Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Malut » Kaya Tambang, Malut Primadona Investasi Asing

Kaya Tambang, Malut Primadona Investasi Asing

  • account_circle
  • calendar_month Kam, 4 Feb 2021
  • visibility 838

Bumi Maluku Utara benar- benar menjadi buruan investor asing menanamkan modalnya. Provinsi ini memiliki kekayaan  di darat  terutama bahan mineral serta  hasil hutannya. Sementara  di laut daerah ini punya potensi perikanan dan kelautanya yang benar benar membuat mata para investor tetuju ke  daerah ini.

Tak hanya kaya bahan mineral dan hasil hutan,  negeri dengan 805 pulau ini juga kaya akan sumber keaneragaman hayati. Karena kekayaan itu investasi asing juga masuk menyasar  berbagai potensi  yang dimiliki.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Samsudin Abd.Kadir dalam seminar perikanan yang digelar Ikatan Alumni Perikanan dan Kelautan (IKAPERIK) Universitas Khairun Ternate di Kota Ternate, Sabtu (23/1/20) belum lama ini, menyampaikan bahwa Maluku Utara sangat diminati investor asing untuk berinvestasi. Masuknya investasi asing  itu karena adanya kekayaan alam yang dimiliki terutama dari bidang  pertambangan.

Kawasan Tambang PT WBN dan kawasan industri PT IWIP Halmahera Tengah

“Maluku Utara saat ini untuk penanaman modal asing  terbesar nomor tiga di Indonesia. Dua provinsi di atas Maluku Utara itu adalah Jawa Barat  dan DKI Jakarta,” jelas Sekprov. Dia bilang  investasi yang masuk ke Maluku Utara telah mencapai Rp100 triliun.  Investasi sebesar itu ada di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah.  

Menurut Samsudin  Jawa Barat dan DKI menempati posisi pertama tetapi  investasi yang dilakukan perusahaan  ke Maluku Utara menjadi daerah dengan investasi   terbesar  bidang tambang. Besarnya investasi yang masuk ke Malut itu maka pemerintah punya proyeksi ke depan untuk melakukan kolaborasi menghidupkan sector lain. Karena  puluhan ribu karyawan yang bekerja di sector ini  butuh berbagai bahan makanan dan ikan misalnya harus disiapkan.

Potensi ini yang akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.  

Apa yang  sampaikan Sekprov pernah dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia pada 30April2020. Kala itu, BKPM merilis bahwa  Maluku Utara  menjadi Primadona Baru Investasi Asing di Wilayah Indonesia Timur.

Peta Investasi: sumber AMAN Maluku Utara

Plt.Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Farah Indriani memaparkan, daerah luar Jawa yang menjadi daya tarik bagi PMA pada periodeTriwulan I tahun 2020 adalah Maluku Utara. Peningkatan realisasi investasi asing di Provinsi Maluku Utara cukup signifikan dari tahun ketahun.Pada tahun 2017, realisasi investasi PMA (Penanaman Modal Asing) di Provinsi Maluku Utara mencapai US$0,2 miliar dan berada pada peringkat 22 dibandingkan provinsi lainnya.

Kemudian tahun 2018 realisasi investasinya meningkat menjadi US$0,36 miliar dan naik keperingkat 18. Di tahun 2019 terjadi lonjakan tajam realisasi investasi di Provinsi Maluku Utara dengan nilai US$1,0 miliar yang menjadikannya berada di peringkat 8 lokasi PMA terbesar.  Pada periode triwulan I 2020, Provinsi Maluku Utara yang menempati peringkat ke-3 dengan nilai mencapai US$ 0,77 miliar.

Posisi ini menarik karena nomor 1 dan 2 PMA di periode ini ditempati oleh dua provinsi besar di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta (US$0,92 miliar) dan Jawa Barat (US$0, 91miliar). Sedangkan peringkat ke-4 dan ke-5 adalah Kepulauan Riau (US$ 0,40 miliar) dan Sulawesi Tenggara (US$0,38miliar). Ini artinya peningkatan realisasi investasi di luar Jawa pada periode ini banyak disumbang dari Penanaman Modal Asing (PMA) di wilayah Indonesia bagian Timur.

“Daerah luar Jawa yang menjadi daya tarik bagi PMA pada periode Triwulan I tahun 2020. Data ini menunjukkan bahwa investor asing sudah mulai melirik daerah di luarJawa, di mana banyak potensi investasi yang masih bisa dikembangkan dan tentunya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Maluku Utara ini bisa menjadi primadona baru di wilayah Indonesia Timur,” kata Farah.

Berdasarkan data dari Pusat Koordinasi dan Pengawalan Investasi (PusatKOPI), realisasi investasi PMA diProvinsi Maluku Utara pada tahun 2019 lalu didominasi oleh sector Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin,dan Peralatannya (US$754,07juta); Pertambangan (US$100,87juta); Listrik, Gas, dan Air (US$76,62juta); Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (US$67,98juta); dan Konstruksi (US$6,33 juta). Investasi di Indonesia saat ini tidak hanya terfokus di Pulau Jawa saja, akan tetapi juga terdistribusi keluar Jawa.

Hutan Halmahera kaya berbagai potensi hasil hutan mineral dan keanekaragaman hayati (foto Opan Jacky)

Hal tersebut terlihat dari 19% kenaikan porsi realisasi investasi di luar Jawa di triwulan I 2020.Pada periode yang sama tahun 2019,realisasi investasi luarJawa sebesar 44% dengan nilai Rp85,8triliun dan Jawa 56% dengan nilai Rp109,3triliun. Realisasi investasi luar Jawa meningkat porsinya menjadi 48,6% sebesar Rp102,4 trliiun dan Jawa 51,4% dengan nilai Rp108,3 triliun.

Berdasarkan data  peta investasi yang disusun Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku Utara  dari luas daratan  Maluku Utara mencapai 3.152941,19 hektar izin usaha pertambangannya  mencapai 123.403,73 hektar atau 313 IUP. Izin Perkebunan Sawit  seluas 34.682 hektar atau 4 izin. Di Maluku Utara ada tiga kawasan yang benar benar mendapat perhatian pemerintah pusat. Daerah ini mulai dikeruk oleh PT Harita Group di Obi, WBN dan IWIP di Weda Halmahera Tengah serta Antam di Halmahera Buli Halmahera Timur. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada 3 Spesies Baru Ditemukan Pada 2023

    • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 818
    • 1Komentar

    Sejak 2021 -2023 Ada 90 Spesies TSL Baru Berdasarkan hasil eksplorasi BRIN dan KLHK, lebih dari 90  jenis spesies baru telah ditemukan dalam kurun waktu tahun 2021-2023. Berbagai spesies baru tumbuhan dan satwa liar (TSL) telah banyak ditemukan, baik di dalam kawasan konservasi maupun di luar kawasan hutan. Rilis yang dikeluarkan oleh Kementeruan Lingkungan Hidup […]

  • BMKG: Elnino Menguat Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

    BMKG: Elnino Menguat Waspadai Kekeringan, Karhutla dan Angin Kencang

    • calendar_month Sel, 28 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Angin Kencang di Maluku Utara  Masih Terjadi  Direktorat  Meteorologi   Publik  Badan Meteorlogi  Klimatologi  dan Geofisika  (BMKG)  menyampaikan   hasil pemantauan  pada  dasarian II Juli  2026,  menunjukkan   musim kemarau  terus meluas dan kondisi  kering  semakin mendominasi wilayah Indonesia. Curah hujan kategori  rendah tercatat  mencakup  92,93% wilayah, sedangkan kategori menengah sebesar 6,63%  dan  kategori  tinggi hanya 0,45%.  Kondisi […]

  • Di Mare akan Dikembangkan Jambu Mente

    • calendar_month Kam, 8 Nov 2018
    • account_circle
    • visibility 759
    • 0Komentar

    Pulau Mare Tidore Kepulauan  yang  menjadi pusat gerabah di Maluku Utara,   segera dikembangkan menjadi pusat produksi jambu mente di  Maluku Utara. Pihak Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ternate- Tidore    berencana mengembangkan lahan hutan lindung  di  Pulau Mare ini dengan tanaman jambu mente.  Data  Kesatuan Pengelolaan   Hutan (KPH) Ternate-Tidore  menunjukan dari luas hutan lindung Pulau Mare […]

  • NGO Soroti Peluncuran Investasi JETP yang Tertunda

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 679
    • 1Komentar

    Pemerintah Republik Indonesia berencana melakukan peluncuran  investasi Just Energy Transition Partnership (JETP) pada 16 Agustus lalu, bertepatan dengan pidato Presiden RI sehari sebelum HUT Kemerdekaan RI ke- 78. Batalnya peluncuran rencana investasi transisi energi  dalam skema pendanaan JETP bisa menjadi kabar buruk sekaligus  kabar baik bagi masa depan transisi energi di Indonesia. Soal ini mendapat […]

  • Maluku Utara Masuk Habitat Dugong di Indonesia Timur

    • calendar_month Ming, 12 Feb 2023
    • account_circle
    • visibility 1.599
    • 0Komentar

    Dugong yang ditemukan mati di Desa Cendana Morotai beberapa waktu lalu foto M Ichi

  • Legu Tara No Ate 2025: Kolaborasi Budaya, Edukasi  dan Kampanye Lingkungan

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle
    • visibility 856
    • 0Komentar

    Ketua Panitia: Semua Kesiapan  Sudah Maksimal, Siap  Digelar Oktober   Pihak  Kesultanan Ternate  akan   menyelenggarakan Festival Legu Tara No Ate 2025. Kegiatan ini rencana dilaksanakan  pada  16  hingga 18 Oktober 2025. Acara ini akan dipusatkan di Lapangan Pelabuhan Perikanan Nusantara, Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate. Legu Tara No Ate 2025 ini sendiri merupakan Iven festival […]

expand_less