Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Dicari Tim SAR, Warga Sanana Pulang Rumah dengan Selamat

Dicari Tim SAR, Warga Sanana Pulang Rumah dengan Selamat

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 4 Apr 2021
  • visibility 614

Seorang warga Desa Waihama Kecamatan Sanana  yang dilaporkan hilang saat  menggunakan perahu dari desanya  ke Desa Naflo  Kecamatan Mangole Timur hingga sempat dicari tim SAR gabungan ternyata telah pulang ke rumahnya.

Warga atasnama Salim Fatgehipon   (19)   tahun itu,    pergi  dari rumah menggunakan  perahu  dan  tak juga pulang Sabtu malam tadi. Karena pihak keluarga bersama warga kampung mencarinya menggunakan perahu dan tidak ditemukan,  keluarga lalu melaporkan   ke pihak BPBD dan  diteruskan ke Basarnas  Ternate.   

Novita Sari Fatgehipon kakak kandung Salim yang dihubungi dari Ternate menceritakan, adiknya keluar dari  rumah menggunakan perahu menuju ke desa Naflo di Mangole Timur sekira pukul 19.30 WIT. Karena tidak pulang maka mereka mencarinya. Karena usaha pencarian oleh keluarga dan warga tidak ditemukan, dia kemudian melaporkan ke pihak BPBD Sanana.

Menurut Novita Sari adiknya yang diketahui mengalami keterbelakangan  mental itu, mendayung tak sampai   ke Desa Naflo. Minggu (4/4) sekira pukul 02.00 WIT  dinihari dia balik  dan   singgah ke Desa  Baru  Kecamatan Sanana  Salim lalu diamankan warga dan pada Minggu (4/4/2021) pagi diantar pulang ke rumahnya di Waihama.   “Dia tidak sempat sampai ke Naflo tapi dia balik dan masuk ke Desa Baru. Pagi ini sudah diantar ke rumah,” jelas Novita Sari.

Salim saat ditemui Tim SAR Gabungan di Rumahnya Foto Tim SAR

Novi bilang awalnya Salim minta izin kepada ibunya mau ke kampung Naflo, meski tak diberi izin dia tetap berangkat. “Dia diam diam mengambil perahu dan berangkat ke Naflo. ng ada warga yang melihatnya   mendayung perahu,” katanya.Karena itu warga Bersama   keluarga berusaha mencarinya.

Bentanan Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kepulauan Sula  dihubungi dari Ternate menyampaikan bahwa pihaknya mendapatkan laporan dari seorang warga  Waihama bernama Novita Sari Fatgehipon  yang tak lain adalah Kakak Salim pada  Sabtu’ (3/4 /2021)   malam sekira pukul 20.20 via hand phone. Dia mengabarkan bahwa adik kandungnya bernama Salim Fatgehipon minta ijin ke ibunya mau ke desa Naflo.Meski tak diberi izin dia diam diam pergi menggunakan perahu.   

Laporan ini kemudian diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS,red) di Ternate.  Atas laporan tersebut petugas dari Tim SAR Gabungan langsung bergerak Sabtu malam. Malam  tadi belum ada ada hasil  maka tim SAR  melanjutkan pencarian hari kedua Minggu (4/4). Sekira  pukul 07.00 Wit,   pencarian dengan 2 tim Search and Rescue Unit (SRU).  Sesuai  rencana operasi yang dibuat  SRU 1 menggunakan Rubber Boat melakukan penyisiran di bagian selatan sejauh 3 Nautical Mile (NM)  dari arah timur Pulau Naflow. SRU  2 menggunakan long boat masyarakat melaksanakan penyisiran di bagian selatan sejauh 3 Nautikal Mile (NM)  dari arah barat Pulau Naflow. Saat  pencarian  Tim SAR gabungan menerima informasi dari Polsek Desa Mangega bahwa  korban  telah di antar ke rumah keluarga korban.

“Tim SAR  gabungan  lalu menuju ke rumah korban  untuk memastikan bahwa korban telah selamat. Hasil pengecekan memang benar korban telah berada di rumah dalam keadaan selamat,” jelas   Kepala Basarnas Ternate Muhamad Arafah melalui rilis resmi  yang dikirim kepada media. Dengan demikian operasi pencarian dinyatakan selesai.(*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Cara Mendorong Warga Memetakkan Wilayah Adatnya

    • calendar_month Kam, 26 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 613
    • 0Komentar

    AMAN- Burung Indonesia dan CEPF Latih Masyarakat Adat Warga terutama kelompok masyarakat adat perlu didorong melakukan pemetaan wilayah kelolanya, termasuk  agar mereka bisa mengetahu klaim wilayah adatnya. Upaya ini memerlukan pelatihan atau training  pemetaan wilayah kelola mereka,    Dengan pemetaan itu juga masyarakat adat  bisa melakukan  proses penyatuan, mencatat dan mengesahkan pengetahuan tradisional yang  sudah tumbuh dalam […]

  • Akibat Tambang Nikel, Pesisir dan Sawah di Halmahera Timur Tercemar

    Akibat Tambang Nikel, Pesisir dan Sawah di Halmahera Timur Tercemar

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 777
    • 0Komentar
  • Abrasi, Jalan Raya di Laiwui Obi Nyaris Putus  

    • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 781
    • 1Komentar

    Desa pesisir di sejumlah pulau di Maluku Utara menghadapi masalah serius. Masalah diakibatkan oleh  adanya kenaikan permulaan air laut. Penulusuran kabarpulau.co.id/ di sejumlah pulau di Maluku Utara, menemukan  berbagai fasilitas rusak akibat adanya abrasi pantai.  Di Pulau Obi misalnya,  fasilitas seperti  tanggul penahan ombak  patah. Bahkan jalan raya yang berada di tepi pantai juga  hancur […]

  • BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi

    • calendar_month Rab, 16 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 620
    • 0Komentar

    Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate mengeluarkan peringatan kepada masyarakat Kota Ternate dan Maluku Utara umumnya, agar selalu  waspada dengan kondisi cuaca  beberapa hari ini. Kepala BMKG Ternate Joko Sumardiono melalui rilis  yang dikirim ke kabarpulau.co.id/ menyampaikan bahwa   umumnya hujan ringan di sebagian besar wilayah Maluku Utara dengan potensi hujan sedang-lebat di wilayah Taliabu. […]

  • Laut Obi Dalam Tekanan Destruktif Fishing dan Tambang?

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle
    • visibility 948
    • 0Komentar

    Laut Kepualaun Obi Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara kaya sumberdaya perikanan. Dari jenis ikan pelagis maupun demersal, setiap saat ditangkap  untuk menghidupi masyarakat setempat.  Tidak itu saja, ikan–ikan itu juga dijual antarpulau ke Ternate, untuk kebutuhan lokal  maupun  eksport. Seiring waktu, saat ini kondisi sumberdaya laut Obi tidak  baik-baik saja. Ada dua persoalan serious […]

  • Lindungi Penyu, Aksi Konservasi Berbasis Masyarakat (4) Habis

    Lindungi Penyu, Aksi Konservasi Berbasis Masyarakat (4) Habis

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Pantai berpasir putih sepanjang kurang lebih 1,5 kilo meter menghiasi sebagian pesisir Desa Gemia, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Sementara, sebagian besar kawasan pantainya, didominasi area berkarang. Kawasan berkarang itu menjadi tempat para ibu di desa ini menjalankan tradisi fakawel/vauf –memancing menggunakan alat pancing sederhana turun temurun  dan  bertahan hingga kini. Pantai […]

expand_less