Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Kampung » Warga Kasubibi Kembangkan Padi Ladang

Warga Kasubibi Kembangkan Padi Ladang

  • account_circle
  • calendar_month Ming, 18 Jun 2023
  • visibility 549

Program TEKAD Dampingi dan Buat Sekolah Lapang

Program pemerintah bernama Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) menunjukan hasil menggembirakan.  Program yang didanai APBN dan International Fund for Agriculture Development (IFAD)  ini,  di Maluku Utara  difokuskan di Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera  Barat  dan Halmahera Tengah di  4 kecamatan dan 20 desa.  

Salah satu daerah dampingan TEKAD yang mulai menunjukan hasilnya itu, ada di Halmahera Selatan. Salah satu desa yang didampingi program ini adalah Kasubibi Bacan Barat. Pada Mei 2023 lalu  warga dampingan setempat melakukan panen padi ladang di demonstrasi plot (demplot)  seluas 1,5 hektar.

Demplot  itu menjadi media pembelajaran bagi warga untuk selanjutnya dikembangkan masyarakat. Pengelola demplot atau sekolah lapang ini  dari berbagai  kelompok, baik  difabel, berdasarkan  gender dan keluarga  miskin sebagai penerima manfaat. Warga pengelola demplot   yang menamakan dirinya Kelompok Tani Suka Maju Desa Kusubibi Kabupaten  Halmahera Selatan. Mereka   metargetkan hasil panen dari  demplot  ini  dua  sampai tiga ton.  Saat ini masih proses perontokan dan pengeringan.    

“5 Juni  2023 lalu, kami  lakukan panen padi. Saat ini  kelompok tani ini masih lakukan pengeringan dan perontokan hasil  dipanen,”jelas Sahril Adam Ketua Kelompok Tani  Suka Maju.

Pihaknya  sangat berterimakasih dengan masuknya program ini,  karena mendorong masyarakat untuk kembali  menanam padi, yang sebenarnya   ditanam warga sudah turun temurun  dan perlahan mulai ditinggalkan.   

Sementara, Koordinator TEKAD  Kabupaten Halmahera Selatan Bahri Saleh bilang,  TEKAD adalah program unggulan Kementerian Desa  dan PDTT bekerja sama  IFAD. Program  ini  kehadiranya  untuk  memicu serta  mendorong  pertumbuhan ekonomi di desa. Tidak itu saja, melaui pendampingan yang dilakukan  diharapkan mengubah  prilaku masyarakat  desa dari cara bercocok tanam secara tradisional  selanjutnya   menggunakan   teknologi tepat guna.

“Targetnya memenuhi kebutuhan dasar hidup bagi masyarakat desa, terutama  yang ada di Kabupaten Halmahera selatan saat ini,” jelas Bahri.   

Program   ini  menyasar tiga  kelompok masyarakat.    Yakni kaum difabel,  sesuai  gender dan rumah tangga miskin. Target cepaian   program  dengan kelompok penerima manfaat  juga, yakni melakukan invosi pembelajaran,  mengatasi  kelangkaan pasokan beras terutama di desa. Karena itu  penting adanya improvisasi dan Inovasi  serta kolaborasi.  Terutama peran penting  serta dukungan  pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan   Masyarakat Desa (DPMD), Balitbangda, Dinas Pertanian Tanaman Pangan bersama  koordinator TEKAD,   dan fasilitatornya yang terlibat langsung  di lapangan. 

“Fasilitator berperan penting  melakukan pendampingan yang  intensif kepada  masyarakat sehingga musyawarah yang  dilakukan melahirkan usulan yang bersifat botom up, dengan metode partisipatif berbasis perencanaan. Pelaksanaannya sampai pada pertanggungjawaban anggaran juga terjamin,” jelasnya. 

Kelompok  sasaran juga akan tetap melakukan inovasi pembelajaran dengan menjaga, merawat dan membesarkan atau (manifesto M3).  

“Saat ini Kelompok Penerima Bantuan  (KPB) desa Kusubibi telah memenuhi target dan capaian yang telah diinginkan  sesuai misi Kementerian Desa dan misi IFAD, walaupun belum memenuhi target sempurna.   Karena itu  kami juga butuh dukungan dan masukan  untuk kemajuan program ini ke depan,”  harap Bahri. (*)

  • Penulis:

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menikmati Ekowisata Bukit Lona Pulau Tidore

    • calendar_month Rab, 25 Nov 2020
    • account_circle
    • visibility 884
    • 0Komentar

    Pemandangan yang menawan dari kawasan ekowisata Bukit Lona/foto Andy Taufik

  • Kelola Hutan Bersama Masyarakat Bermanfaat Bagi Kelestarian

    • calendar_month Rab, 4 Jul 2018
    • account_circle
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Sumber daya hutan telah terbukti memberikan kehidupan dan sumber penghidupan bagi semua. Selain manfaat jangka pendek berupa kayu, hutan juga memberikan manfaat jangka panjang yang sangat beragam, seperti sumber tanaman obat-obatan, jasa lingkungan air, iklim mikro, mikroba, jamur, penjaga keseimbangan air permukaan-air tanah, menjaga kesuburan lahan, pencegahan banjir, tanah longsor, habitat satwa liar, yang mewakili […]

  • Patgulipat  Harga Tanah di Lingkar PSN, Banyak Pihak Ikut Bermain (3) Habis

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • account_circle
    • visibility 1.349
    • 0Komentar

    Persoalan  pelik daerah lingkar Proyek Strategis Nasional (PSN), Weda Hamahera Tengah Maluku Utara,  adalah  lahan.  Saat ini lahan produktif untuk pertanian nyaris habis. Warga yang  dulu bertani  tak lagi bertani. Sebagian besar beralih menjadi pekerja tambang, serabutan  hingga juragang rumah sewa/kosan. Lepasnya lahan  karena kebutuhan mendesak, juga kuatnya pengaruh berbagai pihak. Harga  lahan kebun  terbilang […]

  • Dokumen RTRW Halmahera Tengah Memihak Industri (1)

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle
    • visibility 2.823
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah pada 5 September 2024 lalu telah mengesahkan perubahan Peraturan Daerah  Kabupaten Halmahera Tengah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Halmahera Tengah 2012-2032 menjadi Perda nomor 3 Tahun 2024. Masa berlaku Perda Perubahan tersebut hingga 2043 mendatang. Dokumen setebal 241 halaman dengan lampiran-lampirannya itu, telah dinyatakan berlaku sejak […]

  • Pulau Mitita Surganya Hiu Sirip Hitam

    • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
    • account_circle
    • visibility 836
    • 1Komentar

    Kabupaten Pulau Morotai memiliki 33 pulau kecil yang mengelilinginya. Pulau yang tidak berpenghuni berjumlah 26  dan yang berpenghuni   7 pulau. Pulau  yang berpenghuni adalah pulau Morotai (main island), pulau Kolorai, pulau Ngele-ngele kecil, pulau Ngele-ngele besar pulau Golo-golo, pulau Rao, dan pulau Saminyamau. Tahun 2014, Presiden Jokowi menetapkan Pulau Morotai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata […]

  • KKR-MU Desak Presiden Cabut Perppu Cipta Kerja

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Aksi Protes UU Omnibus Law 2020 lalu foto Halmahera Post

expand_less