Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Bangun IPAH di Pulau Kecil dan Terluar

Bangun IPAH di Pulau Kecil dan Terluar

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 30 Agu 2023
  • visibility 807

Besa Ma Cahaya Bangun 6 Unit di Kecamatan Batang Dua Kota Ternate

Besa Macahaya dalam bahasa Ternate berarti cahaya hujan  adalah  komunitas  yang bergerak dalam gerakan panen air hujan. Gerakan ini dinamai Sedekah Air Hujan. Melalui donasi dari berbagai pihak lembaga ini sudah membantu warga di beberapa pulau di Maluku Utara.   Sampai saat ini, Besa Macahaya  sudah membangun kurang lebih 47 unit Instalasi Pemanenan  Air Hujan (IPAH)  baik di Pulau Ternate,  Pulau Kayoa, Pulau Moti, Pulau Hiri, Pulau Tifure. Terbaru sasaran gerakan ini adalah membantu masyarakat di pulau Mayau Kecamatan Batang Dua Kota Ternate.

Di Pulau ini melalui lembaga yang diinisiasi Zulkifli SE tersebut, membangun dua unit IPAH di Kelurahan Mayau dan Bido. Pembangunannya ditempatkan di beberapa sarana umum seperti sekolah dan geraja.  

Ini kami namakan sedekah air hujan di pulau kecil dan terluar,”jelas Zulkifli di sela-sela pemasangan IPAH di desa Bido Minggu (27/8/2023) lalu.  Di Pulau Mayau dua instalasi  itu dibangun  di SD GPM Mayau dan satu unitnya di Gereja Pantekosta Desa Bido.  Penempatan fasilitas pemanenan air hujan ini menurut Zulkifli karena pertimbangan menjadi sarana umum dan bisa dimanfaatkan masyarakat banyak. Selain itu untuk desa Bido,  dilihat juga kondisi masyarakat saat ini yang kesulitan air karena rusaknya  pompa salah satu sumber utama air  warga.

Warga Kelurahan Bido bersama Zulkifli Komunitas Besa Macahaya pertama paling kanan di depan IPAH yang telah siap dimanfaatkan foto zulkifli

“Kita tidak punya tendensi apa pun untuk  membangun fasilitas ini. Apa yang dibagun ini adalah meneruskan donasi perorangan maupun lembaga yang membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kali ini kami teruskan donasi Bank Indonesia Ternate untuk  masyarakat di Pulau Mayau,” jelasnya.

Besa Macahaya sebagai lembaga yang concern di bidang ini melihat penting membangun sarana ini di  wilayah yang sangat membutuhkan air. Fasilitas memanen air hujan ini menjadi  sumber air alternative ketika sumber air utama   menghadapi masalah.   

Pria yang juga berprofesi sebagai ASN itu, merupakan salah satu tokoh penting penggerak panen air hujan yang ada di Maluku Utara. Di kecamatan Batang Dua sebelumnya  sudah dibangun 4 unit di Pulau Tifure dan baru saja 2 unit di Pulau Mayau. Artinya di kecamatan ini  ada 6 unit IPAH telah terbangun.

Sebenarnya di pulau ini masih banyak kelurahan lain sangat membutuhkan untuk dibangun sarana ini. Hal ini mengingat di dua pulau di Kecamatan Batang Dua  selain berada di daerah terluar juga pulau kecil dan menghadapi masalah serius dalam penyediaan air bersih. “Kita berharap ke depan masih ada lembaga atau perorangan yang berdonasi sehingga semakin banyak dibangun untuk wilayah atau pulau yang menghadapi masalah serius penyediaan air bersih saat ini,” tutupnya.

Kepala Sekolah SD GPM dan dewan guru berfoto di depan IPAH yang sudah selesai dipasang dan siap digunakan foto Novel

Tokoh  masyarakat Bido Nixon Lete yang juga Sekretaris Kelurahan Bido menyampaikan apreseasinya terhadap gerakan yang dilakukan Zulkifli bersama lembaganya  membangun IPAH di kampong Bido.  Dia   menyampaikan terimakasih dan penghargaan  atas adanya sarana ini.     Pembangunan sarana ini katanya hanya menjadi pemantik.  Selanjutnya bisa dipikirkan pemerintah kelurahan melalui anggaran yang mereka miliki untuk dibangun sebanyak-banyaknya IPAH demi memudahkan warga memperoleh sumber air alternative melalui hujan yang terbuang percuma saat ini.  “Ini sebuah fasilitas yang menginsipirasi untuk bisa membangun sendiri sarana ini di kampong kita masing masing,” kata Nixon saat simulasi dan sosialiasasi panen air hujan di kantor camat  Batang Dua Senin (28/8/2023)  lalu. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Patgulipat  Harga Tanah di Lingkar PSN, Banyak Pihak Ikut Bermain (3) Habis

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • account_circle
    • visibility 1.395
    • 0Komentar

    Persoalan  pelik daerah lingkar Proyek Strategis Nasional (PSN), Weda Hamahera Tengah Maluku Utara,  adalah  lahan.  Saat ini lahan produktif untuk pertanian nyaris habis. Warga yang  dulu bertani  tak lagi bertani. Sebagian besar beralih menjadi pekerja tambang, serabutan  hingga juragang rumah sewa/kosan. Lepasnya lahan  karena kebutuhan mendesak, juga kuatnya pengaruh berbagai pihak. Harga  lahan kebun  terbilang […]

  • Tersedia Rumah Kolaborasi dan Konsultasi Iklim

    • calendar_month Kam, 26 Okt 2023
    • account_circle
    • visibility 644
    • 1Komentar

    Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo telah membuka bursa karbon nasional di Bursa Efek Indonesia. Dalam rangka mengantisipasi minat masyarakat yang tinggi terhadap perdagangan karbon, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, meresmikan Rumah Kolaborasi dan Konsultasi Iklim dan Karbon (RK2IK) di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta (23/10) lalu dalam rangka mendukung pencapaian target Nationally […]

  • Isyu Lingkungan dan Perubahan Iklim Salah Satu Poin Rekomendasi ICMI

    • calendar_month Kam, 30 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang menggelar pertemuan tahunan (Annual Meeting) ICMI se-Indonesia di Sahid Bella Hotel Senin, (27/11/2023) lalu menghasilkan sejumlah poin rekomendasi yang ditujukan kepada ICMI Pusat untuk digodok dan diteruskan ke pemerintah.    Pertemuan yang digelar pertama kali di Ternate  melahirkan setidaknya ada tujuh point. Rekomendasi yang disusun tim perumus dipimpin  Dr. […]

  • Warga Bahalo Sagu di Festival Kampung Pulau

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Meremas pokok sagu yang dipukul atau orang kampung menyebutnya dengan Oro untuk mendapatkan tepung sagu/foto hiar

  • Pengelolaan Pesisir dan Pulau Kecil Tak Berdasar Saintifik

    • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 644
    • 0Komentar

    Ini Masukan Masyarakat Sipil untuk Capres dan Cawapres   Center of Maritim Reform for Humanity atau Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan mengingatkan semua pihak terutama para calon presiden dan wakil presiden  agar perlu memiliki ikhtiar yang kuat terhadap perbaikan bangsa terutama terkait isyu lingkungan hidup dan pertanahan dalam konteks pengelolaan perikanan dan sumberdaya agraria di […]

  • UGM Riset Kosmopolis Rempah di Malut

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 619
    • 1Komentar

    Sudah Jalin Kerjasama dengan Pemkab Halut Wilayah Provinsi Maluku Utara dikenal sebagai penghasil  rempah pala dan cengkeh.  Tak salah di Kota Ternate misalnya saat ini membangun icon kotanya dengan sebutan   Kota Rempah. Karena itu juga  Maluku Utara patut menyandang The Spicy Island  karena menjadi penghasil rempah yang merupakan sebuah warisan masa lalu Upaya mengembalikan kejayaan […]

expand_less