Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Hari Air Sedunia Warga Gelar Ritual Sigofi Ake

Hari Air Sedunia Warga Gelar Ritual Sigofi Ake

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
  • visibility 658

Bagian dari Upaya Konservasi Ake Gaale

Selasa 22 Maret 2022 hari ini, menjadi momentum penting memperingati Hari Air Sedunia. Di berbagai belahan bumi, masyarakat  atau komunitas memperingati hari air dengan berbagai kegiatan, baik ceremony maupun aksi nyata.  

Di Ternate Maluku Utara  terutama masyarakat yang bermukim di sekitar sumber mata air Ake Gaale di Kelurahan Sangaji Kota Ternate Utara,   menggelar berbagai  kegiatan untuk memperingatinya. Salah satunya dengan   kegiatan ritual Sigofi Ake   atau membersihkan air. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin 21  Maret pagi. Sebelumnya warga juga telah melaksanakan pembuatan sumur resapan, dan kampanye pentingya air tanah baik di media maupun   kepada siswa siswi di kota Ternate.   Sementara acara puncaknya pada 30 Maret nanti dengan menanam pohon sagu di kawasan Perumda Ake Gaale.    

Proses ritual Sou Ake

Untuk acara ritual sendiri,  sejak pagi  sekira pukul 06.30  WIT,  puluhan orang berbaju putih dan berpeci itu  sudah berkumpul. Mereka duduk di kursi di atas  mulut air  Ake Gaale  Kelurahan Sangaji Kota Ternate. Kehadiran mereka di  tempat tersebut, untuk melaksanakan sebuah acara ritual atau baca doa, sebagai sebuah ikhtiar, permntaan pada sang pencipta untuk melindingi alam di mana warga tinggal dan memanfaatkan apa yang ada di dalamnya termasuk air. Mereka adalah pengurus masjid, tokoh masyarakat  dan tokoh agama. memanjatkan doa doa  bagi sang pencipta,  tujuannya agar kondisi air tanah Ake Gaale kembali seperti sedia kala. Sejumlah doa   dipanjatkan untuk keselamatan  air dan alam serta meminta keridhoan dari sang pencipta. 

Kehadiran mereka  itu, adalah  bagian dari sebuah agenda   ritual yang dikenal dengan Sigofi Ake atau  ritual membersihkan air.

Warga setempat khususnya masyarakat  adat Ternate meyakini ada kekuatan alam yang berada di luar kemampuan manusia yang perlu dimintai pertolongan yakni Allah.  Dalam ritual ini, selain doa doa yang dipanjatkan termasuk juga tahlil  dan puji-pujian kepada Allah, juga ada   prosesi berdasarkan adat dan tradisi yang sudah dilaksanakan turun temurun yakni diawali dengan mendatangi tempat atau menziarahi tempat yang dianggap keramat dan memiliki tuah. Setelah itu dibacakan doa doa. Prosesi doanya tiga kali dilaksanakan di tiga tempat. Pertama  di mulut  air atau hilir mata air ake Gaale, setelah itu di sumber mata air dan terakhir di kolam besar ake gaale saat ini.

Tokoh masyarakat Ake Gaale Abdul Muthalib Ma’bud menjelaskan  ritual ini adalah bagian dari cara masyarakat  meminta pertolongan kepada pemilik alam untuk menjaga dan melindungi alam termasuk  Ake Gaale ini.

“Doa doa yang dipanjatkan itu meminta kepada pemilik  rahmat  dan rezeki  dari alam  baik di darat dan laut. Lalu ada doa selamat pujia-pujian kepada sang pencipta,”kataya.    

Menurutnya untuk menyelamatkan air ini tidak hanya proses secara ilmiah  yakni tanam pohon, buat  sumur resapan dan berbagai kegiatan konservasi lainnya. Tetapi  juga ada kearifan lokal milik masyarakat juga turut dilakukan sehingga ikut menjaga dan melindungi air Ake Gaale yang  menghidupi masyarakat Kota Ternate  ini.   

Ketua  Komunitas Save Ake Gaale Alwan M Arif bilang  soal air ini fokusnya pada bagaimana pemanfaatnya. Jika dimanfaatkan maka akan berdampak.  Maka   ada tiga hal yang dilakukan  berhubungan dengan air bawah tanah. Pertama Pemanfatan Kedua Pelestarian  dan Pengendalian.  Guna air  atau pemanfaatanya yang saat ini dilakukan Perumda Air Minum Ake Gaale, Kedua   masalah pelestarian. Proses pelestarian  lebih banyak dilakukan masyarakat.

“Apa yang dilakukan oleh masyarakat atau warga termasuk ritual ini adalah bagian dari pelestarian atau konservasi. Proses pembuatan sumur resapan biopori dan yang dilakukan oleh warga Ake Gaale dengan ritual Sigofi Ake ini adalah bagian dari pelestarian air,” jelasnya. Sementara untuk pengendalian   terhadap daya rusak air    baik fisik maupun kimia karena ada pencemaran maka ada tugas pemerintah dan ilmuan untuk menyelesaikannya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Butuh Aksi Nyata Bebaskan Laut Malut dari Sampah Plastik

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 743
    • 0Komentar

    Provinsi Maluku Utara memiliki luas mencapai 145.801 km2.  Terdiri dari 69,08 % merupakan lautan dan sisanya 30,92 adalah daratan. Secara geografis perairan Maluku Utara berada dalam Kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle). Karena itu, perairan Maluku Utara memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi dan menjadi rumah bagi berbagai  spesies karang, jenis ikan, lumba-lumba dan penyu. […]

  • Ekspansi Tambang, Jadi Ancaman Serius Kawasan Biodiversitas

    Ekspansi Tambang, Jadi Ancaman Serius Kawasan Biodiversitas

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 278
    • 0Komentar

    AEER: 10 Izin Tambang di Halmahera Tumpang Tindih dengan 45.742 Ha Hutan Lindung   Ekspansi pertambangan nikel mulai mendesak kawasan penting keanekaragaman hayati di Indonesia termasuk di Maluku Utara. Aksi Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEER) dalam rilis resminya yang diterima media ini,  mencatat 28 dari 206 Key Biodiversity Areas (KBA) di Sulawesi dan Maluku bertumpang tindih […]

  • Fakawel/Vauf: Terancam Ekstraksi Nikel dan Penangkapan Ikan Merusak (2)

    Fakawel/Vauf: Terancam Ekstraksi Nikel dan Penangkapan Ikan Merusak (2)

    • calendar_month Kam, 15 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Tradisi fakawel/vauf seperti dilakukan tiga perempuan Desa Banemo Patani Barat, Nurida Masin, Muhlisa Muksin, dan Mariani Hairil, memang masih berjalan. Namun demikian di tempat lain yang telah dijamah industri tambang nikel seperti di Weda Tengah dan Weda Utara tradisi ini menghadapi problem serius. Ruang- ruang pesisir yang sering dijadikan tempat memancing kini telah tertutup. Memancing […]

  • Ada 3 Spesies Baru Ditemukan Pada 2023

    • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 892
    • 1Komentar

    Sejak 2021 -2023 Ada 90 Spesies TSL Baru Berdasarkan hasil eksplorasi BRIN dan KLHK, lebih dari 90  jenis spesies baru telah ditemukan dalam kurun waktu tahun 2021-2023. Berbagai spesies baru tumbuhan dan satwa liar (TSL) telah banyak ditemukan, baik di dalam kawasan konservasi maupun di luar kawasan hutan. Rilis yang dikeluarkan oleh Kementeruan Lingkungan Hidup […]

  • Survei Kecil Kondisi Listrik Pulau-pulau di Maluku Utara

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2016
    • account_circle
    • visibility 2.792
    • 0Komentar

    Kondisi Listrik Yang Miris,  hingga  Interkoneksi Kabel Bawah Laut Maluku Utara termasuk salah satu provinsi kepulauan dan kelautan di Indonesia. Provinsi ini, berdasarkan data Badan Pusat  Statistik  (BPS) 75 persen wilayahnya adalah  laut dengan dihiasi ribuan pulau. Data terbaru Dinas Kelautan dan Perikanan,  Provinsi Maluku Utara memiliki 875  pulau baik yang sudah memiliki nama maupun […]

  • Ekspedisi Maluku dan Festival Kampung Pulau

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 702
    • 0Komentar

    Kapal Kurabesi Explorer

expand_less