Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » BMKG: Elnino Menguat Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

BMKG: Elnino Menguat Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 24

Angin Kencang di Maluku Utara  Masih Terjadi 

Direktorat  Meteorologi   Publik  Badan Meteorlogi  Klimatologi  dan Geofisika  (BMKG)  menyampaikan   hasil pemantauan  pada  dasarian II Juli  2026,  menunjukkan   musim kemarau  terus meluas dan kondisi  kering  semakin mendominasi wilayah Indonesia.

Curah hujan kategori  rendah tercatat  mencakup  92,93% wilayah, sedangkan kategori menengah sebesar 6,63%  dan  kategori  tinggi hanya 0,45%.  Kondisi ini  juga tercermin dari sifat hujan, dimana 89,97%  wilayah didominasi  kategori  bawah normal. Hingga  periode  tersebut,  509  Zona Musim atau sekitar 72,8% wilayah  Indonesia  telah memasuki musim kemarau.

Di tengah dominasi musim kemarau, hujan lebat masih terjadi secara lokal di sejumlah wilayah. Pada periode 24 – 27 Juli 2026, hujan lebat hingga sangat lebat masih tercatat di Sumatera Utara (128 mm/hari), Sumatera Barat (116 mm/hari), Kalimantan Utara (88 mm/hari), Papua (87 mm/hari), dan Aceh (65 mm/hari).

Kondisi tersebut didukung oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang berpengaruh terhadap wilayah Sumatra bagian utara dan Sulawesi Tengah, serta aktivitas MJO yang secara spasial aktif di sebagian Sumatra bagian tengah hingga selatan.

“Selain itu, Siklon Tropis Noul di Laut Filipina, sebelah utara Maluku Utara, juga memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan hujan, terutama di Kalimantan Utara,” kata Dr. Andri Ramdhani, M.Si dari Direktorat Meteorologi Publik BMKG dalam rilis resminya Senin 27 Juli 20206.

Dia bilang,  kondisi ini juga memicu peningkatan kecepatan angin permukaan hingga lebih dari 20 knot di sejumlah wilayah, sehingga potensi angin kencang, pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, dan gangguan aktivitas masyarakat juga perlu diwaspadai.

Karena itu BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah  menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan, serta segera melaporkan indikasi titik api, khususnya bagi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Bagi wilayah yang masih berpotensi mengalami hujan signifikan akibat pengaruh dinamika atmosfer, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melakukan langkah- langkah mitigasi yang diperlukan. Selain itu, masyarakat juga perlu menghindari pohon, baliho, dan bangunan rapuh saat terjadi angin kencang, serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi BMKG.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Dominasi kondisi kering yang terjadi saat ini selaras dengan perkembangan dinamika iklim global. Indeks Niño 3.4 dasarian masih tercatat sebesar +2.26, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2. Indikator tersebut mengindikasikan El Niño Event dengan intensitas kuat dan berpotensi semakin menguat pada tahun ini. Kondisi ini dapat menghambat proses pembentukan awan hujan dan semakin memperkuat kecenderungan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Meski begitu, peluang  hujan masih terdapat di beberapa wilayah Indonesia. Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial diprakirakan mulai memasuki wilayah Indonesia, serta keberadaan Gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin yang melintasi sebagian wilayah Sumatra diprediksi mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah. Selain itu, sirkulasi siklonik diprakirakan terbentuk di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina dan di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Nugini. Keberadaan sistem  ini dapat membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertemuan serta penumpukan massa udara di sekitar wilayah sirkulasi. Karena itu, meskipun kondisi kering diprakirakan masih lebih dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat tetap berpeluang terjadi, terutama di wilayah yang dipengaruhi  aktivitas gelombang atmosfer, sirkulasi siklonik, serta daerah konvergensi dan konfluensi.

“Dalam beberapa hari ke depan, peningkatan kecepatan angin permukaan masih berpotensi terjadi. Kondisi  itu diprakirakan berlangsung di sebagian wilayah Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Samudra Hindia barat daya Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Flores, Laut Jawa bagian timur, Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku, dan Laut Halmahera,” jelas  Andri Ramdhani.

Peningkatan kecepatan angin tersebut berpotensi memicu kenaikan tinggi gelombang laut di wilayah-wilayah perairan tersebut.

Potensi Hujan Sepekan ke Depan Periode 28 – 30 Juli  2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan Barat, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Angin Kencang: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, dan papua Selatan.

Periode 31 Juli–4 Agustus 2026

Angin kencang terjadi di  Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.

 

 

Imbauan

Karena itu, BMKG mengimbau  memasuki musim kemarau yang  makin mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering.

“Seiring menguatnya kondisi kering di sejumlah wilayah, masyarakat dan pemerintah daerah juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik panas (hotspot) serta potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau  tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik  membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, hutan, dan lahan kering,” imbaunya.

Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas.

Meskipun musim kemarau semakin dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal. Karena itu, masyarakat dan para pemangku kepentingan perlu tetap mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir, serta menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat cuaca buruk.

Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan.

Warga Ternate Diimbau Waspada Kebakaran Hutan

Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto mengimbau masyarakat Kota Ternate meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Ia meminta warga menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau lahan sembarangan, membuang puntung rokok di area kering, serta memastikan instalasi listrik dan penggunaan kompor maupun tabung gas tetap aman.

“Diperlukan peran aktif  masyarakat untuk mencegah kebakaran,” ujar AKBP Anita, Senin, 27 Juli 2026.

Dia  minta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pelaporan secara cepat  dapat membantu petugas melakukan penanganan sejak dini sehingga dampak kebakaran dapat diminimalisir

“Pencegahan itu langkah terbaik dalam mengurangi risiko kebakaran. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap imbauan keselamatan, kita bersama menjaga Kota Ternate tetap aman dan terhindar dari bencana kebakaran,” kata Anita.

“Jika butuh bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian 110 yang siap memberikan pelayanan  cepat dan responsive,” kata Kapolres Anita.

Sumber:

BMKG:  https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/bmkg-puncak-musim-kemarau-agustus-2026-perkuat-kesiapan-hadapi-dampak-el-nino

RRI. Co.id

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kelompok Tani Hutan di Tidore Kembangkan Minyak Kelapa

    • calendar_month Rab, 20 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 663
    • 0Komentar

    Tulisan Kiriman  Andy Taufik Marasabessy Dishut Malut Sumberdaya kelapa yang melimpah di bumi Maluku Utara menjadi berkah. Selain dibuat kopra juga diolah menjadi minyak kelapa kampong. Seperti yang dilakukan Kelompok Tani Hutan (KTH)   Balibunga Lestari Kelurahan Rum  Kota Tidore. Mereka mengolah buah kelapa menjadi minyak. Dari hasil olahannya   dijual ke pasar serta dikonsumsi. Untuk pengembangan […]

  • Arah  Baru  Tata Kelola  Kota  Tidore  Kepulauan 

    • calendar_month Ming, 12 Jun 2022
    • account_circle
    • visibility 638
    • 0Komentar

    Bawah Laut Tidore Kekayaan yang dieksplore untuk pembangunan daerah, foto Abdul Khalis Tidore

  • Dari Forum Adat Kesangadjian, Selamatkan Alam Halmahera Timur

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
    • account_circle
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    Forum adat di bawah Kesangadjian  yang berada  di Halmahera Timur  diinisiasi pembentukannya oleh masyarakat. Gerakan  yang dilakukan Kesangadjian   Bicoli dan turut menghadirkan Sangaji  di Maba itu dilaksanakan  pada 27 dan 28 Desember 2024 lalu. Forum Adat Kesangadjian ini merupakan yang  pertama di Halmahera Timur. Kegiatan itu itu dipusatkan di Balai Desa Wayamli, Halmahera Timur Maluku […]

  • Pohon di Tepi Jalan Ternate Jadi Korban Pemilu

    • calendar_month Kam, 18 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 735
    • 2Komentar

    Bawaslu Lalai APK Dipaku dan Diikat Kawat di Batang Pohon?    Pohon dengan ragam tinggi dan diameter berderet di sepanjang jalan kota Ternate dari Utara sampai ke selatan di sepanjang jalan protokol. Batang pohon  angsana atau  nama ilmiahnya Pterocarpus indicus Willd dan  pohon trembesi atau  samanea saman terlihat ditempeli  spanduk kampanye partai maupun calon kontestan pemilihan […]

  • Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    Dampak Perubahan Iklim di Ternate, Kota Pesisir dan Pulau Kecil (1)

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Banjir dan Longsor  Berulang  hingga Nelayan Terus  jadi Korban di Laut Hari jelang sore di Rabu (17/9/2025) itu, Salma M Arif dan suaminya Ongen Ramli warga Kelurahan Rua Kecamatan Pulau Ternate, berada di dalam rumah. Mereka  baru saja pulang ke rumah setelah  aktivitas di luar. Sore itu, berawan mesti seharian  tidak terjadi hujan. Tiba-tiba mereka […]

  • Tugu Kenari dan Diaspora Minang di Makean

    • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 1.066
    • 0Komentar

    Kuliah Bersama Masyarakat (Kubermas) tahap I Universitas Khairun Ternate  di Desa Sebelei Kecamatan  Makean Barat, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara selama satu bulan (Agustus 2023) telah tuntas. Program kerja mereka,salah satunya membuat Tugu Kenari sebagai salah satu ikon Desa Sebelei.    Sekadar diketahui, tugu ini memiliki makna filosofis mendalam. Pohon kenari  disebut- sebut sebagai  salah […]

expand_less