Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Bangun IPAH di Pulau Kecil dan Terluar

Bangun IPAH di Pulau Kecil dan Terluar

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 30 Agu 2023
  • visibility 949

Besa Ma Cahaya Bangun 6 Unit di Kecamatan Batang Dua Kota Ternate

Besa Macahaya dalam bahasa Ternate berarti cahaya hujan  adalah  komunitas  yang bergerak dalam gerakan panen air hujan. Gerakan ini dinamai Sedekah Air Hujan. Melalui donasi dari berbagai pihak lembaga ini sudah membantu warga di beberapa pulau di Maluku Utara.   Sampai saat ini, Besa Macahaya  sudah membangun kurang lebih 47 unit Instalasi Pemanenan  Air Hujan (IPAH)  baik di Pulau Ternate,  Pulau Kayoa, Pulau Moti, Pulau Hiri, Pulau Tifure. Terbaru sasaran gerakan ini adalah membantu masyarakat di pulau Mayau Kecamatan Batang Dua Kota Ternate.

Di Pulau ini melalui lembaga yang diinisiasi Zulkifli SE tersebut, membangun dua unit IPAH di Kelurahan Mayau dan Bido. Pembangunannya ditempatkan di beberapa sarana umum seperti sekolah dan geraja.  

“Ini kami namakan sedekah air hujan di pulau kecil dan terluar,”jelas Zulkifli di sela-sela pemasangan IPAH di desa Bido Minggu (27/8/2023) lalu.  Di Pulau Mayau dua instalasi  itu dibangun  di SD GPM Mayau dan satu unitnya di Gereja Pantekosta Desa Bido.  Penempatan fasilitas pemanenan air hujan ini menurut Zulkifli karena pertimbangan menjadi sarana umum dan bisa dimanfaatkan masyarakat banyak. Selain itu untuk desa Bido,  dilihat juga kondisi masyarakat saat ini yang kesulitan air karena rusaknya  pompa salah satu sumber utama air  warga.

Warga Kelurahan Bido bersama Zulkifli Komunitas Besa Macahaya pertama paling kanan di depan IPAH yang telah siap dimanfaatkan foto zulkifli

“Kita tidak punya tendensi apa pun untuk  membangun fasilitas ini. Apa yang dibagun ini adalah meneruskan donasi perorangan maupun lembaga yang membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kali ini kami teruskan donasi Bank Indonesia Ternate untuk  masyarakat di Pulau Mayau,” jelasnya.

Besa Macahaya sebagai lembaga yang concern di bidang ini melihat penting membangun sarana ini di  wilayah yang sangat membutuhkan air. Fasilitas memanen air hujan ini menjadi  sumber air alternative ketika sumber air utama   menghadapi masalah.   

Pria yang juga berprofesi sebagai ASN itu, merupakan salah satu tokoh penting penggerak panen air hujan yang ada di Maluku Utara. Di kecamatan Batang Dua sebelumnya  sudah dibangun 4 unit di Pulau Tifure dan baru saja 2 unit di Pulau Mayau. Artinya di kecamatan ini  ada 6 unit IPAH telah terbangun.

Sebenarnya di pulau ini masih banyak kelurahan lain sangat membutuhkan untuk dibangun sarana ini. Hal ini mengingat di dua pulau di Kecamatan Batang Dua  selain berada di daerah terluar juga pulau kecil dan menghadapi masalah serius dalam penyediaan air bersih. “Kita berharap ke depan masih ada lembaga atau perorangan yang berdonasi sehingga semakin banyak dibangun untuk wilayah atau pulau yang menghadapi masalah serius penyediaan air bersih saat ini,” tutupnya.

Kepala Sekolah SD GPM dan dewan guru berfoto di depan IPAH yang sudah selesai dipasang dan siap digunakan foto Novel

Tokoh  masyarakat Bido Nixon Lete yang juga Sekretaris Kelurahan Bido menyampaikan apreseasinya terhadap gerakan yang dilakukan Zulkifli bersama lembaganya  membangun IPAH di kampong Bido.  Dia   menyampaikan terimakasih dan penghargaan  atas adanya sarana ini.     Pembangunan sarana ini katanya hanya menjadi pemantik.  Selanjutnya bisa dipikirkan pemerintah kelurahan melalui anggaran yang mereka miliki untuk dibangun sebanyak-banyaknya IPAH demi memudahkan warga memperoleh sumber air alternative melalui hujan yang terbuang percuma saat ini.  “Ini sebuah fasilitas yang menginsipirasi untuk bisa membangun sendiri sarana ini di kampong kita masing masing,” kata Nixon saat simulasi dan sosialiasasi panen air hujan di kantor camat  Batang Dua Senin (28/8/2023)  lalu. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fakawel/Vauf: Terancam Ekstraksi Nikel dan Penangkapan Ikan Merusak (2)

    Fakawel/Vauf: Terancam Ekstraksi Nikel dan Penangkapan Ikan Merusak (2)

    • calendar_month Kam, 15 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Tradisi fakawel/vauf seperti dilakukan tiga perempuan Desa Banemo Patani Barat, Nurida Masin, Muhlisa Muksin, dan Mariani Hairil, memang masih berjalan. Namun demikian di tempat lain yang telah dijamah industri tambang nikel seperti di Weda Tengah dan Weda Utara tradisi ini menghadapi problem serius. Ruang- ruang pesisir yang sering dijadikan tempat memancing kini telah tertutup. Memancing […]

  • Warga Adat Sawai Halteng, Perda MA vs Omnibuslaw

    • calendar_month Kam, 28 Jan 2021
    • account_circle
    • visibility 1.386
    • 0Komentar

    Hernemus Takuling saat ditemui di rumahnya di Lelilef Sawai

  • BMKG: Elnino Menguat Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

    BMKG: Elnino Menguat Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Angin Kencang di Maluku Utara  Masih Terjadi  Direktorat  Meteorologi   Publik  Badan Meteorlogi  Klimatologi  dan Geofisika  (BMKG)  menyampaikan   hasil pemantauan  pada  dasarian II Juli  2026,  menunjukkan   musim kemarau  terus meluas dan kondisi  kering  semakin mendominasi wilayah Indonesia. Curah hujan kategori  rendah tercatat  mencakup  92,93% wilayah, sedangkan kategori menengah sebesar 6,63%  dan  kategori  tinggi hanya 0,45%.  Kondisi […]

  • Daya Dukung Halmahera Tengah Terlampaui,  Tambang Perlu Dibatasi

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2024
    • account_circle
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    Komunitas Fakawele: Warga Sagea Butuh Sungai dan Laut  Bersih Bukan Nikel Akhir Juli 2024, Kabupaten Halmahera Tengah mengalami banjir terparah dalam beberapa tahun terakhir. Kejadian ini  menyebabkan kerugian besar bagi warga karena akses jalan terputus, rumah terendam air, 1.726 orang mengungsi, dan menghilangkan satu nyawa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara mencatat tujuh […]

  • Kelola Hutan Bersama Masyarakat Bermanfaat Bagi Kelestarian

    • calendar_month Rab, 4 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 693
    • 0Komentar

    Sumber daya hutan telah terbukti memberikan kehidupan dan sumber penghidupan bagi semua. Selain manfaat jangka pendek berupa kayu, hutan juga memberikan manfaat jangka panjang yang sangat beragam, seperti sumber tanaman obat-obatan, jasa lingkungan air, iklim mikro, mikroba, jamur, penjaga keseimbangan air permukaan-air tanah, menjaga kesuburan lahan, pencegahan banjir, tanah longsor, habitat satwa liar, yang mewakili […]

  • Dokumen RTRW Halmahera Tengah Memihak Industri (1)

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 3.331
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah pada 5 September 2024 lalu telah mengesahkan perubahan Peraturan Daerah  Kabupaten Halmahera Tengah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Halmahera Tengah 2012-2032 menjadi Perda nomor 3 Tahun 2024. Masa berlaku Perda Perubahan tersebut hingga 2043 mendatang. Dokumen setebal 241 halaman dengan lampiran-lampirannya itu, telah dinyatakan berlaku sejak […]

expand_less