Breaking News
light_mode
Beranda » Laut dan Pesisir » KKP Walidata Informasi Geospasial Lamun dan Terumbu Karang

KKP Walidata Informasi Geospasial Lamun dan Terumbu Karang

  • account_circle
  • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
  • visibility 822

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima mandat sebagai penyelenggara atau walidata informasi geospasial tematik (IGT) lamun dan terumbu karang di Indonesia. Sebelumnya mandat tersebut diselenggarakan oleh Pusat Riset Oseanografi, BRIN (LIPI).

Terumbu karang dan padang lamun adalah ekosistem yang sangat  berharga bagi kelangsungan hidup laut dan manusia. Kekayaan alam ini memberikan manfaat ekologi, ekonomi dan sosial yang tak ternilai harganya. Salah satunya adalah dalam mengatasi perubahan iklim.

Rilis yang disampaikan KKP melalui Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Muhammad Yusuf menyebutkan bahwa  perubahan nomenklatur Pusat Penelitian Oseanografi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebagai bagian Badan Riset dan Inovasi Nasional, maka fungsi pengelolaan data spasial terumbu karang dan padang lamun dipindahkan dan dilanjutkan oleh KKP melalui Keputusan Badan Informasi Geospasial Nomor 16 tahun 2023 Tentang Walidata Informasi Geospasial Tematik.

“Untuk implementasi Kebijakan Satu Peta, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000 diperlukan pengelolaan informasi geospasial tematik” ujar Yusuf.

“Semangat kebijakan satu peta ini sebagai upaya mewujudkan informasi geospasial yang mengacu pada satu referensi geospasial, satu standar, satu basis data dan satu geoportal,” tambahnya.

KKP sebagai penerima mandat pelaksana kebijakan dan aksi mitigasi perubahan iklim untuk sektor kelautan atau karbon biru sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 98 tahun 2021, saat ini sedang dan telah melakukan beberapa aksi percepatan melalui penyusunan peta jalan aksi mitigasi sektor kelautan, penyusunan profil misi karbon biru lamun, pengembangan metodologi pengkuran, pelaporan dan verifikasi (MRV) serta penguatan kapasitas SDM di sektor kelautan.

 Plt. Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi, KKP Aulia Riza Farhan menerima tanggung jawab bersama untuk melanjutkan penyelenggaraan Informasi Geospasial Tematik Lamun dan Terumbu Karang di masa mendatang.

“Ketersedian kedua data ini sangat penting. Terumbu karang dan lamun menjadi salah satu aspek yang diukur luasannya dalam Neraca Sumber Daya Laut. Di samping itu, ketersediaan data padang lamun secara terpisah juga dibutuhkan dalam program karbon biru yang bertujuan menjaga lingkungan dari permasalahan perubahan iklim. Tugas ini besar, namun dengan semangat dan dukungan bersama harapannya seluruh rencana dapat terlaksana dengan baik,” terangnya.

Menutup sambutan, Riza mengajak semua pihak untuk mengawal setiap pelaksanaan kegiatan pemutakhiran ini agar dapat menjadi nilai tambah dalam memenuhi amanat Peraturan Presiden.

“Harapannya, tidak hanya IG Terumbu Karang yang terpenuhi standarnya, namun juga IG Padang Lamun dapat mengikuti proses pemenuhan standarnya sesuai dengan prinsip Satu Data dan Satu Peta,” pungkasnya.

Beragam jenis ikan karang yang ditemukan bermain di terumbu karang KKP Mare, foto Abdul Khalis

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan secara simbolis Surat Keputusan (SK) Penetapan KKP sebagai Walidata Informasi Geospasial (IG) Terumbu Karang dan Padang Lamun oleh Koordinator Pembinaan dan Penyelenggaraan IGT, Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik, BIG melalui Keputusan Kepala Badan Informasi Geospasial nomor 16 Tahun 2023 kepada Kepala Pusat Data, Statistik dan Informasi, KKP.

Tak hanya itu, KKP sebagai unit produsen data IG terumbu karang dan padang lamun yang baru juga menerima buku status Terumbu Karang dan Padang Lamun dari Kepala Pusat Riset Oseanografi, Badan Riset dan Inovasi nasional (BRIN) sebagai produsen data terumbu karang dan padang lamun sebelumnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah menekankan pentingnya menciptakan laut yang sehat, aman, tangguh dan produktif bagi kesejahteraan bangsa dan mengembangkan strategi pembangunan ekonomi biru yang menitikberatkan pada pertimbangan ekologi dan ekonomi pada aktivitas yang menetap di ruang laut.(*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  •  Ini Urgensinya Energi Bersih dan Terbarukan  

    • calendar_month Rab, 8 Nov 2023
    • account_circle
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Salah satu penyumbang emisi terbesar yang berdampak pada Krisis iklim adalah sektor energi, sementara komitmen untuk transisi energi menuju energi bersih dan terbarukan seolah berjalan lambat. Di sisi lain masih banyak wilayah di Indonesia yang belum menikmati listrik seperti yang dinikmati di daerah perkotaan. Untuk membedah masalah ini, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama BBC […]

  • Tradisi Padi Ladang yang Hilang di Halmahera (3) Habis

    Tradisi Padi Ladang yang Hilang di Halmahera (3) Habis

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Bisakah Kedaulatan Pangan Desa Dihidupkan Kembali? Kedaulatan pangan  desa  harus dihidupkan lagi. Tentu dengan berbagai upaya harus dilakukan. Untuk  tradisi menanam padi, Arsyad Hasyim salah satu penyuluh pertanian yang bertugas di Desa Samo memulainya dengan membentuk beberapa kelompok  tani  padi ladang termasuk tanaman perkebunan.  Kelompok itu  difokuskan menanam padi untuk memunuhi kebutuhan  mereka. “Dua kelompok […]

  • Temuan KNTI, Masyarakat Pesisir Semakin Tersisih

    • calendar_month Rab, 12 Sep 2018
    • account_circle
    • visibility 634
    • 0Komentar

    Penyusunan Peraturan Daerah Rencana Zonasi Wilayah Peisisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) di semua provinsi, dinilai masih belum terbuka dan hanya melibatkan segelintir masyarakat pesisir yang menjadi stakeholder utama. Fakta itu diperkuat, dengan tidak adanya tahapan konsultasi mulai dari desa/kelurahan yang di dalamnya ada pulau-pulau kecil, kecamatan, hingga di kabupaten/kota. Kondisi yang sama juga terjadi di  Maluku Utara. […]

  • Cerita Miris Desa Terang di Pulau Kecil

    • calendar_month Sab, 8 Jan 2022
    • account_circle
    • visibility 996
    • 1Komentar

    Pemandangan dari atas Pulau Laigoma Halmahera Selatan foto M Ichi

  • Mangrove di Maluku Utara Makin Terdesak

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2020
    • account_circle
    • visibility 874
    • 0Komentar

    Butuh Kolaborasi Multi Pihak Selamatkan Mangrove Berdasakan data terbaru one map mangrove yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Maluku Utara memiliki hutan mangrove  mencapai 41.228,7 hektar. Dari luasan itu, kondisinya semakin hari semakin terdesak. Baik oleh pemukiman, industri ekstraktif, perkebunan, tambak bahkan perluasan kota. Mangrove juga menjadi sumber bahan bakar  sebagian masyarakat  di […]

  • Sopik, Cara Orang Makean Tahane Jadikan Laut Sumber Keadilan

    • calendar_month Sel, 15 Des 2020
    • account_circle
    • visibility 1.099
    • 0Komentar

    Laut tidak hanya menyediakan sumber protein dan kekayaan lainnya bagi manusia. Dia juga menjadi pengadilan bagi sebagian orang di Tahane Pulau Makean/

expand_less