Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Kaya Tambang, Malut Primadona Investasi Asing

Kaya Tambang, Malut Primadona Investasi Asing

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 4 Feb 2021
  • visibility 825

Bumi Maluku Utara benar- benar menjadi buruan investor asing menanamkan modalnya. Provinsi ini memiliki kekayaan  di darat  terutama bahan mineral serta  hasil hutannya. Sementara  di laut daerah ini punya potensi perikanan dan kelautanya yang benar benar membuat mata para investor tetuju ke  daerah ini.

Tak hanya kaya bahan mineral dan hasil hutan,  negeri dengan 805 pulau ini juga kaya akan sumber keaneragaman hayati. Karena kekayaan itu investasi asing juga masuk menyasar  berbagai potensi  yang dimiliki.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Samsudin Abd.Kadir dalam seminar perikanan yang digelar Ikatan Alumni Perikanan dan Kelautan (IKAPERIK) Universitas Khairun Ternate di Kota Ternate, Sabtu (23/1/20) belum lama ini, menyampaikan bahwa Maluku Utara sangat diminati investor asing untuk berinvestasi. Masuknya investasi asing  itu karena adanya kekayaan alam yang dimiliki terutama dari bidang  pertambangan.

Kawasan Tambang PT WBN dan kawasan industri PT IWIP Halmahera Tengah

“Maluku Utara saat ini untuk penanaman modal asing  terbesar nomor tiga di Indonesia. Dua provinsi di atas Maluku Utara itu adalah Jawa Barat  dan DKI Jakarta,” jelas Sekprov. Dia bilang  investasi yang masuk ke Maluku Utara telah mencapai Rp100 triliun.  Investasi sebesar itu ada di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah.  

Menurut Samsudin  Jawa Barat dan DKI menempati posisi pertama tetapi  investasi yang dilakukan perusahaan  ke Maluku Utara menjadi daerah dengan investasi   terbesar  bidang tambang. Besarnya investasi yang masuk ke Malut itu maka pemerintah punya proyeksi ke depan untuk melakukan kolaborasi menghidupkan sector lain. Karena  puluhan ribu karyawan yang bekerja di sector ini  butuh berbagai bahan makanan dan ikan misalnya harus disiapkan.

Potensi ini yang akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.  

Apa yang  sampaikan Sekprov pernah dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia pada 30April2020. Kala itu, BKPM merilis bahwa  Maluku Utara  menjadi Primadona Baru Investasi Asing di Wilayah Indonesia Timur.

Peta Investasi: sumber AMAN Maluku Utara

Plt.Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Farah Indriani memaparkan, daerah luar Jawa yang menjadi daya tarik bagi PMA pada periodeTriwulan I tahun 2020 adalah Maluku Utara. Peningkatan realisasi investasi asing di Provinsi Maluku Utara cukup signifikan dari tahun ketahun.Pada tahun 2017, realisasi investasi PMA (Penanaman Modal Asing) di Provinsi Maluku Utara mencapai US$0,2 miliar dan berada pada peringkat 22 dibandingkan provinsi lainnya.

Kemudian tahun 2018 realisasi investasinya meningkat menjadi US$0,36 miliar dan naik keperingkat 18. Di tahun 2019 terjadi lonjakan tajam realisasi investasi di Provinsi Maluku Utara dengan nilai US$1,0 miliar yang menjadikannya berada di peringkat 8 lokasi PMA terbesar.  Pada periode triwulan I 2020, Provinsi Maluku Utara yang menempati peringkat ke-3 dengan nilai mencapai US$ 0,77 miliar.

Posisi ini menarik karena nomor 1 dan 2 PMA di periode ini ditempati oleh dua provinsi besar di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta (US$0,92 miliar) dan Jawa Barat (US$0, 91miliar). Sedangkan peringkat ke-4 dan ke-5 adalah Kepulauan Riau (US$ 0,40 miliar) dan Sulawesi Tenggara (US$0,38miliar). Ini artinya peningkatan realisasi investasi di luar Jawa pada periode ini banyak disumbang dari Penanaman Modal Asing (PMA) di wilayah Indonesia bagian Timur.

“Daerah luar Jawa yang menjadi daya tarik bagi PMA pada periode Triwulan I tahun 2020. Data ini menunjukkan bahwa investor asing sudah mulai melirik daerah di luarJawa, di mana banyak potensi investasi yang masih bisa dikembangkan dan tentunya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Maluku Utara ini bisa menjadi primadona baru di wilayah Indonesia Timur,” kata Farah.

Berdasarkan data dari Pusat Koordinasi dan Pengawalan Investasi (PusatKOPI), realisasi investasi PMA diProvinsi Maluku Utara pada tahun 2019 lalu didominasi oleh sector Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin,dan Peralatannya (US$754,07juta); Pertambangan (US$100,87juta); Listrik, Gas, dan Air (US$76,62juta); Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (US$67,98juta); dan Konstruksi (US$6,33 juta). Investasi di Indonesia saat ini tidak hanya terfokus di Pulau Jawa saja, akan tetapi juga terdistribusi keluar Jawa.

Hutan Halmahera kaya berbagai potensi hasil hutan mineral dan keanekaragaman hayati (foto Opan Jacky)

Hal tersebut terlihat dari 19% kenaikan porsi realisasi investasi di luar Jawa di triwulan I 2020.Pada periode yang sama tahun 2019,realisasi investasi luarJawa sebesar 44% dengan nilai Rp85,8triliun dan Jawa 56% dengan nilai Rp109,3triliun. Realisasi investasi luar Jawa meningkat porsinya menjadi 48,6% sebesar Rp102,4 trliiun dan Jawa 51,4% dengan nilai Rp108,3 triliun.

Berdasarkan data  peta investasi yang disusun Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara  dari luas daratan  Maluku Utara mencapai 3.152941,19 hektar izin usaha pertambangannya  mencapai 123.403,73 hektar atau 313 IUP. Izin Perkebunan Sawit  seluas 34.682 hektar atau 4 izin. Di Maluku Utara ada tiga kawasan yang benar benar mendapat perhatian pemerintah pusat. Daerah ini mulai dikeruk oleh PT Harita Group di Obi, WBN dan IWIP di Weda Halmahera Tengah serta Antam di Halmahera Buli Halmahera Timur. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Indonesia umumkan uang beredar di masyarakat

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Petugas menghitung uang pecahan milik nasabah di salah satu agen BRILink di Ternate, Maluku Utara, Jumat (3/10/2025).Bank Indonesia (BI) mengumumkan uang beredar di masyarakat M2 pada Agustus 2025 sebesar Rp 9.657,1 triliun atau tumbuh 7,6 persen tumbuh lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya sebesar 6,6 persen yang didorong uang beredar sempit (M1) sebesar 10,5 persen dan […]

  • Writing Challenge Kawan GNFI

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 694
    • 0Komentar

    Halo Pembaca Setia GNFI! Ada kabar bahagia nih, sekarang situs Good News From Indonesia (GNFI) membuka kembali kesempatan bagi Kawan yang ingin menyalurkan karya tulisannya. Nah, dalam rangka memeriahkan kehadiran Kawan kembali, kami mengajak Kawan untuk ikut Writing Challenge Kawan GNF dengan mengusung tema “Kabar Baik dari Daerahku” ✨ dengan sub-tema Local Heroes, Sosial Budaya, […]

  • Kayanya KKP Kepulauan Sula di Maluku Utara

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2020
    • account_circle
    • visibility 757
    • 0Komentar

    Pantai dan kawasan laut pulau Pagama Kepulauan Sula yang masuk KKP Kepsul

  • Harusnya Maluku Utara Miliki Balai KSDA

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Persoalan konservasi sumberdaya alam di Maluku Utara sangatlah besar. Dengan 805 pulau  dan luas hutannya mencapai 2,25 juta hektar, memiliki persoalan pengawasan yang  rumit.   Sementara lembaga dan personil atau sumberdaya manusia yang menjalankan tugas tidak maksimal.  Seksi Konservasi SDA alam di Maluku Utara saat ini, tidak sanggup lagi memikul beban kerja  besar dengan wilayah […]

  • Dokumen RTRW Halmahera Tengah Memihak Industri (1)

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 3.070
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah pada 5 September 2024 lalu telah mengesahkan perubahan Peraturan Daerah  Kabupaten Halmahera Tengah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Halmahera Tengah 2012-2032 menjadi Perda nomor 3 Tahun 2024. Masa berlaku Perda Perubahan tersebut hingga 2043 mendatang. Dokumen setebal 241 halaman dengan lampiran-lampirannya itu, telah dinyatakan berlaku sejak […]

  • Pelaksanaan Perhutanan Sosial Masih Bermasalah

    • calendar_month Sab, 12 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 766
    • 1Komentar

    Rapat Pokja PS Maluku Utara,foto Ahmad Zakih

expand_less