Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Pisang Mulu Bebe Sumberdaya Genetik Halmahera

Pisang Mulu Bebe Sumberdaya Genetik Halmahera

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 18 Nov 2021
  • visibility 2.023

Sepanjang perjalanan darat dari Jailolo menuju Ibu  di Kabupaten Halmahera Barat Maluku Utara pertengahan Februari  lalu disuguhi pemandangan menarik. Setiap kebun dan dusun kelapa atau  pala  yang dilewati   hamper   tak ada sela atau lahan kosong dibiarkan telantar. 

Setiap  lahan  dipadati pohon pisang  dari berbagai  varietas. Ada empat  varietas pisang paling familiar  yang ditanam di setiap lahan kebun maupun pekarangan. Nama nama local pisang  yang ditanam para petani di Halmahera Barat  adalah  mulu bebe, pisang raja,    sepatu dan   goroho.   Dari  jenis pisang itu  ada satu   yang paling banyak  ditanam  yakni   mulu bebe.  Jenis pisang ini  karena rasanya yang gurih,    dijual  ke pasar  juga  mahal harganya. Setiap tandan pisang   dijual dengan harga antara Rp25000 hingga Rp30.000. 

Pisang mulu bebe atau pisang mulut bebek adalah salah satu jenis pisang   endemic  Maluku Utara.  Jenis pisang ini diklaim  tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia. 

Untuk masyarakat Tobaru di Halmahera Barat, pisang mulu bebe sudah menjadi komoditi utama yang ditumpangsarikan dengan tanaman perkebunan. Pisang   sudah menjadi tanaman utama di setiap kebun warga selain lahan padi ladang yang ditanam setiap tahun.

“Petani belum menanam khusus di satu kebun pisang ini. Tetapi rata-rata jenis pisang mulu bebe mendominasi setiap kebun pisang yang diusahakan,” jelas Yosep Ugu petani dan tokoh masyarakat Togoreba Sungi  Kecamatan Tabaru. Dia bilang saat ini, pisang jenis ini ditanam untuk dikonsumsi juga menjadi barang jualan paling laris. Karena itu tidak heran, hamper semua petani selalu menanam pisang mulu bebe dari pekarangan rumah  dan kebun serta di bawah dusun kelapa dan pala.  

Sejumlah literatur menyebutkan  sampai saat ini, belum ada data yang menunjukkan bahwa pisang mulu bebe terdapat di daerah lain di Indonesia. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pisang mulu bebe termasuk pisang   khas yang   menjadi sumber kekayaan genetic   Maluku Utara.

Hasil riset BPTP Maluku Utara menjelaskan   ciri pisang ini   memiliki tinggi batang rerata 166,40 cm, lingkar batang atas 27,7 cm. Rerata panjang daun 120,13 cm, lebar daun bagian bawah 43,40 cm. Panjang buah rerata 13,8 cm, diameter rerata 3,4 cm.

Umur panennya  9-10 bulan  setelah tanam. Jumlah buah rata-rata antara 3-6 sisir dan 30-50 buah per tandan. Sementara potensi hasilnya bisa didapat  4,35 ton/ha.

Secara fisik buah pisang mulu bebe juga memiliki ciri khas tersendiri. Di antaranya bentuk buah yang khas, dimana bagian buah di bagian pangkal dan semakin ke ujung mengecil mengerucut.

Sebenarnya penamaan pisang mulu bebe ini dikaitkan dengan bentuk kelopak jantung pisang yang terbuka pada waktu reproduksi yang menyerupai mulut bebek, sehingga  dinamakan pisang mulu bebe. Daging buah yang telah matang dari pisang ini berwarna kuning kemerahan (oranye).

Pisang jenis ini memiliki  kandungan gizi  serta  kaya akan mineral seperti kalium, fosfor, magnesium, besi, dan kalsium. Warna oranye yang terlihat pada pisang mulu bebe yang telah matang mengindikasikan bahwa buah pisang mulu bebe mengandung vitamin C.

Secara umum, 100 g daging buah pisang segar yang matang mengandung 70g air, 1,2g protein, 0,3g lipid, 27g karbohidrat, 400mg kalium, 20 mg asam askorbat, dan lain-lain 

Pemanfaatan Pisang Mulu Bebe 

Ragam jenis pisang yang ditanam di sela sela tanaman tahunan di kebun warga Tobaru Halmahera Barat

Maluku Utara merupakan suatu daerah yang memiliki kondisi iklim dan lingkungan yang sangat sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman pisang mulu bebe. Penyebarannya yang telah mencapai hampir seluruh wilayah Maluku Utara  menjadi salah satu bahan pangan lokal yang dapat membantu proses penganekaragaman pangan di wilayah Maluku Utara.

Pisang mulu bebe dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan yang dapat dikonsumsi. Biasanya, masyarakat Maluku Utara mengolah buah pisang mulu bebe yang telah matang menjadi pisang santan, sedangkan buah pisang yang sudah tua namun belum terlalu matang, biasanya diolah menjadi pisang goreng dan dinikmati bersama air jahe. Buah pisang mulu bebe juga dapat diolah menjadi tepung sebagai bahan baku pembuatan crakers.

Pisang Mulu Bebek (Musa sp)  telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT) dengan nomor register 19/PVL/2009 tanggal 16 Juni 2009 atas nama Gubernur Maluku Utara.

Dengan kekhasannya tersebut, pengembangan pisang Mulu Bebek  dijadikan komoditas unggulan khas Maluku Utara perlu dipertimbangkan.

Secara umum kondisi agroekosistem di Maluku Utara sesuai untuk tanaman pisang.  Pisang Mulu Bebek tergolong pisang dengan ukuran sedang dan tergolong pisang olahan. Ukuran diameter batangnya 10-11 cm, warna hijau kekuningan dan biasanya menghasilkan jumlah anakan 5 buah. Dari segi produksi, Pisang Mulu Bebe menghasilkan sekitar 3 sisir/tandan dengan jumlah buah sebanyak 10 buah/sisir dan berat buah dalam satu tandan mencapai 2-3 kg. 

Perhatian Pemerintah Belum Signifikan 

Kabupaten Halmahera Barat memiliki potensi pengembangan pertanian horticulture terutama  buah-buahan  cukup  luar biasa. Daerah ini menjadi penghasil buah-buahan terbesar di Maluku Utara.

Sayangnya hingga kini kawasan produktif itu belum  dikembangkan menjadi sentra penting  pengembangan pertanian kelas eksport. 

Halmahera Barat  di mana di dalamnya ada kelompok masyarakat Tobaru,  merupakan penghasil hortikultura, selain perkebunan. Hasilnya beragam, antara lain pala,  manggis, rambutan, durian, pisang dan sayur-sayuran. Ada beragam pisang local yang sudah dikembangkan turun temurun oleh para petani.

Data statistic menunjukan Halmahera Barat menjadi  penyuplai kebutuhan pangan dan hortikultura terbesar ke kota Ternate Maluku  Utara. Untuk urusan produksi pisang saja ada sekira 7 ribu ton dihasilkan setiap tahun oleh Halmahera Barat untuk menghidupi  masyarakat Kota Ternate. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Apa, Ikan di Pesisir Ternate Mati Mendadak?

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 785
    • 2Komentar

    Peristiwa tidak biasa terjadi di pantai Kelurahan Sasa Kota Ternate Selatan Kota Ternate Maluku Utara  Minggu (10/9/2023) pagi.  Warga di  kawasan pantai  RT05/RW02  itu digegerkan adanya ribuan ikan mati terdampar. Kawasan pantai  yang juga dipenuhi berbagai jenis sampah baik plastic dan  sisa aktivitas rumah tangga itu berserakan bangkai beberapa jenis ikan. Beberapa    yang diidentifikasi […]

  • Menelisik Implementasi Kota Jasa berbasis Agro-marine Kota Tidore Kepulauan

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2019
    • account_circle
    • visibility 1.484
    • 0Komentar

    Penulis M. Faizal Banapon, ST., MT Konsultan Perencanaan, Pengembangan Wilayah dan Kota Jum’at sore (15/02/19,) digelar diskusi publik  yang buat saya sebagai praktisi Perencanaan, dan Pengembangan Wilayah dan Kota cukup menarik perhatian. Diskusi itu memancing saya  memberikan opini ini. Poin dari diskusi tersebut mempertanyakan kinerja pencapaian Visi Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) Periode 2016 – […]

  • Dua Masalah di Tiga Pulau Halmahera Selatan   

    • calendar_month Jum, 11 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 989
    • 3Komentar

    Transportasi Tak  Aman, Energi Terbarukan Tak Terurus Jika Anda berangkat menuju  bagian Selatan Halmahera Maluku Utara, menuju  gugusan pulau Guraici,  Moari dan Kasiruta maka akan menyinggahi kampong- kampong di pulau tersebut.  Akhir Juli 2023 tepatnya 25 hingga 1 Agustus lalu kabarpulau.co.id/  mendatangi  beberapa pulau di kawasan itu, dalam satu tugas liputan mengenai pemanfaatan sumberdaya energy […]

  • Nelayan Tuna Morotai Terpukul Covid- 19

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 673
    • 0Komentar

    Penulis: Indah Indriyani Morotai Pandemi covid-19 menghantam hamper semua lini kehidupan. Tidak terkecuali masyarakat bawah seperti nelayan. Pandemic ini juga mengubah banyak hal dalam kehidupan. Termasuk nasib para nelayan. Di Desa Sangowo Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai,  nelayanikan tuna sangat terpukul akibat jatuhnya harga.  “Dampak pandemic covid-19 yang paling dirasakan nelayan yaitu harga ikan […]

  • Nelayan Tidore Bakar Sate Tuna Terbanyak di Dunia  

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle
    • visibility 617
    • 3Komentar

    Peringatan Hari Nusantara (Harnus) yang jatuh pada  13 Desember 2023 ini dipusatkan di Kota Tidore Provinsi Maluku Utara. Acara ini diisi berbagai kegiatan.  Salah satunya  Bakar Sate Ikan Tuna terbanyak.Kegiatan ini termasuk salah satu agenda yang masuk  catatan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Bakar sate ikan tuna yang dilaksanakan Senin (11/12/2023) itu dipusatkan di  Kelurahan […]

  • Penjahat Lingkungan Bakal Kena Sanksi Lebih Berat

    Penjahat Lingkungan Bakal Kena Sanksi Lebih Berat

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Para penjahat lingkungan yang selama ini melakukan banyak kejahatan terutama merusak hutan  bersiap-spa mendapatkan sanksi berat. Direktorat Jenderal  Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHLHK) bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) saat ini  bekerjasana  memerangi para pelaku tindak pidana kejahatan bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Bentuk kerjasama ini telah ditandatangani di  Gedung   Manggala Wanabakti Jakarta , […]

expand_less