Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ternate Kaya Keanekaragaman Hayati Laut

Ternate Kaya Keanekaragaman Hayati Laut

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
  • visibility 836

Dari Terumbu Karang hingga Fauna Kharismatik  

Laut Pulau Ternate memiliki kaneakaragaman hayati yang luar biasa. Tidak hanya  jenis terumbu karang dan ikan kecil, tetapi juga satwa laut kharismatik. Di kawasan laut ini juga ada  hewan laut endemic seperti  hiu berjalan.

Di beberapa lokasi di laut pulau Ternate ditemukan beberapa jenis satwa kharismatik laut seperti hiu paus. Ada juga  oceanic manta, dugong, lumba-lumba  dan hiu. 

Di kawasan laut Taman Nukila di pusat kota Ternate misalnya, banyak ditemukan hiu berjalan atau walking shark. Hewan nocturnal yang biasa ke luar mencari makan di malam hari ini, terbilang  banyak karena bisa ditemukan di laut ini  siang hari. Tidak itu saja ukurannya juga terbilang besar.

Sementara di laut kawasan wisata Kasetela sering kali ditemukan dugong bermain oleh para penyelam. Beberapa diver berulangkali menemukan dugong melintasi dan makan di kawasan laut tersebut.     

Begitu juga di kawasan wisata Jikomalamo Ternate yang berada di bagian barat Pulau Ternate,  seringkali ditemukan hiu paus, oceanic manta, lumba lumba dan penyu.   

Hiu-paus-saat-bermain-di-kawasan-laut-jikomalamo beberpa waktu lalu, foto Sahmar

Untuk hewan- hewan kharismatik, pada 2020 lalu di kawasan laut Jiko Malamo karena muncul udang kril   yang merupakan jenis crustacea, ikut menarik pula  3 ekor hiu paus makan dan bermain di kawasan laut tersebut. Bahkan beberapa penyelam yang sempat melakukan aktivitas diving di kawasan tersebut bermain- main dengan hewan laut ini dan diabadikan melalui foto dan video. Tidak itu saja ikut juga ditemukan oceanic manta  yang makan  kril dan bermain di kawasan laut Jikomalamo.  

Sahmar Ishak salah satu diver yang menyaksikan langsung hiu paus dan oceanic manta di kawasan laut Jikomalamo bercerita,  di laut Ternate ini  selain banyak jenis ikan karang  juga hewan hewan laut  kharismatik, seringkali muncul.  Satwa dilindungi ini cari makan di  laut ini.  “Karena di sini tempat  mencari makanya tentu dia juga memiliki tempat bermain  yang tidak akan berpindah pindah.  Hewan hewan ini  paling jauh bermain kurang lebih 2 mil dari kawasan ini.  Jadi   hiu paus ini bermain di tengah bukan di daerah teluknya. Begitu juga untuk  oceanic manta sebagai fauna penjelajah mungkin saja ada di situ karena mencari makan setelah itu pergi.  Bahkan di kawasan ini juga seringkali ditemukan lumba lumba yang lewat dan bermain.

Dugong yang ditemukan di laut pantai-Kastela foto Iki Tamanyira Dodoku Dive Centre

“Karena kaya keanekaragamanhayati laut  maka perlu ada perlindungan kawasan lautnya. Saat ini kawasan laut Ternate tidak masuk  kawasan konservasi perairan (KKP). Hal ini akan sangat rawan,” katanya.

Karena itu dia mengimbau Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara yang memiliki kewenangan  hingga 12 mil laut maka perlu segera memikirkan dan   memasukan kawasan laut Ternate sebagai kawasan konservasi.

Dia bilang, contoh saja di kawasan laut Taman Nukila  saat ini banyak hiu berjalan, tetapi tidak masuk kawasan konservasi sehingga terancam oleh mereka yang menangkap ikan, maupun aktivitas lainnya. Contoh lain katanya di kawasan laut Pulau  Hiri juga terdapat tempat bermain ikan duyung yang perlu dilindungi. Karena itu tidak ada alasan tidak memasukan kawasan laut Ternate dan sekitarnya sebagai kawasan konservasi perairan (KKP). “Kita berharap soal ini bisa direspon oleh DKP Provinsi dan instansi terkait lainnya agar laut dan keanekaragaman hayatinya bisa terlindungi,” katanya.  

Pelepasan-anak-penyu-di-pantai-Tobololo Ternate, foto Antara Andre

Selain berbagai jenis ikan dan hewan kharismatik, kekayaan laut lainnya adalah  terumbu karang. Menurut Pusat Penelitian Oseanografi LIPI melalui risetnya pada tahun 2012 di Perairan Ternate, Tidore dan sekitarnya memiliki kekayaan hayati laut yang tinggi dan dapat dipastikan bahwa perairan ini merupakan bagian dari pusat  kekayaan keanekaragaman laut dunia.

walking shark yang ditemukan di laut Ternate, foto Adit Nasijaha dive center

Berdasarkan data Pusat Oseanografi LIPI  terumbu karang di perairan Ternate, Tidore dan sekitarnya memiliki keanekaragaman karang relatif tinggi. Setidaknya berhasil dijumpai 144 jenis, yang termasuk dalam 44 marga dan 17 suku. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • AIR

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 755
    • 1Komentar

    Sungai Tayawi di Taman Nasional Ake Tajawe Sofyan Ansar

  • BMKG: Waspada, Hujan Hebat hingga 21 Januari

    • calendar_month Ming, 17 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Kondisi-jenbatan-yang-putus-di-hantam-banjir-di-Galela-Barat-Halmahera-Utara/ foto-warga-Galela

  • Harusnya Maluku Utara Miliki Balai KSDA

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 698
    • 0Komentar

    Persoalan konservasi sumberdaya alam di Maluku Utara sangatlah besar. Dengan 805 pulau  dan luas hutannya mencapai 2,25 juta hektar, memiliki persoalan pengawasan yang  rumit.   Sementara lembaga dan personil atau sumberdaya manusia yang menjalankan tugas tidak maksimal.  Seksi Konservasi SDA alam di Maluku Utara saat ini, tidak sanggup lagi memikul beban kerja  besar dengan wilayah […]

  • SMART Patrol Tools Perlindungan dan Pemantauan Biodiversitas

    • calendar_month Kam, 23 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 821
    • 0Komentar

    Sesuai Dokumen Rencana Aksi dan Strategi Biodiversitas Indonesia 2015-2020,  Indonesia  memiliki keunikan geologi dan ekosistem. Hal ini yang menyebabkan endemisitas satwa liar menjadi tinggi. Endemisitas jenis satwa liar ini tertinggi di dunia untuk kelas burung, mamalia, reptil dan amfibi. Satwa liar endemis Indonesia diperkirakan berjumlah masing-masing 270 jenis mamalia, 386 jenis burung, 328 jenis reptil […]

  • Ini Masalah Pembangunan di Pulau Makeang dan Kayoa

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 645
    • 2Komentar

    Jembatan penghubung di jalan lingkar pulau Makeang yang menghubungkan antardesa rusak parah, foto M Ichi

  • Nelayan Kecil Belajar Standar Keselamatan di Laut

    • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Para nelayan mempraktikan cara menyelematkan korban di lautan foto MDPI

expand_less