Breaking News
light_mode
Beranda » Headline » BMKG: Elnino Menguat Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

BMKG: Elnino Menguat Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
  • visibility 235

Angin Kencang di Maluku Utara  Masih Terjadi 

Direktorat  Meteorologi   Publik  Badan Meteorlogi  Klimatologi  dan Geofisika  (BMKG)  menyampaikan   hasil pemantauan  pada  dasarian II Juli  2026,  menunjukkan   musim kemarau  terus meluas dan kondisi  kering  semakin mendominasi wilayah Indonesia.

Curah hujan kategori  rendah tercatat  mencakup  92,93% wilayah, sedangkan kategori menengah sebesar 6,63%  dan  kategori  tinggi hanya 0,45%.  Kondisi ini  juga tercermin dari sifat hujan, dimana 89,97%  wilayah didominasi  kategori  bawah normal. Hingga  periode  tersebut,  509  Zona Musim atau sekitar 72,8% wilayah  Indonesia  telah memasuki musim kemarau.

Di tengah dominasi musim kemarau, hujan lebat masih terjadi secara lokal di sejumlah wilayah. Pada periode 24 – 27 Juli 2026, hujan lebat hingga sangat lebat masih tercatat di Sumatera Utara (128 mm/hari), Sumatera Barat (116 mm/hari), Kalimantan Utara (88 mm/hari), Papua (87 mm/hari), dan Aceh (65 mm/hari).

Kondisi tersebut didukung oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang berpengaruh terhadap wilayah Sumatra bagian utara dan Sulawesi Tengah, serta aktivitas MJO yang secara spasial aktif di sebagian Sumatra bagian tengah hingga selatan.

“Selain itu, Siklon Tropis Noul di Laut Filipina, sebelah utara Maluku Utara, juga memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan hujan, terutama di Kalimantan Utara,” kata Dr. Andri Ramdhani, M.Si dari Direktorat Meteorologi Publik BMKG dalam rilis resminya Senin 27 Juli 20206.

Dia bilang,  kondisi ini juga memicu peningkatan kecepatan angin permukaan hingga lebih dari 20 knot di sejumlah wilayah, sehingga potensi angin kencang, pohon tumbang, kerusakan bangunan ringan, dan gangguan aktivitas masyarakat juga perlu diwaspadai.

Karena itu BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah  menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan, serta segera melaporkan indikasi titik api, khususnya bagi wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Bagi wilayah yang masih berpotensi mengalami hujan signifikan akibat pengaruh dinamika atmosfer, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melakukan langkah- langkah mitigasi yang diperlukan. Selain itu, masyarakat juga perlu menghindari pohon, baliho, dan bangunan rapuh saat terjadi angin kencang, serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini resmi BMKG.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Dominasi kondisi kering yang terjadi saat ini selaras dengan perkembangan dinamika iklim global. Indeks Niño 3.4 dasarian masih tercatat sebesar +2.26, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2. Indikator tersebut mengindikasikan El Niño Event dengan intensitas kuat dan berpotensi semakin menguat pada tahun ini. Kondisi ini dapat menghambat proses pembentukan awan hujan dan semakin memperkuat kecenderungan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Meski begitu, peluang  hujan masih terdapat di beberapa wilayah Indonesia. Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial diprakirakan mulai memasuki wilayah Indonesia, serta keberadaan Gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin yang melintasi sebagian wilayah Sumatra diprediksi mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah. Selain itu, sirkulasi siklonik diprakirakan terbentuk di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina dan di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Nugini. Keberadaan sistem  ini dapat membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertemuan serta penumpukan massa udara di sekitar wilayah sirkulasi. Karena itu, meskipun kondisi kering diprakirakan masih lebih dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat tetap berpeluang terjadi, terutama di wilayah yang dipengaruhi  aktivitas gelombang atmosfer, sirkulasi siklonik, serta daerah konvergensi dan konfluensi.

“Dalam beberapa hari ke depan, peningkatan kecepatan angin permukaan masih berpotensi terjadi. Kondisi  itu diprakirakan berlangsung di sebagian wilayah Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Samudra Hindia barat daya Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Flores, Laut Jawa bagian timur, Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku, dan Laut Halmahera,” jelas  Andri Ramdhani.

Peningkatan kecepatan angin tersebut berpotensi memicu kenaikan tinggi gelombang laut di wilayah-wilayah perairan tersebut.

Potensi Hujan Sepekan ke Depan Periode 28 – 30 Juli  2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan Barat, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Angin Kencang: Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, dan papua Selatan.

Periode 31 Juli–4 Agustus 2026

Angin kencang terjadi di  Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.

 

 

Imbauan

Karena itu, BMKG mengimbau  memasuki musim kemarau yang  makin mendominasi sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat perlu mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering.

“Seiring menguatnya kondisi kering di sejumlah wilayah, masyarakat dan pemerintah daerah juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik panas (hotspot) serta potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau  tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik  membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, hutan, dan lahan kering,” imbaunya.

Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas.

Meskipun musim kemarau semakin dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal. Karena itu, masyarakat dan para pemangku kepentingan perlu tetap mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir, serta menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat cuaca buruk.

Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan.

Warga Ternate Diimbau Waspada Kebakaran Hutan

Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto mengimbau masyarakat Kota Ternate meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Ia meminta warga menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau lahan sembarangan, membuang puntung rokok di area kering, serta memastikan instalasi listrik dan penggunaan kompor maupun tabung gas tetap aman.

“Diperlukan peran aktif  masyarakat untuk mencegah kebakaran,” ujar AKBP Anita, Senin, 27 Juli 2026.

Dia  minta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pelaporan secara cepat  dapat membantu petugas melakukan penanganan sejak dini sehingga dampak kebakaran dapat diminimalisir

“Pencegahan itu langkah terbaik dalam mengurangi risiko kebakaran. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap imbauan keselamatan, kita bersama menjaga Kota Ternate tetap aman dan terhindar dari bencana kebakaran,” kata Anita.

“Jika butuh bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian 110 yang siap memberikan pelayanan  cepat dan responsive,” kata Kapolres Anita.

Sumber:

BMKG:  https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/bmkg-puncak-musim-kemarau-agustus-2026-perkuat-kesiapan-hadapi-dampak-el-nino

RRI. Co.id

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Tanam Pohon Serentak, 760 Batang Ditanam di Domato Halbar

    • calendar_month Jum, 5 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 780
    • 1Komentar

    Program menanam pohon serentak di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga dilaksanakan di Maluku Utara. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Domato Kecamatan Jailolo Selatan  Kabupaten Halmahera Barat pada Jumat (30/12/2023). Kegiatan  ini dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Subjek Politik Kebangsaan dan Sumber Daya Alam, Bpk. Ariyanto, dihadiri kurang lebih 166 peserta […]

  • UU CK Digugat WALHI, Pemerintah Bersikukuh Lindungi Lingkungan Hidup

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) ajukan permohonan uji materiil klaster lingkungan Undang-Undang nomor 6/2023 tentang Cipta Kerja pada  5 Juni 2025  lalu.  Mereka minta Mahkamah Konstitusi (MK) mencabut 13 pasal yang lemahkan keberlanjutan dan perlindungan lingkungan hidup di Indonesia. Mulya Sarmono, kuasa hukum Walhi, menjelaskan, secara umum terdapat dua aspek yang mereka mohon. Pertama, pemaknaan ulang atau pengubahan beberapa […]

  • Ini Hasil Riset Scooping Nikel untuk Electric Vehicle (EV)

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 783
    • 1Komentar

    Indonesia Belum  Punya Roadmap Hulu-Hilir Maluku Utara adalah salah satu wilayah di Indonesia  yang dikaruniai kekayaan sumber daya alam melimpah, salah satunya nikel. Hampir seluruh perut bumi  Halmahera dan pulau-pulau kecil lainya menyimpan kekayaan tambang nikel. Karena itu tidak salah terdapat tiga kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijadikan pusat pengolahan nikel, termasuk salah satunya […]

  • Sukses KPP Fodudara Tubo Ubah Perilaku Warga

    • calendar_month Sel, 16 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 730
    • 1Komentar

    Dari  Bank Sampah, Buat Kompos hingga Tanam Sayur Aktivitas di gedung Tempat Pengolahan Sampah Reuse Reduce dan Recycle (TPS3R) yang dibangun  Kementerian PUPR Sabtu (12/3)  pagi jelang siang itu,  tak seramai biasanya. Belum ada aktivitas menimbang sampah yang telah disortir. Belum juga ada aktivitas bongkar muat sampah.  Dua pengurus lembaga baik LKM Ake Tubo dan KPP […]

  • Bank Indonesia umumkan uang beredar di masyarakat

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Petugas menghitung uang pecahan milik nasabah di salah satu agen BRILink di Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/10/2025).Bank Indonesia (BI) mengumumkan uang beredar di masyarakat M2 pada Agustus 2025 sebesar Rp 9.657,1 triliun atau tumbuh 7,6 persen tumbuh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya sebesar 6,6 persen yang didorong uang beredar sempit (M1) sebesar 10,5 persen dan […]

  • Ayo Selamatkan Pulau Ini Sebelum Tenggelam

    • calendar_month Rab, 24 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 1.121
    • 2Komentar

    Kondisi PUlau Pagama saat ini. foto Wandi

expand_less