Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ini Hasil Kajian Kebutuhan Air Bersih Warga Kalumata

Ini Hasil Kajian Kebutuhan Air Bersih Warga Kalumata

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 3 Apr 2021
  • visibility 684

Dalam 10 Tahun Tiap Warga  Butuh  1175357,59 Liter

Kota Ternate menghadapi berbagai persoalan. Selain  keberadaannya di pulau vulkanis dengan keterbatasan lahan tempat tinggal, tidak kalah pelik adalah problem air bersih.  Hari hari ini warga kota  berteriak kesulitan air bersih. Tidak hanya distribusinya. Kualitas  dan keterbatasan sumberdaya  yang tersedia juga sudah memunculkan persoalan.

Sebuah riset dilakukan   dosen   Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhamamadiyah Maluku Utara, mencoba menganlisis  kebutuhan air bersih domestic dan non domestik dengan mengambil sampel di Kelurahan Kalumata Kota Ternate. Riset ini dilakukan 2018 lalu. Hal ini dilakukan di tengah  pemenuhan kebutuan air bersih semakin meningkat. Sementara debit sumber air  mengalami penurunan tiap tahun.  

“Tujuannya  ingin mengetahui berapa besar kebutuhan air domestik dan non domestik di kelurahan Kalumata sampai 10 tahun ke depan dengan metode  penelitiannya  secara  deskriptif kualitatif,” jelas   Rais Yusuf pelaksana riset ini. 

Riset ini diawali dengan analisis pertumbuhan  penduduk. Untuk menghitung pertumbuhan penduduk diperlukan data jumlah penduduk Kelurahan Kalumata. Dari data  itu  kemudian dihitung tingkat pertumbuhan tiap tahunnya.  “Kita menggunakan metode  Aritmatik, Geometrik, dan Last-Square.  Jadi setelah diketahui data jumlah penduduk   maka dihitung laju pertumbuhan rata-rata Kelurahan Kalumata,” jelasnya.

Dari hasil analisis yang dilakukan rata-rata angka  nilai pertumbuhan penduduk sebesar 0,025. Nilai tersebut berdasarkan pertumbuhan penduduk pada tahun sebelumnya. 

Hasil perkiraan jumlah penduduk terbesar yang ditunjukkan oleh Metode Geomterik diperoleh bahwa jumlah penduduk Kelurahan Kalumata Kota Ternate, sampai 2028 sekitar 7841 jiwa. Sementara standar kebutuhan air untuk setiap orang dengan jumlah penduduk antara 3000 – 20.000 jiwa adalah 90 Liter/Orang/Hari.

Data    tahun 2019  misalnya   kebutuhan total air bersih Kelurahan Kalumata pada 2019  adalah 1176427 liter.  Dari hasil analisa  yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perkiraan kebutuhan air bersih Kelurahan Kalumata terus meningkat tiap tahunnya. Pada 2018, kebutuhan air bersih sebesar 918187,002 Liter/Orang/hari dan terus meningkat hingga tahun 2028, di mana kebutuhan air bersih diprediksi sebesar 1175357,59 Liter/Orang/hari.

Untuk kebutuhan  Air Bersih Non Domestik  ada  pada  fasilitas pendidikan, kesehatan,  ibadah, dan perkantoran. Fasilitas- fasilitas ini juga   berfungsi melayani masyarakat sehingga pertumbuhannya  diasumsikan sama  atau seiring dengan angka pertumbuhan penduduk Kelurahan Kalumata.  

Untuk fasilitas pendidikan  berdasarkan data BPS jumlah pelajar tahun 2018 yaitu 1213 orang. Dapat disimpulkan bahwa   perkiraan kebutuhan air bersih untuk fasilitas pendidikan atau sekolah mengalami kenaikan tiap tahun. Kenaikan kebutuhan air bersih pada fasilitas pendidikan atau sekolah juga dikarenakan kenaikan jumlah pelajar tiap tahunnya. Pada  2028 diprediksi sebanyak 1517 pelajar dengan kebutuhan air bersih sebesar 7585 Liter/Hari. 

Begitu juga  fasilitas peribadatan digunakan masyarakat sebagai sarana menjalankan ibadah sehingga pertumbuhan jumlah peribadatan diasumsikan sama dengan tingkat pertumbuhan penduduk Kelurahan Kalumata.  Peraturan Ditjen Cipta Karya Dep. PU, didapat kebutuhan harian dari Mesjid sebesar 3000 liter/unit/hari dan Musholah sebesar 2000 liter /unit/hari.

Dalam riset ini diproyeksikan jumlah masjid diasumsikan bertambah 1 unit untuk masjid tiap 10 tahunnya dan untuk musholah tiap 5 tahunnya bertambah 1 unit.  Data BPS  jumlah mesjid tahun 2018 di Kalumata ada  6 unit.  Proyeksi jumlah unit dihitung dengan asumsi tiap 10 tahun bertambah 1 unit.   Jumlah musholah tahun 2018 6 unit.  Perhitungan proyeksi jumlah unit dihitung dengan asumsi tiap 5 tahun bertambah 1 unit. 

Dapat disimpulkan bahwa pada perkiraan kebutuhan air bersih untuk fasilitas peribadatan (mesjid) yang diasumsikan bertambah 1 unit tiap 10 tahun maka di 2028 memiliki 7 unit dan kebutuhan air bersihnya sebesar 21000 Liter/Hari. Sedangkan  musholah yang diasumsikan bertambah 1 unit tiap 5 tahun. Pada tahun 2028 memiliki 5 unit dan kebutuhan air bersihnya sebesar 1000 Liter/Hari. 

Untuk fasilitas Kesehatan (Puskesmas) Perkembangan fasilitas kesehatan sampai tahun 2028 diasumsikan bersifat konstan, artinya tidak ada pertambahan untuk fasilitas jenis ini. Maka jumlah kebutuhan air untuk fasilitas ini tetap dari tahun 2018 – 2028.  Proyeksi jumlah unit puskesmas diasumsikan konstan. Maka dapat dapat disimpulkan bahwa perkiraan kebutuhan air bersih untuk fasilitas Kesehatan (Puskesmas), tidak ada perubahan dikarenakan proyeksi jumlah unit puskesmas tiap tahunnya bersifat konstan atau tidak bertambah maupun berkurang. Hasil analisanya pada 2028 fasilitas kesehatan (puskesmas) membutuhkan air bersih 1200 Liter/Hari. 

Fasilitas Perkantoran  proyeksi jumlah pegawai perkantoran bertambah 2 pegawai tiap tahun.   Jumlah Pegawai  di  kantor Kelurahan Kalumata  diasumsikan bertambah 2 pegawai tiap tahun maka dapat disimpulkan bahwa pada perkiraan kebutuhan air bersih untuk fasilitas perkantoran tiap tahunnya mengalami kenaikan. Kenaikan  itu berdasarkan asumsi bertambahnya 2 pegawai tiap tahun. Maka  pada tahun 2028, diprediksi  ada 213 pegawai dengan kebutuhan air 2130 Liter/Hari.

Aksi Protes yang pernah digelar warga Lingkungan Ake Gaale Kelurahan Sangaji yang memprotes sumber airnya rusak karena diduga eksploitasi berlebihan dari Perusahaan Daerah Air Minum. Foto M Ichi

Sementara dalam perhitungan kehilangan air  penentuan kebocoran/kehilangan air dilakukan dengan asumsi yaitu sebesar 20% dari kebutuhan rata-rata.

Dari analisa di atas, kebocoran/kehilangan air Kelurahan Kalumata sampai 10 tahun kedepan tidak terlalu besar. Dari 2018 kehilangan air sebesar 2,20 Liter/detik dan diprediksi tahun 2028 kehilangan air sebesar 2,81  liter/Hari. Untuk  kebutuhan air  maksimum  sebesar 1,15.  Perhitungan kebutuhan air maksimum tahun 2019   974921,65 L/hari 

Dari analisa di atas, kebutuhan air maksimum Kelurahan Kalumata sampai 10 tahun ke depan, mengalami kenaikan. Pada tahun 2028  rata– rata harian sebesar 1217272,59 liter/Hari dan  Harian Maksimum sebesar 1399863,48 Liter/Hari.

Riset ini menyimpulkan bahwa,  kebutuhan total air bersih  masyarakat Kelurahan Kalumata pada 2028 yaitu sekitar 1014507 liter atau 811,605 m3/orang/hari. Rincian kebutuhan air pada tahun 2028 adalah  sebagai berikut. Kebutuhan Air Bersih : 1175,35 m3 /orang/hari.  Kebutuhan total Air Bersih : 1469196,73 Liter. Untuk  Pelayanan Masyarakat : 9084,88 Liter/hari.

 Pelayanan Sambungan Rumah : 7267,904 Liter/hari. Fasilitas Pendidikan : 7.585 Liter/hari. Fasilitas Peribadatan (mesjid) : 21.000 Liter/hari. Fasilitas Peribadatan (musholah) : 10000 Liter/hari. Fasilitas Kesehatan : 1.200 Liter/hari. Fasilitas Perkantoran : 2.130 Liter/hari.  Kehilangan Air : 243454,51 Liter/hari.  Kebutuhan Air Harian : 1217272,59 Liter/hari. Kebutuhan Air Maksimum : 1399863,48 Liter/hari

Dari analisis ini,  Rais mengusulkan agar  pelayanan  kebutuhan air bersih Kelurahan Kalumata dalam kurun waktu 10 tahun ke depan perlu dilakukan penambahan suplai air baku dan perluasan sistem jaringan distribusi. Sebagai daerah  yang potensi  pelanggannya cukup besar dan agar tidak terjadi kebocoran dalam penyaluran air bersih,  diharapkan PDAM Kota Ternate memeriksa dan mengganti pipa yang sudah tua (bocor).

“PDAM Kota Ternate juga  diharapkan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan orang lain misalnya menggunakan pompa tambahan menyedot air secara berlebihan, karena melanggar Undang-Undang No. 7 tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air,” harapnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkici dada-merah Sangat Terancam

    • calendar_month Kam, 29 Apr 2021
    • account_circle
    • visibility 674
    • 0Komentar

    Nuri Ternate yang dilepasliarkan setelah di tempatkan di kandang transit Ternte

  • Penjahat Lingkungan Bakal Kena Sanksi Lebih Berat

    Penjahat Lingkungan Bakal Kena Sanksi Lebih Berat

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
    • account_circle
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Para penjahat lingkungan yang selama ini melakukan banyak kejahatan terutama merusak hutan  bersiap-spa mendapatkan sanksi berat. Direktorat Jenderal  Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHLHK) bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) saat ini  bekerjasana  memerangi para pelaku tindak pidana kejahatan bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Bentuk kerjasama ini telah ditandatangani di  Gedung   Manggala Wanabakti Jakarta , […]

  • Pertanian Organik hingga Rencana Agrowisata di Ternate

    • calendar_month Sen, 7 Mar 2022
    • account_circle
    • visibility 885
    • 3Komentar

    OM Nami di kebun cabe miliknya

  • Pulau Sumba Jadi Titik Nol Penetapan Hari Keadilan Ekologi   Dunia

    Pulau Sumba Jadi Titik Nol Penetapan Hari Keadilan Ekologi Dunia

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 826
    • 0Komentar

    Pulau Sumba yang dikenal dengan nama tanah humba   atau tanah marapu, menjadi titik nol ditetapkannya, hari Keadilan Ekologi dunia atau World EcologicaJustce Day. Hari penting ini digagas oleh Wahana Ligkungan Hidup Indonesia (WALHI) pada Sabtu 20 September 2025 bertepatan dengan kegiatan pertemuan nasional lingkungan  hidup (PNLH) WALHI ke XIV yang  dipusatkan di Kota Waingapu […]

  • Ekonomi dan SDA Morotai Berbasis Lingkungan akan Dibedah Bersama

    Ekonomi dan SDA Morotai Berbasis Lingkungan akan Dibedah Bersama

    • calendar_month Ming, 15 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 577
    • 0Komentar

    Untuk menggagas model pembangunan ekonomi dan pengelolaan sumberdaya alam secara partisipatif  dan berbasis lingkungan, diperlukan semua pihak duduk bersama..  Dalam  upaya itu,  direncanakan  akan  digelar kegiatan  bertajuk Sarasehan dan Rembuk Rakyat Morotai yang rencana  dilaksanakan 18 hingga  9 Agustus 2018  mendatang di public space Taman Kota Daruba Morotai. Kegiatan yang  rencana dilaksanakan selama 2 hari […]

  • BMKG: Awas Banjir dan Angin Kencang Mengintai

    • calendar_month Ming, 29 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi (Stamet) Ternate mengingatkan warga di Provinsi Maluku Utara untuk mewaspadai perkembangan La Nina dengan   terjadinya hujan deras dan angin kencang beberapa hari ini. Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasdatin) Stamet Ternate Setyawan  menjelaskan,  sejak Kamis (26/11) lalu Stamet Ternate telah mengingatkan adanya perkembangan cuaca yang terjadi akibat dampak […]

expand_less