Breaking News
light_mode
Beranda » Lingkungan Hidup » Pulau-pulau Makin Terancam Sampah Plastik

Pulau-pulau Makin Terancam Sampah Plastik

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
  • visibility 633

Kawasan Pasir Putih di Morotai Tertutupi Sampah

Pulau-pulau di Maluku Utara saat ini sangat terancam dengan sampah. Terutama sampah yang masuk ke laut  dan kemudian kembali ke pantai.  Ada beragam jenis sampah ditemui di tepi pantai. Plastic terutama kantong kresek, botol bekas minuman, sachet  berbagai makanan ringan dan beragam kebutuhan lainnya. Tidak itu saja ada  kayu bahkan batang pohon dan berbagai alat rumah tangga.  

Di laut   sejumlah pulau  saat ini, mengapung  bahkan ada yang sudah terdampar berbagai jenis sampah. Sebagian  bahkan telah terdampar dan  menutupi kawasan pantai. Di Ternate sendiri bisa disaksikan setiap saat di kala selepas hujan lebat air dari kali mati dan selokan yang menuju ke laut dipenuhi beragam jenis sampah. Begitu juga di pulau sekitarnya seperti Tidore, Maitara, Mare  Moti Makean dan masih banyak pulau lainnya. Sampah laut ini menjadi masalah paling pelik.

Terbaru terjadi di Pulau Morotai Kabupaten Pulau Morotai. Beberapa waktu belakangan ini kawasan pesisir pantai   Desa Juanga, di Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), ditutupi berbagai jens sampah dari  plastic, kayu bahkan alat rumah tangga.  Jenis  sampah organik dan non organik itu, berserakan di  kawasan pantai berpasir putih yang dulunya (2014,red) bersih karena dijadikan  lokasi  Sail Morotai.Tumpukan sampah tak hanya di kawasan pelabuhan fery, sampah juga bertebaran  hingga ke pesisir Pantai  Army Dock.

Anak anak ikut menyaksikan tumpukan sampah di pesisir Morotai, foto HPost

Diduga kuat  sampah yang  bertebaran di pantai dan perairan itu merupakan kiriman  dari laut pasifik dan laut Halmahera. Pasalnya, sampah ini muncul di kala gelombang tinggi dan  musim hujan.

Beberapa warga Juanga terlihat mengais dan mengumpulkan sejumlah sampah plastic bekas    yang masih bisa dimanfaatkan.  Hawania salah satu warga Juanga ditemui Kamis (17/11/2022) siang   mengaku fenomena membludaknya sampah  ini  Ia baru saksikan dan ikut  mengumpulkan  sampah yang masih bisa dimanfaatkan itu.

“Kita dapatkan sampah yang didominasi plastic ini terdampar  pada pagi hari.   Sampah ini tersebar  dari Kampung Juanga hingga kawasan Pelabuhan Feri,” kata Hawania.

Dia mengaku, baru kali ini  melihat banyaknya sampah berserakan  di pesisir pantai Morotai ini.  

“Kami kaget juga melihat sampah yang terdampar begini banyak. Sampah  ini dilihat saat  pagi ini,” ujar dia.

Soal banyaknya sampah plastic yang bertebaran di laut Morotai ini, menurut akademisi Universitas Pasifik (Unipas) Morotai Muhammad Reza Kusman  sebenarnya karena kurang perhatian dari pemerintah. Terutama terkait sampah plastic yang dibuang ke laut.  

Dosen Prodi Teknik Lingkungan itu menjelaskan,   fenomena sampah organik dan anorganik  yang banyak mengapung dan terdampar ini sering menjadi  masalah di perairan.  Baik laut maupun sungai. Menurut dia, biasanya masalah sampah yang muncul  seperti saat ini  adalah sampah kiriman dari pulau terdekat, atau tempat usaha   atau   sampah domestic.  Nah dalam persoalan ini, pengelolaan sampah sebenarnya  dasarnya  pada kesadaran   serta  kebiasaan  orang membuang sampah. Jika warga atau masyarakat membuang sampah ke pantai maka akhirnya sampah itu terbawa ke laut dan kemudian kembali lagi  dan  didaptakan orang lain. “Sampah kiriman itu seperti bom waktu,” katanya.

Dia bilang,  cuaca di wilayah Morotai  yang ekstrim beberapa hari terakhir,  di mana sering turun hujan  lebat ditambah kondisi angin  dan pasang surut  air laut,  ikut membawa sampah yang dibuang ke laut di berbagai tempat  terdampar di daerah Juanga ini.

Dia lalu  usulkan  dalam kasus ini harus ada riset menyangkut problem lingkungan yang dihadapi saat ini terutama masalah sampah plastic yang masuk ke laut. Riset itu dilakukan Pemerintah Daerah melibatkan tokoh masyarakat, LSM dan akademisi agar  hasilnya bisa ditindaklanjuti dengan program   yang nyata dan bermanfaat.

Petugas kebersihan mengangkat sampah di pesisir pantai Ternate foto M Ichi

“Perlu memanfaatkan fasilitas Pemerintah untuk peduli pada soal lingkungan. Selain itu  harus ada perencanaan yang matang karena menjaga lingkungan bukan angan- angan tapi tindakan,”kata

Muhammad Reza.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Morotai Siti Samiun Maruapey S.Hut mengatakan, belum lama ini  DKP  sudah melakukan pembersihan.   Namun dengan munculnya sampah yang kembali memenuhi pantai ini mereka akan  kembali membersikan. “Kami segera turun untuk membersihkan tepi pantai  yang   dipenuhi sampah tersebut. Akan menjadi agenda  kegiatan bersih bersih di lokasi eks-Sail. Untuk  warga  dan stakholder yang mau  gabung dipersilakan,”tutupnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingatkan Warga Kota Ternate Hemat, Jaga dan Rawat Air

    • calendar_month Sab, 18 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Kampanye Jalanan Komuntas Save Ake Gaale Ternate Hari Air Sedunia atau World Water Day yang diperingati warga dunia pada 23 Maret setiap tahun, selalu diperingati juga kelompok masyarakat di Kelurahan Sangaji Kota Ternate Utara, terutama mereka yang berada di kawasan sumber mata air Ake Gaale.   Ada beragam cara dilakukan. Salah satunya sebelum masuk puncak […]

  • Climate Rangers Bersama Orang Muda Sedunia Serukan Hentikan Energi Fosil

    Climate Rangers Bersama Orang Muda Sedunia Serukan Hentikan Energi Fosil

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Catatan dari COP 30 di Brazil   Di tengah meningkatnya dampak krisis iklim dan melambatnya komitmen negara-negara untuk menekan suhu bumi di bawah 1,5°C, orang muda dunia menyatukan suara mereka. Melalui Global Youth Statement (GYS), ribuan orang muda dari lebih dari 150 negara menyerukan perubahan arah kebijakan iklim global menuju transisi energi yang adil, pendanaan […]

  • Ternate Kaya Keanekaragaman Hayati Laut

    • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 596
    • 1Komentar

    Dari Terumbu Karang hingga Fauna Kharismatik   Laut Pulau Ternate memiliki kaneakaragaman hayati yang luar biasa. Tidak hanya  jenis terumbu karang dan ikan kecil, tetapi juga satwa laut kharismatik. Di kawasan laut ini juga ada  hewan laut endemic seperti  hiu berjalan. Di beberapa lokasi di laut pulau Ternate ditemukan beberapa jenis satwa kharismatik laut seperti […]

  • Ini Masalah Pembangunan di Pulau Makeang dan Kayoa

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle
    • visibility 442
    • 2Komentar

    Jembatan penghubung di jalan lingkar pulau Makeang yang menghubungkan antardesa rusak parah, foto M Ichi

  • Titik Nol Jalur Rempah adalah Soal Geopolitik (3)

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle
    • visibility 515
    • 1Komentar

    Untuk menentukan Titik Nol Rempah, bukan lagi sekedar soal romantisme sejarah masa lalu, namun ia adalah soal identitas, nasionalisme, dan soal geopolitik global, untuk menentukan pada titik manakah Indonesia harus memainkan peranannya dalam percaturan global dewasa ini. Jika menoleh apa yang dilakukan China sepeninggalnya Mao Tze Tung, Deng Xiao Ping telah berani mengangkat identitas masa […]

  • Penjahat Lingkungan Bakal Kena Sanksi Lebih Berat

    Penjahat Lingkungan Bakal Kena Sanksi Lebih Berat

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Para penjahat lingkungan yang selama ini melakukan banyak kejahatan terutama merusak hutan  bersiap-spa mendapatkan sanksi berat. Direktorat Jenderal  Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHLHK) bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) saat ini  bekerjasana  memerangi para pelaku tindak pidana kejahatan bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Bentuk kerjasama ini telah ditandatangani di  Gedung   Manggala Wanabakti Jakarta , […]

expand_less