Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Kejar Kualitas Riset, LIPI-Unkhair Jalin Kerjasama

Kejar Kualitas Riset, LIPI-Unkhair Jalin Kerjasama

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
  • visibility 247

Untuk mendorong adanya riset yang berkualitas, hal yang utama dibutuhkan adalah adanya kerjasama  atau kolaborasi antarlembaga.  Hal inilah yang saat ini dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan  Indonesia (LIPI)  dengan Universitas Khairun Ternate (Unkhair).  Kedua lembaha ini  menjalin Kerjasama untuk tujuan ke arah tersebut. 

Kesepakatan kolaborasi tertuang dalam naskah perjanjian kerja sama antara Deputi Bidang Ilmu Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Rektor Universitas Khairun pada Selasa (8/7), di Jakarta.

Dikutip dari situs LIPI.go.id disebutkan bahwa  Kerjasama itu dilakukan  dengan penandatanganan nota Kerjasama yang ditandatangani langsung rector Unkhari Profesor Dr Husen Alting dengan Plh. Kepala LIPI Agus Haryono.

Agus  dalam pertemuan itu mengatakan, pertemuan tersebut merupakan sebuah langkah yang baik untuk meningkatkan pemanfaatan kualitas hasil penelitian di Indonesia. “Kolaborasi antara Universitas Khairun dengan LIPI secara informal sudah banyak dilakukan, diharapkan dengan adanya kolaborasi secara formal ini bisa lebih meningkatkan pengelolaan bersama aset-aset LIPI di Ternate,” ungkap Agus. 

Ia mengatakan, aset milik LIPI akan lebih optimal apabila dimanfaatkan dan dikelola bersama dengan Universitas Khairun yang lokasinya berdekatan dengan stasiun riset LIPI. “Stasiun penelitian LIPI di berbagai lokasi menjadi lebih bermanfaat dan menunjang program Tri Dharma perguruan tinggi dan penyelenggaraan pemerintahan terkait riset oleh pemerintah daerah,” terang Agus. 

Maluku Utara dengan LIPI Bidang Oceanografinya penting melakukan riset soal pesisir, kelautan dan pulau pulau kecil foto M wandi Buamona

Berkaitan dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) program dari Kemendikbud, Agus menjelaskan, LIPI membuka kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk memanfaatkan fasilitas laboratorium yang ada seperti di kampus Cibinong, Serpong, Bandung, Ancol sehingga fungsi pemanfaatannya akan lebih luas dan optimal.  Dia menambahkan,  Perjanjian Kerja Sama ini bisa diperluas ke beberapa riset dan inovasi secara nasional.

Rektor Universitas Khairun, Husen Alting dalam sambutannya mengatakan dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khusunya kegiatan dengan LIPI dan industri ke depan,  secara bersama sama untuk mendorong pengembangan daerah. “Dengan adanya kerja sama ini diharapkan adanya pertukaran dosen dan peneliti, serta proses pembelajaran dari peneliti LIPI yang dapat memberikan edukasi kepada mahasiswa dan dosen di Universitas Khairun,” ulasnya.

Husen mengharapkan, program MBKM yang akan dicapai Universitas Khairun kedepan bukan hanya sebatas di lingkungan Maluku Utara saja tetapi juga memberikan  fasilitas laboratorium yang ada di Indonesia. “Fasilitas yang ada akan dimanfaatkan untuk riset dan proses pembelajaran sehingga dapat dihasilkan riset-riset unggulan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Orang Tobaru Tanam Padi Lokal

    • calendar_month Sab, 6 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Dua karung gabah teronggok di dapur Yosep Ugu (60). Gabah kering itu rencana diolah menggunakan mesin penggilingan padi di desa setempat.  Gabah padi   telah lama dikeringkan, tersimpan dalam karung dan baru dibawa ke kampung  sehari sebelumnya. “Di dalam gabah padi ini,  ada banyak jenis ikut tercampur. Ini sisa panen tahun lalu dan sampai sekarang belum  […]

  • Pulau- pulau Kecil di Malut yang Butuh Perhatian ( Bagian 1)

    • calendar_month Sab, 30 Nov 2019
    • account_circle
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Maluku Utara sebagai provinsi Kepulauan memiliki luas wilayah secara keseluruhan mencapai 145.801,1 kilometer meliputi daratan 45.069,66 Km2 (23,72 persen) dan wilayah perairan seluas 100.731,44 Km2 (76,28 persen). Maluku Utara juga memiliki  panjang garis pantai 3.104 Km. Data  hasil identfikasi jumlah pulau di Maluku Utara terdiri dari 1.474 pulau, dengan jumlah pulau yang dihuni sebanyak 89  atau 1.385 […]

  • Ini Hasil Kajian Climate Right Internasional

    • calendar_month Kam, 18 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 414
    • 1Komentar

    Proyek Nikel Raksasa di Halmahera Rusak  Lingkungan, Iklim dan  Pelanggaran HAM Hasil kajian yang dikeluarkan Climate Right Internasional di Jakarta pada Kamis 17 Januari 2024  menyebutkan  industri nikel raksasa bernilai milyaran dollar di Maluku Utara dan pertambangan nikel di sekitarnya telah melanggar hak asasi penduduk lokal, termasuk Masyarakat Adat, menyebabkan deforestasi yang signifikan, pencemaran udara […]

  • Alihfungsi Lahan Penyebab Banjir di Halmahera Utara?

    • calendar_month Kam, 21 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Aktivitas penebangan di kawasan DAS Tiabo, foto Ahsun Inayah

  • Ini Masalah Pembangunan di Pulau Makeang dan Kayoa

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 270
    • 2Komentar

    Jembatan penghubung di jalan lingkar pulau Makeang yang menghubungkan antardesa rusak parah, foto M Ichi

  • Ini Win-win Solution Konflik Tenurial  TNAL dengan Warga Adat Kobe

    Ini Win-win Solution Konflik Tenurial TNAL dengan Warga Adat Kobe

    • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Penulis : Hamdan Volunter/ Kabarpulau.  Konflik tenurial di Maluku Utara masih sering terjadi. Misalnya  antara warga dengan korporasi atau juga dengan pemerintah. Contoh konflik tenurial antara warga dengan pemerintah,  sekarang ini  yakni  dengan  kawasan  Taman Nasional. Konflik ini perlu diselesaikan  sehingga tidak merugikan masyarakat  termasuk upaya  konservasi hutan juga tetap berjalan. Sekadar diketahui, penetapan Taman […]

expand_less