Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kota Pulau » Ini Hasil Kajian Kebutuhan Air Bersih Warga Kalumata

Ini Hasil Kajian Kebutuhan Air Bersih Warga Kalumata

  • account_circle
  • calendar_month Sab, 3 Apr 2021
  • visibility 697

Dalam 10 Tahun Tiap Warga  Butuh  1175357,59 Liter

Kota Ternate menghadapi berbagai persoalan. Selain  keberadaannya di pulau vulkanis dengan keterbatasan lahan tempat tinggal, tidak kalah pelik adalah problem air bersih.  Hari hari ini warga kota  berteriak kesulitan air bersih. Tidak hanya distribusinya. Kualitas  dan keterbatasan sumberdaya  yang tersedia juga sudah memunculkan persoalan.

Sebuah riset dilakukan   dosen   Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhamamadiyah Maluku Utara, mencoba menganlisis  kebutuhan air bersih domestic dan non domestik dengan mengambil sampel di Kelurahan Kalumata Kota Ternate. Riset ini dilakukan 2018 lalu. Hal ini dilakukan di tengah  pemenuhan kebutuan air bersih semakin meningkat. Sementara debit sumber air  mengalami penurunan tiap tahun.  

“Tujuannya  ingin mengetahui berapa besar kebutuhan air domestik dan non domestik di kelurahan Kalumata sampai 10 tahun ke depan dengan metode  penelitiannya  secara  deskriptif kualitatif,” jelas   Rais Yusuf pelaksana riset ini. 

Riset ini diawali dengan analisis pertumbuhan  penduduk. Untuk menghitung pertumbuhan penduduk diperlukan data jumlah penduduk Kelurahan Kalumata. Dari data  itu  kemudian dihitung tingkat pertumbuhan tiap tahunnya.  “Kita menggunakan metode  Aritmatik, Geometrik, dan Last-Square.  Jadi setelah diketahui data jumlah penduduk   maka dihitung laju pertumbuhan rata-rata Kelurahan Kalumata,” jelasnya.

Dari hasil analisis yang dilakukan rata-rata angka  nilai pertumbuhan penduduk sebesar 0,025. Nilai tersebut berdasarkan pertumbuhan penduduk pada tahun sebelumnya. 

Hasil perkiraan jumlah penduduk terbesar yang ditunjukkan oleh Metode Geomterik diperoleh bahwa jumlah penduduk Kelurahan Kalumata Kota Ternate, sampai 2028 sekitar 7841 jiwa. Sementara standar kebutuhan air untuk setiap orang dengan jumlah penduduk antara 3000 – 20.000 jiwa adalah 90 Liter/Orang/Hari.

Data    tahun 2019  misalnya   kebutuhan total air bersih Kelurahan Kalumata pada 2019  adalah 1176427 liter.  Dari hasil analisa  yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perkiraan kebutuhan air bersih Kelurahan Kalumata terus meningkat tiap tahunnya. Pada 2018, kebutuhan air bersih sebesar 918187,002 Liter/Orang/hari dan terus meningkat hingga tahun 2028, di mana kebutuhan air bersih diprediksi sebesar 1175357,59 Liter/Orang/hari.

Untuk kebutuhan  Air Bersih Non Domestik  ada  pada  fasilitas pendidikan, kesehatan,  ibadah, dan perkantoran. Fasilitas- fasilitas ini juga   berfungsi melayani masyarakat sehingga pertumbuhannya  diasumsikan sama  atau seiring dengan angka pertumbuhan penduduk Kelurahan Kalumata.  

Untuk fasilitas pendidikan  berdasarkan data BPS jumlah pelajar tahun 2018 yaitu 1213 orang. Dapat disimpulkan bahwa   perkiraan kebutuhan air bersih untuk fasilitas pendidikan atau sekolah mengalami kenaikan tiap tahun. Kenaikan kebutuhan air bersih pada fasilitas pendidikan atau sekolah juga dikarenakan kenaikan jumlah pelajar tiap tahunnya. Pada  2028 diprediksi sebanyak 1517 pelajar dengan kebutuhan air bersih sebesar 7585 Liter/Hari. 

Begitu juga  fasilitas peribadatan digunakan masyarakat sebagai sarana menjalankan ibadah sehingga pertumbuhan jumlah peribadatan diasumsikan sama dengan tingkat pertumbuhan penduduk Kelurahan Kalumata.  Peraturan Ditjen Cipta Karya Dep. PU, didapat kebutuhan harian dari Mesjid sebesar 3000 liter/unit/hari dan Musholah sebesar 2000 liter /unit/hari.

Dalam riset ini diproyeksikan jumlah masjid diasumsikan bertambah 1 unit untuk masjid tiap 10 tahunnya dan untuk musholah tiap 5 tahunnya bertambah 1 unit.  Data BPS  jumlah mesjid tahun 2018 di Kalumata ada  6 unit.  Proyeksi jumlah unit dihitung dengan asumsi tiap 10 tahun bertambah 1 unit.   Jumlah musholah tahun 2018 6 unit.  Perhitungan proyeksi jumlah unit dihitung dengan asumsi tiap 5 tahun bertambah 1 unit. 

Dapat disimpulkan bahwa pada perkiraan kebutuhan air bersih untuk fasilitas peribadatan (mesjid) yang diasumsikan bertambah 1 unit tiap 10 tahun maka di 2028 memiliki 7 unit dan kebutuhan air bersihnya sebesar 21000 Liter/Hari. Sedangkan  musholah yang diasumsikan bertambah 1 unit tiap 5 tahun. Pada tahun 2028 memiliki 5 unit dan kebutuhan air bersihnya sebesar 1000 Liter/Hari. 

Untuk fasilitas Kesehatan (Puskesmas) Perkembangan fasilitas kesehatan sampai tahun 2028 diasumsikan bersifat konstan, artinya tidak ada pertambahan untuk fasilitas jenis ini. Maka jumlah kebutuhan air untuk fasilitas ini tetap dari tahun 2018 – 2028.  Proyeksi jumlah unit puskesmas diasumsikan konstan. Maka dapat dapat disimpulkan bahwa perkiraan kebutuhan air bersih untuk fasilitas Kesehatan (Puskesmas), tidak ada perubahan dikarenakan proyeksi jumlah unit puskesmas tiap tahunnya bersifat konstan atau tidak bertambah maupun berkurang. Hasil analisanya pada 2028 fasilitas kesehatan (puskesmas) membutuhkan air bersih 1200 Liter/Hari. 

Fasilitas Perkantoran  proyeksi jumlah pegawai perkantoran bertambah 2 pegawai tiap tahun.   Jumlah Pegawai  di  kantor Kelurahan Kalumata  diasumsikan bertambah 2 pegawai tiap tahun maka dapat disimpulkan bahwa pada perkiraan kebutuhan air bersih untuk fasilitas perkantoran tiap tahunnya mengalami kenaikan. Kenaikan  itu berdasarkan asumsi bertambahnya 2 pegawai tiap tahun. Maka  pada tahun 2028, diprediksi  ada 213 pegawai dengan kebutuhan air 2130 Liter/Hari.

Aksi Protes yang pernah digelar warga Lingkungan Ake Gaale Kelurahan Sangaji yang memprotes sumber airnya rusak karena diduga eksploitasi berlebihan dari Perusahaan Daerah Air Minum. Foto M Ichi

Sementara dalam perhitungan kehilangan air  penentuan kebocoran/kehilangan air dilakukan dengan asumsi yaitu sebesar 20% dari kebutuhan rata-rata.

Dari analisa di atas, kebocoran/kehilangan air Kelurahan Kalumata sampai 10 tahun kedepan tidak terlalu besar. Dari 2018 kehilangan air sebesar 2,20 Liter/detik dan diprediksi tahun 2028 kehilangan air sebesar 2,81  liter/Hari. Untuk  kebutuhan air  maksimum  sebesar 1,15.  Perhitungan kebutuhan air maksimum tahun 2019   974921,65 L/hari 

Dari analisa di atas, kebutuhan air maksimum Kelurahan Kalumata sampai 10 tahun ke depan, mengalami kenaikan. Pada tahun 2028  rata– rata harian sebesar 1217272,59 liter/Hari dan  Harian Maksimum sebesar 1399863,48 Liter/Hari.

Riset ini menyimpulkan bahwa,  kebutuhan total air bersih  masyarakat Kelurahan Kalumata pada 2028 yaitu sekitar 1014507 liter atau 811,605 m3/orang/hari. Rincian kebutuhan air pada tahun 2028 adalah  sebagai berikut. Kebutuhan Air Bersih : 1175,35 m3 /orang/hari.  Kebutuhan total Air Bersih : 1469196,73 Liter. Untuk  Pelayanan Masyarakat : 9084,88 Liter/hari.

 Pelayanan Sambungan Rumah : 7267,904 Liter/hari. Fasilitas Pendidikan : 7.585 Liter/hari. Fasilitas Peribadatan (mesjid) : 21.000 Liter/hari. Fasilitas Peribadatan (musholah) : 10000 Liter/hari. Fasilitas Kesehatan : 1.200 Liter/hari. Fasilitas Perkantoran : 2.130 Liter/hari.  Kehilangan Air : 243454,51 Liter/hari.  Kebutuhan Air Harian : 1217272,59 Liter/hari. Kebutuhan Air Maksimum : 1399863,48 Liter/hari

Dari analisis ini,  Rais mengusulkan agar  pelayanan  kebutuhan air bersih Kelurahan Kalumata dalam kurun waktu 10 tahun ke depan perlu dilakukan penambahan suplai air baku dan perluasan sistem jaringan distribusi. Sebagai daerah  yang potensi  pelanggannya cukup besar dan agar tidak terjadi kebocoran dalam penyaluran air bersih,  diharapkan PDAM Kota Ternate memeriksa dan mengganti pipa yang sudah tua (bocor).

“PDAM Kota Ternate juga  diharapkan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan orang lain misalnya menggunakan pompa tambahan menyedot air secara berlebihan, karena melanggar Undang-Undang No. 7 tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air,” harapnya. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kawasan Khusus Sofifi di Atas DAS Kritis

    • calendar_month Sel, 15 Jun 2021
    • account_circle
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Rawan Banjir dan Berada di Daerah Pusat Gempa Ibu kota Provinsi Maluku Utara yang berada di Kota  Sofifi  Pulau Halmahera ternyata dibangun di atas Daerah Aliran  Sungai (DAS) yang kondisinya kritis. Karena itulah  DAS ini masuk dalam pemulihan. Ibukota Provinsi yang telah ditetapkan melalui Undang undang Pemekaran provinsi Maluku Utara no 46 Tahun 1999  itu, […]

  • Soal Sungai Sagea, Ini Hasil dari Tim Udara dan Darat

    • calendar_month Kam, 7 Sep 2023
    • account_circle
    • visibility 661
    • 1Komentar

    Ahli Geologi Sarankan Tunggu Uji Lab Kimia Air Komunitas Save Sagea yang mengawal bencana tercemarnya sungai Sagea menjelaskan bahwa  setelah tim investigas lakukan tugasnya,  di mana tim yang merupakan gabungan masyarakat pemerintah  yang turun lapangan belum punya kesimpulan apa pun. Baik yang lakukan pemantauan melalui udara dengan  heli maupun melalui perjalanan darat. Adlun Fikri Juru […]

  • Situs Terumbu Karang Terkaya Ada di Malut, Ini Hasil Kajianya

    • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
    • account_circle
    • visibility 890
    • 0Komentar

    Beragam jenis ikan karang yang ditemukan bermain di terumbu karang KKP Mare, foto Abdul Khalis

  • Seni dan Tradisi Togal Tergerus Zaman?

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 1.402
    • 0Komentar

    Ditinggal Muda-mudi, Digandrungi Kaum Tua      Ibu-ibu berkebaya memakai sarung dan selendang  itu usianya sudah di atas 50 tahun. Mereka duduk berbaris di bawah tenda, sambil menunggu bapak-bapak yang datang dan ikut  pesta ronggeng togal. Ini adalah cara warga Desa Samo di Halmahera Selatan meramaikan  Festival Kampung Pulau dan Pesisir yang diinisiasi perkumpulan PakaTiva bersama […]

  • WALHI: Jangan “Jual” Halmahera dan Pulau Lainnya

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle
    • visibility 645
    • 0Komentar

    AKSI kampanye yang digelar WALHI Malut dan Koalisi Barisan rakyat (KOBAR ) pada Senin 14 November 2022 foto WALHI

  • Ini Hasil Kajian Climate Right Internasional

    • calendar_month Kam, 18 Jan 2024
    • account_circle
    • visibility 798
    • 1Komentar

    Proyek Nikel Raksasa di Halmahera Rusak  Lingkungan, Iklim dan  Pelanggaran HAM Hasil kajian yang dikeluarkan Climate Right Internasional di Jakarta pada Kamis 17 Januari 2024  menyebutkan  industri nikel raksasa bernilai milyaran dollar di Maluku Utara dan pertambangan nikel di sekitarnya telah melanggar hak asasi penduduk lokal, termasuk Masyarakat Adat, menyebabkan deforestasi yang signifikan, pencemaran udara […]

expand_less