Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Halmahera Timur, Ayam Mati di Lumbung Padi?

Halmahera Timur, Ayam Mati di Lumbung Padi?

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
  • visibility 827

Kaya Tambang, Kemiskinan Ekstrem dan Stunting Tinggi

Pada November 2022 lalu, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  mengeluarkan sebuah rilis  yang sangat menyayat hati. Rilis  itu mengangkat kondisi riil  kemiskinan ekstrem masyarakat Kabipaten Halmahera Tmur. Tidak itu saja r mengungkap kondisi anak anak yang angka stuntingnya  sangat tinggi di seluruh wilayah Maluku Utara.  

Rilis itu juga menyebutkan  bahwa Kabupaten  Halmahera Timur adalah daerah dengan potensi tambang  terbesar dan tersebar di beberapa wilayah.Yakni nikel, magnesit, kromit, talk, batu gamping dan minyak bumi menjadikan Halmahera Timur sebagai kota tambang.

Tidak hanya hasil tambang, Halmahera Timur, salah satu kabupaten di Provinsi Maluku Utara dengan ibukota di Kecamatan Kota Maba dengan luas wilayah sebesar 6.538,10 kilometer per segi ini juga penghasil kelapa dan cengkeh.

Kondisi salah satu rumah di Halahera Timur foto Cris Belseran

Kendati demikian, data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara punya Indeks Keparahan Kemiskinan pada 2020 sebesar 35 persen dan pada 2021 meningkat jadi 68 persen.

Prevalensi stunting di Halmahera Timur  juga begitu.

Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 berada pada angka 32,7 persen. Jauh di atas angka nasional 24,4 persen.

Proyeksi penduduk di Kabupaten Halmahera Timur pada 2020 adalah sebesar 97.420 jiwa dan pada 2021 turun jadi 92.954 jiwa.

Peningkatan kemiskinan menjadi salah satu penyebab masalah anak stunting walaupun sebenarnya tidak semua orang miskin anaknya stunting. Namun sebagian besar stunting di Halmahera Timur disebabkan karena kemiskinan.

Pada 3 November 2022 lalu, Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara  menggelar Diskusi Panel dan manajemen Audit Kasus Stunting di kabupaten  ini.

Waktu itu Wakil Bupati Halmahera Timur Anjas Taher mengatakan bahwa  diskusi Audit Kasus Stunting perlu dikawal pelaksanaannya, sehingga rekomendasi  yang dilahirkan dan disepakati  dapat digunakan  saat  Audit Kasus Stunting.

Kondisi dusun Rai Tukur tukur foto Cris Belseran

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Renta Rego mempertegas bahwa perlu keberlanjutan yang terarah dalam penyelesaian kasus-kasus stunting di kabupaten Halmahera Timur. “Ini dijadikan pijakan awal untuk menentukan proses  Audit dilakukan.  Audit Kasus Stunting tahap II ini merupakan keberlanjutan atas apa yang telah disepakati  sehingga ada kesinambungan yang lebih terarah dan terukur saat pelaksaan Audit Kasus Stunting di lapangan.” ujar Renta Rego kala itu.

Menurut Renta Halmahera Timur merupakan Kabupaten yang memiliki  Angka Prevelensi Stunting tetinggi yaitu sebesar 32,7 persen, dan merupakan penyumbang angka stunting cukup tinggi setelah kabupaten Pulau Taliabu dan Kabupaten Halmahera Selatan, sehingga perlu intervensi khusus dari semua pihak yang terlibat untuk memanfaatkan dan mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki untuk melaksanakan percepatan penurunan stunting secara konvergen.

Aktivitas pertambangan salah satu perusaahn di Halmahera Timur, foto Cris Belseran

Kabupaten yang memiliki Motto Limabot Fayfiye yang berarti ajakan dengan mengutamakan kebersamaan yang harmonis dalam melaksanakan kegiatan atau aktivitas di dalam kehidupan bermasyarakat itu, diharapkan mampu mengajak seluruh lintas sektor untuk melakukan konvergensi dalam rangka percepatan penurunan dan cegah stunting.(*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warning!  Global Boiling Mengancam  Dunia

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 795
    • 4Komentar

    Bumi  Mendidih, Waspadai Dampaknya Bagi Kesehatan   Perubahan iklim yang kian parah menyebabkan global warming sudah berubah menjadi global boiling. Akibatnya, ancaman kesehatan mulai dari heat stroke akibat suhu panas eksterm hingga peningkatan kasus infeksi akibat meningkatnya jumlah bakteri dapat terjadi.  Apa itu global boiling? Dampak global boiling untuk kesehatan yang perlu diwaspadai. Kekhawatiran akan global […]

  • Warga Hasilkan Produk Pangan dari Sagu dan Enau

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle
    • visibility 687
    • 0Komentar

    Cerita KTH Mandiri Sejati Manfaatkan Hasil Hutan Warga yang tergabung dalam kelompok tani hutan (KTH) memanfaatkan pohon sagu dan enau menghasilkan berbagai produk makanan sekaligus jadi sumber pendapatan warga.   Seperti dilakukan oleh KTH  Mandiri Sejati  Ake Tobato Kelurahan Loleo Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan  ini. Mereka mengolah dan menghasilkan beragam  produk bahan makanan dari dua […]

  • Cerita Anak Muda Tomolou Tidore Perangi Sampah

    • calendar_month Kam, 26 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 682
    • 0Komentar

    Buat Kampung  Bersih, Beri PAD Buat Kota Tikep Memasuki  kampong  Tomolou di Kota Tidore Kepulauan   dipastikan tidak akan menemukan sampah tercecer di jalanan. Begitu juga pantainya. Tidak ada lagi warga membuang sampah ke tepi pantai. Kondisi hari ini berbeda dari sebelum-sebelumnya. Di mana kebanyakan buang sampah ke laut dan pantai sebagaimana kebiasaan sebagian warga di Maluku […]

  • Cerita dari Laigoma Setelah Ada Solar Cell (1)

    • calendar_month Sab, 12 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 874
    • 2Komentar

    Rumah milik Safa Kamari (67 tahun) berada di ujung selatan Dusun I Desa Laigoma Kecamatan Kayoa Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara.   Berdinding beton beratap seng, di halamannya berdiri satu buah panel surya yang berfungsi mengubah tenaga surya menjadi energi listrik. Dari panel ini tersambung dengan empat bola lampu yang dipasang di teras, ruang tamu, dapur […]

  • Literasi Keuangan Nelayan, Seperti Apa?

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 684
    • 1Komentar

    Kegiatan Literasi Keuangan Nelayan yang dilakukan MDPI di Seram Maluku foto MDPI

  • Orang Tobaru dan Tradisi Menanam

    • calendar_month Jum, 5 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 1.154
    • 2Komentar

    Hari masih pagi. Jarum jam baru menunjukan pukul 07.25 WIT. Jumat (19/2) pagi  itu,  Rin Bodi (49) dan   suaminya    Lius Popo (57) sudah meninggalkan rumah menuju kebun dan dusun kelapa  yang berada kurang lebih 3 kilometer dari desa Podol Kecamatan Tabaru Kabupaten Halmahera Barat. Podol sendiri adalah satu dari 16 desa  di kecamatan Tabaru  yang […]

expand_less