Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Kanari Makeang Sasar Pasar Eropa

Kanari Makeang Sasar Pasar Eropa

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 16 Jun 2021
  • visibility 745

HHBK yang Punya Kontribusi Besar bagi Kehutanan dan Negara

Warga Pulau Makeang Maluku Utara patut bersyukur. Pasalnya, hutan kenari yang tumbuh subur di pulau ini dan menjadi hasil utama masyarakat,   mulai  dilirik investor. Bahkan    akan hingga menyasar pasar Eropa. Kenari yang telah dibudidayakan turun temurun masyarakat  di pulau  vulkanik  ini,   ternyata tidak hanya dibuat cemilan halua kenari (cemilan sejenis noga,red) atau bahan pencampur kue. Kini, ada secercah harapan kenari  bakal diekspot yang akan menyasar   dua negara di Eropa yakni  Finlandia dan Italia.     

Rilis resmi   Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehuatanan Selasa (15/8)  yang dikutip dari (http://ppid.menlhk.go.id/berita/siaran-pers/6006/produk-kenari-pulau-makian-untuk-kesejahteraan-rakyat-dan-kelestarian-hutan) menyebutkan  bahwa  kenari yang masuk Produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) ternyata memberikan kontribusi sangat besar bagi perekonomian negara di sektor kehutanan.

Dalam kunjungan kerja di lokasi produksi kacang kenari di Pulau Makian, Kepala Subdit Pemolaan KPHP, Direktorat KPHP, Dirjen PHPL, Rudi Eko Marwanto mengatakan,  produk HHBK ini memiliki nilai 90% dari keseluruhan produksi hutan.

“Karena itu, harus mendapatkan dukungan semua pihak, termasuk Kementerian Perdagangan untuk memberikan kode HS pada produk kenari agar terjamin keberterimaan pasar internasional serta Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dalam pengembangan desa,” katanya.

HS adalah nomenklatur klasifisikasi komoditas impor/ekspor yang digunakan secara seragam di seluruh dunia berdasarkan International Convention on The Harmonized Commodity Description and Coding System atau dikenal dengan HS code.

Dia bilang Perusahaan Timurasa mengembangkan pasar kacang kenari dan bekerjasama dengan BUMDes di Makeang  dan didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Program Kehutanan Multipihak Fase 4 (MFP4).

Kunjungan yang dilaksanakan pada 2-4 Juni 2021 lalu  itu  juga dihadiri oleh perwakilan dari   KPHP, BUPSHA serta Sesditjen PHPL, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Utara, Timurasa dan MFP4.

Kacang Kenari

Kasubdit Pengembangan Usaha HKm, HD dan HTR, Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat (BUPSHA), Eko Nopriadi mengatakan tantangan terbesar bagi program perhutanan sosial adalah tentang pemasaran produk hutan. “Karena itu diperlukan mitra-mitra yang bisa membantu pengembangan produk, kapasitas produksi dan kelembagaan,” ujarnya.

Tantangan itulah yang kemudian dijawab oleh Program Kehutanan Multipihak (Multistakeholder Forestry Programme 4/MFP) melalui pendekatan pasar atau market driven approach sebagai upaya mendukung peningkatan pertumbuhan usaha kehutanan berbasis masyarakat dengan dua cara yaitu inkubasi dan percepatan bisnis. 

Direktur MFP4, Tri Nugroho mengatakan MFP4 belajar dari pengalaman sebelumnya yang banyak fokus pada rantai suplai, maka dibutuhkan pendekatan untuk melengkapi hal itu yakni pendekatan pasar.

“Kami mulai mengidentifikasi pelaku pasarnya atau Market Access Player yang bekerja dengan komoditas dari hutan. Salah satu mitra MAP kami adalah Timurasa yang produknya adalah kacang kenari dari Pulau Makian, Pulau Alor dan Pantar. Kami yakin pendekatan dari pasar ini sebagai complementary ini akan mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara, Analis Kebijakan Ahli Madya dari Ditjen Promosi dan Pemasaran Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Dani Usadi mengatakan meskipun pihaknya belum mengindentifikasi kerjasama antara Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dengan BUMDes, tetapi di antara 42 ribu BUMDes yang terdaftar dan diyakini ada sebagian berada di kawasan hutan.

Kacang kenari yang dibuat halua kenari

“Yang saat ini belum ada adalah instrumen BUMDes yang bekerjasama dengan pihak ketiga seperti Yayasan. Tetapi UU Cipta Kerja telah mengakui BUMDes sebagai badan hukum dan dapat bekerjasama dengan pihak lain untuk memasarkan produk desa,” terangnya.
 
 Direktur Timurasa Erdi Rulianto, berharap dukungan dari semua pihak, agar dapat mendorong keberlangsungan bisnis hutan berbasis masyarakat ini, baik untuk peningkatan ekonomi rakyat Pulau Makian, juga hutan yang di sana.

“Kami bergerak memasarkan Kenari Makian tidak sendiri, tapi bekerjasama dengan 200 reseller di seluruh Indonesia. Harapannya agar bisa memasarkan produk sekaligus mengenalkan Pulau Makian yang tidak hanya punya potensi kenari tapi juga produk lain, termasuk wisata. Kami juga fokus pada pengembangan manusia di Makian agar siap menerima investasi desa,” kata Erdi.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Musyawarah IKAPERIK, Bahas Perikanan Malut dan Tantangan Era 4.0

    • calendar_month Ming, 24 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Farid Terpilih Secara Aklamasi Ikatan Alumni Perikanan dan Kelautan (IKAPERIK) Universitas Khairun Ternate menggelar musyawarah memilih pengurus baru untuk masa jabatan 4 tahun ke depan Sabtu (22/1) kemarin.  Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gamalama Hotel Sahid  itu, turut diisi dengan seminar bertema   “Perikanan Maluku Utara dan Tantangan Industri era 4.0” Beberapa pemateri penting turut hadir yakni […]

  • WALHI Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan 

    • calendar_month Jum, 9 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 603
    • 0Komentar

    Kegiatan mendorong orang mud bicara ekologi oleh WALHI Maluku Utara foto M Ichi

  • Sepanjang 2025 BKSDA Amankan 47 Ekor Paruh Bengkok  

    Sepanjang 2025 BKSDA Amankan 47 Ekor Paruh Bengkok  

    • calendar_month Kam, 1 Jan 2026
    • account_circle Mahmud Ichi
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Penangkapan burung paruh bengkok masih saja marak. Ini dibuktikan dengan  banyaknya aktivitas masyarakat yang mengambil dan memelihara burung- burung yang dilindungi tersebut. Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kantor Seksi Konservasi Wilayah Ternate Maluku Utara menyebutkan  adanya burung yang masih diperjualbelikan dan diamankan aparat penegak hukum. Sepanjang 2025 pihak BKSDA KSWA Ternate mendapatkan penitipan burung dari […]

  • Ini Win-win Solution Konflik Tenurial  TNAL dengan Warga Adat Kobe

    Ini Win-win Solution Konflik Tenurial TNAL dengan Warga Adat Kobe

    • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 554
    • 0Komentar

    Penulis : Hamdan Volunter/ Kabarpulau.  Konflik tenurial di Maluku Utara masih sering terjadi. Misalnya  antara warga dengan korporasi atau juga dengan pemerintah. Contoh konflik tenurial antara warga dengan pemerintah,  sekarang ini  yakni  dengan  kawasan  Taman Nasional. Konflik ini perlu diselesaikan  sehingga tidak merugikan masyarakat  termasuk upaya  konservasi hutan juga tetap berjalan. Sekadar diketahui, penetapan Taman […]

  • Kapan Malut Miliki Kedokteran Kelautan untuk Lindungi Laut Kita?

    • calendar_month Sel, 25 Sep 2018
    • account_circle
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Pemerintah Indonesia mengakui sektor kemaritiman, khususnya di bidang keselamatan kerja maritim dan pariwisata masih belum berkembang dengan baik. Salah satunya, adalah kedokteran kelautan yang potensinya sangat besar untuk dikembangkan di seluruh Negeri. Kehadiran profesi tersebut, hingga saat ini masih sangat minim walaupun berbagai kejadian banyak bermunculan di wilayah kelautan. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agus […]

  • Nelayan Tidore Bakar Sate Tuna Terbanyak di Dunia  

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 642
    • 3Komentar

    Peringatan Hari Nusantara (Harnus) yang jatuh pada  13 Desember 2023 ini dipusatkan di Kota Tidore Provinsi Maluku Utara. Acara ini diisi berbagai kegiatan.  Salah satunya  Bakar Sate Ikan Tuna terbanyak.Kegiatan ini termasuk salah satu agenda yang masuk  catatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Bakar sate ikan tuna yang dilaksanakan Senin (11/12/2023) itu dipusatkan di  Kelurahan […]

expand_less