Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Di Hari Bhakti Rimbawan, Diingatkan Jaga Hutan dan Perubahan Iklim

Di Hari Bhakti Rimbawan, Diingatkan Jaga Hutan dan Perubahan Iklim

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 17 Mar 2022
  • visibility 592

Setiap 16 Maret diperingati sebagai  hari Bhakti  Rimbawan Indonesia. Peringatan  ke 39 pada Rabu (16/3/2022) secara nasional turut dilaksanakan para rimbawan di Maluku Utara. Acara  ini dipusatkan di Sofifi Ibukota Provinsi Maluku Utara. Mengangkat Tema   “Rimbawan Menjaga Lingkungan, Mendukung Sukses Presidensi G20 Indonesia, para rimbawan diminta memaknainya sebagai  bagian dari upaya meneguhkan arah dan cara pandang  dalam menggali  memori  dalam benak  tentang peran hutan sebagai elemen dan struktur pembentuk bentang alam dan lingkungan yang perlu dijaga.

Hal ini disampaikan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK)  Dr Sitti Nurbaya Bakar  melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas  Kehutanan Provinsi Maluku Utara  M Syukur Lila. Upacara yang dipusatkan  di halaman kantor Balai Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata (TNAL) Sofifi  itu. dilanjutkan dengan  webinar dengan  Menteri serta  kegiatan memeriahkan hari penting tersebut di Pantai Doe doe Guraping.

Menteri  mengingatkan diupayakan mengembalikan hutan alam    hutan tropika basah, untuk  kembali pada alam dan lingkungan hidup sebagai “liebenstraum” bangsa Indonesia.  Dalam 5-7 tahun ini  ini rimbawa merasakan dan menjadi pelaku penting dalam berbagai perubahan sektor kehutanan dan lingkungan hidup terutama   tranformasi struktural dan produktivitas alam dan manusia untuk mengatasi kesenjangan dan mewujudkan kesejahteraan.  

Tidak hanya soal hutan, para Rimbawan  juga diingatkan soal  kesadaran  pengendalian perubahan iklim yang merupakan hal sangat serius, yang harus ditangani secara komprehensif. Hal ini menyangkut berbagai elemen bentang alam; pertimbangan kesejahteraan rakyat Indonesia; serta berkenaan dengan peran nasional dalam melaksanakan ketertiban dunia, dlaam  konteks alam dan iklim melalui konvensi perubahan iklim UNFCCC yang diratifikasi Indonesia dengan UU No 16 Tahun 2016.

“Pada 2021 dalam rangka COP 26 tahun 2021 setelah COP Paris tahun 2015,   telah menapak maju dalam kerja-kerja aksi iklim, di berbagai sektor terutama sektor kehutanan dan lahan, selain tata kelola sampah dan limbah dalam konsep sirkuler ekonomi.  Indonesia termasuk negara-  yang sedikit diantara negara-negara di dunia yang telah menegaskan komitmen nya dengan Dokumen Updated NDC dan dokumen Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR 2050). Dokumen LTS-LCCR merupakan dokumen informasi yang berfungsi sebagai pedoman dalam implementasi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta komitmen NDC lima-tahunan selanjutnya,” jelas Menteri.

Di tengah ketidakpastian janji negara-negara maju untuk menyalurkan pembiayaan membantu negara berkembang dalam menangani perubahan iklim, pemerintah Indonesia terus bergerak nyata memperkuat kebijakan pengendalian perubahan iklim dalam negeri  untuk menjaga kepentingan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sesuai target Nasional.  

“Target utama tetap fokus pada upaya mengurangi deforestasi dan degradasi hutan. Meski tantangannya cukup berat, kita akan terus bekerja meletakkan pondasi pembangunan lingkungan berprinsip sustainability, yang telah menjadi tuntutan masyarakat/publik dalam upaya pembangunan sosioekonomi untuk kebutuhan masa kini, tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang dengan memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup,” jelanya.

Pada tahun 2022 Indonesia memimpin Forum G-20; dengan Presidensi G20 Indonesia. Spirit yang dibawa dalam Presidensi G-20 tahun 2022 ini ialah “Recover together, recover stronger”. Merupakan kesempatan untuk G-20 di Bali nanti Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi dan dapat menjadi role model bagi negara-negara anggota dan dunia secara umum.

“Bahwa kita mampu menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan bahwa terdapat keseimbangan peran antar berbagai negara dalam tujuan mulia melindungi bumi dan manusia dengan menjaga turunnya suhu bumi 2 derajat Celsius bahkan diupayakan hingga 1,5 derajat Celsius,” jelasnya.

Di Hari Bhakti Rimbawan ini Menteri  mengajak seluruh rimbawan baik di Kementerian LHK, pemerintah daerah, bisnis leaders dan para aktivis, para pemangku kepentingan  dan seluruh masyarakat,   bersama bahu membahu memberikan kontribusi pemikiran ataupun kegiatan nyata di lapangan, di masing-masing area of interest/responsibility, untuk menyukseskan Presidensi G20 Indonesia. Sebagaimana komitmen yang selalu disampaikan dalam berbagai forum global/multilateral, Indonesia memandang sangat penting   memastikan bahwa komitmen- komitmen tersebut dipenuhi melalui kebijakan dan aksi-aksi nyata  yang telah banyak dilakukan.  Misalnya penanganan karhutla dengan modifikasi cuaca dan sistem paralegal; pengendalian deforestasi; tata kelola gambut dan mangrove; pengendalian perijinan; pemulihan habitat metapopulasi wildlife; ekoriparian dan replikasi ekosistem; membangun sirkuler ekonomi dan berbagai hal. “Mari terus kita lakukan konsolidasi Rimbawan Indonesia dari berbagai elemen fungsi di masyarakat. Terus mengambil langkah aksi iklim  termasuk konsolidasi gagasan dan aksi menjaga alam Indonesia,” kata Menteri Siti.

Sementara rangkaian Hari Bhakti Rimbawan Ke 39 Provinsi Maluku Utara  usai  upacara serta virual meeting dengan kementerian di kantor Taman Nasional Aketajawe, dilanjutkan   lomba gigit sendok, lomba masukan pencil kedalam botol, tarik tambang dan Donor darah serta  penanaman Pohon di areal wisata pantai Guraping.

Foto bersama usai upacara Hari Bhakti Rimbawan

Kegiatan  hari rimbawan ini dihadiri Seluruh Kepala   KPH se   Maluku Utara,Kepala BPDSAL Akemalamo, serta beberapa Mitra Dari Kehutanan Provinsi Maluku Utara serta seluruh dharma wanita di lingkup Dishut Maluku Utara dan Taman Nasional Aketajawe lolobata. Ada juga kegiatan social yakni donor darah dan penanaman pohon,”jelas Ketua Panitia Hari Bhakti Rimbawan Fahruradzi Jauhari. (*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bobato Adat Kie Goya, Jaga Hutan untuk Anak Cucu

    • calendar_month Kam, 28 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 868
    • 1Komentar

    Dikukuhkan  Saat Grand Launcing Suaka Paruh Bengkok Peranan perangkat adat dalam menjaga hutan dan lingkungan di daerah ini sangatlah penting. Ini demi  menjaga hutan dari berbagai ancaman,  gangguan    sehingga  tetap lestari.  Salah  satu  perangkat adat itu adalah  Bobato Adat Kie Goya  di Kesultanan Tidore Maluku Utara. Bobato Adat Kie Goya atau dikenal dengan Bobato yang […]

  • Pulau Sumba Jadi Titik Nol Penetapan Hari Keadilan Ekologi   Dunia

    Pulau Sumba Jadi Titik Nol Penetapan Hari Keadilan Ekologi Dunia

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 788
    • 0Komentar

    Pulau Sumba yang dikenal dengan nama tanah humba   atau tanah marapu, menjadi titik nol ditetapkannya, hari Keadilan Ekologi dunia atau World EcologicaJustce Day. Hari penting ini digagas oleh Wahana Ligkungan Hidup Indonesia (WALHI) pada Sabtu 20 September 2025 bertepatan dengan kegiatan pertemuan nasional lingkungan  hidup (PNLH) WALHI ke XIV yang  dipusatkan di Kota Waingapu […]

  • Mata Air Ake Gaale Berubah Menjadi Air Mata Warga

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 1.266
    • 0Komentar

    Untuk  menemukan  sumber mata air  yang mengalir di pulau kecil seperti Ternate, terutama  di tengah pemukiman warga yang padat ,  hanya ada di dua tempat. Dua sumber mata air itu  adalah,  Ake Santosa, di Kelurahan Salero atau tepatnya berada sebuah bukit kecil di samping Kedaton Kesultanan Ternate.  Sementara yang satunya lagi ada di Bagian Utara […]

  • Peneliti Unkhair Coba Domestikasi Kepiting Kenari di Gemia Patani

    Peneliti Unkhair Coba Domestikasi Kepiting Kenari di Gemia Patani

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Halmaherapedia— Kepiting kenari atau birgus latro adalah salah satu sumber daya perikanan di Maluku Utara. Potensi ini berada di hamper semua pulau di Maluku Utara.salah satunya di  Desa Gemia Patani Utara Kabupaten Halmahera Tengah. Untuk mengelola secara berkelanjutan sumberdaya alam ini  agar tidak habis di alam, maka perlu dilakukan pembudidayaan. Selama ini masyarakat masih mengandalkan […]

  • Ini Kondisi Jalan Sayoang -Yaba Pulau Bacan

    • calendar_month Sel, 19 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 761
    • 0Komentar

    Kondisi Kiometer 07 Jalan Sayoang Yaba Pulau Bacan Tak cukup dua meter lagi jalan ini akan putus dihantam banjir di Sungai kawasan Ake Rica. Jalan yang ambrol ini panjangnya sekira 20 meter. Foto Nahrawi Rabul warga Bacan Timur

  • Buku Adalah Subversif ?

    Buku Adalah Subversif ?

    • calendar_month Sen, 30 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Penulis: Syaiful Bahri Ruray Putra Wayabula A room without books is like body without soul (Cicero). Ditengah hiruk pikuk pandemik yang belum juga selesai, tiba-tiba saja jagad maya kita dikagetkan dengan tarik menarik soal buku. Dan itu berawal ketika ada postingan Anis Baswedan yang berkain sarung, sedang membaca How Democracies Die, buku karya Steven Levitsky […]

expand_less