Breaking News
light_mode
Beranda » Ragam » SYUKURAN WISUDA

SYUKURAN WISUDA

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 19 Mar 2023
  • visibility 1.023

Entah sejak kapan, di kota ini, acara makan-makan, musik, bahkan barongge digelar seusai wisuda. Ada yang bilang, tradisi merayakan keberhasilan mencapai gelar sarjana ini sudah mulai ada satu dekade terakhir. 

Makin ke sini, syukuran wisuda itu bahkan lebih riuh rendah. Tidak hanya tenda, makanan, dan musik. Ada tirai latar, backdrop di rumah si empunya hajatan wisuda. Tirai latar yang bertuliskan happy graduation  dan foto sang wisudawan/wati lengkap dengan toga itu bahkan dipampang sebagai latar belakang sebuah panggung yang mirip tempat pelaminan pengantin.

Tanggal 18 Maret 2023, di kota ini, riuh rendah syukuran itu bahkan cukup terasa, sebab ada dua universitas–Unkhair dan UMMU–melepas lulusannya.

Istri saya dan teman istri saya, ponakan saya dan teman ponakan saya dan temannya teman ponakan saya sampai bingung acara syukuran wisuda mana yang duluan dikunjungi. Mereka bilang ada 5 undangan happy graduation. Ponakan saya bahkan sampai sore jelang magrib masih berada di tempat kelima acara syukuran wisuda temannya.

Happy graduation, ya bergembira, berbahagia, sumringah karena telah merampungkan kuliah S1. Ada makanan, ada musik, bahkan ada barongge. Karena itu, jangan ditanya soal kebahagiaan.

Kali ini ada yang menarik dan unik. Pas di depan rumah saya ada happy graduation.Sehari sebelumny  saya sempat bertegur sapa dengan orang tua wisudawan. Suami istri paruh baya itu berasal dari salah satu kabupaten di Malut. Mereka datang ke Ternate untuk menghadiri wisuda anaknya dan buat syukuran di rumah saudaranya, pas di depan rumah saya.

Saya bertanya kepada suami istri itu, siapa yang mau wisuda?

“Torang pe ana, Pak!” serempak mereka jawab.

“Anak ke berapa?”

“Anak pertama, Pak”

“Wah, ini sarjana magori ya? Sukses buat ibu dan bapak ya.  Anaknya wisuda di mana?”

“Di Unkhair, Pak. Wisuda di kampus yang di Akehuda tu, Pak”, sang istri langsung menyambar.

Saya tersenyum. Suami istri ini pasti tidak mengenal saya dan saya pun tidak bermaksud memperkenalkan diri. 

Kembali soal happy graduation. Sore tadi selepas asar saya keluar rumah untuk satu keperluan. Di jalan ramai. Banyak sepeda motor dikendarai anak muda seusia mahasiswa. Berboncengan  sesama laki-laki atau sesama perempuan atau laki dan perempuan. Mereka bisa dikenali karena ada yang “berseragam” bikinan sendiri lengkap dengan logo universitas ditambah simbol lain yang mirip pangkat-pangkat polisi, juga bendera merah putih di lengan baju kanan. Bahkan seragam itu berbeda antarprodi.

Tampaknya mahasiswa ini baru pulang dari syukuran temannya yang baru wisuda pagi tadi.

Happy graduation kini bukan lagi sekadar syukuran tetapi telah berubah menjadi sebuah gaya baru dalam mengonfirmasi kesuksesan.

Ada tiga hal menarik dalam syukuran wisuda: makan, musik, dan barongge. Itukah tiga tanda penting tentang kebahagiaan?

Ada satu lagi yang menarik. Di undangan dan di tirai latar, kita lebih banyak membaca happy graduation, ketimbang syukuran wisuda. 

Kita tidak tahu berapa skor TOEFL atau IELT sang wisudawan. Tapi rasanya kita tak yakin atau tak percaya diri kalau kita menyebut syukuran wisuda.

Sidang senat terbuka di Auditorium Haji Abdullah Djan Hoatseng UMMU dihadiri 190 wisudawan dan wisudawati serta orang tua dan pendamping. foto RRI.com

Makin mentradisinya syukuran wisuda menampilkan satu cara baru merayakan keberhasilan. Ia makin ke sini makin menjadi maujud semacam “ekonomi kegembiraan.”  Hitung aja berapa ikat sayur mayur, ikan, daging, telur, beras dan sembako lain serta buah-buahan terjual habis. Belum lagi sewa tenda dan sound system.

Happy graduation  tidak saja mengonfirmasi kegembiraan tetapi juga telah menjadi ladang musiman bagi pedagang sembako, sewa tenda dan sound system. Di sini ekonomi kegembiraan beroperasi.

Pada happy graduation janganlah Anda bertanya tentang kebahagiaan. Apalagi mau bertanya tentang kapan wisudawan mendapatkan pekerjaan.

Mungkin di lain waktu para rektor dan ketua semua perguruan tinggi di kota ini bersepakat untuk melaksanakan wisuda pada satu hari yang sama. Kita lihat saja apa yang terjadi. Saya pikir kusi alias jantung pisang pun akan habis terjual.

Ibrahim Gibra

18 Maret 2023

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Dampaknya Bagi Malut, Jika Judicial Review UU Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Diakomodir   

    • calendar_month Sab, 20 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 795
    • 0Komentar

    Jumlah pulau di Maluku Utara sesuai data terbaru dari pemerintah provinsi Maluku Utara berjumlah 1008 pulau. Termasuk  Halmahera, Morotai, Obi dan Taliabu yang tidak tergolong pulau kecil. Selebihnya masuk kriteria pulau kecil yang terbilang rentan. Saat ini saja, dari pulau yang ada sebagian sudah ditambang bahkan ada yang telah dikeluarkan izin untuk ditambang. Sebut saja […]

  • Jaga Hutan Terakhir Halmahera Timur Lewat Olah Sagu, Berkebun dan Bentuk Forum Adat    

    Jaga Hutan Terakhir Halmahera Timur Lewat Olah Sagu, Berkebun dan Bentuk Forum Adat    

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    Sarade Kasim 50 (tahun) dan istrinya Nurima (45 tahun) sibuk membangun sebuah rumah papan di lahan kebun mereka. Bahan rumah  dari papan serta kayu olahan lainnya, diangkut dari hutan tak jauh dari situ. Rumah itu berdiri kurang lebih 1,5 kilometer dari desa Bicoli Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara. Tepatnya di bagian […]

  • Mtu Mya Halteng, Destinasi Eksotis yang Terancam Abrasi

    • calendar_month Ming, 17 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    Hamparan pasir putih menghiasi pulau kecil berukuran sekira 70  meter  persegi itu. Di kiri kanannya terlihat  laut biru tosque dan terumbu karang yang sebagian sudah mulai mulai mati. Pulau tersebut tak lagi berpohon. Pohon yang dulu rindang dan tumbuh lebat di ekosistem pantai ini, telah mati. Baru ada beberapa pohon ditanam kembali oleh warga dan […]

  • PakaTiva Kumpul Kaum Muda Belajar Climate Change  

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 748
    • 0Komentar

    Puluhan anak muda yang tergabung dalam komunitas  aktivis lingkungan Maluku Utara akan dikumpulkan untuk diberi pemahaman menyangkut dampak perubahan iklim  (climate change,red)  yang saat ini melanda dunia. Pertemuan dalam bentuk  Kelas Camp Kaum Muda Estuaria   ini  akan dilaksanakan selama 3 hari. Mereka   akan diberi penyadaran dan pengetahuan  terkait penyelamatan  hutan tersisa di Maluku Utara.Sebagai bagian […]

  • Sistem Pemantauan dan Ketertelusuran Perikanan Tuna Diperkuat

    Sistem Pemantauan dan Ketertelusuran Perikanan Tuna Diperkuat

    • calendar_month Sel, 18 Agu 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat sistem pemantauan, pengawasan dan ketertelusuran perikanan tuna di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola perikanan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menyatakan penguatan ini mencakup kepatuhan perizinan, pemanfaatan sistem digital, hingga penyempurnaan registrasi kapal pada organisasi pengelola […]

  • Literasi Lingkungan dari Pulau Tulang Halmahera

    • calendar_month Rab, 23 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Cerita Fahri Lolahi dan Rumah Botol Plastik untuk Perangi Sampah   Cuaca siang di Sabtu akhir Agustus lalu itu agak mendung. Ketika tiba dengan mobil di Tobelo dari Kao, saya dijemput oleh Fahmi Lolahi. Tujuan saya menuju pulau Tulang. Setelah menunggu sekira 30 menit, saya  melanjutkan perjalanan menuju Pulau Tulang.     Fahmi Lolahi adalah kakak  […]

expand_less