Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » FKIP Unkhair dan Warga Buat Peta Jalur Evakuasi Bencana Tsunami

FKIP Unkhair dan Warga Buat Peta Jalur Evakuasi Bencana Tsunami

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 13 Jul 2023
  • visibility 921

Pengabdian  Kepada Masyarakat (PKM), dilaksanakan oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun, di Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo Halmahera Barat. Dalam PKM ini para dosen bersama masyarakat membuat  pemetaan partisipatif  jalur evakuasi bencana tsunami. Kegiatan pada Selasa (11/7/2023) lalu itu, sebagai bentuk literasi pengurangan resiko bencana untuk masyarakat.

Koordinator kegiatan Astuti Salim MPdSi menjelaskan,  pembuatan peta ini sangat penting,  karena merupakan bentuk antisipasi mengurangi kerugian akibat bencana tsunami. Dia bilang, Desa Bobanehena yang merupakan salah satu desa di  Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat  dan berada di pesisir, berisiko terjadi tsunami. Terutama ketika   gempa   di laut Maluku tsunami bisa melanda Halmahera Barat.

Menurutnya,  ketika terjadi  tsunami  menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Oleh sebab itu, perlu ada peta evakuasi  tsunami  agar dapat mengurangi dampak bencana yang terjadi. ”Peta jalur evakuasi ini dilaksanakan secara partisipatif.    Sangat penting dalam mengantisipasi pengurangan  kerugian akibat bencana,” katanya.  Pembuatannya  dengan bantuan masyarakat  melalui  Forum Group Discussion (FGD).

Astuti Salim dan timnya berharap kegiatan ini dapat mengurangi risiko bencana tsunami dengan mengetahui kelemahan  serta meningkatkan kemampuan masyarakat. ”Pengabdian ini berfokus pada pencegahan sebelum bencana terjadi,” jelasnya.

Risky Nuri Amelia  salah satu anggota tim, turut  mengapreseasi respon positif dan keterlibatkan masyarakat  bersama  Kepala Desa Bobanehena.  Masyarakat juga turut memberi dukungan penuh  terhadap kegiatan PKM ini. ”Kami berharap masyarakat dapat memperoleh informasi jalur evakuasi tsunami dari peta yang dibuat,”ujarnya. Kegiatan ini juga, ingin mengetahui pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana tsunami.  Karena itu  mereka turut diminta mengisi daftar isian melalui kuesioner. “Ini cara untuk mengetahui seberapa paham masyarakat  dengan  bencana tsunami,” imbuhnya.(*)

Kesempatan itu masyarakat turut berharap kepada pemerintah baik daerah dan pusat memberikan support dalam hal mitigasi struktural. Seperti   jalan untuk kendaraan bermotor menuju titik kumpul dan support dalam hal mitigasi non struktural seperti peningkatan kapasitas masyarakat terhadap bencana.  Khususnya desa yang memiliki potensi bencana tinggi. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Riset SIEJ:Suara Masyarakat Adat Minim Tampil di Media

    Riset SIEJ:Suara Masyarakat Adat Minim Tampil di Media

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Didominasi  DPR dan Masyarakat Sipil     The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat menyelenggarakan Green Editor Forum: Membaca RUU Masyarakat Adat dalam Pemberitaan Media Massa. Forum ini mempertemukan editor media, organisasi masyarakat sipil, anggota DPR RI, akademisi, dan perwakilan masyarakat adat untuk memperkuat […]

  • Morotai Dijadikan Rute Pelayaran Nasional

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 2.398
    • 0Komentar

    DARUBA— Direktur SDM dan Umum PT. Pelayaran Nasional Indonesia Detep Purwa Saputera  baru-baru ini berkunjung ke Daruba Kabupaten Pulau Morotai. Kedatangan mereka disambut Pemkab Pulau Morotai  pihak Lanal Morotai dan Dishub Pulau Morotai  di ruang Kadis Pariwisata dan Kebudayaan. Kedatangan mereka dalam rangka survei ekspedisi Pelayaran Nasional Indonesia ke Morotai, karena Morotai akan dijadikan sebagai rute […]

  • Belajar dari  Masyarakat Aru Maluku Jaga Pulau dan Alam

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle
    • visibility 1.219
    • 0Komentar

    Serukan Pengakuan Masyarakat Adat dari Pulau- pulau Kecil   Kuat dan massive-nya  eksploitasi sumberdaya alam di pulau kecil turut mengancam manusia dan keaneragaman hayati di dalamnya.  Namun demikian di balik gelombang eksploitasi sumber daya alam  oleh korporasi dan tarik-menarik kepentingan negara atas nama pembangunan, masyarakat adat di Kepulauan Aru Provinsi Maluku membuktikan bahwa penjaga terbaik […]

  • Negara Tetapkan Bidadari Halmahera sebagai SDG Penting

    Negara Tetapkan Bidadari Halmahera sebagai SDG Penting

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Semioptera wallacii atau Burung Bidadari Halmahera adalah salah satu spesies burung endemik Pulau Halmahera, Maluku Utara. Burung yang  sudah menjadi ikon itu, kini telah tercatat secara resmi sebagai Sumber Daya Genetik (SDG).Dengan begitu  burung ini memperoleh pelindungan dari negara melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum. Burung yang dikenal karena keindahan dengan mahkota berwarna […]

  • Ini Potret Desa Sumber Pangan di Pulau Morotai

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2018
    • account_circle
    • visibility 741
    • 0Komentar

    Gugusan pulau-pulau kecil di bawah langit terlihat biru kala mendekati Kepulauan Morotai, Maluku Utara, menumpangi kapal ferry, pada awal 2018. Ada  Pulau Dodola, Zum-zum, dan Pulau Kolorai, tempat produksi rumput laut. Pulau-pulau kecil pun menyimpan sejarah panjang Perang Dunia ke II. Pulau Zum-zum, merupakan saksi bisu pertempuran Jepang dan sekutu Tentara Amerika yang dipimpin Jenderal […]

  • Perkumpulan Pakatifa Ikut Kampanyekan Perlindungan Satwa Laut

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2020
    • account_circle
    • visibility 2.128
    • 0Komentar

    Pagi pukul 04.30 WIT Sahman Hasyim (40) warga Desa Samo Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara turun ke pantai hendak menyiapkan jaringnya   dipasang di kawasan laut kampung itu. Saat menuju ke perahu yang berisi jaring, di sampingnya  ada seekor penyu jenis lekang sedang bertelur. Karena kebiasaan sebagian warga desa ini mengkonsumsi daging penyu, […]

expand_less