowisata berbasis konservasi adalah masa depan pariwisata Indonesia, terutama di Maluku Utara.

“Mengedepankan  kelestarian alam, Maluku Utara siap tidak hanya menjaga keberlangsungan ekosistem, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat local,” katanya.  Ini tidak hanya  menjadi destinasi unggulan  di tingkat nasional  tetapi juga di panggung internasional.

Kegiatan ini juga  jadi titik awal menyongsong peringatan Hari Konservasi Alam Nasional pada 10 Agustus medatang, sekaligus bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.(aji/red)

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampah dan Krisis Air Masalah Serius Ternate

    • calendar_month Rab, 25 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 850
    • 0Komentar

    Sampah yang muncul di kawasan pelabuhan Bastiong usai hujan

  • Fakawel/Vauf:Jalan Konservasi dan Pariwisata Berbasis Masyarakat (3)

    Fakawel/Vauf:Jalan Konservasi dan Pariwisata Berbasis Masyarakat (3)

    • calendar_month Jum, 16 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Sejak pagi di pertengahan Mei 2026 lalu itu, para ibu telah berkumpul di tepi pantai Desa Gemia. Ada kurang lebih 26 orang. Mereka berasal dari Desa Blifitu, Woyobibil, Gemia dan Santosa  Kecamatan Patani Utara Kabupaten Halmahera Tengah Maluku Utara.Para ibu ini adalah peserta lomba fakawel/vauf mancing tradisional perempuan  Gam Range. Salah satu pesertanya adalah Rahima […]

  • UGM akan Inventarisasi Eksosistem Mangrove di Maluku Utara    

    UGM akan Inventarisasi Eksosistem Mangrove di Maluku Utara    

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Halmaherapedia– Fakultas Kehutanan (FK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Kick Off Inventarisasi Ekosistem Mangrove dan Penyusunan Fungsi Ekosistem Mangrove dalam Kesatuan Lanskap Mangrove (KLM) di Provinsi Maluku Utara. Dikutip dari website UGM https://fkt.ugm.ac.id/2026/09/29/fakultas-kehutanan-ugm-inisiasi-inventarisasi-ekosistem-mangrove-di-maluku-utara/ kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (28/9/2026) di Bela Hotel Ternate.  Ini merupakan langkah awal  pelaksanaan inventarisasi dan komputasi fungsi ekosistem mangrove sebagai bagian […]

  • Walhi Paparkan Hasil Riset  Air Bersih di Kawasi Obi    

    Walhi Paparkan Hasil Riset Air Bersih di Kawasi Obi  

    • calendar_month Sab, 17 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Kontaminasi  Cr(VI) di Air Bersih Melebihi Nilai Acuan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara, bersama tim risetnya telah melakukan riset  kualitas air di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan. Penelitian yang dilakukan meliputi pengambilan sampel air, uji laboratorium, dan penyusunan laporan analisis hasil riset selama lima bulan  Mei hingga September 2026  lalu. Hasil riset […]

  • Waspada Bahaya Di Balik Curah Hujan Ekstrim

    Waspada Bahaya Di Balik Curah Hujan Ekstrim

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Penulis: Mohamamd Ridwan Lessy (Dosen Ilmu kelautan dan Plt Ketua Forum PRB Kota Ternate) Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur Kota Ternate sepanjang beberapa hari belakangn ini, dengan potensi peningkatan curah hujan pada sore hingga malam hari yang disertai petir dan angin kencang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah […]

  • UGM Riset Kosmopolis Rempah di Malut

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 730
    • 1Komentar

    Sudah Jalin Kerjasama dengan Pemkab Halut Wilayah Provinsi Maluku Utara dikenal sebagai penghasil  rempah pala dan cengkeh.  Tak salah di Kota Ternate misalnya saat ini membangun icon kotanya dengan sebutan   Kota Rempah. Karena itu juga  Maluku Utara patut menyandang The Spicy Island  karena menjadi penghasil rempah yang merupakan sebuah warisan masa lalu Upaya mengembalikan kejayaan […]

expand_less