Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » “Oji” Si Yakis Bacan akan Dikembalikan ke Alam Liar

“Oji” Si Yakis Bacan akan Dikembalikan ke Alam Liar

  • account_circle
  • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
  • visibility 1.152

Seekor monyet atau “yakis Bacan” berjenis kelamin laki-laki yang dipelihara oleh salah satu warga Guraping Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan, akhirnya diamankan pihak petugas Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata. Yakis Bacan ini   selanjutnya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) untuk dirawat sebelum dilepas ke alam liar.

Pengambilan  satwa dilindungi ini dilakukan petugas dari TNAL Resort Kabi kabi dipimpin oleh  Yusra Abdul Kadir bersama petugas polisi kehutanan, Saat dijemput diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya kepada petugas.   

Monyet  atau yakis Bacan jenis macaca ini diberi nama  Oji oleh pemiliknya. Yakis ini didapat dari  salah satu   desa di Gane Barat Halmahera Selatan.  

“Yaki ini berasal dari Saketa Gane Barat Halmahera Selatan. Dibeli  oleh warga Guraping itu karena dijual pemiliknya di Saketa yang saat itu butuh uang. Warga Guraping tersebut membelinya karena rasa iba ke penjual,” jelas Akhmad David salah petugas yang turut serta dalam penejemputan yakis tersebut.

Dia bilang,  monyet ini baru dibeli sepekan lalu dan dirawat di rumah.   Akhmad juga bilang alasan diserahkan dengan sukarela yakis ini, salah satunya adalah agar bisa  segera dikembalikan ke alamnya. Termasuk  agar tidak membahayakan  putri mereka yang masih kecil.

Petugas Taman Nasional saat menjemput yakis yang dipelihara oleh waga

“Yakis tersebut berkelamin jantan dan diberi nama Oji oleh pemilik yang baru. Sayang mereka tak tahu pasti ,  umurnya ,” jelas Akhmad lagi.

Kepala  Resort Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA)  Ternate Abas Hurasan dikonfirmasi soal pengamanan jenis satwa dilindungi ini mengaku segera mengambil dan mengecek kondisi hewan ini. Jika sudah diperiksa dan kondisinya baik akan dirawat lagi selanjutnya akan dilepas Kembali ke habitatnya.

“Kita akan lakukan pemeriksaan dan perawatan monyet tersebut. Jika sudah ok kondisinya selanjutnya kita  kembalikan ke habitat aslinya,” jelas Abas.(*)  

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulau Sumba Jadi Titik Nol Penetapan Hari Keadilan Ekologi   Dunia

    Pulau Sumba Jadi Titik Nol Penetapan Hari Keadilan Ekologi Dunia

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Mahmud Ici
    • visibility 996
    • 0Komentar

    Pulau Sumba yang dikenal dengan nama tanah humba   atau tanah marapu, menjadi titik nol ditetapkannya, hari Keadilan Ekologi dunia atau World EcologicaJustce Day. Hari penting ini digagas oleh Wahana Ligkungan Hidup Indonesia (WALHI) pada Sabtu 20 September 2025 bertepatan dengan kegiatan pertemuan nasional lingkungan  hidup (PNLH) WALHI ke XIV yang  dipusatkan di Kota Waingapu […]

  • KKP Walidata Informasi Geospasial Lamun dan Terumbu Karang

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle
    • visibility 821
    • 0Komentar

    Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima mandat sebagai penyelenggara atau walidata informasi geospasial tematik (IGT) lamun dan terumbu karang di Indonesia. Sebelumnya mandat tersebut diselenggarakan oleh Pusat Riset Oseanografi, BRIN (LIPI). Terumbu karang dan padang lamun adalah ekosistem yang sangat  berharga bagi kelangsungan hidup laut dan manusia. Kekayaan alam ini memberikan manfaat ekologi, ekonomi dan […]

  • Cerita Kehancuran Pulau  di Halmahera dan Sulawesi Hadir Dalam Diskusi COP di  Brazil

    Cerita Kehancuran Pulau  di Halmahera dan Sulawesi Hadir Dalam Diskusi COP di  Brazil

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.135
    • 0Komentar

    Nikel jadi Sumber Kehancuran Ruang Masayarakat Adat  Di tengah  gegap gempita janji-janji iklim yang digaungkan para pemimpin dunia dalam ruang-ruang negosiasi COP30 di Belém, Brazil, nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global. Dalam diskusi side event COP30 Centering Justice and Responsible Critical Minerals Governance di Ford Foundation Pavilion, suara-suara masyarakat […]

  • Jaga Hutan Terakhir Halmahera Timur Lewat Olah Sagu, Berkebun dan Bentuk Forum Adat    

    Jaga Hutan Terakhir Halmahera Timur Lewat Olah Sagu, Berkebun dan Bentuk Forum Adat    

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    Sarade Kasim 50 (tahun) dan istrinya Nurima (45 tahun) sibuk membangun sebuah rumah papan di lahan kebun mereka. Bahan rumah  dari papan serta kayu olahan lainnya, diangkut dari hutan tak jauh dari situ. Rumah itu berdiri kurang lebih 1,5 kilometer dari desa Bicoli Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara. Tepatnya di bagian […]

  • Kelas Estuaria: Bangun Kesadaran Anak Muda Pahami Isu Lingkungan

    Kelas Estuaria: Bangun Kesadaran Anak Muda Pahami Isu Lingkungan

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Belajar Ragam Isu, Menulis dan Kampanye hingga Bersih Pantai dan Tanam Pohon 10 anak muda duduk bersila di sebuah rumah panggung di kawasan perkemahan Pulau Tareba Danau Tolire Kota Ternate Barat 20 hingga 23 Agustus 2026 kemarin. Rumah panggung  itu  berada tepat di  punggung danau Tolire. Musim kemarau yang kering diikuti tiupan angin kencang dari […]

  • PIT Diklaim Mampu Berantas IUU Fishing

    • calendar_month Sel, 6 Jun 2023
    • account_circle
    • visibility 637
    • 3Komentar

    Seekor ikan tuna yang didaratkan di Perlabuhan Perikanan Dufa dufa Ternate Maluku Utara foto M Ichi

expand_less