Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Pisang Mulu Bebe Sumberdaya Genetik Halmahera

Pisang Mulu Bebe Sumberdaya Genetik Halmahera

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 18 Nov 2021
  • visibility 1.878

Sepanjang perjalanan darat dari Jailolo menuju Ibu  di Kabupaten Halmahera Barat Maluku Utara pertengahan Februari  lalu disuguhi pemandangan menarik. Setiap kebun dan dusun kelapa atau  pala  yang dilewati   hamper   tak ada sela atau lahan kosong dibiarkan telantar. 

Setiap  lahan  dipadati pohon pisang  dari berbagai  varietas. Ada empat  varietas pisang paling familiar  yang ditanam di setiap lahan kebun maupun pekarangan. Nama nama local pisang  yang ditanam para petani di Halmahera Barat  adalah  mulu bebe, pisang raja,    sepatu dan   goroho.   Dari  jenis pisang itu  ada satu   yang paling banyak  ditanam  yakni   mulu bebe.  Jenis pisang ini  karena rasanya yang gurih,    dijual  ke pasar  juga  mahal harganya. Setiap tandan pisang   dijual dengan harga antara Rp25000 hingga Rp30.000. 

Pisang mulu bebe atau pisang mulut bebek adalah salah satu jenis pisang   endemic  Maluku Utara.  Jenis pisang ini diklaim  tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia. 

Untuk masyarakat Tobaru di Halmahera Barat, pisang mulu bebe sudah menjadi komoditi utama yang ditumpangsarikan dengan tanaman perkebunan. Pisang   sudah menjadi tanaman utama di setiap kebun warga selain lahan padi ladang yang ditanam setiap tahun.

“Petani belum menanam khusus di satu kebun pisang ini. Tetapi rata-rata jenis pisang mulu bebe mendominasi setiap kebun pisang yang diusahakan,” jelas Yosep Ugu petani dan tokoh masyarakat Togoreba Sungi  Kecamatan Tabaru. Dia bilang saat ini, pisang jenis ini ditanam untuk dikonsumsi juga menjadi barang jualan paling laris. Karena itu tidak heran, hamper semua petani selalu menanam pisang mulu bebe dari pekarangan rumah  dan kebun serta di bawah dusun kelapa dan pala.  

Sejumlah literatur menyebutkan  sampai saat ini, belum ada data yang menunjukkan bahwa pisang mulu bebe terdapat di daerah lain di Indonesia. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pisang mulu bebe termasuk pisang   khas yang   menjadi sumber kekayaan genetic   Maluku Utara.

Hasil riset BPTP Maluku Utara menjelaskan   ciri pisang ini   memiliki tinggi batang rerata 166,40 cm, lingkar batang atas 27,7 cm. Rerata panjang daun 120,13 cm, lebar daun bagian bawah 43,40 cm. Panjang buah rerata 13,8 cm, diameter rerata 3,4 cm.

Umur panennya  9-10 bulan  setelah tanam. Jumlah buah rata-rata antara 3-6 sisir dan 30-50 buah per tandan. Sementara potensi hasilnya bisa didapat  4,35 ton/ha.

Secara fisik buah pisang mulu bebe juga memiliki ciri khas tersendiri. Di antaranya bentuk buah yang khas, dimana bagian buah di bagian pangkal dan semakin ke ujung mengecil mengerucut.

Sebenarnya penamaan pisang mulu bebe ini dikaitkan dengan bentuk kelopak jantung pisang yang terbuka pada waktu reproduksi yang menyerupai mulut bebek, sehingga  dinamakan pisang mulu bebe. Daging buah yang telah matang dari pisang ini berwarna kuning kemerahan (oranye).

Pisang jenis ini memiliki  kandungan gizi  serta  kaya akan mineral seperti kalium, fosfor, magnesium, besi, dan kalsium. Warna oranye yang terlihat pada pisang mulu bebe yang telah matang mengindikasikan bahwa buah pisang mulu bebe mengandung vitamin C.

Secara umum, 100 g daging buah pisang segar yang matang mengandung 70g air, 1,2g protein, 0,3g lipid, 27g karbohidrat, 400mg kalium, 20 mg asam askorbat, dan lain-lain 

Pemanfaatan Pisang Mulu Bebe 

Ragam jenis pisang yang ditanam di sela sela tanaman tahunan di kebun warga Tobaru Halmahera Barat

Maluku Utara merupakan suatu daerah yang memiliki kondisi iklim dan lingkungan yang sangat sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman pisang mulu bebe. Penyebarannya yang telah mencapai hampir seluruh wilayah Maluku Utara  menjadi salah satu bahan pangan lokal yang dapat membantu proses penganekaragaman pangan di wilayah Maluku Utara.

Pisang mulu bebe dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan yang dapat dikonsumsi. Biasanya, masyarakat Maluku Utara mengolah buah pisang mulu bebe yang telah matang menjadi pisang santan, sedangkan buah pisang yang sudah tua namun belum terlalu matang, biasanya diolah menjadi pisang goreng dan dinikmati bersama air jahe. Buah pisang mulu bebe juga dapat diolah menjadi tepung sebagai bahan baku pembuatan crakers.

Pisang Mulu Bebek (Musa sp)  telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT) dengan nomor register 19/PVL/2009 tanggal 16 Juni 2009 atas nama Gubernur Maluku Utara.

Dengan kekhasannya tersebut, pengembangan pisang Mulu Bebek  dijadikan komoditas unggulan khas Maluku Utara perlu dipertimbangkan.

Secara umum kondisi agroekosistem di Maluku Utara sesuai untuk tanaman pisang.  Pisang Mulu Bebek tergolong pisang dengan ukuran sedang dan tergolong pisang olahan. Ukuran diameter batangnya 10-11 cm, warna hijau kekuningan dan biasanya menghasilkan jumlah anakan 5 buah. Dari segi produksi, Pisang Mulu Bebe menghasilkan sekitar 3 sisir/tandan dengan jumlah buah sebanyak 10 buah/sisir dan berat buah dalam satu tandan mencapai 2-3 kg. 

Perhatian Pemerintah Belum Signifikan 

Kabupaten Halmahera Barat memiliki potensi pengembangan pertanian horticulture terutama  buah-buahan  cukup  luar biasa. Daerah ini menjadi penghasil buah-buahan terbesar di Maluku Utara.

Sayangnya hingga kini kawasan produktif itu belum  dikembangkan menjadi sentra penting  pengembangan pertanian kelas eksport. 

Halmahera Barat  di mana di dalamnya ada kelompok masyarakat Tobaru,  merupakan penghasil hortikultura, selain perkebunan. Hasilnya beragam, antara lain pala,  manggis, rambutan, durian, pisang dan sayur-sayuran. Ada beragam pisang local yang sudah dikembangkan turun temurun oleh para petani.

Data statistic menunjukan Halmahera Barat menjadi  penyuplai kebutuhan pangan dan hortikultura terbesar ke kota Ternate Maluku  Utara. Untuk urusan produksi pisang saja ada sekira 7 ribu ton dihasilkan setiap tahun oleh Halmahera Barat untuk menghidupi  masyarakat Kota Ternate. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merekam Sunset di Oba Tengah Tikep

    • calendar_month Kam, 17 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 537
    • 1Komentar

    Momen matahari terbit dan terbenam memang menakjubkan. Apalagi, jika  berada di tepi pantai, atau puncak gunung. Tidak heran banyak orang mencoba mengabadikannya menjadi sebuah foto. Meski kelihatannya mudah, namun untuk dapat foto sunset  dan surise yang sempurna cukup sulit. Apalagi, kadang turunnya sunset cukup sulit diperhitungkan waktunya. Dibutuhkan momen yang tepat dan kesabaran menanti momentum. Memang  bukan fotografer handal, […]

  • Kebijakan Donald Trump Berdampak ke Maluku Utara

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2025
    • account_circle
    • visibility 737
    • 0Komentar

    Program USAID BerIKAN Terancam Ditutup Terpilihnya Presiden Amerika Serikat yang baru  Donald Trump  memberi dampak bagi  pemberian donor bagi sejumlah Negara di dunia termasuk Indonesia. Bahkan dampaknya sampai ke Maluku Utara.  Salah satu yang  ikut berdampak dari kebijakan Donald Trump itu adalah  closing program  Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau  yang dikenal dengan USAID.  Lembaga […]

  • Warga Protes Pembangunan Jetty di Lalubi Gane

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 658
    • 1Komentar

    Jetty atau dermaga yang dibangun perusahaan jasa konstruksi di kawasan pantai Gorua Lalubi Gane Timur foto Asrul Lamunu

  • Perempuan Mapala Bicara Perubahan Iklim

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2020
    • account_circle
    • visibility 698
    • 0Komentar

    Soroti  Reklamasi hingga  Sampah Pembalut Wanita  Perkumpukan Paka Tiva Maluku Utara,  sebuah lembaga non profit yang bekerja untuk pendampingan warga  dan concern  untuk isu literasi,  budaya dan ekologi,  menggelar Seri Diskusi Pencinta Alam Maluku Utara.  Diskusi Rabu (12/8) di jarod cafe BTN, adalah   kedua kalinya. Pesertanya  Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala)  dari berbagai perguruan tinggi di […]

  • Malut Masuk 10 Provinsi yang Terus Alami Deforesfasi

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 748
    • 2Komentar

    Hutan yang berada di sejumlah pulau di Maluku Utara    terus alami deforestasi. Walau lajunya cenderung turun, faktanya hingga kini masih banyak  pulau  yang kehilangan tutupan hutannya. Data Yayasan Auriga Nusantara, menunjukan tutupan hutan alam nasional di Indonesia mencapai 88 juta hektare. Dari angka tersebut, 80% berada di 10 provinsi kaya-hutan, seperti Papua, Papua Barat, Kalimantan […]

  • Jumlah Pulau di Malut Masih Diperdebatkan

    • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 704
    • 0Komentar

    Pantai Pulau Mtu Mya di Halmahera Tengah

expand_less